Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Adaptasi Nama-Nama Tokoh dalam Drama “Inspektur Jendral” Karya N.V. Gogol Ani Rachmat
Metahumaniora Vol 12, No 1 (2022): METAHUMANIORA, APRIL 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v12i1.38365

Abstract

Nama-nama tokoh dalam karya-karya Gogol senantiasa mencerminkan karakter tokoh tersebut, begitu pula dengan nama tokoh dalam drama “Inspektur Jendral”. Sistem antroponim Rusia dan Eropa memiliki banyak kesamaan. Nama lengkap meliputi nama keluarga, nama depan, dan nama tengah. Ciri khas nama orang Rusia jika dibandingkan dengan nama Eropa pada umumnya adalah nama tengah yang berasal dari nama ayahnya, sering disebut patronimik. Penelitian ini membahas adaptasi nama tokoh drama “Inspektur Jendral” karya Nikolai Vasilevich Gogol dalam dua pementasan di Indonesia, di Bandung dan Jakarta, dengan judul yang sama. Metode penelitian menggunakan analisis perbandingan, etimologi, rekonstruksi nama, dan stilistika. Hasil analisis menunjukkan bahwa adaptasi nama tokoh drama ke dalam Bahasa Indonesia disesuaikan dengan tempat dan latar budaya pertunjukan lakon tersebut. Dalam adaptasi yang dilakukan oleh N. Riantiarno nama-nama tersebut menggunakan nama tokoh pewayangan, sedangkan adapatasi yang dilakukan oleh Arya Sanjaya menggunakan nama bangsawan Sunda. Arti nama-nama tokoh dalam Bahasa Rusia, tidak menunjukkan hal yang positif sebagaimana karakter tokohnya, sedangkan adapatasi dalam karya Arya Sanjaya menunjukkan hal yang sebaliknya.
KONSERVASI BUDAYA MELALUI PERIBAHASA DALAM BAHASA RUSIA Ani Rachmat
Metahumaniora Vol 11, No 2 (2021): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v11i2.35369

Abstract

Mempelajari bahasa asing tanpa mengetahui budayanya, tentu tidak akan lengkap. Bahasa Rusia itu sangat idiomatic. Idiom, pepatah, dan peribahasa adalah bagian dari kekayaan bahasa Rusia, yang di dalamnya tercermin budaya dan kehidupan bangsa Rusia. Dalam idiom, pepatah, dan peribahasa terkandung kearifan, mentalitas, dan karakter bangsa Rusia. Artikel ini akan membahas tentang paremia (peribahasa-pepatah-idiom) bahasa Rusia dalam aspek linguakulturologis. Analisis perbandingan symbol, nilai-nilai dan orientasi kultural yang diekspresikan dalam paremia bahasa Rusia dan Indonesia. Linguakulturologi merupakan salah satu pendekatan dalam analisis bahasa yang dibentuk dalam kerangka paradigm antroposentris. Linguakulturologi mempelajari interrelasi dan interaksi bahasa dengan budaya. Linguakulturologi dengan ketertarikannya pada wilayah cultural, yang terwujud dalam bahasa, merupakan alat untuk saling memahami dalam proses komunikasi antarbudaya.
LINGUISTIK KULTURAL SEBAGAI PENGUNGKAP KEARIFAN LOKAL DALAM PENINGKATAN LITERASI DI PESANTREN MANBA’UL ULUM TASIKMALAYA Ani Rachmat; Ferry P Pakpahan; Upik Rafida
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v3i3.29635

Abstract

Arus infomasi saat ini tidak dapat dibendung, bagaikan virus yang menginfeksi dan menular melalui berbagai media komunikasi, terutama internet. Oleh karena itu diperlukan penguatan literasi pada masyarakat pengguna internet, agar tidak terjerumus dan terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Literasi merupakan sebuah konsep yang memiliki makna kompleks, dinamis, terus ditafsirkan dan didefinisikan dengan berbagai cara dan sudut pandang. Makna dasar literasi sebagai kemampuan baca-tulis merupakan pintu utama bagi pengembangan makna literasi secara lebih luas. Tujuan PPM ini adalah untuk menguatkan kemampuan literasi siswa setingkat SMP di Ponpes Manba’ul Ulum, Tasikmalaya yang berbasis pada pengetahuan kesehatan dan linguakultur. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan cara kombinasi daring dan luring, mengingat situasi pandemi covid-19. Hasil dari PPM ini menunjukan adanya peningkatan dan penguatan literasi pada siswa, hal ini terbukti dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan siswa dalam sesi tanya-jawab.
PELATIHAN PEMULIHAN TRAUMA BAGI PENDAMPING ANAK KORBAN BENCANA DI KABUPATEN PANGANDARAN MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL Dian Ekawati; Nani Darmayanti; Ani Rachmat
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v4i2.32762

