Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : DIMASLIA

PEMBENTUKAN POSYANDU REMAJA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN REMAJA DI DUKUH IROYUDAN GUWOSARI PAJANGAN BANTUL Widarti, Sri; Adhisty, Yulia; Pratiwi, Fika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendorong semua daerah untuk membentuk posyandu remaja. Tujuannya adalah untuk memperkuat upaya pengawasan terhadap tumbuh kembang para remaja, menjadi wadah pengetahuan tentang kesehatan para remaja, hingga menanggulangi stunting Tujuan : Kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan para remaja terkait dunia Kesehatan dan meningkatkan derajad Kesehatan dan pengawasan terhadap tumbuh kembang para remaja. Metode : memberikan pendidikan kesehatan dan pembentukan posyandu remaja di dukuh iroyudan guwosari pajangan Bantul. Hasil : Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka pembentukan Posyandu Remaja Dukuh iroyudan adalah sosialisasi posyandu remaja, pelatihan posyandu remaja, pembentukan kader kesehatan remaja, pelatihan P3K (Pertolongan Pertama Kecelakaan), penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), penyuluhan tentang pemantauan jentik nyamuk, anemia, tanaman obat keluarga, kesehatan reproduksi, gizi, napza dan penyakit tidak menular Kata kunci : Posyandu Remaja, Derajat kesehatan
PENYULUHAN NUTRISI SEIMBANG BAGI IBU HAMIL RISIKO TINGGI Adhisty, Yulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 3 No. 1 (2025): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Asupan gizi yang adekuat pada ibu hamil merupakan faktor penting untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan gizi ibu pada saat hamil. Jika kebutuhan gizi ibu baik dari segi jumlah dan kualitas tidak terpenuhi maka kenaikan berat badan ibu dan janin akan susah bertambah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi ibu dan bayi yang kan dilahirkan. Ibu hamil dengan status gizi dan kesehatan yang kurang baik berisiko melahirkan bayi premature, berat badan lahir rendah dan meningkatkan risiko kesakitan dan kematian bagi ibu dan bayinya. (Kemenkes RI, 2023). Saat ibu hamil kekurangan zat gizi, anak yang lahir pun akan lebih rentan terserang penyakit. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang pada anak dengan kondisi ini adalah osteoporosis, penyakit jantung, masalah mental, organ tubuh kurang berfungsi hingga gagal ginjal kronis. Disamping masalah kekurangan asupan gizi, calon ibu juga sebaiknya memantau kenaikan berat badan yang terjadi. Meski hal ini cukup normal selama hamil, namun patut diwaspadai jika berat badan bertambah dalam angka yang besar dan drastis. Sebaliknya, selain mencegah bobot berlebih, sebaiknya berat badan saat akan atau selama hamil pun tidak terlalu rendah (Hasanah, 2012). Kelurahan Argomulyo telah dipilih sebagai lokasi untuk dilaksanakan kegiatan penyuluhan kepada ibu hamil dan merupakan wilayah terdekat dengan kampus. Adapun tujuan dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat di wilayah ini adalah untuk memberikan informasi dan edukasi bagi ibu hamil khususnya tentang asupan gizi seimbang dan nutrisi yang menunjang kesehatan selama masa kehamilan. Implementasi dari keilmuan yang dimiliki oleh dosen diaplikasikan ke masyarakat melalui kegiatan ini serta pelaksanaanya dibantu oleh mahasiswa Prodi DIII Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta.
PROMOSI PREVENTIF SADARI ( PERIKSA PAYUDARA SENDIRI) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA Adhisty, Yulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus kematian tertinggi di Indonesia. Tingginya prevalensi kanker payudara di Indonesia tentunya perlu pencegahan dengan melakukan upaya deteksi dini dengan SADARI. Kanker payudara bila terdeteksi sejak awal, penyembuhan yang dilakukan akan lebih mudah dan kemungkinan untuk sembuh juga lebih besar. SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dianjurkan pada wanita, terutama pada wanita dengan usia mulai dari 20 tahun. Karena wanita dengan usia subur 20-45 tahun sangat berisiko terkena penyakit kanker payudara, sehingga wanita harus selalu sadar akan kesehatan payudaranya yaitu dengan cara rutin memeriksa payudaranya sebagai upaya awal pencegahan penyakit kanker payudara. Tujuan : memberikan penyuluhan tentang SADARI sebagai Upaya pencegahan kanker payudara Metode : kegiatan dilakukan dengan metode ceramah menggunakan media power point dan demontrasi tentang SADARI Hasil : Kegiatan pengabdian masyarakat ini kami memaparkan suatu bentuk deteksi melalui penyuluhan promotive preventif SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dengan metode roleplay terhadap deteksi dini kanker payudara pada wanita usai subur di dusun kaliberot Sedayu. Pembelajaran ini ditujukan kepada ibu Posyandu, karena ibu Posyandu tergolong kepada wanita usia subur yang berpotensi mengalami kanker payudara lebih tinggi. Kata kunci : kanker payudara, SADARI ABSTRACK Background: Breast cancer is the type of cancer with the highest number of deaths in Indonesia. The high prevalence of breast cancer in Indonesia certainly needs to be prevented by making early detection efforts with SADARI. When breast cancer is detected early, healing will be easier and the chances of a cure are also greater. SADARI (Breast Self Examination) is recommended in women, especially in women with ages ranging from 20 years. Because women with a childbearing age of 20-45 years are very at risk of developing breast cancer, so women should always be aware of their breast health, namely by regularly checking their breasts as an initial effort to prevent breast cancer. Objective: to provide training on SADARI as an effort to prevent breast cancer Methods: the activities are carried out with the method of lectures using the media power point and demosntration about SADARI Results: This community service activity we present a form of detection through preventive promotive extension SADARI (Check Your Own Breast) with roleplay method to early detection of breast cancer in women after childbearing in Sedayu Caliber village. This lesson is addressed to Posyandu's mother, because Posyandu's mother is classified as a woman of childbearing age who has a higher potential for breast cancer Keyword : breast cancer, SADARI