Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kohesi Sosial untuk Pencegahan Tawuran Melalui Konseling Realitas Tri Velyna; Rismar Julia; Sarilah Sarilah; Jepri Utomo; Afiah Mukhtar; Inayatul Mutmainnah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tawuran pelajar di tingkat sekolah semakin meningkat khususnya dikalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Layanan bimbingan kelompok dalam pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah jarang dimanfaatkan untuk pencegahan tawuran pelajar. sebagian besar kegiatan bimbingan kelompok hanya dilaksanakan untuk menyelesaikan permasalahan belajar, pribadi, sosial dan karir. Penelitian ini bertujuan (1)menggambarkan kohesi sosial siswa dalam pencegahan tawuran pelajar, (2) mendeskripsikan keterlaksanaan layanan bimbingan kelompok pendekatan konseling realitas dalam meningkatkan kohesi sosial untuk pencegahan tawuran pelajar. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument kohesi sosial dalam pencegahan tawuran, daftar wawancara, dan instrumen uji kelayakan materi. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif, analisis kualitatif dan analisis nonparametrik dengan uji statistik Koefisien Kendall’s (W) dan uji Wilcoxon Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat kohesi sosial dalam pencegahan tawuran pelajar cenderung rendah, (2) pelaksanaan bimbingan kelompok masih mengalami keterbatasan untuk mengatasi permasalahan tawuran pelajar, Guru BK belum terampil menyusun panduan layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kohesi sosial dalam pencegahan tawuran pelajar. Adanya peningkatan yang signifikan terhadap kohesi sosial dalam pencegahan tawuran pelajar setelah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok menggunakan pendekatan konseling realitas dalam meningkatkan kohesi sosial untuk pencegahan tawuran pelajar.
PENDAMPINGAN UPGRADING PERPUSTAKAAN KUMALA DESA MAKMUR JAYA KECAMATAN KOMBENG Amelia Putri; Tri Velyna; Widia Ningsih; Ajis Supangat; Febi Febrianti; Andini Idi; Ana Siti Parida Dwi Yuliantika; Erwin Saputra; Anna Tiara Rachma
El-Madaniyah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2026): Februari
Publisher : P3M STAI Sangatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55799/elmadaniyah.v3i01.901

Abstract

Village libraries, as one of the government's efforts to strengthen and develop outlying areas, are seen as being able to stimulate reading interest among rural communities. The construction of village libraries must be accompanied by the procurement or addition of existing book collections. This way, the goal of building village libraries can be achieved. One village that already has a village library is Makmur Jaya Village, Kombeng District. The Makmur Jaya Village Library is named the Kumala Library. It is hoped that with the provision of this library, the community's literacy skills will further develop. However, in reality, the management of the Kumala Library is still lacking. One of the work programs of group 8 KKL STAI Sangatta is upgrading the Kumala Library. The method used in this community service is the PAR (Participatory Action Research) method. The results of this community service show that there is mentoring that has a positive impact on the reading interest of the Makmur Jaya Village community.
TINJAUAN TEORITIS PENDEKATAN PEER COUNSELING UNTUK MENURUNKAN ANGKA PERUNDUNGAN DI SEKOLAH DASAR Tri Velyna
At-Taksis: Jurnal Pendidikan Dasar PGMI STAI Sangatta Vol. 3 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55799/attaksis.v3i2.951

Abstract

Perundungan ditingkat Sekolah Dasar merupakan fenomena serius yang berdampak negatifterhadap perkembangan psikologis, sosialdan akademik siswa. Fenomena ini memerlukan intervensi preventif dan kuratif yang tidak hanya mengandalkan peran guru, tetapi juga memanfaatkan dinamika kelompok sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis efektivitas pendekatan peer counseling(konseling sebaya) sebagai strategi untuk menurunkan angka perundungan di lingkungan Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur relevan mengenai konseling sebaya, perilaku agrasif anak, dan manajemen konflik di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa peer counselingmemiliki potensi signifikan dalam menangani perundungan di sekolah karena siswa cenderung lebih terbuka, merasa nyaman, dan memiliki kesamaan bahasa pada saat berinteraksi pada teman sebaya dibandingkan dengan orang dewasa atau Guru. Secara teoritis pendekatan ini bekerja melalui mekanisme internalisasi nilai empati, pengembangan keterampilan sosial, dan peran teman sebaya sebagai agen perubahan yang mampu memutus rantai perundungan sejak dini. Penelitian ini merekomendasikan bahwa implementasi peer counselingdi sekolah dasar perlu didukung dengan pelatihan keterampilan dasar konseling bagi siswa yang terpilih serta pendampingan intensif dari guru Bimbingan dan Konseling atau Wali Kelas.
URGENSI MANAJEMEN DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH Tri Velyna
An-Nadzir : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3 No. 01 (2025): Mei
Publisher : MPI STAI Sangatta Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55799/annadzir.v3i01.696

Abstract

In addition to misconceptions in guidance and counseling activities, problems also occur in guidance and counseling services in schools, related to the management of guidance and counseling, which is not yet optimal. This is illustrated based on phenomena that occur in schools, including lack of student needs analysis, unclear objectives of BK activities, absence of structured BK programs, high workload of BK teachers, limited facilities and infrastructure, lack of cooperation with subject teachers and parents, lack of BK teacher competence, irregular evaluation, absence of feedback mechanisms. The implementation of guidance and counseling programs in schools will not run smoothly without effective guidance and counseling management. This study aims to explain narratively the importance of management in implementing guidance and counseling services in schools. The approach in this study uses a qualitative approach with a type of library research. The results of the discussion show that the implementation of guidance and counseling services in schools needs to use the POAC management principle, which includes planning, organizing, actuating, and controlling, and the need for cooperation with all school stakeholders.
Peran Bimbingan dan Konseling dalam Mencegah dan Mengatasi Penyalahgunaan Media Sosial Tri Velyna
JURNAL ILMU PENDIDIKAN & SOSIAL (SINOVA) Vol. 3 No. 3 (2025): September-Desember
Publisher : Yayasan Miftahul Ulum Sangatta Kutai Timur (KEP. MENKUMHAM RI No. AHU-0014779.AH.01.04.Tahun 2018) bekerjasama dengan Jurusan Tarbiyah STAI SANGATTA Kab. Kutai Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71382/sinova.v3i3.332

Abstract

This study aims to analyse the role of guidance and counselling services in preventing and addressing the negative impacts of social media abuse among students. The research approach used was a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation of guidance counsellors, homeroom teachers, subject teachers, and students at SMAN 2 Sangatta Utara. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which includes data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results show that guidance and counselling services have three leading roles. First, the preventive role, realised through basic services such in providing information on digital literacy and social media ethics, as well as group guidance on social media abuse. Second, the handling role, through individual and group counselling services that help students recognise unhealthy social media usage patterns and develop adaptive coping strategies. Third, the development role, through ongoing mentoring that strengthens students' self-regulation skills and emotional intelligence, so that they can use social media wisely and responsibly. This study extends the application of self-regulation and emotional intelligence theories in the context of digital-based guidance and counseling services, emphasizing the strategic role of guidance and counseling teachers in shaping healthy social media behavior and fostering a positive digital literacy culture in the school environment.