Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPUASAN WUS TERHADAP KONTRASEPSI SUNTIK DMPA (DEPO MEDROXY PROGESTERONE ACETATE) DI KLINIK PRATAMA AMANDA GAMPING SLEMANYOGYAKARTA Ferina Dewi Rahayu; Riadinata Shinta Puspitasari; Nurul Ariningtyas
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 3 No. 2 (2022): JIK MMY : Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Suntik merupakan alat kontrasepsi yang paling banyak dipakai oleh masyarakat Provinsi D.IYogyakarta, dibandingkan alat kontrasepsi lain yaitu sebanyak 157,734. Jumlah peserta KB suntik di KabupatenSlemanterdapat 46,935jiwa yang memakai KBsuntik (BPSProv D.IYogyakarta, 2020).Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan kepuasan WUS terhadap kontrasepsisuntik DMPAdiKlinik PratamaAmanda GampingSlemanYogyakarta.Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengambilan data menggunakandesain cross sectional. Data diperoleh sebanyak 36 responden.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan WUS terhadap kontrasepsi suntik DMPA,sebagian besar memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 24 responden (67%), responden yang memilikipengetahuan baik sebanyak 10 reponden (28%) dan responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 2responden (5%). Tingkat kepuasan responden merasa puas terhadap kontrasepsi suntik DMPA dengan jumlah 31responden (86%), responden dengan kategori tidak puas berjumlah 1 responden (3%), dan responden dengankategori sangat puas berjumlah 4 responden (11%).Kesimpulan dan Saran: Tingkat pengetahuan dan kepuasan WUS Terhadap Kontrasepsi DMPAdi Klinik PratamaAmanda Gamping Sleman Yogyakarta adalah cukup sebanyak 24 responden (67%) dan tingkat kepuasan 31responden (86%).
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG RISIKO PERNIKAHAN DINI PADA KEHAMILAN DI SMK MA’ARIF 2 SLEMAN Riadinata Shinta Puspitasari; Yulia Adhisty; Melati Sari Kusuma P
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 2 (2023): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut sudah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Masa remaja merupakan masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa. Early Marriage (pernikahan dini) diartikan sebagai ikatan yang disahkan secara hukum antara dua lain jenis untuk membentuk sebuah keluarga berada dibawah batas umur dewasa. Perkawinan anak merupakan masalah kritis mengingat masih banyak daerah yang memiliki angka perkawinan dini tinggi. Kabupaten Sleman dengan 232 kasus permintaan dispensasi nikah dari januari hingga akhir Oktober 2022 angka itu masih bisa naik, oleh karena itu peneliti melakukan penelitian di SMK Ma’arif 2 Sleman karena sekolah ini terletak di Kabupaten Sleman.Tujuan Penelitian : Mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Risiko Pernikahan Dini Pada Kehamilan Di SMK Ma’arif 2 Sleman.Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif, dengan pedekatan cross sectional, pengumpulan data menggunakan data primer dengan mengambil data langsung, populasi dalam penelitian ini sebanyak 100 orang, dan sampel dalam penlitian ini ada 36 orang, teknik sampling yaitu purposive sampling. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan remaja putri tentang resiko pernikahan dini pada kehamilan di SMK Ma’arif 2 Sleman. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup 58.33% dan sebagian responden memiliki pengetahuan baik 41,67%. Kata kunci : Pengetahuan, Resiko pernikahan diniABSTRACKBackground: In adolescence, humans cannot be called adults, but they cannot also be called children. Adolescence is a period of human transition from children to adults. Early Marriage is defined as a legalized bond between two other types to form a family under the age limit of adulthood. Child marriage is a critical issue considering that there are still many areas that have high rates of early marriage. Sleman Regency, with 232 cases of requests for marriage dispensation from January to the end of October 2022, this number could still increase. Therefore, researchers conducted research at SMK Ma'arif 2 Sleman because this school is located in Sleman Regency.Research Objectives: To know the description of the level of knowledge of young women about the risks of early marriage in pregnancy at SMK Ma'arif 2 Sleman.Research Methods: This research was conducted using a descriptive method, with a cross-sectional approach, data collection using primary data by taking direct data, the population in this study were 100 people, and the sample in this research were 36 people, the sampling technique was purposive sampling.Research Results: Based on the results of the research on the level of knowledge of young women about the risks of early marriage in pregnancy at SMK Ma'arif 2 Slemanl. Most of the respondents have sufficient level of knowledge 58.33% and some respondents have good knowledge 41.67%.Keywords: Knowledge, Risk of early marriag
