Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Placing Priority on Faith in Providing a Foundation for Children to Face Puberty Falasifah Ani Yuniarti; Djauhar Ismail; Yayi Suryo Prabandari; Sri Werdati
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 5, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.236 KB) | DOI: 10.18196/ijnp.v5i2.12350

Abstract

Background: Children will experience puberty at the age of 9-15 years, influenced by several factors. Various changes require children to be ready to face them. Teachers carry out preparations, especially those who teach in elementary schools.Objective: This research is qualitative research that aims to explore the preparation made by teachers in preparing for puberty. A total of nine Islamic-based school teachers were interviewed at their schools.Methods:  In-depth interviews were conducted using structured open questions. The analysis employed Van Manen’s method.Result: This study raised three themes: the teacher's perception of student development, how the teacher prepares for puberty, and the problems faced in educating children to face puberty.Conclusion: it is necessary to develop a model that can prepare children to enter puberty.
Pengembangan Desa Mitra Cokrodningratan Sebagai Desa “Pelita” (Peduli Ibu Dan Balita) Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Titih Huriah; Falasifah Ani Yuniarti; Nur Azizah Indriastuti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.836 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.498

Abstract

Stunting masih merupakan permasalahan kesehatan yang dialami oleh Indonesia, terutama kejadianstunting pada balita. Indonesia merupakan negara berkembang berkontribusi dalam pertumbuhan angkastunting pada balita di dunia dimana saat ini Indonesia merupakan peringkat ke lima kejadian stuntingpada balita di dunia. Stunting dapat dicegah dengan adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat yaituketerlibatan desa dalam mendeteksi kejadian dan pencegahan stunting. Tujuan kegiatan pengabdianmasyarakat ini adalah meningkatkan derajat kesehatan adalah membentuk desa sadar stunting padabalita dengan menamakan desa PELITA (peduli ibu dan balita) di Kelurahan Cokrodiningratan. RW 09Kelurahan Cokrodningratan dipilih sebagai lokasi pengabdian dikarenakan Kota Yogyakarta merupakanKota yang paling tinggi angka kejadian stunting di Yogyakarta. Selain itu hasil skrining awal di RW 09Kelurahan Cokrodiningratan, dari 30 balita yang diukur status gizinya didapatkan balita yangmengalami gizi buruk (sangat pendek) 1 balita, pendek 19 balita, dan gizi baik 10 balita. Jadi disimpulkanterdapat 66,7% balita mengalami stunting dari 30 balita yang diukur status gizinya. Hasil daripengabdian ini adalah terbentuknya desa PELITA, meningkatnya derajat kesehatan balita, dan jugapeningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pengasuhan anak. Pengembangan desaPELITA ini dharapkan dapat berkelanjutan dan dikelola dengan baik oleh Kelurahan dan Puskesmas.
Upaya Promosi Kesehatan Calon Jamaah Haji Di KBIH ‘Aisyiyah Bantul Syahruramdhani Syahruramdhani; Falasifah Ani Yuniarti; Yanuar Fahrizal
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.925 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.512

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar dan pengirim jamaah hajiterbanyak di dunia. Setiap tahunnya ada lebih dari 200.000 penduduk muslim Indonesia menunaikanibadah haji dengan dengan masa tunggu yang mencapai 10-25 tahun. Persentase jamaah haji denganrisiko kesehatan tinggi mencapai 30-45 % dengan faktor utamanya adalah usia lanjut. Oleh karena itu,penyelenggaraan pelayanan dan pembinaan kesehatan haji sangat diperlukan khusunya denganmelibatkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)‘Aisyiyah Bantul merupakan perwakilan KBIH ‘Aisyiyah Yogyakarta di Bantul. Kegiatan ini bertujuanuntuk meningkatkan kepahaman dan kesiapan calon jamaah haji tentang aspek kesehatan baik fisikdan mental sebelum pemberangkatan haji. Kegiatan ini dilaksanakan melalui promosi kesehatan denganmetode penyampain materi, pemeriksaan atau skrining kesehatan dan konsultasi. Luaran dari kegiatanini, antara lain, (a) meningkatnya kepahaman calon jamaah haji tentang permasalah kesehatan yangsering dialami oleh jamaah haji; (b) teridentifikasinya kondisi tekanan darah, kolesterol dan asam uratcalon jamaah haji dan (c) meningkatnya kesiapan calon jamaah haji dalam mengantispasi kasuskesakitan selama menunaikan ibadah haji.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KLIEN TENTANG CARA PERAWATAN HIPERTENSI Irna Susiati; Titiek Hidayati; Falasifah Ani Yuniarti
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.045 KB) | DOI: 10.33366/cr.v4i3.440

