Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Teknik Penangkapan Rajungan (Portunus sp) dengan menggunakan jaring insang dasar (Bottom Gill Net) Di Perairan Kampung Didiabolo Distrik Supiori selatan Kabupaten Supiori: The operation Techniques of Bottom Gill Net to Catch Crabs (Portunus sp) in Didiabolo Village Waters the South Supiori District Supiori Regency Bernhard Katiandagho; Fatmawati Marasabessy; Steven Wakum
Jurnal Perikanan Kamasan : Smart, Fast, & Professional Services Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v1i2.34

Abstract

Produksi rajungan di kabupaten berlimpah khususnya di Desa Didiabolo dan pemanfaatannya belum maksimal. Rajungan memiliki nilai jual tinggi sehingga menjadi komoditas ekspor. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui desain dan konstruksi alat tangkap jaring insang dasar (bottom gill net), mengetahui cara pengoperasian jaring insang dasar (bottom gill net), mengetahui jenis dan jumlah hasil tangkapan Rajungan dan penanganannya, mengetahui daerah penangkapan Rajungan serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan. Jaring insang dasar (bottom gill net) yang digunakan ukuran panjang 50 m, 1.20 m ,mezh size 3 inchi.  Rajungan yang tertangkap sebanyak 56 ekor dengan berat 5,3 Kg , sedangkan rajungan betina sebanyak 57 ekor dengan berat 11,1 Kg. Daerah penangkapan (fishing ground)  rajungan adalah sekitar perairan kampung  Didiabolo. Faktor – faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan adalah Umur bulan, jumlah ikan yang tertangkap , serta shortening
Teknik Penangkapan Ikan Kuwe (Caranx sp.) dengan Pancing Tonda (Troll Line) di Perairan Kampung Pasi Distrik Aimando Kabupaten Biak Numfor: The Catch technique of Golden Jack, (Caranx sp.) with Troll Line at the Coast of Pasi Village in Aimando District on Biak Numfor Regency Bernhard Katiandagho; Olivia L Y Rumkorem; Mores Wares
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Biak Numfor merupakan kabupaten kepulauan yang memiliki wilayah laut lebih luas daripada wilayah daratan sehingga potensi perikanannya pun sangat besar untuk diusahakan. Salah satu wujud pemanfaatan sektor perikanan di Kabupaten Biak Numfor adalah mengembangkan usaha di bidang perikanan tangkap. Salah satunya adalah penangkapan Ikan Kuwe (Caranx sp.) dengan menggunakan alat tangkap pancing tonda (troll line). Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui desain dan konstruksi alat tangkap pancing tonda, mengetahui cara pengoperasian alat tangkap pancing tonda, mengetahui jumlah dan hasil tangkapan, dan mengetahui daerah penangkapan serta Faktor yang mempengaruhi hasil penangkapan. Desain dan konstruksi pancing tonda yang digunakan terdiri dari, tali utama dari Nylon Damil no 80 dengan panjang 100 m, tali cabang dari bahan kawat tembaga nomor 5, kili – kili (swivel) dari bahan stainless still nomor 5, mata pancing nomor 5 sebanyak 3 buah dan penggulung yang terbuat dari bahan plastik, umpan dari bahan benang sutera dengan panjang 20 cm. Jenis hasil tangkapan yang di peroleh Ikan Kuwe (Caranx sp.), Tuna Sirip Kuning (Thunnus sp.), dan Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) dengan hasil tangkapan yang diperoleh selama 8 (delapan) trip penangkapan sebanyak 31 ekor atau 117,5 kg. Faktor–faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan adalah mata pancing, keterampilan, umpan, waktu penangkapan, kawat, bahan bakar, serta arus dan gelombang.
Selektifitas Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) Terhadap Hasil Tangkapan Di Perairan Kampung Samberpasi Distrik Aimando Padaido Kabupaten Biak Numfor: Selective Bottom Gill Net Fishing on Catch Yields in the Waters of Samberpasi Village, Aimando District, Biak Numfor Regency Bernhard Katiandagho; Olivia L Y Rumkorem; Jemmy Calvin Boseren
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v3i2.57

