Claim Missing Document
Check
Articles

MONITORING SISTEM REFRIGERASI PADA COLD STORAGE BERBASIS SCADA Haris Isyanto; Dedy Hidayat
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekarang ini banyak pengendalian sistem refrigerasi pada Air Condintioning dilakukan secara manual menggunakan saklar untuk itu peneliti mencoba merancang alat Control dan Monitoring Sistem Refrigerasi Berbasis Scada dengan menggabungkan beberapa teknologi yang berkembang saat ini, dalam perancangannya menggunakan mikrokontroler, perangkat komputer dan juga teknologi nirkaber. Atas dasar alasan inilah, dalam Tugas Akhirnya, penulis membuat sebuah prototive Monitoring Sistem Refrigerasi Pada Cold Storage Berbasis Scada. Sistem ini menggunakan mikrokontroler arduino sebagai pengendali utama, Relay 220 Volt sebagai sakelar dan sebagai input dan relay 5 Volt sebagai output,. LCD 20x4 (M2032) digunakan sebagai display untuk menampilkan hasil pembacaan suhu ruang dan juga pembacaan tekanan pada sisi discharge dan suction . Sebagai pembanding atas pem-bacaan suhu digunakan sensor suhu NTC dan pressure transducer , dan juga menggunakan Ethernet Shield for Arduino untuk koneksi Arduino dengan internet
ANALISA SIMULASI KINERJA SEL SURYA 10 WP DENGAN ENERGI TERBARUKAN SUMBER ENERGI CAHAYA BUATAN SEBAGAI PENGGANTI SINAR MATAHARI Haris Isyanto; Prian Gagani; Budiyanto Budiyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan       sel  surya   sebagai   pembangkit     listrik,  saat  sekarang   sedang   dikembangkan       untuk menunjang       program     penggunaan     energi   terbarukan    secara   luas.  Hal   ini  bertujuan    untuk   menekan penggunaan   energi   fosil   dan   keselamatan   lingkungan   terhadap   dampak        polusi   CO2.  Untuk   mengatasi persoalan tersebut maka dalam penelitian ini dirancang suatu pengembangkan energi terbarukan dengan melakukan Simulasi Kinerja Sel Surya 10 Wp dengan Sumber Energi Cahaya Buatan sebagai pengganti  Sinar   Matahari.   Dalam   sistem   ini   dikembangkan   dua   model,   keluaran   tegangan   arus   serah   (DC)   dan tegangan  arus  bolak –  balik   (AC).   Sel   Surya  10   Wp   ini   kinerjanya  mampu  menangkap   sumber   energi  cahaya buatan dari sebuah Lampu Bohlam 100 Watt, maka diperoleh keluaran cahaya buatan yang sesuai  dengan   yang  diinginkan,   mengikuti   karakteristik   sinar   matahari.   Pada   Sel   Surya   10   WP   yang   disinari  dengan cahaya buatan ini, maka diperoleh tegangan maksimum 18 Volt DC dan tegangan maksimum 220 Volt AC. Hasil keluaran beban DC tersebut dihasilkan dari aliran batere  12 V yang telah terisi  1,25 A, maka mampu menghidupkan lampu DC 12V &  15W. Dan hasil keluaran beban AC tersebut dihasilkan  dari   aliran   batere   12   V   yang   telah   terisi  2A,  maka   mampu   menghidupkan   lampu   bohlam   AC   100W, keluaran beban AC tersebut bisa mencapai nilai maksimum hingga 500 Watt.  Kata kunci: Sel surya, Energi terbarukan, Cahaya buatan, Arus searah, Arus bolak-balik
Meningkatkan Efektifitas Proses Refueling Pada Unit Excavator PC 2000-8 Dengan Warning Device Rasma Rasma; Hendro Purwono; Haris Isyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fuel over sering terjadi pada unit alat berat khususnya komatsu PC 2000-8 karena tidak adanya indicator yang jelas pada saat pengisian fuel PC2000-8. Selain itu, terjadi karena adanya perubahan system refueling pada unit pc2000-8 yaitu fast refueling yang mengharuskan pengisian menggunakan pompa yang menggunakan pressure dan flow yang tinggi dari fuel truck. Dengan adanya pengisian cepat tersebut waktu refueling menjadi cepat dan unit dapat cepat beroperasi kembali. Namun di sisi lain fuel over terjadi karena letak pengisian yg berada jauh dari fuel tank dan tidak adanya indicator. Dengan adanya masalah tersebut, fuel yang terbuang dan menyebabkan enviroment bisa merugikan beberapa pihak dan operasional kerja unit. Penulis memunculkan ide inovasi untuk membuat Warning device agar beberapa masalah yang muncul bisa dikurangi ataupun di hindari. Adanya Warning device akan membuat fuel man melakukan refueling tanpa adanya fuel yang terbuang dan menyebabkan enviroment. Bunyi Buzzer dan nyala nya Led menjadikan indicator untuk fuelman berhenti melakukan refueling.
