Saat ini belum terdapat pengobatan HIV yang berfungsi untuk menyembuhkan, namun terdapat pengobatan antiretroviral yang berfungsi untuk mensuspresi perkembangan virus di dalam tubuh. Dalam melaksanakan pengobatan diperlukan kepatuhan yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pasien, namun juga layanan PDP yaitu RS sebagai layanan pengobatan pasien, atau dalam hal ini adalah poli VCT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor pendukung, penghambat, dan metode pemantauan kepatuhan pasien ODHIV yang mengakses layanan pengobatan di poli VCT. Penelitian ini memiliki metode kualitatif dengan melakukan diskusi kelompok terfokus pada 6 informan antara lain dokter, perawat, petugas farmasi, petugas laboratorium, dan pendukung sebaya di Poli VCT As-Syifa. Hasil dari penelitian dianalisis secara tematik dan mendapatkan informasi bahwa berbagai dukungan yang diberikan Poli VCT As-Syifa antara lain adalah melakukan pemeriksaan lengkap ketika pasien melakukan pengambilan obat ARV, melakukan jemput bola kepada pasien ODHIV baru, bekerja sama dengan dinas kesehatan dan KPA setempat, mengoptimalisasikan peran pendukung sebaya (PS) dengan ODHIV, dan melakukan pemantauan data pasien melalui sistem informasi HIV AIDS (SIHA) agar dapat melihat pasien yang cenderung loss to follow up (LTFU). Hal tersebut dilakukan demi mendukung kelancaran pengobatan ODHIV. Selain itu terdapat media edukasi dan peran dari pendukung sebaya untuk memberikan pemahaman dan pemantauan terhadap pengobatan, dan dukungan pemerintah. Namun masih terdapat faktor penghambat yang harus diperhatikan antara lain pemahaman tentang teknologi yang seharusnya memudahkan pemberian edukasi dan komunikasi tentang pengobatan, rasa malu, takut menerima stigma, terlupa minum obat, akses terhadap layanan PDP, dan juga kondisi tubuh yang sudah merasa sehat.