Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Penerapan Metode Departmentalisasi dalam Alokasi Biaya Overhead Pabrik dalam Meningkatkan Akurasi Penentuan Harga Pokok Produksi Dody Kurniawan; Elvira Evasolia Alwasila; Maghriza Nuraini
Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2025): (JGIA) Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi (Agustus - Oktober 2025)
Publisher : Greenation Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgia.v3i3.579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pengaruh penerapan metode departementalisasi terhadap ketepatan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), khususnya dalam aspek pembebanan Biaya Overhead Pabrik (BOP). Ketidakakuratan dalam proses alokasi BOP dapat menimbulkan distorsi pada nilai HPP, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan kesalahan dalam penetapan harga jual dan pengambilan keputusan manajerial. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah gabungan kualitatif dan kuantitatif dengan metode studi kasus pada perusahaan manufaktur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan departementalisasi, terutama melalui pemisahan antara Departemen Produksi dan Departemen Jasa (Pembantu), menyediakan dasar alokasi yang lebih seragam dan relevan berdasarkan penggerak biaya (cost driver) dibandingkan dengan penggunaan metode alokasi tunggal. Dengan demikian, penerapan metode ini mampu menghasilkan perhitungan HPP yang lebih tepat dan dapat diandalkan.
Analysis of Production Cost Calculation Accuracy Using Process Costing Method and its Impact on Cost Control Efficiency in Process-Based Manufacturing Industries Dody Kurniawan; Cindy Fartikasari; Karina Rismasari Suryantoro; Hani Dwi Lestari
Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi Vol. 3 No. 2 (2025): (JGIA) Jurnal Greenation Ilmu Akuntansi (Mei - Juli 2025)
Publisher : Greenation Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgia.v3i2.580

Abstract

Penelitian ini menganalisis akurasi perhitungan biaya produksi menggunakan Metode Process Costing serta dampaknya terhadap efisiensi pengendalian biaya pada industri manufaktur berbasis proses. Perusahaan dengan sistem produksi berkelanjutan dan homogen sangat bergantung pada ketepatan alokasi biaya untuk mendukung pengambilan keputusan terkait penetapan harga, penyusunan anggaran, dan evaluasi kinerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan membandingkan perhitungan biaya per unit perusahaan dengan hasil perhitungan yang dioptimalkan menggunakan Unit Ekuivalen Produksi (UEP) yang akurat serta penanganan produk hilang. Hasil penelitian menunjukkan adanya disparitas signifikan antara biaya produksi yang dilaporkan perusahaan dengan biaya hasil perhitungan Process Costing yang akurat, terutama pada penilaian persediaan produk dalam proses akhir. Ketidakakuratan ini berdampak langsung pada penentuan harga jual, penilaian persediaan, serta margin laba. Akurasi perhitungan terbukti meningkatkan efisiensi pengendalian biaya melalui identifikasi varians yang lebih jelas dan pengambilan keputusan yang lebih tepat. Penelitian ini merekomendasikan penerapan Process Costing secara konsisten serta pelatihan berkala bagi personel akuntansi untuk menghasilkan informasi biaya yang andal dan mendukung program penghematan biaya.
Perbandingan Metode Akumulasi Biaya: Job Order Costing dan Process Costing dalam Meningkatkan Ketepatan Penentuan Biaya Produksi Dody Kurniawan; Erma Zuhriyana; Tyasnithi Karimah
Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Humaniora, Ekonomi Syariah dan Muamalah (Juli - September 2025)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jhesm.v3i3.451

Abstract

Dalam konteks ketepatan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penelitian ini membandingkan metode akumulasi biaya Job Order Costing (JOC) dan Process Costing (PC). JOC digunakan untuk produksi khusus, sementara PC digunakan untuk produksi massal. Analisis menunjukkan bahwa JOC lebih akurat untuk produk khusus karena pelacakan biaya per job, sedangkan PC efisien untuk volume besar tetapi berisiko kurang presisi karena alokasi rata-rata. Metodologi kualitatif dikombinasikan dengan studi kasus dari sektor manufaktur di Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa metode yang disesuaikan dengan jenis produksi dapat meningkatkan akurasi HPP hingga 15-20%