Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : midang

POJOK BACA SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN BUDAYA LITERASI DAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI CITENGAH DI ERA DIGITAL Dewi, Anggraeni Purnama; Hodijah, Ooh; Delisma, Onny; Karyaningsih, Tri Yulianty
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58425

Abstract

Kecanggihan teknologi yang semakin pesat tentu saja sangat berdampak terhadap kehidupan manusia. Dengan adanya teknologi, tentu diharapkan dapat membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan produktif. Namun semua itu tidak lepas dari sikap bijak setiap pengguna hasil teknologi. Salah satu hasil kecanggihan teknologi tersebut adalah gadget. Gadget saat ini sudah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Hampir setiap waktu manusia bersentuhan dengan yang namanya gadget, tidak terkecuali anak-anak usia sekolah dasar. Hal ini sangat berdampak terhadap pola belajar dan komunikasi dari anak tersebut. Dengan ketergantungan terhadap gadget, dapat dilihat betapa banyak anak usia sekolah dasar yang menjadi sangat fokus terhadap gadget dan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Mereka tidak lagi mengenal pola bermain dan komunikasi yang seharusnya. Tidak jarang orang tua dan guru bersikap keras terhadap anak untuk menghentikannya dari bermain gadget. Untuk mengatasi hal tersebut, maka salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah dengan mendirikan pojok baca di setiap kelas. Dengan adanya pojok baca yang menyediakan beragam buku, dari mulai buku pelajaran hingga buku cerita bergambar, hal ini merupakan upaya yang diselenggarakan oleh pihak sekolah sebagai upaya mengajak siswa untuk kembali mengenal buku – buku bacaan sebagai pengembangan budaya literasi.
PEMETAAN POTENSI DAN UPAYA PELESTARIAN KERAJINAN ANYAMAN BAMBU KHAS DESA SAMARANG KECAMATAN SAMARANG KABUPATEN GARUT Dewi, Anggraeni Purnama; Rachmat, Ani; Citraresmana, Elvi; Rijati Wardiani, Sri; Sundasari Som, Witakania
Midang Vol 4 No 2 (2026): Midang, Juni 2026
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v4i2.64075

Abstract

This article is based on a Community Service conducted in Samarang Village, Samarang District, Garut Regency in June 2026. This village is known as one of the center of traditional bamboo weaving, a craft that has been preserved to the present day, featuring signature products such as boboko (rice baskets), tolombong (deep baskets), nyiru (winnowing trays), aseupan (steaming cones), as well as other household and agricultural tools. This activity aims to document the cultural and economic potential of the weaving craft, identify the challenges faced by artisans in the field, and formulate practical recommendations that can be implemented collaboratively. The methods employed include direct observation of the production process, in-depth interviews, and participatory discussions. The results indicate that while Samarang Village's bamboo crafts possess high quality and cultural value, they face threats from declining demand due to competition from modern products, limited product innovation and marketing capacity, and a lack of interest among the younger generation to continue the tradition. This activity is expected to serve as a foundation for artisans and relevant stakeholders in developing strategic measures for cultural preservation and local economic empowerment. Keywords: Resource Potential; Cultural Preservation; Bamboo Craft; Samarang Garut Village; Local Economy.
POJOK BACA SEBAGAI MEDIA PENINGKATAN BUDAYA LITERASI DAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI CITENGAH DI ERA DIGITAL Dewi, Anggraeni Purnama; Hodijah, Ooh; Delisma, Onny; Karyaningsih, Tri Yulianty
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58425

Abstract

Kecanggihan teknologi yang semakin pesat tentu saja sangat berdampak terhadap kehidupan manusia. Dengan adanya teknologi, tentu diharapkan dapat membantu pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan produktif. Namun semua itu tidak lepas dari sikap bijak setiap pengguna hasil teknologi. Salah satu hasil kecanggihan teknologi tersebut adalah gadget. Gadget saat ini sudah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia. Hampir setiap waktu manusia bersentuhan dengan yang namanya gadget, tidak terkecuali anak-anak usia sekolah dasar. Hal ini sangat berdampak terhadap pola belajar dan komunikasi dari anak tersebut. Dengan ketergantungan terhadap gadget, dapat dilihat betapa banyak anak usia sekolah dasar yang menjadi sangat fokus terhadap gadget dan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. Mereka tidak lagi mengenal pola bermain dan komunikasi yang seharusnya. Tidak jarang orang tua dan guru bersikap keras terhadap anak untuk menghentikannya dari bermain gadget. Untuk mengatasi hal tersebut, maka salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah dengan mendirikan pojok baca di setiap kelas. Dengan adanya pojok baca yang menyediakan beragam buku, dari mulai buku pelajaran hingga buku cerita bergambar, hal ini merupakan upaya yang diselenggarakan oleh pihak sekolah sebagai upaya mengajak siswa untuk kembali mengenal buku – buku bacaan sebagai pengembangan budaya literasi.
MEMBANGUN BUDAYA LITERASI DI SEKOLAH DASAR NEGERI CITENGAH MELALUI PERLOMBAAN MEMBACA PUISI Dewi, Anggraeni Purnama; Hodijah, Ooh; Delisma, Onny
Midang Vol 3 No 2 (2025): Midang, Juni 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i2.63331

Abstract

Berdasarkan beberapa referensi dan hasil penelitian, diketahui bahwa minat baca masyarakat Indonesia saat ini begitu rendah, tidak terkecuali yang menimpa generasi muda saat ini. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, banyak kemudahan yang dapat diterima oleh masyarakat yang menyebabkan mereka begitu bergantung pada hasil teknologi tersebut. Hal ini menjadi keprihatinan banyak pihak, khususnya di dunia pendidikan. Para pelajar begitu terlena dan menikmati fasilitas yang ada untuk mencari berbagai solusi dari permasalahan belajarnya. Dengan demikian maka aktivitas membaca secara terstruktur dan sistematis sudah menjadi kegiatan langka di berbagai lembaga pendidikan, tidak terkecuali di Sekolah Dasar Negeri Citengah. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu upaya yang dilakukan oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian pada masyarakat yang bekerja sama dengan mahasiswa dan pihak sekolah, melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat menumbuhkan kembali minat baca di kalangan siswa. Salah satu kegiatan tersebut adalah perlombaan membaca puisi yang diikuti oleh siswa-siswi, dari mulai kelas tiga hingga kelas enam. Dengan adanya kegiatan ini, maka diharapkan dapat menumbuhkan kembali minat siswa untuk membaca berbagai materi pelajaran, termasuk puisi. Adanya kegiatan literasi yang diperlombakan, tentu saja sangat menarik perhatian dan minat dari para siswa Sekolah Dasar Negeri Citengah untuk mengikutinya.