Abstract

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi medis dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Perilaku perawatan hipertensi dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap penderita hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentang cara perawatan hipertensi.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non analitik dengan pendekatan cross sectional.Sampel adalah pasien hipertensi di Panti Werdha Majapahit Mojokerto sebanyak 45 orang, yang diambil dengan purposive sampling.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner. Hasil diketahui bahwa sebanyak 27 responden(60%) berjenis kelamin perempuan; sebanyak 23 responden(51,1%) berusia 30-50tahun; sebanyak 19 responden (42,2%) berpendidikan SMU; sebanyak 19 responden(42,2%) mempunyai pengetahuan yang cukup; dan sebanyak 27 responden (60%)mempunyai sikap negatif terhadap hipertensi. Direkomendasikan bagi petugas kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan secara teratur kepada penderita hipertensi melalui konseling , pemasangan poster, pembagian leaflet dalam upaya menumbuhkan sikap positif dan kemampuan merawat kesehatannya dengan baik
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POLA TIDUR ANAK YANG DI RAWAT Supriyono; Falasifah Ani Yuniarti
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 2 No 1 (2013): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Rest and sleep is a basic requirement needed by everyone. To be able to function normally, then everyone needs rest and sleep. Under conditions of rest and sleep, the body's recovery process to restore the stamina to be in optimal condition. Patterns of rest and sleep well and regularly gives a nice effect on health. However in sickness, sleep patterns usually disturbed. Objective : To determine factors that cause changes in sleep patterns and identify factors the most dominant affect the changes in sleep patterns of school age children who were treated at the pediatric ward. Methods : The study design using approach cross sectional with a methods questionnaire and observation. For this study there were 34 populations from the subjection mean of school age children per month are admitted to the ward Anggrek period of December 1st, 2011 – February 29th, 2012. Samples in this study is the total sample. The data in this study will be analyzed using univariate, bivariate with chi-square test, and multivariate with regression linear test with level a significance of 95% and the value of p < 0,05. Result : There are no effect significant of variables Environmental, Stress Psychological and Consumption of Drugs on the sleep patterns of school age child who underwent inpatient Anggrek’s Ward RSUD Panembahan Senopati Bantul with F value at 1,025 with significant 0,396 (sig > 0,05). Of the three factors that affect the child’s sleep pattern of factors Environmental, Stress Psychological and Consumption of Drugs only contribution for 0,2% of the sleep patterns of school age child with Adjusted R-Squared value of 0,002. Conclusion : Factors Environmental, Stress Psychological, and Consumption of Drugs do not affect significantly and only contribution for 0,2% of the sleep patterns of school age child. Keywords : Hospitalization, Sleep Patterns, School Age Child
GAMBARAN PERILAKU KEPATUHAN PENGOBATAN ARV PADA PASIEN HIV AIDS DI PUSKEMAS TIMIKA Renny Endang Kafiar; Elsye Maria Rosa; Falasifah Ani Yuniarti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v5i2.56