Abstract

Gillnet memiliki sifat yang selektif dalam penangkapan ikan, oleh sebab itu, penentuan desain dan konstruksi alat tangkap gillnet sangat menentukan tingkat selektifitas alat tangkap ini,gillnet adalah alat tangkap yang dominan digunakan oleh nelayan di Kampung Samberpasi distrik Aimando Padaido Kabupaten Biak Numfor. Beragamnya jenis dan ukuran ikan yang tertangkap merupakan salah satu topik penelitian yang menarik, karena dapat digunakan untuk menilai selektifitas jaring insang dasar yang digunakan oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji alat tangkap, metoda penangkapan, jenis hasil tangkapan pada alat tangkap dan mengkaji selektifitas gillnet dasar terhadap hasil tangkapan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. 2 (dua) unit alat tangkap jaring insang dasar yang digunakan memiliki ukuran mata jaring yang berbeda yakni 2 inchi dan 4 inchi. Untuk ukuran mata jaring 2 inchi memiliki panjang (L) 35 m dengan shortening 46,79%. Sedangkan pada ukuran mata jaring 4 inchi mimiliki ukuran panjang jaring (L) 37 meter dengan shortening 45,31 %. Berdasarkan analisa hasil tangkapan sesuai jenis, jumlah (ekor) dan berat (kg), maka kedua ukuran mata jaring tersebut selektif untuk menangkap jenis-jenis ikan damersal. Namun bila dikaitkan dengan ukuran serta berat hasil tangkapan yang diperoleh dengan kedua unit jaring tersebut, maka jaring yang memiliki ukuran mata jaring 4 inchi lebih selektif. Ukuran mata jaring 4 inchi memiliki rata-rata berat hasil tangkapan 0,88 Kg/ekor, sedangkan Jaring insang dasar dengan ukuran mata jaring 2 Inchi memiliki ukuran yang kecil yakni 0,16 Kg/ ekor.
Penggunaan Pancing Ulur Untuk Penangkapan Ikan Baronang (Siganus sp.) Di Perairan Desa Kanai Kabupaten Biak Numfor : Use Of Hand Line For Catching Baronang Fish (Siganus sp.) In Waters Of Kanai Village, Biak Numfor District Simon Irarya; Bernhard Katiandagho; Welmincie Milana Nifaan
Jurnal Rosenberg Teknologi Penangkapan Ikan Vol. 1 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Politeknik Perikanan Negeri Tual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baronang merupakan salah satu ikan yang menjadi favorit bagi para pemancing hand line di Desa Kanai Kabupaten Biak Numfor. Pengumpulan data primer diperoleh dari mengikuti secara langsung proses penangkapan dari perahu yang diikuti sebanyak 8 trip oleh nelayan Desa Kanai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek operasional, daerah penangkapan serta komposisi hasil tangkapan pancing ulur (hand line) di perairan Desa Kanai Kabupaten Biak Numfor. Hasil penelitian menunjukan desain alat tangkap ulur (hand line) yang digunakan terdiri dari gulungan, tali utama, tali cabang, mata pancing yang dirangkai dalam satu kesatuan alat tangkap dan memiliki konstruksi yang mudah dan sederhana untuk penangkapan ikan Baronang. Pengoperasian alat tangkap pancing ulur (hand line) dimulai dengan persiapan alat tangkap dan sarana penangkapan, setting dan hauling. Hasil tangkapan yang diperoleh terdiri dari dua jenis yakni Baronang (Siganus sp.) dan Lencam (Lethrinus sp.), dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 89 ekor atau 27,35 kg. Daerah penangkapan saat penelitian berlangsung terletak di perairan Desa Kanai. Jarak dari pesisir ke daerah penangkapan ± 100 meter dengan dasar perairan berkarang, dimana faktor-faktor yang menentukan keberhasilan penangkapan yaitu cuaca yang kurang kondusif, arus dan gelombang yang mempengaruhi kedudukan pancing ulur di dalam perairan sehingga membuat nelayan kurang mendapatkan hasil.
Teknik Pengoperasian Pukat Cincin (Purse Seine) Terhadap Ikan Pelagis di Desa Leahari Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon: Operational Technique of Purse Seine Against Pelagic Fish in Leahari Village, South Leitimur District, Ambon City Bernhard Katiandagho; Fatmawati Marasabessy; Charles Wilson Wanma
