Uca Sideng
Jurusan Geografi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Environmental Science

KUALITAS AIR TANAH UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KELURAHAN BULUROKENG KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR Lestari, Listin; Uca, Uca; Amal, Amal
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 1 (2020): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.597 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i1.15364

Abstract

ABSTRAKSkripsi ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui kualitas air tanah di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. 2) Untuk mengetahui apakah air tanah di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar layak digunakan untuk kebutuhan air bersih. 3) Untuk mengetahui cara menentukan kualitas air tanah dengan menggunakan Metode Storet di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar.Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah air tanah dangkal atau sumur gali yang digunakan masyarakat sebagai sumber air bersih, pengambilan sampel air tanah dilakukan di 5 sumur gali. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Storet. Berdasarkan hasil pengukuran dan hasil analisis sampel air sumur diketahui bahwa air sumur yang ada di kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar layak digunakan sebagai air bersih karena air tersebut hanya tercemar ringan yang artinya dapat digunakan untk kebutuhan sehari hari kecuali untuk di konsumsi. Dengan menggunakan Metode storet menunjukkan bahwa tingkat pencemaran air sumur  di Kelurahan Bulurokeng Kecamatan BIringkanaya Kota Makassar tergolong kategori kelas B (Tercemar Ringan) dengan kondisi air yang tidak buruk untuk kualitas air bersih.
PREDIKSI EROSI MENGGUNAKAN METODE USLE DAN MUSLE DI DAS JENEBERANG Amal Amal; Uca Uca; Vina Yunita
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 1 (2021): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.382 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i1.20079

Abstract

ABSTRAKDAS Jeneberang merupakan salah satu DAS prioritas nasional yang memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaannya. Kategori ini didasarkan pada pertimbangan bahwa kondisi DAS memprihatinkan, terutama laju erosi yang cukup tinggi dan produktivitas lahan yang dinilai menurun. Pengelolaan DAS Jeneberang belum dilakukan secara maksimal dikarenakan keterbatasan masyarakat dalam menerapkan tindakan konservasi sehingga pengelolaannya hanya dapat dilakukan secara sederhana. Hal tersebut terlihat dari munculnya berbagai permasalahan dan konflik antara berbagai kepentingan di kawasan DAS Jeneberang, salah satunya munculnya permasalahan lingkungan seperti erosi. Masalah-masalah tersebut dapat berdampak pada penurunan produksi dan pendapatan petani, serta pendangkalan di DAS Jeneberang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju erosi tanah dan bagaimana hasilnya dibandingkan dengan hasil perhitungan erosi di DAS Jeneberang dengan menggunakan metode USLE dan MUSLE. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan besar laju erosi yang terjadi di DAS Jeneberang menggunakan USLE adalah 23,86 ton/th sedangkan pada metode MUSLE sebesar 15,92 ton/th. Perbandingan kedua metode ini adalah 1:2,4 
PEMETAAN TINGKAT KEKRITISAN UNTUK DAERAH RESAPAN (WILAYAH STUDI KASUS KOTA PAREPARE) Uca Sideng; Sukri Nyompa; Novita Citra Rahayu
Jurnal Environmental Science Vol 4, No 1 (2021): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.353 KB) | DOI: 10.35580/jes.v4i1.22393

Abstract

High population growth, especially in urban areas, increases community needs which trigger land use changes. This causes a decrease in the quality and carrying capacity of the land which has an impact on reducing the rainwater catchment area. One of the problems that often occurs in urban areas is that infiltration conditions are no longer optimal in storing water, causing rainwater to pool on the surface and flooding occurs. The development of remote sensing technology and geographic information systems has made it possible to study the spatial pattern of critical distribution of water catchment areas in a wide scope. This study aims to determine the condition of the potential and actual catchment areas, as well as the criticality level of the water catchment area in the City of Parepare. The method used is scoring and overlaying the parameters of slope, rainfall, and soil type to produce a map of potential catchment areas. The map of the actual catchment area condition was obtained based on the interpretation of the sentinel-2 image. The two resulting maps were then compared to determine the criticality level of the catchment area in Parepare City. The results show that Parepare City has a potential infiltration condition which is dominated by a small potential area of 69.07 km2 and an actual catchment area which is dominated by a rather large infiltration capacity of 30.47 km2. The most dominant criticality level in Parepare City is both an area of 59.24 km2 which is randomly distributed.
PEMETAAN ZONASI DAERAH RAWAN BENCANA LONGSOR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI DAS JENEBERANG KABUPATEN GOWA Muh Rizal Darwis; Uca Uca; Muhammad Yusuf
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.18 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i2.20080

