Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Berpikir Kritis Siswa Melalui Aktivitas Problem Posing dengan Konteks Masalah yang Tidak Masuk Akal Muhammad Rizaldi; Erry Hidayanto; Rustanto Rahardi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 2: FEBRUARI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i2.14444

Abstract

Abstract: This study aims to describe students' critical thinking when peforming problem posing activities with the nonsense problem contexts. The result of this study shows that selected student in this study as subject reached all indicators of critical thinking. In the focus criteria, she was able to identify information from the given context. In the reason criteria, she was able to provide reasons why the given context does not make sense. In the inference criteria, she was able to pose new contexts and problems in accordance with the objectives of the initial problems so that the correct conclusions were obtained. In the situation criteria, she was able to connect relevant information, contexts and problems that she had created and the problem conclusion. In the clarity criteria, she wrote the solution of problem that she had posed correctly. In the overview criteria, she re-checked contexts and problems that she had posed, so that she got the problem solution which is systematic and complete.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan berpikir kritis siswa pada saat melakukan aktivitas problem posing  dengan konteks masalah yang tidak masuk akal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang dipilih pada penelitian ini sebagai subjek penelitian telah mencapai semua indikator berpikir kritis. Pada kriteria focus, dia dapat mengidentifikasi informasi dari konteks yang diberikan. Pada kriteria reason, dia dapat memberikan alasan mengapa konteks yang diberikan tidak masuk akal. Pada kriteria inference, dia dapat mengajukan konteks dan masalah baru yang berhubungan dengan tujuan masalah sehingga diperoleh kesimpulan yang benar. Pada kriteria situation, dia dapat menghubungkan informasi yang relevan, konteks dan masalah yang dia buat, dan kesimpulan dari permasalahan. Pada kriteria clarity, dia menuliskan solusi dari masalah yang ia ajukan dengan benar. Pada kriteria overview, dia memeriksa konteks dan masalah yang dia ajukan, sehingga dia mendapatkan solusi permasalahan yang sistematis dan lengkap.
LITERASI MATEMATIS MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN MASALAH KONTEKSTUAL MATEMATIKA Muhammad Rizaldi; Pantur Pandiangan; Muhamad Hamdani
JURNAL PENDIDIKAN Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpn.v24i1.8886

Abstract

Mathematical literacy or usually known as numeracy is an interesting educational topic because it is one of the competency standard criteria for graduates. The purpose of this research is to describe students' mathematical literacy in working on contextual mathematic problems. This research method is descriptive qualitative research which the instruments are tests of mathematical literacy skills and interviews. This research was conducted on 3rd semester mathematics education students. Result of this research is description of the subjects that has the best mathematical literacy among the others. Students who have good mathematical literacy when working on contextual problems will identify and create the variables needed for the initial step of solving the problem. Then he can use concepts, facts, procedures, and mathematical reasoning by using the variables he has created and connecting them with the his knowledge. Finally he also interprets, applies, and evaluates the results mathematically by providing conclusions from the solutions he has worked on.
Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Self Efficacy Siswa Rahmat Winata; Muhammad Rizaldi; Yoan Theasy
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2023): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v5i2.2829

Abstract

Kemampuan literasi matematika merupakan hal penting dikuasai oleh siswa sehingga siswa dapat menggunakan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan kemampuan literasi matematika tidak lepas dari masalah psikologi dalam diri siswa yaitu self efficacy. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII A SMP Muhammadiyah Palangka Raya ditinjau dari self efficacy. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode kuisioner, tes, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa siswa dengan Self Efficacy tinggi sangat baik pada aspek formulate, employ, dan interpret. Siswa dengan Self Efficacy sedang cukup baik pada aspek formulate dan employ serta sangat baik pada aspek interpret. Sedangkan siswa dengan Self Efficacy rendah sangat baik pada aspek formulate dan kurang baik pada aspek employ dan interpret. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pembelajaran matematika di sekolah yang tidak hanya berfokus memahami konsep matematika namun juga siswa diharapkan mampu menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, guru juga dapat menekankan pentingnya self efficacy dalam pembelajaran.
Guru Inovatif dan Kreatif Berbasis Kearifan Lokal Menggunakan Aplikasi CANVA Perdana, Indra; Theasy, Yoan; Veniaty, Syarah; Winata, Rahmat; Rizaldi, Muhammad
Jurnal Pengabdian Kampus Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kampus
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpmupr.v11i2.15585

