Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dinamika Psikologis Penyintas Cyberbullying Rijal Abdillah; Kus Hanna Rahmi; Andreas Corsini Widya Nugraha
Journal on Teacher Education Vol. 5 No. 2 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v5i2.22082

Abstract

Kehadiran media sosial tentunya memberikan akibat dalam celah kehidupan manusia termasuk membentuk perilaku cyberbullying itu sendiri. Cyberbullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang oleh individu maupun kelompok menggunakan media telekomunikasi dengan maksud membahayakan orang lain secara emosi dan psikologis sehingga berdampak pada sendi kehidupan individu sebagai korban cyberbullying. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana pengalaman mahasiswi yang menjadi korban cyberbullying. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah 3 mahasiswa yang menjadi cyberbullying, sementara Informan penelitian ini seseorang yang dekat ketiga subjek penelitian tersebut. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling. Penggalian data menggunakan Teknik observasi partisipan,wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga korban pernah menjadi korban cyberbullying. Selanjutnya, dinamika psikologis ketiga subjek yang menjadi korban cyberbullying diawali karena aktifitas subjek sehari-hari, aktifitas subjek di jejaring sosial media, kepribadian subjek, dan hubungan pertemanan subjek.
Edukasi Kesehatan Mental Berbasis Fenomena Kecemasan, Kesepian, dan Somatoform melalui Program “Gerakan Sadar Jiwa” di UPTD Puskesmas Marga Jaya Almaira Aura Zahra; Anggi Khoiriyyah Putri; Fadia Ayu Sarika; Layla Putri Amalya; Marsya Amalia Syarif; Naswha Abystha; Tiara Putri Islami; Virza Ratna Diani; Zhika Nur Cahyani; Kus Hanna Rahmi
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2026): January
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18205363

Abstract

Mental health is a crucial aspect of individual and community well-being, yet it is often overlooked due to low literacy and persistent stigma. A Community Service Program (KKN) program at the Marga Jaya Community Health Center (UPTD), identified three dominant mental health phenomena in the community: anxiety, loneliness, and somatoform complaints. The anxiety and loneliness phenomena were identified through the "Soul Stories" Voice Box program, which serves as a medium for community emotional expression, while the somatoform symptoms emerged from input from community health center staff. This community service activity aims to increase public understanding and awareness of mental health through psychoeducation based on real needs in the field. The method used was a participatory approach through psychoeducation using leaflets and intervention posters, implemented several times a week with different themes. The results of the activity demonstrated community enthusiasm for involvement, particularly in openly expressing feelings and psychological complaints. This program is considered effective as a promotive and preventive effort for mental health in primary health care.
Ecological School-Based Group Counselling for Enhancing Mental Health of Migrant Adolescents in Kinabalu, Malaysia Laila Meiliyandrie Indah Wardani; Rika Fitriyana; Kus Hanna Rahmi; Siti Urbayatun; Mohd. Dahlan Abdul Malek
Smart Society Vol. 6 No. 2 (2026): Smart Society
Publisher : FOUNDAE (Foundation of Advanced Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/smartsociety.v6i2.1169

Abstract

Migrant adolescents in school settings often face emotional, social, and academic challenges related to adaptation and future uncertainty. This study examines how an ecological school-based group counselling program implemented at Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Malaysia, contributes to participants’ reported experiences of resilience and adaptive coping among migrant adolescents. Using a qualitative descriptive design, the study involved 25 migrant students aged 15–17 years who were purposively selected based on indications of emotional, academic, and psychosocial difficulties identified during the school needs assessment process.  The intervention consisted of a single counselling session deliveres concurrently to four parallel groups of students. Data were collected through session documentation, facilitator observations, and student reflective notes, and analyzed using thematic analysis. The findings revealed three main themes: (1) emotional regulation and expression, where students developed greater awareness and control over their emotions; (2) peer connectedness and social support, reflected in reduced feelings of isolation and increased sense of belonging; and (3) future orientation and adaptive coping, indicated by improved problem-solving skills and more constructive perspectives toward life challenges. These findings suggest positive changes in participants’ psychosocial well-being, particularly in emotional stability, social connectedness, and adaptive coping. The novelty of this study lies in its application of an ecological group counselling framework within a migrant school context, integrating individual, peer, and systemic dimensions of intervention, which remains underexplored in previous research predominantly focused on individual counselling approaches. Future implementation should focus on developing standardized ecological group counselling modules, strengthening teacher capacity in psychosocial support, and scaling up school-based mental health programs through policy integration to better serve migrant student populations.
Layanan Pertolongan Pertama Psikologi Bagi Keluarga Dengan Anggota ODGJ di Desa Jambenenggang, Kab. Sukabumi Kus Hanna Rahmi; Ecep Supriatna; Rini Hartini Rinda Andayani; Susilawati Susilawati; Nike Vonika; Adi Fahrudin
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002024041152000

Abstract

Kegiatan penguatan kelembagaan Unit Informasi Layanan Sosial (UILS) dan layanan bantuan pertama psikologi bagi keluarga dengan anggota orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Jambenenggang, Kabupaten Sukabumi, dilakukan atas kerja sama antara Fakultas Psikologi Universitas Bhayangkara Jaya dan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas layanan sosial dan dukungan psikologis di masyarakat. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis keluarga serta mendukung pemulihan ODGJ melalui intervensi yang melibatkan sistem dukungan sosial dan komunitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dukungan psikologis, serta pengurangan stigma terhadap ODGJ. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas UILS dan perbaikan kesejahteraan psikologis keluarga ODGJ, yang berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung. Kegiatan ini memperlihatkan pentingnya dukungan psikososial berbasis komunitas dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga ODGJ di daerah pedesaan.