PERANCANGAN PROTOTYPE PEMILAH SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK MENGGUNAKAN SOLAR PANEL 100 WP SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK TERBARUKAN Deni Almanda; Haris Isyanto; Riza Samsinar
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan masalah yang sering menjadi trending topik di hampir semua negara berkembang. Dengan melakukan pengolahan sampah seperti pemilahan sampah, proses daur ulang sampah dan memanfaatkannya, diharapkan mampu mengurangi masalah-masalah di masyakat kita. Kondisi sampah yang ada di lingkungan di sekitar kita, saat ini sampahnya masih dalam kondisi tercampur jenisnya, belum dilakukan pemilahan sampah. Sehingga menjadi masalah ketika dilakukan daur ulang.Dari permasalahan tersebut dirancang prototype alat pemilah sampah secara otomatis, sampah jenis organik dan jenis anorganik dengan menggunakan Solar Panel 100 WP sebagai sumber energi listrik terbarukan. Dengan perancangan prototype alat ini diharapkan alat mampu memilah-milah sampah secara otomatis dan masing-masing langsung masuk ke dalam box sampah, baik sampah jenis logam maupun sampah jenis anorganik dan organik.Penggunaan Solar Panel 100 WP sebagai sumber energi listrik diharapkan mampu menekan penggunaan energi fosil dan keselamatan lingkungan terhadap dampak polusi CO2.. Maka diharapkan mampu menunjang program penggunaan energi terbarukan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat terwujudkan.
PENDINGIN UNTUK PENINGKATAN DAYA KELUARAN PANEL SURYA Haris Isyanto; Budiyanto Budiyanto; Fadliondi Fadliondi; Prian Gagani Chamdareno
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi matahari adalah salah satu sumber energi yang bisa diperbaharui yang memiliki banyak keuntungan. Meskipun demikian, luaran daya masih rendah. Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah bahwa saat ini kebutuhan energy terbarukan semakin meningkat dan sinar matahari merupakan sumber energi yang sangat melimpah terutama di negara yang terletak di garis khatulistiwa, akan tetapi panas yang berlebihan bias mengurangi daya keluaran panel surya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan daya keluaran panel surya dengan metode pendinginan. Hasil yang didapatkan adalah bahwa secara keseluruhan, ketika suhu turun, tegangan open circuit, tegangan saat maximum power dan daya maksimum meningkat. Pada suhu 40oC, tegangan saat maximum power dan tegangan open circuit masing masing adalah 17,5 V dan 22 V dan daya maksimum adalah 10 W. Ketika suhu turun ke 20oC, tegangan saat maximum power dan tegangan open circuit meningkat masing-masing ke 20 V dan 24 V. Daya keluaran meningkat ke 12 W ketika suhu turun ke 20oC. kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dengan penambahan pendinginan pada panel surya, daya keluaran dari panel surya meningkat karena ketika suhu turun, tegangan open circuit dari panel surya meningkat sehingga secara otomatis daya keluaran juga meningkat karena daya merupakan perkalian dari arus dan tegangan.
STUDI SIMULASI DAN EKSPERIMEN PADA KARAKTERISTIK LISTRIK SEL SURYA YANG TERHUBUNG SECARA SERI Haris Isyanto; Fadliondi Fadliondi; Budiyanto Budiyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rangkaian seri hanya memiliki sebuah lintasan untuk arus untuk mengalir. Oleh karena itu, semua arus pada rangkaian pasti mengalir melewati semua beban. Pemutusan rangkaian pada sebuah titik akan menyebabkan seluruh rangkaian beroperasi. Ketika menghubungkan sel surya secara seri, tegangannya bertambah, tetapi arusnya tetap sama. Keuntungan dari menghubungkan sel surya secara parallel adalah bisa menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dan biaya lebih rendah. Tujuan penelitian ini adalah mensimulasikan karakteristik listrik sel surya dan mengujinya secara eksperimen. Pada penelitian ini, hasil eksperimen dan simulasi pada sel surya tunggal menghasilkan tegangan sirkuit terbuka sebesar kurang lebih 0,5 volt dan arus sirkuit pendek sebesar 0,4 ampere. Sementara, 5 buah sel surya tunggal yang dihubungkan secara seri menghasilkan tegangan sirkuit terbuka kurang lebih 2,5 volt dan arus sirkuit pendek kurang lebih 0,4 ampere.