Abstract

Innovative and creative teachers can be trained through socialization and training activities for teachers. This activity aims to expand teacher knowledge and improve teacher skills in utilizing technology through the preparation and creation of teaching materials using the Canva application. The community service activities carried out by the PKM team of the Superior Human Resources Supporting Lecturer Program (PDPSU) at the State Elementary School located at Jl. Jawa 01, PAHANDUT, Pahandut District, Palangka Raya City, Central Kalimantan Province, have several stages, namely (1) Participation method, namely the community service team actively participates in providing knowledge socialization activities to teachers regarding the important role of teaching materials in learning, then material on how to utilize technology through the Canva application and link it to local wisdom; (2) Survey method, namely distributing questionnaires to training participants before and after implementation, as well as a satisfaction survey of community service partners and (3) Training, namely the community service team provides skills training to teachers to create teaching materials in the form of animated folk tales using the Canva application; (4) Activity Evaluation. This community service activity aims to produce innovative and creative teachers in compiling interesting teaching materials based on local wisdom. Partnership Program This activity can provide direct benefits to improving the human resources of Elementary School teachers in learning at school.
Penggunaan ChatGPT Terhadap Berpikir Kritis Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Analitik Ruang Ratnawati, Oktaviana Ainun; Rizaldi, Muhammad; Hamdani, Muhammad; Pancarita, Pancarita; Artuti, Emy
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2024): Equals: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/equals.v7i2.2427

Abstract

Kemajuan AI dalam pendidikan membawa perubahan dan tantangan, serta menuntut kemampuan berpikir kritis untuk menghindari kesalahan informasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan penggunaan ChatGPT terhadap berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah geometri analitik ruang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek terdiri dari 2 dari 24 mahasiswa yang dipilih untuk dideskripsikan. Pengumpulan data menggunakan instrumen masalah untuk mengeksplor berpikir kritis mahasiswa. Analisis data terdiri 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian, hingga penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ChatGPT dapat mendorong berpikir kritis mahasiswa dilihat dari peningkatan skor berpikir kritis sebanyak 12,63. Lebih lanjut, mahasiswa merasakan manfaat ChatGPT dalam membantu mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika serta membuat mereka untuk menggunakan pemikiran kritisnya. Penggunaan ChatGPT akan dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa yang berpikir kritisnya tinggi. Namun sebaliknya akan menjadi kekhawatiran pada mahasiswa yang berpikir kritisnya rendah. Mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi akan memanfaatkan ChatGPT dengan baik, mengevaluasi jawaban yang salah dan menyempurnakan yang benar. Sebaliknya, mahasiswa dengan pemikiran kritis rendah cenderung meniru jawaban tanpa verifikasi.
Pendampingan Belajar Anak yang Berkonflik dengan Hukum Berbasis Mathematics Adventure in Dayak Kalimantan Tengah: Learning Assistance for Children in Conflict with the Law Based on Mathematics Adventure in Dayak, Central Kalimantan Ratnawati, Oktaviana Ainun; Mairing, Jackson Pasini; Artuti, Emy; Pancarita, Pancarita; Rizaldi, Muhammad; Ngadi, Ngadi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i3.8250

Abstract

This PkM activity aims to accompany teaching and learning activities at LPKA targeting assisted students who are serving a prison term so they cannot go to school like their peers. Based on data from interviews with one of the sources who is the Person in Charge of the Development Division of LPKA Tjilik Riwut, Central Kalimantan, it is stated that child conflict -The majority of children serving criminal terms are perpetrators of sexual abuse, murder, and several children are involved in theft cases. PkM activities last for 3 months with a total of 7 learning meetings with a total number of students varying from 27 – 35 students each week. Each meeting is filled with mathematics learning that is appropriate to the context of daily life on number operations; distance, speed, time; social arithmetic; and the volume of the space. Learning about local culture is also provided by introducing each district in Central Kalimantan. The good response given by the LPKA and the assisted students who felt the benefits of the PkM program stated that this program was truly called Devotion because the LPKA felt helped in fulfilling the learning materials and the assisted students also felt happy taking part in the learning.
Sosialisasi Pengenalan dan Penggunaan Aplikasi CANVA dalam Membuat Media Pembelajaran yang Menarik Bagi Guru Sekolah Dasar Indra Perdana; Yoan Theasy; Syarah Veniaty; Rahmat Winata; Muhammad Rizaldi; Fajar; Kristanoval
Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Mitra Teras: Jurnal Terapan Pengabdian Masyarakat, Volume 3 Nomor 2, Desember 2
Publisher : PT. Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/

