Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Interpretasi Sikap “Datuk Maringgih” dalam Novel “Kasih Tak Sampai” pada Karya Tari "Sasau" Windy Avrilia Harlen; Dony Osmond; Wardi Metro; Idun Ariastuti
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zexsgp20

Abstract

The dance work "Sasau" is inspired by the character of Datuk Maringgih in Marah Rusli's novel "Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai," which represents a toxic leader. This leadership trait was chosen because it is still highly relevant to contemporary social phenomena. The artist focused on interpreting the leader's arbitrary behavior, which negatively impacts the surrounding environment, and then translated it into a group choreography divided into three moods. The methods used in the creation process included data collection, exploration, improvisation, forming, and evaluation. The performance was performed by seven dancers—four female dancers and three male dancers—with a dramatic style centered on social themes. The musical accompaniment was developed through a combination of traditional Minangkabau instruments and the latest digital audio technology to support the dramatic flow, in line with the artist's concept.
Krisis Regenerasi Dalam Pelestarian Seni Tradisi Di Sanggar Cinangkiak Saiyo Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak Vegussanesa; Firdaus; Ali Sukri; Idun Ariastuti
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan minat generasi muda terhadap seni tradisi serta mendeskripsikan upaya pelestarian yang dilakukan oleh Sanggar Cinangkiak Saiyo di Nagari Sumani. Penelitian ini menggunakan metode kualititatif deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam bersama tiga generasi penari sanggar. Data sekunder diperoleh dari dokumen, profil organisasi serta studi kepustakaan. Analisis data dalam penelitian ini dibedah menggunakan tiga landasan teori utama yaitu, teori pelestarian budaya dari Widjaja, Teori Pewarisan dan Pendidikan Budaya (Vertical Transmission) dari Hermawan, serta teori krisis kebudayaan dari Milan Kundera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis regenerasi pelaku seni di sanggar ini dipicu oleh kuatnya arus teknologi digital, maraknya penggunaan gawai, dan populernya budaya saat ini. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan penurunan drastis jumlah anggota aktif secara berkala. Dampak keberlanjutannya adalah proses pewarisan nilai-nilai seni tradisi antargenerasi tidak dapat berjalan secara optimal, sehingga menciptakan keterputusan sejarah budaya lokal di tengah masyarakat Nagari Sumani
Strategi Pemasaran Jasa Salon Dalam Menarik Konsumen Di Kota Padang Panjang Indah Mayang Sari; Syielvi Dwi Febrianty; Ririn Amaliah Putri Sarah; Idun Ariastuti
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pemasaran jasa salon serta menganalisis pengaruhnya terhadap minat konsumen di Kota Padang Panjang. Keunikan penelitian ini terletak pada analisis strategi pemasaran berdasarkan klasifikasi salon kategori atas, menengah, dan bawah, sehingga menunjukkan perbedaan penerapan bauran pemasaran jasa (7P) sesuai karakteristik usaha dan segmentasi pasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemilik salon, karyawan, dan konsumen pada Salon Oasis, Neni Anin Salon, dan Salon Umi Kaka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap salon menerapkan strategi pemasaran yang berbeda sesuai dengan target konsumennya. Salon kategori atas menekankan kualitas layanan, fasilitas modern, dan pengalaman pelanggan; salon kategori menengah mengutamakan keseimbangan antara harga dan kualitas pelayanan; sedangkan salon kategori bawah lebih berfokus pada keterjangkauan harga dan hubungan personal dengan pelanggan. Faktor yang paling memengaruhi minat konsumen meliputi kualitas produk dan pelayanan, kesesuaian harga dengan manfaat yang diterima, kenyamanan fasilitas, efektivitas promosi, kompetensi sumber daya manusia, proses pelayanan, serta bukti fisik salon. Penelitian ini juga menemukan bahwa efektivitas strategi pemasaran ditentukan oleh kemampuan salon menyesuaikan unsur bauran pemasaran jasa dengan kebutuhan dan karakteristik segmen pasar, bukan semata-mata oleh kelengkapan fasilitas atau besarnya skala usaha.
Penciptaan Karya Tari Layantara: Representasi Interaksi Sosial yang Terputus dalam Era Digital Rahmat Fajar Ramadhan; Wardi Metro; Idun Ariastuti; Dony Osmond
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xn4ztz65

Abstract

Layantara is a dance work that represents the social phenomenon of increasingly fragmented human interaction due to the pervasive influence of digital technology. The creation is driven by concerns over how human connections are gradually replaced by virtual relationships that are passive, shallow, and disconnected from physical presence. This work focuses on the experience of individuals who appear connected digitally, yet remain emotionally and socially distant. The choreography adopts a symbolic approach using transparent plastic as a metaphor for the thin but impenetrable boundaries that separate individuals from genuine interaction. The three-part structure of the piece interprets layers of interaction: beginning with passive contact, moving through disorientation and distancing, and culminating in an intense physical effort to reconnect, revealing the illusion within digital proximity. Layantara invites the audience into a reflective space, encouraging awareness and critical thought regarding the forms of connection that shape modern life, and the essential value of physical presence in social relationships.  
Penciptaan Karya Seni “Aku Bukan Aku” Intepretasi Fenomena People Pleaser dari Isu Psikologis Sosial yang Dialami Individu Anggi Safandri Ova; Syahril Syahril; Idun Ariastuti; Dony Osmond
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/r3f7ff28

Abstract

The dance work "Aku Bukan Aku" is inspired by a people pleaser phenomenon as a psychological and social issue that is often experienced by individuals, especially the younger generation, in their daily lives. People pleaser refers to a person's tendency to always prioritize the interests, feelings, and expectations of others over their own needs, in order to gain social acceptance, avoid conflict, and maintain the image as a "good" person. This attitude can slowly cause inner pressure, emotional exhaustion, loss of identity, and identity crisis. The phenomenon is then translated into works of art as a form of reflection and social criticism through the medium of body expression. The body is positioned as an experience space that records the psychological burden, excessive obedience, and inner conflict experienced by individual people pleaser.
Pelatihan Makeup Fresh Look pada Remaja Sebagai Upaya Peningkatan Kepercayaan Diri Siswi SMA 1 Pariangan Tanah Datar Syielvi Dwi Febrianty; Idun Ariastuti; Nadiatul Fitri Hasanah; Fidia Safira; Riri Gustini
Batoboh Vol 10, No 2 (2025): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v10i2.4870

Abstract

Penggunaan kosmetik pada remaja perempuan mengalami peningkatan seiring perkembangan media digital dan budaya visual. Namun, kurangnya pengetahuan mengenai teknik, etika, serta keamanan penggunaan makeup yang sesuai usia berpotensi menimbulkan dampak negatif, baik secara fisik maupun psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan makeup fresh look kepada siswi SMA 1 Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, sebagai upaya meningkatkan keterampilan dasar tata rias yang sehat, proporsional, dan sesuai karakter remaja. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif melalui ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Tata Rias ISI Padangpanjang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep riasan natural, pemilihan produk yang aman bagi kulit remaja, serta peningkatan kepercayaan diri dalam berpenampilan. Pelatihan ini juga membuka wawasan peserta terhadap potensi keterampilan tata rias sebagai bagian dari pengembangan diri dan peluang ekonomi kreatif di masa depan