Abstract

Bencana yang terjadi di suatu tempat selalu meninggalkan efek traumatis bagi korbannya, termasuk anak-anak. Banyak hal dapat dilakukan untuk menangani trauma pascabencana pada anak, salah satunya melalui terapi bermain (play therapy) yang disesuaikan dengan kebudayaan setempat. Artikel yang menjadi bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat ini berjudul "Pelatihan Pemulihan Trauma bagi Pendamping Anak Korban Bencana melalui Permainan Tradisional”. Kegiatan ini bersifat interdisipliner antara ilmu budaya dan psikologi dan dilaksanakan pada tanggal 24 - 25 Juni 2019 di Pangandaran bekerja sama dengan IBU Foundation dengan menggunakan metode kualitatif melalui pelatihan bagi peserta yang diambil secara purposive sampling berdasarkan kedinasan yang terkait tema. Peserta pelatihan ini adalah wakil dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BPBD Kabupaten Pangandaran yang dilatih menjadi pendamping anak korban bencana. Materi yang disampaikan adalah managemen bencana, Child Protection in Emergency (CPIE), dan RUMAH PENTAS (Ruang Ramah Anak Berbasis Permainan Tradisional). Hasil dari pelatihan ini adalah munculnya kesadaran dan kompetensi tentang penanganan bencana yang efektif dan maksimal dengan memperhatikan pola pikir dan budaya masyarakat yang terkena bencana.
SIMBOLISME AYAM JAGO DALAM PEMBANGUNAN IDENTITAS KULTURAL KABUPATEN CIANJUR Ani Rachmat
Sosiohumaniora Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.29 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v20i3.14549

Abstract

Penelitian ini mengkaji latar kultural dan historis pemaknaan ayam jago dalam kebudayaan Indonesia secara umum, dan kebudayaan Sunda secara khusus. Ayam pelung menjadi fokus kajian karena secara simbolik erat kaitannya dengan masyarakat Kabupaten Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Sejarah yang terdiri dari empat tahapan yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Sumber-sumber penelitian ini menggunakan sumber naskah, buku, jurnal, serta sumber lisan berupa wawancara. Ayam jago adalah satwa yang merepresentasikan kekuatan. Dalam kebudayaan Sunda, ayam jago erat kaitannya dengan kisah Ciung Wanara. Kisahnya merepresentasikan kebiasaan masyarakat yang gemar dalam memelihara dan mengadu ayam. Kebiasaan memelihara ayam tergambar pula dalam kebiasaan masyarakat Kabupaten Cianjur terhadap ayam pelung. Ayam pelung yang memiliki suara bagus dimaknai bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi historis dan kultural. Ayam pelung pun kemudian menjadi simbol pembangunan fisik dan psikis Kabupaten Cianjur. Slogan “Cianjur Jago” mengandung harapan akan terciptanya masyarakat yang “jago” secara positif dalam pembangunan kultural masyarakat Kabupaten Cianjur di masa yang akan datang. 
Refleksi Angan-Angan Kolektif Masyarakat Subang–Purwakarta dalam Cerita Rakyat Lina Meilinawati; Ani Rachmat; Nani Darmayanti
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol 1 No 1 (2021): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.312 KB) | DOI: 10.21009/Arif.011.10

Abstract

Artikel ini membicarakan pandangan dunia yang merupakan impian kolektif suatu masyarakat yang direpresentasikan dalam cerita rakyat. Penelitian menggali imajinasi kolektif melalui cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai-nilai budaya yang tersimpan dalam cerita rakyat. Objek penelitian ini adalah cerita rakyat yang berkembang di masyarakat Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang, dua kabupaten yang berdekatan. Pada masyarakat Purwakarta hidup cerita rakyat Mbah Jawer yang dikaitkan dengan proyek Bendungan Jatiluhur. Di Kabupaten Subang terdapat 3 dongeng, yaitu “Ki Lapidin”, “Ki Asmadi”, dan “Ki Samidin”. Data diperoleh melalui wawancara dan sumber pustaka. Pemilihan objek didasarkan pada fakta perubahan sosial dengan dibangunnya Waduk Jatiluhur di Purwakarta. Analisis data menggunakan metode linguakultur, suatu pendekatan yang menghubungkan budaya dan bahasa. Dari penelitian ini terungkap bahwa untuk membenarkan rasa takut, dibuatlah mitos dan untuk menanamkan
PERIBAHASA THAI YANG TERKANDUNG UNSUR HEWAN: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Suhila Mahamu; Susi Machdalena Machdalena; Ani Rachmat Rachmat; Heriyanto Heriyanto
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2022): JURNAL LITERASI APRIL 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.651 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v6i1.5556