PENGABDIAN MASYARAKAT “DETEKSI DINI KANKER SERVIKS” DI PLAWONAN RT.04, ARGOMULYO, SEDAYU, BANTUL, YOGYAKARTA Riadinata Shinta Puspitasari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 1 No. 1 (2023): DIMASLIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyebab kematian akibat kanker yangterbesar bagi wanita di negara-negara berkembang. Secara global terdapat 600.000 kasus baru dan 300.000kematian setiap tahunnya, yang hampir 80% terjadi di negara berkembang. Jumlah penderita kanker serviksdi Indonesia semakin tinggi. Promosi kesehatan dan deteksi dini menjadi prioritas untuk mencegah danmenangani penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, tiap tahun sekitar 15.000 kasus kankerserviks (leher rahim) ditemukan di Indonesia. Indonesia menjadi negara dengan jumlah kasus kanker servikstertinggi di dunia.Tujuan : Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan “Deteksi Dini Kanker Serviks” audience diharapkan mampumengerti dan paham tentang bagaimana kanker serviks dan mengetahui bagaimana mendeteksi sedinimungkin tanda tanda adanya kanker serviks.Metode : metode penyuluhan dengan diskusi tanya jawab dengan media visual dan lea etHasil : Sasaran memberikan respon baik terhadap penyuluhan. Sasaran dapat penyimpulkan tentang materideteksi dini kanker servik.
PENGABDIAN MASYARAKAT “PENYULUHAN TANDA BAHASA NIFAS” DI KARANGBER, GUWOSARI, PAJANGAN, BANTUL, YOGYAKARTA Riadinata Shinta Puspitasari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 1 No. II (2023): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK :Masa nifas merupakan masa yang beresiko terjadi kematian pada ibu, sekitar 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas terjadi pada 24 jam pertama setelah persalinan.Penyebab kematian ibu dalam masa nifas diantaranya disebabkan oleh adanya komplikasi masa nifasseperti perdarahan postpartum dan infeksi masa nifas. Tanda bahaya masa nifas merupakan suatu tanda abnormal yang mengindikasikan adanya bahaya atau komplikasi yang dapat terjadi selama masa nifas seperti perdarahan berlebihan pasca melahirkan, demam tinggi lebih dari 38ᴼ C, sakit kepala hebat, nyeri pada dada, nyeri pada betis, sesak nafas, gangguan buang air kecil, merasa sedih terus menerus, darah nifas berbau menyengat yang mana apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu. Kira-kira 75 % kematian ibu disebabkan oleh perdarahan parah (sebagian besar perdarahan pasca salin) yaitu perdarahan yang melebihi 500 ml setelah bayi lahir, infeksi (biasanya pasca salin), tekanan darah tinggi saat kehamilan (preeklamsia/eklamsia), partus lama/macet, aborsi yang tidak aman. Penyebab tidak diketahuinya masalah bahaya masa nifas yaitu kurangnya pengetahuan ibu nifas, sehingga ibu nifas tidak menyadari jika mengalami tanda bahaya pada masa nifas. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat dilakukan dalam berbagai kegiatan, salah satunya dengan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan media audiovisual dan leaflet. Pengabdian ini dilakukan pada bulan februari 2023 di padukuhan Karangber, Guwosari, Pajangan, Bantul.ABSTRACT : The postpartum period is a period that is at risk of death in the mother, around 60% of maternal deaths occur after giving birth and almost 50% of deaths during the postpartum period occur in the first 24 hours after delivery. The causes of maternal death during the postpartum period include complications during the postpartum period such as bleeding. postpartum and postpartum infections. Danger signs during the postpartum period are abnormal signs that indicate danger or complications that can occur during the postpartum period, such as excessive postpartum bleeding, high fever of more than 38°C, severe headaches, chest pain, calf pain, shortness of breath, urinary problems. urinating, feeling sad all the time, postpartum blood has a strong odor which, if not reported or detected, can cause the mother's death. Approximately 75% of maternal deaths are caused by severe bleeding (mostly post-natal bleeding), namely bleeding that exceeds 500 ml after the baby is born, infection (usually post-natal), high blood pressure during pregnancy (preeclampsia/eclampsia), prolonged/obstructed labor. , unsafe abortion. The cause of not knowing the dangers of the postpartum period is the lack of knowledge of postpartum mothers, so that postpartum mothers are not aware if they experience danger signs during the postpartum period. Community service activities can be carried out in various activities, one of which is counseling. Extension activities are carried out using audiovisual media and leaflets. This service will be carried out in February 2023 in Karangber, Guwosari, Pajangan, Bantul
