Seno Gumira Ajidarma, Seno Gumira
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Membaca Komik, Menonton Film Ajidarma, Seno Gumira
IMAJI No. 5 (2009): IMAJI
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adaptasi komik menjadi film semakin menggejala, dan melahirkan film-film box-office. Benarkah terhadap gambar-gambar komik lebih mudah dilakukan adaptasi daripada sumber-sumber gagasan dari medium lain? Instrumen bahasa komik dan film sebetulnya sangat berbeda, meski saling pengaruh ternyata memang ada. Peran pembaca penonton juga sangat menentukan-ketika para tokoh superhero komik telah menjadi bagian dari mitologi masa kini.
Exoticism in Photography: Jean Mohr, Bandung-Jakarta, December 1973 Ajidarma, Seno Gumira
IMAJI Vol. 15 No. 2 (2024): Fotografi, Bahasa Visual dan Eksotisme
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v15i2.199

Abstract

Historically, the age of colonisation constructs the cultural map of the world, which, after decolonisation, gives way to exotic views, which, through postcolonial criticism, arrive in Segalen’s thought, called symbolist exoticism. This concept is useful for discussing Jean Mohr’s photographs taken from inside a Pullman carriage on his journey from Bandung to Jakarta in December 1973. This article is a preliminary attempt to uncover the cultural construct behind the exotic moments of specific-movements captured by Jean Mohr’s camera.
Pasangan-Waktu dalam Fotografi Efek-Radial : Wacana di Balik Unbreakable People Ajidarma, Seno Gumira
IMAJI Vol. 16 No. 3 (2025): Imaji Visual dalam Ruang, Waktu, dan Memori
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v16i3.393

Abstract

Dari lima pasang foto, yang merupakan pasangan-waktu dalam pameran foto Beawiharta Unbreakable People (2025), ditarik kemungkinan penerapan konsep fotografi efek-radial John Berger yang dipraktekkan Jean Mohr (1975), untuk memeriksa hasilnya sebagai proses kerja pembermaknaan. Dari pemeriksaan atas keberpasangan foto-foto Beawiharta, terlacak keberadaan dimensi waktu yang memperdalam makna foto, sementara terdapatnya dimensi geografis tetap menempatkannya dalam ranah sistem radial. Refotografi, konsep berdimensi waktu lain yang sudah terdapat sebelumnya, tertampung dan terleburkan ke dalam sistem radial yang berdimensi geografis.