Abstract

ABSTRAKBencana longsor di Indonesia bisa dijumpai hampir di setiap Daerah Aliran Sungai utamanya pada bagian hulu Daerah Aliran Sungai. Salah satu penyebab terjadinya longsor yaitu kondisi topografi yang sangat curam. Salah satu Daerah Aliran Sungai di Sulawesi Selatan yang memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan adalah Daerah Aliran Sungai Jeneberang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan dan sebaran daerah yang berpotensi longsor di DAS. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan prosedur analisis software Geographic Information System (GIS) berupa analisis tumpang tindih (overlay) faktor–faktor yang berpengaruh terhadap kejadian tanah longsor seperti Jenis batuan, kemiringan lereng, curah hujan, zona kerentanan gerakan tanah, tekstur tanah dan tutupan lahan. Berdasarkan hasil pendugaan kerawanan longsor di DAS Jeneberang, diperoleh tiga tingkat kerawanan longsor yaitu: Tingkat kerawanan rendah dengan luas 30771 Ha (39%) memiliki persebaran di Kecamatan Bontomaranu, Palangga, Bajeng Barombong, Tamalate, dan lain-lain, Tingkat kerawanan sedang dengan luas 38827 Ha (49%) memiliki persebaran di Kecamatan Parangloe, Manuju, Bungaya, Tinggimoncong dan Parigi. Dan tingkat kerawanan tinggi dengan luas 9287 Ha (12%) memiliki persebaran di Kecamatan Tinggimoncong, Parigi dan beberapa daerah di Kecamatan Parangloe dan Manuju.
STUDI SPASIOTEMPORAL SAMBARAN PETIR CLOUD TO GROUND DI KABUPATEN GOWA TAHUN 2017-2019 Muhammad Lutfi Firdaus; Nasiah Nasiah; Uca Uca
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.008 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i2.20050

Abstract

ABSTRAKJenis penelitian ini kuantitatif deskriptif, dianalisis secara spasiotemporal yang bertujuan untuk: mengetahui densitas/ kerapatan sambaran petir Cloud to Ground (CG), serta daerah dan waktu yang memiliki sambaran petir CG sangat tinggi berdasarkan aspek terestrial (elevasi dan penggunaan lahan) dan hurah hujan di Kabupaten Gowa Tahun 2017-2019. Tahap analisis data menggunakan software ArcGIS 10.4.1, dan Microsoft Excel 2013 untuk memaparkan hasil secara visual (peta, tabel dan grafik). Hasil penelitian diperoleh Tahun 2017 dan 2018 kerapatan sambaran petir sangat tinggi terjadi di Kecamatan Tombolopao. Sedangkan pada Tahun 2019 Sumba Opu dan Tombolo Pao memiliki tingkat kerapatan sambaran petir sangat tinggi. Berdasarkan aspek terestrial serta curah hujan di Tahun 2017 dan 2018 kerapatan sambaran petir sangat tinggi terjadi pada elevasi 1000-1500 mdpl dan jenis penggunaan lahan pertanian, puncak curah hujan dan kejadian sambaran petir tidak menunjukkan periode bulan yang sama, Tahun 2017 kejadian sambaran petir terbanyak yakni Nopember sedangkan puncak curah hujan terjadi Januari, Tahun 2018 kejadian sambaran petir terbanyak yaitu Maret, sedangkan puncak curah hujan terjadi Desember. Kemudian Tahun 2019 kerapatan sambaran petir sangat tinggi terjadi pada elevasi 0-300 dan 1000-1500 mdpl serta jenis penggunaan lahan pemukiman, puncak curah hujan dan kejadian sambaran petir menunjukkan periode bulan yang sama yakni pada Desember.