Abby Gina Boangmanalu, Abby Gina
Departemen Ilmu Filsafat, Universitas Indonesia

Published : 101 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Women Village Facilitator Action on Economic Revitalization of the Women's Group: a Case Study in 3 peatland villages, Central Kalimantan Nur Iman Subono; Andi Misbahul Pratiwi; Abby Gina Boangmanalu
Jurnal Perempuan Vol. 25 No. 1 (2020): Women and Peatlands
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v25i1.412

Abstract

Peatlands play an important role in the ecological and economic aspects. Peatlands degradation in various regions in Indonesia brings economic issues, especially for women. The involvement of women in the peatland restoration program as a strategy needs to be reviewed. This research focuses on the involvement of women in the peatland restoration as a village facilitator, mainly on aspects of economic revitalization. This research focuses in 3 Villages in Central Kalimantan Province, Jabiren Village, Tumpang Nusa Village, and Gandang Barat Village. The main question of this research is how are the actions, challenges, and strategies experienced by women as village facilitators in the Desa Peduli Gambut program. Based on in-depth interviews with relevant actors and literature studies, this research finds, 1) the economic revitalization program conducted by women village facilitators build the economic resilience of rural women communities and changes the gender relations; 2) women village facilitators faced structural and cultural obstacles in their action; 3) the program is also the part of political actions for peatlands preservation.
Portrait of the Impact of the Implementation of Large-Scale Social Distancing during Covid-19 Pandemic towards Women and Marginalized Groups through the Perspective of Intersectional Feminism.. Atnike Nova Sigiro; Abby Gina; Dewi Komalasari
Jurnal Perempuan Vol. 25 No. 4 (2020): Women and COVID-19 Pandemic
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v25i4.514

Abstract

Pembatasan jarak sosial (social distancing) adalah salah satu bentuk kebijakan untuk mencegah penyebaran virus Corona di tengah pandemi Covid-19, yang dijalankan oleh berbagai negara. Di Indonesia, kebijakan pembatasan jarak sosial ini diberi nama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan penerapan PSBB maka sejumlah besar kegiatan di ruang publik harus ditutup dan/atau dibatasi. Sementara itu, sebagian besar aktivitas masyarakat, seperti bersekolah dan bekerja, harus dilakukan jarak jauh atau dilakukan di rumah. Penerapan pembatasan jarak sosial tersebut menyebabkan bertambhanya kegiatan rumah tangga, dan hal ini memperbesar tanggung jawab perempuan dalam kerja-kerja perawatan (care work) dan kerja rumah tangga (house work) di ranah domestik. Melalui kacamata feminisme interseksional, artikel ini mencoba memaparkan dampak penerapan pembatasan jarak sosial di Indonesia di ranah domestik terhadap perempuan dan kelompok marginal. Artikel ini menemukan bahwa berbagai ketimpangan seperti ketimpangan gender, ketimpangan kelas, dan ketimpangan sosial yang selama ini dialami oleh perempuan dan kelompok marginal di dalam tulisan ini telah memperburuk situasi mereka di saat penerapan pembatasan jarak sosial dilakukan.
Partisipasi Perempuan dalam Perhutanan Sosial: Studi Kasus di Lima Provinsi Abby Gina Boang Manalu; Nur Iman Subono; Retno Daru Dewi G. S. Putri
Jurnal Perempuan Vol. 27 No. 1 (2022): Women and Social Forestry
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v27i1.666