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pukat cincin (Purse seine) banyak dimiliki oleh pengusaha penangkapan ikan khususnya di Desa Leahari Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon. Ditinjau dari jumlah alat dan kapasitas hasil tangkapan, pukat cincin (purse seine) sangat dominan digunakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengoperasian alat tangkap pukat cincin (purse seine) terhadap ikan pelagis di Desa Leahari. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan. Dari hasil pengamatan diketahui kontruksi alat tangkap pukat cincin (Purse seine) yang digunakan memiliki panjang sempurna 300 meter dan setelah tertata di pada tali ris 210 meter dengan nilai shortening adalah 30%. Memiliki ukuran mata jaring yang tidak sama, yaitu jaring kantong dengan ukuran mesh size 1 inch, sayap dan badan jaring memiliki ukuran sedikit lebih besar dari bagian kantong yaitu 1¼ - 1¾ inch. Teknik pengoperasian alat tangkap pukat cincin (Puse seine) dilakukan dengan beberapa tahap yakni ; Penentuan lokasi penangkapan, Persiapan, Penurunan Jaring (Setting) dan Penarikan jaring (Hauling), dimana beberapa tahap ini perlu dilakukan secara teratur agar hasil tangkap terbaik dapat diperoleh. Waktu operasi penangkpan dilaksanakan pada pagi hari mulai jam 03.00 s/d jam 07.00 WIT. Jenis dan jumlah hasil tangkapan yang diperoleh selama 6 (enam) trip penangkapan, terdiri dari 3 jenis ikan yaitu ikan layang (Decapterus sp), ikan selar (Selaroides Leptolepis) dan ikan tuna ekor kuning (Thunus sp) dengan jumlah hasil tangkapan keseluruan berjumlah 900 kg. Daerah penangkapan dengan alat tangkap pukat cincin di perairan Desa Leahari memanfaatkan ‘’Rumpon’’sebagai daerah penangkapan (Fishing Ground).
Potensi Reproduksi, Pola Pemijahan Serta Alternatif Pengelolaan Ikan Kembung Laki-Laki (Rastrelliger kanagurta) Di Sekitar Pesisir Timur Perairan Biak Katiandagho, Bernhard; Marasabessy, Fatmawaty
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.51-55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pemanfaatan dan menganalisa nilai ekonomi hutan mangrove di Desa Mare Kofo Kota Tidore Volume produksi ikan kembung yang meningkat mendorong para pelaku perikanan mengeksploitasi tanpa memperhatikan keberadaan dan keberlanjutannya, disertai adanya upaya penambahan penangkapan ikan kembung secara terus menerus dapat berdampak terhadap terjadinya penurunan stok ikan kembung. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis Potensi reproduksi, Pola pemijahan, dan alternatif pengelolaan. penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Januari sampai dengan Juni 2018 di sekitar Perairan Timur Pulau Biak menggunakan jenis alat tangkap Mini Purse Seine . Analisa data dilakukan terhadap tingkat kematangan gonad, Fekunditas , dan sebaran diameter telur, Dari hasil yang telah dikemukakan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan Potensi reproduksi (fekunditas) berkisar antara 70.680 699.60 butir telur yang terdapat pada selang kelas ukuran panjang 267 - 303 mm. Pola pemijahan ikan kembung lelaki bersifat total Spawning yaitu pemijahan yang berlangsung dalam waktu panjang. alternatif pengelolaan yang dapat dilakukan adalah mengatur waktu penangkapan yaitu tidak melakukan penangkapan berlebih pada waktu puncak pemijahan yaitu bulan April Juni. ikan yang seharusnya boleh ditangkap adalah ikan jantan maupun betina yang ukurannya melebihi panjang 292 mm. agar bisa diberi kesempatan untuk memijah sehingga populasi R. kanagurta dapat lestari.
Nutritional Adequacy Rate (RDA) and Nutritional Value Information (ING) of Tuna Kering Kayu Fish Canned with Tuna Fish Bone Flour Substitution Tangke, Umar; Katiandagho, Bernhard; Rochmady, Rochmady
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.352-357