Abstract

Latar Belakang: AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan salahsatu penyakit yang mematikan dan menjadi wabah internasional. Ketidakpatuhandalam pengobatan menjadi masalah kegagalan pasien HIV/AIDS dalam menjalanipengobatan ARV.Tujuan Penelitian: Menganalisis perilaku kepatuhan pengobatan ARV pada pasienHIV AIDS di Puskemas Timika.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian diksriptifkuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 29 responden yang diambil denganteknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepatuhanpengobatan ARV dan tabel catatan pemantauan kepatuhan minum obat. Teknikanalisis data menggunakan analisis univariat.Hasil Penelitian: Karakteristik responden sebagian besar berusia berusia 26-55tahun, jenis kelamin perempuan, suku bukan papua, status pernikahan sudahmenikah, status pekerjaan sebagai wiraswasta, dan tingkat pendidikan SMA/SMK.Perilaku kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV AIDS pada kategori tinggisebanyak 16 responden Kategori tidak patuh sebanyak 16 responden (55,2%),kategori sedang sebanyak 8 responden (27,6%), dan kategori rendah sebanyak 5responden (17,2%).Kesimpulan: Perilaku kepatuhan pengobatan ARV pada pasien HIV-AIDS diPusmesmas Timika dalam kategori tinggi.
PENGGUNAAN LEG ELEVATOR TERHADAP CIRCUMFERENCE EDEMA, KENYAMANAN DAN FUNGSI PADA ULKUS KAKI DIABETES Mayusef Sukmana; Sagiran Sagiran; Falasifah Ani Yuniarti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v6i2.278

Abstract

Latar Belakang: Edema pada UKD terjadi karena kegagalan venous return. Sudut elevasiekstremitas bawah berpengaruh besar terhadap venous return. ERLESS (Edema Reduction LegElevator Stainless Steel) didesain sebagai leg elevator yang mempertimbangkan akurasi sudut dankenyamanan. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh elevasi ekstremitas bawah sudut 30°menggunakan ERLESS terhadap circumference edema, kenyamanan dan fungsi ERLESS padaklien UKD. Metode: Quasy eksperiment, pendekatan pre post test control group design, Sampelresponden 28 klien dan 28 perawat. Teknik sampel menggunakan consecutive sampling. Respondenperawat memasang ERLESS pada kelompok perlakuan elevasi 30° dan kelompok kontrol denganbantal selama 30 menit. Setelah elevasi semua kelompok diukur circumference edema. Kelompokperlakuan klien mengisi kuesioner kenyamanan ERLESS dan perawat mengisi kuesioner fungsiERLESS. Uji statistik paired t-test, Independent sample t-test dan One Sample t-test dan Regresilinear berganda. Hasil: Circumference edema kelompok 30° dan kontrol nilai p=0.001. Selisihcircumference edema kelompok 30° dengan kontrol nilai p=0.035. Kenyamanan ERLESSkelompok 30° p=0.005, fungsi ERLESS p=0.001. Kesimpulan: usia, albumin, lama luka, riwayatDM berpengaruh terhadap penurunan circumference edema. Elevasi 30° menggunakan ERLESSlebih nyaman dibandingkan dengan bantal dan mampu menurunkan circumference edema. Penelitimenyarankan untuk dilakukan riset pada sudut yang berbeda.
EFEKTIFITAS SKALA BRADEN DAN SKALA WATERLOW DALAM MENDETEKSI DINI RESIKO TERJADINYA PRESSURE ULCER DI RUANG PERAWATAN RUMAH SAKIT “X Sukurni Sukurni; Elsye Maria Rosa; Falasifah Ani Yuniarti; Azizah Khoiriyati
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : Jurnal Kesehatan Karya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v6i2.279