Abstract

Social Forestry (SF) is one of the government’s community-based forest management programs, which aims to balance environmental needs with the welfare of communities around the forest. However, in the program’s implementation, due to social norms and gender inequalities, women are often marginalized in access and management of SF. This study analyzes women’s participation in SF, primarily from the perspective and experience of women at the site level. This study used qualitative research; data mining was carried out through focus group discussions (FGD) and interviews with women at the site level and with assistance from civil society organizations (CSOs) in five provinces (Nanggroe Aceh Darussalam, Bengkulu, West Kalimantan, Central Sulawesi, and West Papua). This study shows how cultural barriers affect the forms and good practices of women’s participation in SF and their impacts.
Perempuan dan Perhutanan Sosial Abby Gina
Jurnal Perempuan Vol. 27 No. 1 (2022): Women and Social Forestry
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan dua isu penting dalam program pembangunan. International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyatakan bahwa perempuan memainkan peran kunci dalam penggunaan dan pengelolaan sumber daya alam, khususnya dalam pertanian dan sistem lanskap hutan di sepanjang mata rantai. Menurut IUCN (2021), di negara-negara berkembang, sebanyak 43% perempuan terlibat dalam kerja-kerja pertanian dan menggantungkan hidup pada hutan. Data yang sama memperkirakan bahwa ketika perempuan memiliki akses yang sama terhadap sumber daya produktif seperti laki-laki maka perempuan akan dapat berkontribusi dalam peningkatan hasil pertanian di negara berkembang sebesar 2,5% hingga 4%. Pelibatan perempuan secara global berimplikasi pada penurunan angka kelaparan dunia sebesar 12% hingga 17%. Keterlibatan perempuan dalam akses dan tata kelola hutan terbukti meningkatkan ekonomi perempuan dan komunitas di sekitar wilayah hutan.
Aktivis Feminis Akademik: Pengetahuan Perempuan untuk Resistensi, Harapan, dan Perubahan Sosial. Kontribusi Jurnal Perempuan dalam Membangun Diskursus Feminisme di Indonesia Retno Daru Dewi G. S. Putri; Abby Gina Boang Manalu; Nur Iman Subono
Jurnal Perempuan Vol. 27 No. 2 (2022): Indonesian Feminist Knowledge: Reflection, Action, and Praxis
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v27i2.693

Abstract

From 1996 to 2021, Jurnal Perempuan has been disseminating feminist knowledge for 25 years. A total of 610 scientific papers have been published in 110 editions under 11 different main topics. In addition to feminist literature, which is published three times a year, Jurnal Perempuan’s research results also underlie a number of movements and advocacy in fighting for feminism and gender issues. The transformation of feminist theories into real practice is manifested in public discussions, collective actions, video documentaries, to the participation of Sahabat Jurnal Perempuan. This qualitative research aims to reflect on the publication of Jurnal Perempuan over the last 25 years and how Jurnal Perempuan turns academic research into activism against oppression and violence. Using the ethnography or autoethnography method, this paper will describe how Jurnal Perempuan implements feminist praxis in building a feminist discourse through feminist literature, education, advocacy, and solidarity.
Pengetahuan Feminis Indonesia: Refleksi, Aksi, dan Praxis Abby Gina
Jurnal Perempuan Vol. 27 No. 2 (2022): Indonesian Feminist Knowledge: Reflection, Action, and Praxis
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v27i2.705

Abstract

Inisiatif Perempuan Membentuk Environmental Culture sebagai Upaya Mengatasi Perubahan Iklim Ikhaputri Widiantini; Abby Gina Boang Manalu
Jurnal Perempuan Vol. 27 No. 3 (2022): Feminisme dan Keadilan Iklim
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v27i3.741