Abstract

The socialization of the introduction and use of the Canva application aims to improve the ability of elementary school teachers to create interesting and interactive learning media. Interesting learning media can increase student motivation and the effectiveness of the teaching and learning process. This community service activity was carried out at Elementary School 1 Pahandut Palangka Raya involving 25 teachers as participants. Through the workshop method, participants were given an understanding of Canva's features and how to use them to design learning media. This activity has several stages, including: Presentation: Introduction to the Canva application, available features, and its benefits in education, Demonstration: Showing the steps for using Canva to create learning media, Practice: Teachers are invited to create their own learning media with guidance from the facilitator, and Discussion: Question and answer session to explore the use of Canva. The results of the activity showed an increase in teacher skills in using the application, as well as high enthusiasm for applying technology in the teaching and learning process. It is hoped that with the implementation of this application, the learning process can be more interesting and effective, and increase student motivation in learning. This activity also opens up opportunities for follow-up in the form of further mentoring and training.    Abstrak Sosialisasi Pengenalan dan Penggunaan Aplikasi Canva bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam menciptakan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Media pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan motivasi siswa dan efektivitas proses belajar mengajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Pahandut Palangka Raya dengan melibatkan 25 guru sebagai peserta. Melalui metode workshop, peserta diberikan pemahaman tentang fitur-fitur Canva dan cara memanfaatkannya untuk desain media pembelajaran. Kegiatan ini memiliki beberapa tahap antara lain:  Presentasi: Pengenalan aplikasi Canva, fitur-fitur yang tersedia, dan manfaatnya dalam pendidikan, Demonstrasi: Menunjukkan langkah-langkah penggunaan Canva untuk membuat media pembelajaran, Praktik: Guru diajak untuk membuat media pembelajaran sendiri dengan bimbingan dari fasilitator, dan Diskusi: Sesi tanya jawab untuk mendalami penggunaan Canva. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi, serta antusiasme yang tinggi untuk menerapkan teknologi dalam proses belajar mengajar. Diharapkan, dengan penerapan aplikasi ini, proses pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan efektif, serta meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Kegiatan ini juga membuka peluang untuk tindak lanjut dalam bentuk pendampingan dan pelatihan lebih lanjut.
Development of Problem, YouTube and ChatGPT Learning Model to Improve Students’ Proving Ability in Real Analysis Mairing, Jackson Pasini; Rizaldi, Muhammad; Pandiangan, Pantur; Lada, Elyasib Yunas; Monita, Dita Monita
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol. 15 No. 1 (2024): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : UNNES JOURNAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sgz61469