Abstract

Latar Belakang: Pressure ulcers merupakan masalah utama dalam pelayanan kesehatan yang bisadicegah. Pengkajian pressure ulcers dengan menggunakan skala Braden dan Waterlow sebagai saranapencegahan yang perlu diuji efektifitasnya. Tujuan penelitian ini menganalisis efektifitas skala Bradendan skala Waterlow dalam mendeteksi dini resiko terjadinya Pressure Ulcer di Ruang PerawatanRumah Sakit “X.”Metode: Penelitian ini merupakan cohort prospective. Pengambilan sampel menggunakan purposivesampling dengan jumlah 34 responden. Responden dilakukan pengkajian resiko pressure ulcersmenggunakan dua skala Braden dan Waterlow pada hari ke-1, 5 dan ke-10. Uji bivariat perbedaanpengkajian resiko pressure ulcers menggunakan independent t-test. Uji diagnostik sensitifitas,spesifitas, nilai duga positif dan nilai duga negatif dengan analisis tabel 2 x 2.Hasil: Pengkajian resiko pressure ulcers menggunakan kedua skala pada hari ke-1, ke-5 ke-10 masingmasing didapat nilai signifikansi p=0.001, p=0.040 dan p=0.021. Nilai sensitifitas skala Braden 91%dan Waterlow 60%. Nilai spesifitas Skala Braden 42% dan Waterlow 78%. Nilai Duga Positif skalaBraden 74% dan skala Waterlow 88%. Nilai Duga Negatif skala Braden 71% dan skala Waterlow41%.Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna pengukuran kedua skala pada pengkajian hari ke-1,ke-5 dan ke-10. Skala Braden lebih sensitif untuk mendeteksi resiko pressure ulcers.
Deteksi Anemia dan Edukasi Gizi untuk Mencegah Stunting pada Anak Usia Sekolah Titih Huriah; Falasifah Ani Yuniarti; Siti Hazariah Binti Abdul Hamid
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2023): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v5i3.1749

Abstract

The World Health Organization (WHO) reports that the world population suffering from anaemia is 1.62 billion, with a prevalence in elementary school children of 25.4% or 305 million. Iron nutritional anaemia is still a public health problem, with a majority in children 5 - 12 years old at 29% in Indonesia. The impact of anaemia on elementary school students can cause physical growth and development disorders (stunting). One recommended intervention to prevent stunting in school-age children is early detection of anaemia. The procedure of community service is through several stages; the first stage is coordination and preparation, the second stage is anaemia screening in school-age children by doing haemoglobin checks, and the third stage is nutrition education for students through games. The target is elementary school students in grades 3-5 of SDN Kembangan Bantul Yogyakarta. Community service results showed that of the 36 students who measured haemoglobin levels, 14.5% had anaemia. The results showed before nutrition education, 77,4% of students had less knowledge, and 22,6% had enough knowledge. Meanwhile, 11,3% of students had less knowledge, 56,6% had sufficient knowledge after the intervention, and 32,1% had good knowledge. The different tests showed a p-value of 0.024, meaning an increase in nutritional knowledge after being given nutritional education through games to students of SDN Kembangan Bantul Yogyakarta.
Aksi Santun Lansia di Padukuhan 19 Cetan Kalurahan Srigading Kapanewon Sanden Kabupaten Bantul Nuriza Oktabi Almira; Muhammad Nadil Hidayat; Yunira Putri Ahadini; Putri Eka Andini; Muhammad Fakhriansyah; Auliyaa Ihda Wardhani; Ivana Salsabila; Nanda Fikri Fathoni; Falasifah Ani Yuniarti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia umunya memiliki fisik maupun non fisik yang kondisinya telah banyak mengalami penurunan proses alamiah. Pelayanan kesehatan yang ramah lansia menjadi sebuah peluang yang baik untuk membantu lansia meningkatkan kemandiriannya. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan santun lansia yang terdiri dari kegiatan senam lansia dan skrinning kesehatan dipilih sebagai program kerja KKN Tematik Kesehatan UMY 048 Tahun 2023 yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani masyarakat dan sebagai screening kesehatan untuk mencegah faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular (PTM). Hasil kegiatan diperoleh bahwa skrinning penyakit tidak menular dan senam merupakan salah satu aksi ramah lansia yang dapat meningkatkan peluang hidup lansia dan kemandirian lansia dalam menjaga kebugaran. Antusiasme masyarakat tinggi dalam kegiatan tersebut dengan 100 orang terlibat dalam kegiatan senam dan 30 orang dalam kegiatan cek kesehatan.