STUDI EKSPERIMEN TERHADAP PANEL SURYA DAN INVERTER Prian Gagani Chamdareno; Budiyanto Budiyanto; Fadliondi Fadliondi; Haris Isyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi surya telah menjadi objek populer penelitian dalam bidang energi terbarukan. Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa ketersediaan bahan bakar fosil  yang semakin sedikit mengakibatkan kebutuhan terhadap sumber energi baru meningkat. Salah satu sumber energi baru adalah sinar matahari yang ketersediaannya sangat melimpah terutama pada daerah yang terletak di garis khatulistiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengubah energi matahari menjadi energi listrik tegangan arus searah yang kemudian dikonversikan ke tegangan arus bolak balik. Sebuah eksperimen panel surya telah dilakukan. Metode yang dilakukan adalah dengan memaparkan panel surya terhadap sinar matahari lalu luaran dari panel surya dimasukkan ke converter. Ketika iradiasi meningkat dari 198 W/m2 ke 990 W/m2, arus shor circuit dan arus saat daya mencapai maksimum, masing-masing meningkat ke 0,7 A dan 0,6 A. sementara itu, tegangan open circuit meningkat sangat sedikit sekali ke 20 V. Daya maksimum meningkat ke 11 W saat iradiasi naik ke 990 W/m2. Tegangan baterai meningkat, sementara itu arus berkurang selama pengisian. Tegangan bermula dari 12,6 V dan meningkat secara drastis ke 12,8 V dalam 30 menit sebelum menjadi hampir konstan selama 2 jam. Lalu, ia meningkat secara cepat ke nilai maksimum sekitar 13, 6 V dalam 1,5 jam. Di sisi lain, arus bermula di sekitar 0,45 A dan berkurang secara perlahan ke 0,3 A dalam 3 jam sebelum ia jatuh secara drastis ke 0,1 A dalam waktu 1 jam. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa energi sinar matahari berhasil dikonversikan ke energi listrik arus searah yang kemudian disimpan dalam baterai lalu diubah ke arus bolak balik dengan memakai converter.
SIMULASI KARAKTERISTIK LISTRIK DARI SEL SURYA YANG TERHUBUNG SECARA PARALEL DAN PENGUJIANNYA SECARA EKSPERIMEN Fadliondi Fadliondi; Budiyanto Budiyanto; Haris Isyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber energi terbarukan sangat diperlukan saat ini karena energi fosil suatu saat akan habis. Sumber energi terbarukan bisa merupakan energi angin, energi air, energi panas bumi atau energi surya. Energi surya memiliki banyak keuntungan dibandingkan energi terbarukan lainnya seperti keberlimpahannya dan kebersihannya. Sel surya adalah divais elektronik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensimulasikan karakteristik listrik sel surya yang terhubung parallel dan mengujinya secara eksperimen. Hasil menunjukkan bahwa sebuah sel surya tunggal bisa menghasilkan tegangan sirkuit terbuka sebesar 0,45 volt dan arus sirkuit tertutup sebesar 0,35 ampere. Ketika 4 buah sel surya tunggal dihubungkan secara parallel, tegangan sirkuit terbukanya tidak mengalami perubahan dan arus sirkuit tertutupnya meningkat menjadi sekitar 1,4 ampere.
