Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Difteri Tonsil Faring dengan Bullneck: Laporan Kasus kumoro, Belinda; Sulawati, Ity; Onesimus, Dennis
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.17410

Abstract

Difteri adalah infeksi toksik akut yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae atau strain toksigenik Corynebacterium ulcerans. Difteri tonsil-faring sering kali ditandai dengan anoreksia, demam ringan, nyeri menelan, dan terbentuknya pseudomembran putih-keabu-abuan yang dapat menyumbat saluran napas. Pada kasus berat, dapat terjadi bullneck akibat limfadenitis dan edema jaringan leher yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan diagnosis dan penatalaksanaan klinis kasus difteri tonsil-faring pada anak dengan riwayat imunisasi yang tidak lengkap. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang berupa swab tenggorokan. Hasil penelitian menunjukan seorang anak perempuan berusia 4 tahun menunjukkan gejala utama sulit menelan selama 3 hari, disertai sakit tenggorokan, demam, pilek, dan bercak putih di tenggorokan. Pemeriksaan fisik menunjukkan pseudomembran putih kekuningan, pembesaran kelenjar getah bening leher, serta bullneck. Pemeriksaan swab tenggorokan menunjukkan bakteri batang gram positif (+++), bakteri kokus gram positif (++++), epitel (+++), dan leukosit (++++). Pasien diterapi dengan anti difteri serum (ADS) 80.000 IU sebagai antitoksin dan antibiotik sesuai indikasi. Diagnosis difteri tonsil-faring ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan dengan pemberian antitoksin dan antibiotik menunjukkan efektivitas dalam mengeliminasi toksin dan infeksi. Kasus ini menyoroti pentingnya imunisasi lengkap untuk mencegah difteri dan komplikasinya.
Laporan Kasus Purpura Idiopatik Trombositopenia Et Causa Dengue Hemorrhagic Fever pada Anak Perempuan Usia 13 Tahun Marshanda, Santy; Sulawati, Ity
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i2.56915

Abstract

Trombositopenia Imun (ITP) adalah kelainan hematologi yang terjadi akibat produksi autoantibodi terhadap trombosit. ITP sekunder dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus dengue, meskipun kasus ini jarang dilaporkan pada populasi pediatrik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kasus ITP sekunder pada pasien dengan infeksi dengue serta mengevaluasi pendekatan diagnosis dan pengobatannya. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada seorang perempuan berusia 13 tahun yang datang dengan demam selama 10 hari, ruam petekie, perdarahan mukosa, dan ketidaknyamanan gastrointestinal. Pemeriksaan fisik menunjukkan anemia, nyeri epigastrium, dan petekie pada leher serta ekstremitas bawah. Hasil laboratorium mengungkapkan trombositopenia berat (trombosit: 2.000/µL) dan IgG dengue positif, yang mengarah pada diagnosis Demam Berdarah Dengue dengan tanda peringatan, ITP, dan anemia. Penatalaksanaan awal mencakup pemberian cairan intravena, kortikosteroid (metilprednisolon), dan transfusi trombosit. Pasien mengalami perbaikan signifikan dan dipulangkan setelah enam hari dengan terapi kortikosteroid oral lanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa ITP merupakan manifestasi hematologi langka namun serius dari infeksi dengue. Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk menyingkirkan penyebab trombositopenia lainnya dan memastikan intervensi yang tepat waktu. Terapi standar, termasuk kortikosteroid dan perawatan suportif, terbukti efektif dalam kasus ini. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami patogenesis ITP sekunder akibat infeksi dengue serta mengoptimalkan strategi pengobatannya.