Abstract

The lack of experience and ability to construct logical, deductive, rigorous, and definite mathematical proofs is the main difficulty for students in addressing problems to prove of Real Analysis. The difficulties faced by students in solving the problems could be overcome by implementing a suitable learning model. The developmental process of problem-solving-oriented learning models with the assistance of tools in solving the problems is an appropriate solution to overcome the difficulties. Students will always be faced with the problems to enhance their experience, and by utilizing resources such as YouTube videos and ChatGPT, they will increase their knowledge to produce the proofs. The research aimed to develop a PYChat (Problem, YouTube, and ChatGPT) model in fulfilling the criteria of valid, effective, and practical while enhancing students' ability to solve problems. The model was produced through developmental research. The research works in several stages, including planning the initial product and research instruments, an exploratory study, developing the initial product, validating the initial product, and field testing. The subjects were mathematics education students from a state university in Central Kalimantan who were taking Real Analysis course in the academic year 2023/2024. The research instruments included the expert validation sheet, the observation sheet, the mid-test, the final test, and the initial product of the PYChat model consisted of the learning plan, the worksheets, and the module contained ChatGPT tasks and YouTube videos links. The research results indicated that the model met validity criteria based on the average scores of the validity model by two experts was 84. The score means the model was concluded in the very valid category. The model was effective according to research findings, showing that the students in the PYChat class scored higher than those in the PBL (Problem-Based Learning) class. The PBL model has come to use in the course of the past three years. In addition, the PYChat model was proven to be practical since its syntaxes could be applied effectively by the lecturer, and all groups submitted the problem solutions in each meeting. Therefore, using ChatGPT in mathematical learning has potential for the future. Kurangnya pengalaman dan kemampuan untuk menyusun bukti matematika yang logis, deduktif, teliti, dan jelas merupakan kesulitan utama bagi mahasiswa dalam menangani masalah pembuktian Analisis Real. Kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa saat menyelesaikan masalah pembuktian Analisis Real dapat diatasi dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai. Pengembangan model pembelajaran yang berorientasi dengan penyelesaian masalah dengan alat bantu dalam penyelesaian masalah tersebut merupakan solusi yang sesuai untuk mengatasi kesulitan tersebut. Mahasiswa akan selalu berhadapan dengan masalah pembuktian untuk menambah pengalaman mereka dan dengan memanfaatkan video YouTube dan ChatGPT akan menambah pengetahuan mereka untuk membuat pembuktian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran PYChat (Problem, YouTube, dan ChatGPT) yang valid, efektif, dan praktis untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah pembuktian Analisis Real. Model tersebut dihasilkan melalui penelitian pengembangan. Tahap-tahap penelitiannya adalah perencanaan produk awal dan instrument penelitian, studi eksplorasi, pengembangan produk awal, validasi produk awal dan uji lapangan. Subyek penelitiannya adalah mahasiswa Pendidikan matematika dari salah universitas negeri di Kalimantan Tengah yang mengambil mata kuliah Analisis Real di tahun akademik 2023/2024. Instrumen penelitiannya adalah lembar validasi ahli, lembar pengamatan, ujian tengah semester, ujian akhir semester, produk awal dari model PYChat yang terdiri dari rencana pembelajaran semester, lembar kerja, dan modul yang memuat tugas ChatGPT dan link video YouTube. Hasil penelitian menunjukkan model PYChat memenuhi kevalidan berdasarkan rata-rata skor validitas model oleh dua ahli adalah 84, yang berarti bahwa model PYChat termasuk dalam kategori sangat valid. Model PYChat efektif berdasarkan temuan penelitian yang menunjukkan bahwa mahasiswa di kelas PYChat memiliki skor lebih dari kelas PBL (Problem Based Learning). Model PBL telah dilaksanakan dalam tiga tahun terakhir dalam mata kuliah tersebut. Selain itu, model PYChat terbukti praktis karena dalam implementasinya seluruh sintaks PYChat dapat diterapkan dengan baik oleh dosen, dan semua kelompok mengumpulkan penyelesaian dari masalah di setiap pertemuan. Dengan demikian, penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran memiliki potensi di masa mendatang.
PROFIL PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI: PARABOLA CALON GURU MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS MATEMATIS Anugrah, Siti Dian; Hidayat, Dina Damiyanti; Agustiyaningsih, Ramayanti; Rizaldi, Muhammad
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol 11, No 2 (2025): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v11i2.24312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tahapan pemecahan masalah calon guru matematika pada masalah Geometri: Parabola ditinjau dari kecerdasan logis matematis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologis. Penelitian ini melibatkan 3 calon guru matematika dari FKIP UPR dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, angket dan wawancara. Berdasarkan penelitian bahwa calon guru matematika dengan kecerdasan logis matematis hanya menjalankan tahap pemecahan masalah yaitu membaca dan berpikir, meskipun tidak tepat. Calon guru matematika dengan kecerdasan logis matematis sedang menjalankan tahap pemecahan masalah yaitu 1) membaca dan berpikir; dan 2) mengeksplorasi dan merencanakan dengan baik. Mereka juga dapat melakukan tahapan pemecahan masalah 3) memilih strategi pemecahan masalah; dan 4) memecahkan masalah/ mencari suatu jawaban, namun strategi pemecahan masalah dan hasil pemecahan masalah yang diperoleh tidak tepat. Calon guru matematika dengan kecerdasan logis matematis tinggi mampu melakukan semua tahap pemecahan masalah dengan baik.
Strategi Inovatif Pendampingan Guru PKBM melalui Integrasi Budaya Lokal dan Media Digital Interaktif: Innovative Strategies for PKBM Teachers: Integrating Local Culture and Interactive Digital Media Ratnawati, Oktaviana Ainun; Rizaldi, Muhammad; Purtina, Arna; Damayanti, Irma; Artika, Zahra Dwi
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i1.10837

Abstract

The advancement of educational technology has opened new opportunities to strengthen the implementation of Project-Based Learning (PjBL). Three training sessions were conducted as part of the mentoring program. The first training aimed to equip PKBM teachers with proficiency in SketchUp. The second training focused on developing teachers' skills in utilizing Evobook. The third training was designed to equip teachers with the ability to create miniature models of Huma Betang. Based on participants' post-training questionnaires, the average improvement in understanding of SketchUp and Evobook was 4.56. The highest score in this aspect was achieved by PKBM Homy School (4.80), while the lowest was Candra Kirana (4.44). The ease of use of both media was rated at 4.13, with Homy School (4.30) receiving the highest score and Bangkirai (4.00) the lowest. In terms of usefulness for learning, the average rating was 4.56, with Homy School (4.90) scoring the highest and Candra Kirana (4.13) the lowest. The relevance of SketchUp and Evobook to participants' needs received an average score of 4.36, with Homy School (4.70) at the highest and Candra Kirana (4.06) at the lowest. Meanwhile, participants' interest in applying these tools in their classrooms averaged 4.49, with Homy School (4.70) the highest and Candra Kirana (4.31) the lowest.