Perancangan DC Cooler Berbasis Internet of Things Haris Isyanto; Adhimukti Nandiwardhana
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 2, No 2 (2019): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.497 KB) | DOI: 10.24853/resistor.2.2.95-104

Abstract

Pada era globalisasi yang semakin berkembang secara pesat dari berbagai teknologi, semakin banyak perangkat yang sudah dapat mengakses internet. Bahkan internet pun sudah menjadi kebutuhan manusia dalam melakukan hal berbagai kegiatan. Kini internet sudah dapat diakses dengan mudah dan dapat diintegrasikan dengan peranti seperti, komputer, smartphone. Melalu jaringan global semua dapat diakses dengan mudah dan cepat. Namun pada industri telekomunikasi terutama BTS menggunakan Baterai sebagai sumber tegangan cadangan apabila  terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Baterai yang digunakan sangat rentan dengan kenaikan suhu yang mengakibatkan umur baterai yang  rendah. Untuk mengurangi hal tersebut dengan membuat sebuah  DC Cooler yang dapat mengurangi dampak dari kerusakan baterai tersebut. Serta dengan sistem yang berbassi Internet of Things maka dalam memonitoring keadaan baterai akan menjadi lebih mudah. Dalam perancangan DC Cooler Berbasis Internet Of thungsmenggunakan sebuah sensor yang dapat membaca suhu dan kelembapan dari baterai tersebut. Sehingga operator dapat lebih mudah mendeteksi adanya kerusakan atau kelaianan dalam BTS dengan menggunakan aplikasi perangkat lunak yaitu Blynk. Hasil dari perancangan ini menghasilkan sebuah alat yang akan dipasang pada system DC Cooler tersebut yaitu Sensor DHT22, SIM800L, Buzzer, dan Relay untuk DC Cooler. Dalam sistem ini pengguna dapat memonitoring suhu beserta kelembapan melalui handphone pada aplikasi perangkat lunak yaitu blynk  yang terintegerasi dengan sensor. Sistem berkomunikasi dengan seluruh komponen yaitu sensor DHT22, SIM800L, buzzer, relay yang dikonfigurasikan oleh ESP8266 NodeMcu serta Arduino agar dapat terhubung pada jaringan internet. Sistem ini harus selalu terhubung pada intenet agar dapat memonitoring secara berkala. Dengan menggunakan DC Cooler sebagai pendingin maka baterai akan tetap beerada pada suhu yang stabil dan tidak mengurangi umur baterai
Rancang Pengolah Air Limbah Rumah Tangga Menggunakan Sistem Elektrokoagulasi Haris Isyanto; Wahyu Ibrahim; Ahmad Rizky
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 4, No 1 (2021): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.4.1.43-46

Abstract

Ketersediaan air tanah di beberapa kawasan hunian dan tempat tinggal mengalami penurunan setiap tahunnya, Seiring dengan banyaknya jumlah penduduk ini berpengaruh pada tingkat jumlah limbah cair terbuang, baik digunakan setelah digunakan mandi, maupun saat mencuci baju atau peralatan rumah tangga lainnya. Meningkatnya jumlah akan pembuangan limbah cair ini tidak diimbangi dengan kualitas dan kuantitas pengolahan air limbah, hal ini di buktikan dengan kasus-kasus pencemaran air yang terjadi di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut diatas dibuat suatu rancangan pengolahan air limbah rumah tangga menggunakan sistem Elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi adalah proses penggumpalan dan pengendapan pertikel halus yang terkandung pada air dengan menggunakan energi listrik. Proses ini dapat mengurangi kandungan supaya limbah air rumah tangga jika dibuang tidak mencemari lingkungan dan output dari hasil ini sesuai standarisasi limbah cair. Dari hasil pengujian Proses Elektrokoagulasi ini diperoleh bahwa pada pengujian tegangan berbeban pada proses Elektrokoagulasi didapatkan rata-rata Tegangan 8,97 Volt, Arus 5,42 A, Daya 48,63 Watt. Dan pada pengujian air didapatkan PH 6.5-8.7, dan TDS 389-556 mg/L. Dari hasil pengujian tersebut diperoleh hasil kadar kualitas air sudah sesuai memenuhi strandar, maka kadar air ini aman untuk dibuang tanpa mencemari lingkungan sekitar.The availability of groundwater in several residential and residential areas has decreased every year. Along with the large population, this has an effect on the level of wastewater that is wasted, whether used after bathing, or when washing clothes or other household utensils. The increasing number of wastewater discharges is not balanced with the quality and quantity of wastewater treatment, this is evidenced by cases of water pollution that have occurred in Indonesia. To overcome this, a design for household wastewater treatment using the electrocoagulation system was made. The electrocoagulation process is applied through coagulation processing with electrical energy in the electrolysis process to reduce ions in metals and particles in water. This process can reduce the content so that household water waste if disposed of does not pollute the environment and the output of this is according to the standardization of liquid waste. From the test results of the Electrocoagulation Process, it was found that the load voltage test in the Electrocoagulation process obtained an average Voltage of 8.97 Volts, Current 5.42 A, Power 48.63 Watts. And in the water test, the pH was 6.5-8.7, and the TDS was 389-556 mg / L. From the results of these tests, it was found that the water quality content was in accordance with the standards, so this water content was safe to dispose of without polluting the surrounding environment.