TINGKAT PENGETAHUAN PUS TENTANG HIV/AIDS DI KECAMATAN MERTOYUDAN MAGELANG Uluwiyatun, Uluwiyatun; Puspitasari, Riadinata Shinta; Adhisty, Yulia
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 10 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.394 KB)

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia penderita HIV dari tahun 1987 sampai September 2014 sebanyak 150.296 orang, sedangkan total komulatif kasus AIDS sebanyak 557.799 orang. Sampai saat ini HIV/AIDS belum ditemukan obatnya, hanya saja ada beberapa cara untuk pencegahannya. Di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang pengetahuan PUS masih sangat minim. Perlu informasi kepada masyarakat untuk mengetahui gejala klinis HIV/AIDS. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan PUS tentang HIV/AIDS yang berusia 20 – 29 tahun di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang tahun 2016. Metode: Observasional deskriptif. Tehnik sampling Non Probability Sampling dengan jenis Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini ibu pasangan usia subur usia 20-29 tahun di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang sebanyak 30 orang. Analisis data dengan Deskriptif Kuantitatif menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS pada ibu Pasangan Usia Subur yang berusia 20-29 tahun di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang dengan kategori rendah sebanyak 14 orang (46,7%), kategori cukup sebanyak 10 orang (33,3%) dan kategori tinggi sebanyak 6 orang (20%). pengetahuan tentang pengertian dan penyebab HIV/AIDS sebagian besar masih rendah, pengetahuan tentang cara penularan HIV/AIDS sebagian besar masih rendah, sedangkan pengetahuan tentang pencegahan HIV/AIDS sebagian besar tergolong tinggi. Kesimpulan: Tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS pada ibu Pasangan Usia Subur yang berusia 20-29 tahun di Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang dengan kategori rendah sebanyak 14 orang (46,7%), kategori cukup sebanyak 10 orang (33,3%) dan kategori tinggi sebanyak 6 orang (20%).
HUBUNGAN KECEMASAN IBU DENGAN MENYUSUI ON-DEMAND PADA BAYI 0-3 BULAN DI PMB EMI NARIMAWATI PLERET BANTUL Puspitasari, Riadinata Shinta; Yulia Adhisty; Elmawidiawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 5 No. 1 (2024): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Memberikan ASI secara on demand atau menyusui bayi kapanpun ia menginginkannya merupakan cara terbaik karena dapat mencegah masalah pada proses menyusui dan bayi tetap merasa kenyang. Pengeluaran ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik secara langsung misalnya perilaku menyusui, psikologi ibu, fisiologis, ataupun tidak langsung misalnya sosial kultural dan bayi, yang akan berpengaruh terhadap psikologis ibu. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan kecemasan ibu dengan menyusui on demand pada bayi 0-3 bulan di PMB Emi Narimawati. Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang suatu cara untuk memperoleh ilmu atau memecahkan masalah secara sistematis dengan pengumpulan data-data dari responden sebanyak 30 responden di PMB Emi Narimawati. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setelah dilakukan uji Chi Square Test mendapatkan nilai p sebesar 0,000 sehingga nilai p < 0,05. Berdasarkan uji statistik didapatkan adanya hubungan yang signfikan antara kecemasan ibu dengan menyusui on demand pada bayi 0-3 bulan di PMB Emi Narimawati. Kata Kunci : Kecemasan, menyusui on demand
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA BALITA Andani, Mahardika Ratih Resti; Puspitasari, Riadinata Shinta; Latifahanun, Este; Husna, Fauzul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diharapkan masyarakat memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan dengan menjaga, memelihara, dan meningkatkan kualitas kesehatan mereka. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) keluarga adalah salah satu faktor yang menentukan kesehatan keluarga. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga yang ber-PHBS di Indonesia meningkat sebesar 70,62% dari tahun 2017. Namun, data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menunjukkan bahwa capaian rumah tangga yang ber-PHBS pada tahun 2021 rendah, sekitar 21,71%. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Ibu tentang PHBS dalam rumah tangga melalui penyuluhan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mendorong perilaku hidup bersih dan sehat sehingga keluarga lebih menyadari PHBS. 30 Ibu berpartisipasi dalam kegiatan ini di Posyandu Belik Kalurahan Demangrejo, yang berlangsung pada tanggal 11 Januari 2024. Hasil: Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan Ibu tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebelum dan setelah penyuluhan berpengaruh. Ini adalah indikator keberhasilan kegiatan. Setelah penyuluhan, pengetahuan ibu balita meningkat dari hanya 15 orang (50%) sebelum penyuluhan menjadi 25 orang (83,3%). Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku , Penyuluhan