Abstract

The nutritional adequacy figure, which is then informed in the ING, is a value that shows the average need for certain nutrients that must be met every day for almost all people with certain characteristics including age, gender, level of physical activity, and physiological conditions, to live. healthy. Information on nutritional value aims to inform the nutritional content contained in food or beverages as a guide for consumers to make choices before deciding to buy packaged food or beverage, so this research aims to test the Nutritional Adequacy Rate (RDA) of wood dried tuna which is then informed. in the form of Nutritional Value Information (ING) on the packaging label for wood dried tuna products. The laboratory test results showed that the diversified product of wood dried tuna with fish bone meal substitution after being processed with modern packaging through the canning process has a nutritional adequacy rate (RDA) per 50 g is total energy 80 kcal, 2g total fat, 1g saturated fat, cholesterol 13mg, 12g protein, 3g total carbohydrates, 1g dietary fiber, 1g sugar, 150mg sodium, 180mg potassium, 52.44 mg calcium, 1g iron.
Studi Desain dan Konstruksi Alat Tangkap Pukat Cincin (Purse seine) Pada KM. Mikhael 57 GT yang Beroperasi di Perairan Kabupaten Biak Numfor: A Study of Purse seine Design and Construction: The KM. Mikhael 57 GT in Biak Numfor Katiandagho, Bernhard
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v5i2.75

Abstract

Modernisasi perikanan tangkap di Kabupaten Biak Numfor, Papua, dimulai pada tahun 1999 dengan diperkenalkannya pukat cincin (purse seine). Industri ini berkembang signifikan hingga 2025, menjadikan efektivitas desain alat tangkap sebagai faktor krusial dalam hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik teknis pukat cincin pada KM. Mikhael, sebagai studi kasus implementasi teknologi penangkapan modern di wilayah tersebut. Metodologi penelitian melibatkan observasi langsung dan pengukuran detail alat tangkap. Hasilnya menunjukkan pukat cincin berbentuk trapesium (370 m x 75 m), terdiri dari badan jaring, sayap, kantong, tali ris, pelampung, pemberat, cincin, dan tali kolor. Material jaring didominasi Polyamide (PA), tali-temali menggunakan PVA Kuralon. Pelampung PVC berdiameter 42,5 cm (kuning) dan 36 cm (putih), pemberat timah berdiameter 9,5 cm dan panjang 6 cm, serta 79 cincin stainless steel berdiameter 60 cm. Deskripsi teknis ini menjadi fondasi informasi untuk studi lanjutan mengenai efisiensi, dampak ekologis, dan keberlanjutan pukat cincin di Biak Numfor. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk menganalisis kinerja alat tangkap dalam berbagai kondisi oseanografi dan dampaknya terhadap stok ikan serta ekosistem laut. Informasi ini krusial dalam perumusan kebijakan perikanan berkelanjutan di wilayah studi.
Konstruksi Alat Tangkap Purse Seine pada KM. Putri Safira -A: The Construction of Purse Seine Gear on KM. Putri Safira-A Katiandagho, Bernhard; Korwa, Rondi Lewi
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Perikanan Kamasan
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v4i1.67