Abstract

This research discusses the efforts of women in the community as a form of environmental culture in responding to the climate change crisis. The arrogance issue of patriarchal reason has distorted human ability to recognize the main problem of environmental damage. Humans are trapped in the illusion of the domination of reason which seeks to control nature as non-humans. As a result of this arrogance of reason, culture is formed hierarchically dominating nature (non-humans). We offer a change in cultural perspective through the environmental culture raised by Val Plumwood. This culture with an ecological and caring perspective is a form of the feminist ecological thought movement. We use the method of analyzing feminist issues through feminist knowledge standpoints that interact with ecological research methods. We collect data through various media with a focus on telling the experiences of women in dealing with environmental problems. Our analysis comes to the conclusion that concrete initiatives and actions are needed that involve all ecological elements as a form of solidarity. In this way, we no longer glorify humans as the rulers of reason, but rather create critical and creative communities in realizing an environmental culture.
Feminisme dan Keadilan Iklim Abby Gina
Jurnal Perempuan Vol. 27 No. 3 (2022): Feminisme dan Keadilan Iklim
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change telah mengingatkan tentang kedaruratan kenaikan suhu global perubahan iklim. Krisis iklim telah dirasakan secara akut oleh berbagai wilayah dan komunitas di dunia (IPCC 2021). Pemanasan global dan cuaca ekstrem berdampak pada tercerabutnya hak dasar manusia. Situasi ini telah berkontribusi pada meningkatnya angka kelaparan dunia, malnutrisi, paparan penyakit, hilangnya tempat tinggal yang layak, perpindahan, hilangnya mata pencaharian secara permanen, dan berbagai persoalan lainnya. Krisis iklim dengan demikian perlu dipandang sebagai krisis multidimensi. Isu ini tidak cukup dipahami sebagai persoalan ekologis yang dapat diperiksa berdasarkan matra sains, teknologi, dan ekonomi belaka, tetapi juga harus diperiksa sebagai isu moral dan keadilan (Gardiner 2011; Shue 2014).
Partisipasi Politik Perempuan dan Kelompok Muda dalam Demokrasi Indonesia Abby Gina
Jurnal Perempuan Vol. 28 No. 2 (2023): Partisipasi Politik Perempuan dan Kelompok Muda dalam Demokrasi Indonesia
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum dan kesepakatan internasional menjamin hak perempuan dan kelompok muda untuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan yang berdampak pada hidup mereka. Namun realitanya tidak demikian, secara umum, akses untuk terlibat dalam pembuatan keputusan kerap mengeksklusi perempuan dan kelompok muda. Edisi ini bermaksud membangun diskursus tentang pentingnya partisipasi perempuan dan kelompok muda dalam politik. Secara khusus, edisi ini membahas terkait: pentingnya representasi substantif perempuan dalam politik Indonesia; partisipasi politik perempuan dan kelompok muda sebagai warga negara yang utuh; gerakan sosial dan aktivisme: partisipasi bermakna perempuan dan anak muda dalam politik informal; dan partisipasi politik yang merangkul perbedaan dan menjamin hak kelompok rentan. Dengan menjamin partisipasi penuh perempuan dan kelompok muda dalam politik, artinya kita bergerak menumbuhkan masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan. Partisipasi politik yang inklusif akan menghasilkan tata kelola yang lebih baik, peningkatan stabilitas ekonomi, dan juga kohesi sosial yang lebih baik. Jurnal Perempuan melalui edisi ini hendak menyuarakan bahwa mengejar kesetaraan gender dalam politik bukan hanya kewajiban etis — melainkan prasyarat mendasar untuk menghasilkan masyarakat yang sejahtera, setara, adil, dan inklusif bagi kita semua
Kerja dan Ekonomi Perawatan Abby Gina
Jurnal Perempuan Vol. 28 No. 3 (2023): Kerja dan Ekonomi Perawatan
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbitan ini mengangkat isu kerja dan ekonomi perawatan melalui pendekatan feminis yang menyoroti betapa pentingnya berbagai pihak pengampu kepentingan untuk mengakomodasi pengakuan, pengurangan, redistribusi, penghargaan, dan representasi sebagai dasar perjuangan untuk mencapai keadilan gender dalam dunia kerja. Sejumlah tulisan menyuarakan agar negara berinvestasi dalam sistem perawatan nasional dan menerapkan kebijakan yang dapat mengatasi ketidaksetaraan gender dan ekonomi dalam konteks perawatan. Hal ini termasuk keterlibatan dalam mengintervensi infrastruktur, perlindungan sosial, layanan publik, dan kesadaran akan tanggung jawab bersama terhadap pekerjaan perawatan di dalam rumah tangga yang berkeadilan gender