KONSELING INFORMASI EDUKASI (KIE) TENTANG KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS PADA PASANGAN USIA SUBUR DI DUSUN DADABHONG, SENDANG SARI, KAPANEWON PAJANGAN BANTUL Pratiwi, Fika; Husna, Fauzul; Puspitasari, Riadinata Shinta
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 2 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM MULIA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan Usia Subur adalah Pasangan suami istri yang saat ini hidup bersama, baik bertempat tinggal resmi ataupun tidak, dimana usia istri antara20 tahun sampai 45 tahun. Pasangan usia subur batasan usia yang digunakan disini adalah 20-45 tahun. Pasangan Usia Subur berkisar antara usia 20-45 tahun dimana pasangan (laki-laki dan perempuan) sudah cukup matang dalamsegala hal terlebih organ reproduksinya sudah berfungsi dengan baik. Ibu hamil adalah seorang wanita yaedang mengandung yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Kehamilan adalah waktu transisi, yaitumasaantara kehidupan sebelum memiliki anak yang sekarang berada dalamkandungan dan kehidupan nanti setelah anak itu lahir (Ratnawati, 2020) Kehamilan merupakan penyatuan dari spermatozoa dan ovumdan dilanjutkandengan nidasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 9 bulanmenurut kalender internasional. Maka, dapat disimpulkan bahwa kehamilanmerupakan bertemunya sel telur dan sperma di dalam atau diluar Rahimdanberakhir dengan keluarnya bayi dan plasenta melalui jalan lahir (Yulaikhah,2019)
Factors Causing Neonatal Death At Panembahan Senopati Bantul Hospital In 2021–2022 Fauzul Husna; Puspitasari, Riadinata Shinta; Annisa Salsabila
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal EduHealt (September), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neonatal Deaths in the Special Region of Yogyakarta (DIY) in 2021 areranked 8th lowest out of 34 Provinces in Indonesia with 212 cases, (RI Ministry of Health, 2022). The objective to find out the description of neonatal mortality faktors at Panembahan Senopati Hospital, Bantul in 2021 – 2022. The method used in this research is descriptive quantitative cross-section research design with the Secondary Data Analysis (SDA) approachto medical records at Panembahan Senopati Bantul Hospital in 2021 - 2022. The sample method is a total sampling of 47 respondents. Research Results: The highest percentage of research results regarding the description of neonatal mortality faktors at Panembahan Senopati Hospital, Bantul Regency in 2021-2022, namely infants aged 0-28days, died of asphyxia asmany as 33babies (70%), gestational age of 28 mothers (60%), occupation 26 mothers (55%), Low Birth Weight 53 babies (25%), Parity 22 mothers (47%), Other Causes 18 cases (38%), Sepsis 18 babies (38%), Type of Childbirth 15 mothers (32%), Status Referral 13 cases (30%), Education 13 mothers (28%), Age 12 mothers (26%), Anemia Status 11 mothers (23%), Congenital Abnormalities 7 babies (15%), Antenatal Care Visits 4 mothers (9%), Delivery Place 2 case s(4%), Delivery Assistance 2 cases (4%), Jaundice 0 cases (0%). There are factors of neonatal death based on maternal factors, infant faktors, health service factors and other faktors at Panembahan Senopati Hospital in 2021-2022.
Description Of Family Support In Providing Exclusive Breastfeeding Postpartum Mother At The Pratama Widuri Clinic Sleman Puspitasari, Riadinata Shinta; Adhisty, Yulia; Hartinah, Sri
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal EduHealt (September), Year 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many breastfeeding mother still doubt that their breast milk will meet the baby's needs. Therefore, the role and support of the family (husband, parents, siblings) is needed in the continuation of breastfeeding (Suraeda, 2020). Family support is the external factor that has the greatest influence on the success of exclusive breastfeeding. The aim of this research is to determine the description of family support for postpartum mother in exclusive breastfeeding The method used was descriptive quantitative cross-section research design with a research sample of 32 respondents of postpartum mother who came to the Widuri Sleman Pratama Clinic selected using accidental sampling. The instrument used was the family support questionnaire from Ulfah Putri Utami. Data analysis in this study was univariate analysis. The results obtained by postpartum mother who received family support were 75.00%. At the age of 20-35 years as much as 90.63%. High school / vocational high school education as much as 84.38%. Multiparous mother were 59.38%. Mother who did not work were 71.88%.