Abstract

Alat tangkap purse seine menjawab semua permasalahan tentang penangkapan ikan yang aman karena dalam pengoperasiannya tidak mengganggu atau merusak ekosistem yang ada didalam perairan (Subani & Barus, 1989). Kegiatan konstruksi alat tangkap purse seine di Kabupaten Biak Numfor dimulai dengan beroperasinya KM. Putri Safira-A (berbahan fiber glass) sejak pertengahan tahun 2020. Tujuan dalam penelitian ini yaitu mendeskribsikan mengenai desain dan konstruksi purse seine; prosedur pengoperasian purse seine,  jenis dan jumlah hasil tangkapan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan. Hasil studi ini memaparkan bahwa pukat cincin (purse seine) yang digunakan berbentuk trapesium dengan konstruksi yang terdiri atas bagian badan, sayap, kantong, tali ris atas, tali pelampung, pelampung, selvege, tali ris bawah, tali pemberat, pemberat, cincin, tali cincin dan tali kolor. Pengoperasian pukat cincin (purse seine) secara bertahap dimulai dengan penurunan alat tangkap (setting) pukat cincin, dilanjutkan dengan penarikan tali kerut (towing/ pursing), serta pengangkatan (hauling) pukat cincin. Kemudian, hasil tangkapan yang diperoleh selama 5 trip penangkapan sebanyak 15.000 kg yang terdiri dari ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) sebanyak 6000 kg, ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) sebanyak 4000 kg, dan ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) sebanyak 5000 kg. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan dengan pukat cincin (purse seine) yaitu arus, cuaca, kecepatan setting dan kecepatan penarikan tali kerut (purshing), serta cahaya bulan. Selain itu dalam penelitian lanjutan, perlu adanya studi lanjutan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan.
Kelayakan Usaha Penangkapan Ikan Pelagis Dengan Pancing Ulur (Multipel Hand Line) Di Perairan Kampung Pasi Distrik Aimando Padaido Kabupaten Biak Numfor: The Feasibility of Pelagic Fish Capture Using Handline Fishing in the Waters of Pasi Village, Aimando Padaido District, Biak Numfor Regency Katiandagho, Bernhard; Meokbun, Alfonsina; Rumkorem, Olivia L. Y
Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services Vol. 4 No. 2 (2024): JURNAL PERIKANAN KAMASAN
Publisher : Akademi Perikanan Kamasan Biak Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58950/jpk.v4i2.69

Abstract

Analisis kelayakan usaha dalam sektor perikanan sangat penting untuk menilai tingkat keuntungan atau keberhasilan usaha yang dijalankan. Analisis ini mencakup evaluasi pendapatan dan biaya untuk menentukan apakah hasil yang diperoleh selama periode tertentu menguntungkan. Desain dan konstruksi alat tangkap pancing ulur (Multiple hand line) yang digunakan terdiri dari komponen seperti penggulung dari bambu, tali utama dari Nylon Damil no.90 sepanjang 125 meter, kawat stainless steel sepanjang 1 meter, pemberat dari timah, dan swivel untuk mencegah tali terbelit. Tali cabang menggunakan nylon damil 40, dengan mata pancing nomor 9, serta umpan plastik. Pengoperasian alat ini melibatkan tiga tahap: persiapan, penurunan pancing (setting), dan pengangkatan pancing (hauling). Target tangkapan adalah ikan pelagis, dengan hasil antara lain Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacore) sebanyak 37 ekor, Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) sebanyak 12 ekor, Ikan Tongkol (Auxis thazart) sebanyak 8 ekor, dan Ikan Kambing (Elagatis bipinnulata) sebanyak 6 ekor. Total hasil tangkapan selama 8 trip adalah 63 ekor dengan berat total 124,5 kg. Berdasarkan analisis kelayakan usaha, penggunaan alat tangkap pancing ulur di Kampung Pasi terbukti layak dengan nilai B/C rasio sebesar 3,5