Abstract

Penelitian ini berjudul Peribahasa Thai yang Terkandung Unsur Hewan: Kajian Etnolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, makna serta pesan budaya yang mengandung unsur hewan dalam peribahasa Thai. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan menggunakan kajian etnolinguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data utama yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah buku สำนวนสุภาษิต สุภาษิต และคำพำเพย (buku peribahasa Thai). Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif. Sementara teori yang diutamakan dalam penelitian ini adalah teori tentang peribahasa menurut Kridalaksana H. (2008) Berdasarkan hasil penelitian terdapat 8 data peribahasa yang mengandung unsur hewan yang dapat dibagi berdasarkan 4 pesanan terhadap masyarakat Thai, yaitu; 3 data pada peribahasa yang mengandung unsur hewan sebagai pesan terhadap hasil kerugian, 2 data pada peribahasa yang mengandung unsur hewan sebagai pesan terhadap karakter manusia, 2 data pada peribahasa yang mengandung unsur hewan sebagai pesan terhadap bahaya dan 1 data pada peribahasa yang mengandung unsur hewan sebagai pesan terhadap hubungan antara manusia.   
Pengungkapan Karakter Manusia melalui Fraseologi dengan Komponen Kata Птица/Ptitsa/‘Unggas’ dalam Bahasa Rusia: Kajian Etnolinguistik Rahmi Imanda Wildan; Susi Machdalena; Ani Rachmat
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v6i2.683

Abstract

This study aims to describe the depiction of human characters in Russian phraseology that contains the word птица/ptitsa/ 'poultry'. The study is descriptive qualitative and uses an ethnolinguistics approach to analyze the data, especially to analyze the meaning of phraseology based on the background of its appearance . The data are excerpts of sentences in novels, books, or electronic newspapers collected through the ruscorpora.ru website using the listening method with note-taking techniques. Data analysis used referential pairing method with ethnolinguistic approach. Seven phraseological data containing the words курица/kuritsa/ 'chicken', гусь/gus'/ 'black swan', лебед/lebed'/ 'white swan', and гоголь/gogol'/ 'golden-eyed duck' were found. Of the eight data obtained, seven data are phraseologies that express bad character, and one phraseology that expresses good character. The word курица/kuritsa/ 'chicken' represents a bad character in the form of a fool, someone with poor and careless writing, and someone who has no stand. The word гусь/gus'/ 'black swan' represents the character of someone who is cunning, лебед/lebed'/ 'white swan' represents the good character of loyalty and the bad character of laziness, while, the word гоголь/gogol'/ 'golden-eyed duck' represents arrogance.
PENYULUHAN LITERASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MANAJEMEN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN MENSTRUASI BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Rachmat, Ani; Som, Witakania; Finalia, Cicu; Cansrina, Genita
Midang Vol 2, No 1 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i1.52569

Abstract

Persoalan perempuan yang berkaitan dengan alat reproduksi selalu menarik untuk dibicarakan, karena pada tahap awal seorang perempuan mengalami menstruasi banyak persoalan muncul yang berkaitan dengan pengetahuan tentang mentruasi dan hal-hal yang berhubungan dengan kebersihan dan kesehatan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memperkenalkan pengetahuan tentang menarche, menstruasi, pramenstrual syndrome, serta kebersihan dan kesehatan pada saat menstruasi, kepada siswa-siswi tingkat sekolah dasar. Dengan menggunakan metode pendidikan masyarakat diperoleh hasil yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai kesehatan dan kebersihan menstruasi.
Analisis Polisemi Adjektiva Warna dalam Bahasa Rusia Yoga Adityo Nugroho; Ani Rachmat; Susi Machdalena
Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris Vol. 3 No. 3 (2025): May : Sintaksis : Publikasi Para ahli Bahasa dan Sastra Inggris
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/sintaksis.v3i3.1642

Abstract

This thesis is entitled “Analysis of Color Adjective Polysemy in Russian". The thesis contains research on polysemy analysis of several colors in the Russian language and explains the use of color adjectives polysemy meaning according to context in sentences. This study uses descriptive qualitative methods by taking primary data sources from the Russian-Indonesian dictionary by Victor Pogadaev (2010) and secondary data from ruscorpora.ru and udarenie.ru. The study was conducted by analyzing what meaning is contained in a color and what nouns can give rise to the meaning in question. The author uses the theories put forward by Russian linguists as a Research Foundation, including Valgina (2003), Rozental (2001), Novikov (2003), Bobrova (1993), Rozental’ et al (2010), Kobozeva (2000), dan Pulkina (1975). The purpose and results of this study will show that color adjectives in the Russian language have many meanings and the use of color polysemous meanings in a sentence.