Indica Yona Okyranida, Indica Yona
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Sosialisasi dan Pelatihan Eco Enzyme Di Kelurahan Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur Okyranida, Indica Yona; Purwanti, Popi; Fitria, Dona
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.12675

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan sampah, terutama sampah organik, masih memerlukan solusi efektif. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah menjadi tantangan utama. Pelatihan pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme bertujuan memberdayakan ibu-ibu PKK di Kelurahan Halim Perdana Kusuma untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Metode: Program dilakukan melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penyuluhan dan pendampingan dalam pembuatan eco enzyme menjadi fokus utama kegiatan, dengan evaluasi melalui angket untuk menilai hasilnya. Hasil: Hasil angket menunjukkan rata-rata skor 3,48, yang termasuk kategori baik. Mitra memberikan respon positif, dan kegiatan dinilai tidak memberatkan waktu maupun tenaga. Kesimpulan: Program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam pengolahan sampah organik. Kegiatan berjalan lancar, mendapat tanggapan positif, dan berpotensi menjadi solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah di tingkat komunitas.
The Socialization of Utilizing Red Onion Skins as Hydroton Growing Media. Sumarni, Ria Asep; Burhanudin, Burhanudin; Okyranida, Indica Yona
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16430

Abstract

Background: Kelurahan Gedong merupakan salah satu daerah padat penduduk di tengah kota Jakarta dengan kelompok PKK RW 10. Untuk mendapatkan biaya tambahan dalam memenuhi kebutuhan hidup warga bekerja sebagai jasa kupas bawang merah. Proses pengupasan bawang merah disini masih tidak memperhatikan kebersihan lingkungan di sekitar, yaitu sampah dari kulit bawang merah masih dibuang sembarangan seperti di kali dan menumpuk di tempat sampah. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman pemanfaatan limbah kulit bawang merah untuk meningkatkan kewirausahaan. Metode: Mitra dalam pengabdian ini adalah Kelompok PKK RW 10 Kelurahan Gedong, sebanyak 35 peserta. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil: Adanya kegiatan pengabdian ini menambah wawasan bagi peserta akan manfaat kulit bawang merah menjadi media tanam hydroton yang dapat meningkatkan kewirausahaan. Kesimpulan: Kegiatan ini berjalan dengan lancar, peserta sangat antusias dan bersemangat dari mulai kegiatan sosialisasi, praktek produksi, dan pemasaran hydroton kulit bawang merah.
Optimalisasi Produksi Batik dengan Canting Berbasis Sensor Suhu Pada UMKM Kawis Okyranida, Indica Yona; Mulyaningsih, Neng Nenden; Prasetya, Rendi
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16206

Abstract

Pendahuluan: Batik adalah seni tradisional yang menggunakan lilin dalam proses pewarnaannya, tetapi metode canting manual memerlukan waktu lama dan menyebabkan banyak lilin terbuang. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk meningkatkan efisiensi dalam produksi batik. Metode: Program Kemitraan Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI memperkenalkan canting berbasis sensor suhu untuk menjaga suhu pemanasan lilin agar stabil dan mengurangi pemborosan. Selain itu, tim juga mengembangkan website pemasaran untuk memperluas jangkauan pasar batik tulis. Kegiatan ini melibatkan 20 pengrajin batik dari Yayasan UMKM Kawis, yang diberikan pelatihan mengenai penggunaan canting berbasis sensor suhu serta pemanfaatan website untuk pemasaran produk. Hasil: Penggunaan canting berbasis sensor suhu terbukti meningkatkan efisiensi, mengurangi limbah lilin, dan memperbaiki kualitas produksi batik. Website yang dikembangkan juga membantu pengrajin dalam mempromosikan dan menjual produk mereka ke pasar yang lebih luas. Kesimpulan: Program ini berhasil meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas akses pemasaran batik tulis. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa inovasi ini dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan usaha pengrajin batik.