Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Self-concept dengan Citra Tubuh pada Mahasiswi Rospita Novianti; Sarita Candra Merida
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i1.4516

Abstract

Setiap perempuan saat ini memiliki standar tubuh ideal. Ideal yang dimaksudkan adalah keselarasan antara tinggi dan berat badan. Hal ini membuat mereka melakukan sebuah upaya dalam meningkatkan atau mengubah penampilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-concept dengan citra tubuh pada mahasiswi. Subjek penelitian ini sebanyak 174 mahasiswi di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Kampus II: Bekasi. Metode yang dipergunakan kuantitatif dengan jenis korelasional. Proses pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui google form. Analisis data penelitian menggunakan teknik korelasi pearson product-moment. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,571** dengan nilai signifikansi (p) 0,000 ≤ 0.01. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara self-concept dengan citra tubuh pada mahasiswi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Kampus II: Bekasi.
Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan Student Well-Being Pada Mahasiswa Semester Akhir Sarita Candra Merida; Ditta Febrieta; Hilmiatul Husnah; Roma Ria; Rospita Novianti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v10i2.5695

Abstract

Proses pembelajaran dalam perkuliahan menuntut mahasiswa semester akhir lebih bertanggung jawab dari semester sebelumnya, sehingga adanya perubahaan, tentunya perlu penyesuaian baru supaya mahasiswa dapat lebih produktif dan berkontribusi untuk fakultas. Dalam proses penyesuaian tersebut tidak mudah, salah satunya muncul indikator well-being yaitu stress sehingga perlu peningkatan student well-being untuk mendukung kesuksesaan mahasiswa diperguruan tinggi. Pada penelitian ini mahasiswa diberikan terapi SEFT untuk meningkatkan student well-being salah satunya ialah komponen emosi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 13 mahasiswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Analisis statistika menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengukur perbedaan data prestest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pretest dan posttest dengan skor Z -2950ᵇ dan signifikansi sebesar 0,003 serta terdapat peningkatan dari pretest ke posttest. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan adanya pengaruh terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) terhadap peningkatan student well-being pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.
Psikoedukasi Dalam Mempersiapkan Mahasiswa Menyongsong Era Digital Sarita Candra Merida; Rika Fitriyana; Eky Nur Afifah; Iga Rosiana Virgin; Badaruzzaman Badaruzzaman; Boyke Luhut Raja
PLAKAT : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2021): Volume 3, Nomor 1 Juni Tahun 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v3i1.5843

Abstract

Pendekatan di era digital ini semua berbasis teknologi. Perkembangan teknologi begitu pesat. Berbagai macam aktivitas dapat dilakukan di media sosial.  Pengguna internet khususnya sosial media didominasi oleh usia muda. Rentang usia 25-29 tahun merupakan jumlah usia terbanyak dalam menggunakan sosial media. Usia ini banyak dijumpai di kalangan mahasiswa. Kondisi di era digital ini dapat dilihat sebagai suatu ancaman atau peluang bagi masyarakat. Di era digital ini dikenal dengan disruption. Pada era ini perlu adanya kemampuan yang memadai untuk meningkatkan self disruption pada diri mahasiswa sehingga mahasiswa dapat menyesuaikan diri dengan dinamika yang baru pada era ini. Di samping itu mahasiswa pun dapat berpikir lebih strategis dan berperilaku lebih efektif dalam memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada pada era digital. Melalui psikoedukasi, mahasiswa diberikan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan untuk menghadapi tantangan yang ada di era digital. Secara umum mahasiswa mempelajari tentang era digital dan disruption, mendapatkan pengetahuan mengenai penanganan permasalahan di era digital, memiliki strategi dalam menghadapi tantangan di era digital serta berkomitmen untuk menghadapi tantangan di era digital dengan lebih efektif. 
Hubungan Antara Identitas Sosial Masyarakat Mayoritas Sunda dan Prasangka Terhadap Masyarakat Minoritas Papua Indah Khoerunisa; Sarita Candra Merida; Rospita Novianti
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol 5, No 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.355 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara identitas sosial masyarakat mayoritas Sunda dan prasangka terhadap masyarakat minoritas Papua. Penelitian ini dilakukan di lingkungan sekitar Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) atau Pasantren Papua yang berada di kelurahan Taman sari Kecamatan taman sari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan cara mengumpulkan data melalui skala, yaitu skala identitas sosial dan prasangka terhadap Etnis Papua. Teknik pengambilan data yang digunakan teknik purposive sampling dengan responden 74 orang dengan etnis sunda. Hasil perhitungan menggunakan analisis Product Moment Pearson menunjukkan koefisiensi korelasi sebesar 0,579** dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti adanya hubungan antara Identitas Sosial dan Prasangka pada masyarakat etnis sunda yang tinggal di lingkungan pondok pasantren Nuu Waar Afkn atau Pasantren Papua. Semakin tinggi identitas sosial Etnis sunda maka semakin tinggi prasangka terhadap Etnis Papua,begitu pula sebaliknya.Kata kunci: identitas sosial, prasangka, etnis mayoritas, etnis minoritas Abstract.This research aims to determine empirically the relationship between the social identity of the majority Sundanese community and prejudice against minority Papuans. This research was conducted in the environment around the Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) or Pasantren Papua in the Taman Sari village, Taman Sari subdistrict, Bekasi regency, West Java. This research uses a quantitative method using a scale method of data collection tools, namely the scale of social identity and the scale of prejudice against ethnic Papuans. The data collection technique used in this study is the purposive sampling technique with 74 respondents with Sundanese ethnicity. Calculation of data analysis using Pearson Product Moment analysis techniques showed a correlation coefficient of 0.579 ** with a significance of 0,000 (p <0.05), which means there is a relationship between Social Identity and Prejudice on Sundanese ethnic community who live in the environment of the Nuu Waar Afkn or Pasantren Papua boarding school. The higher the Sundanese ethnic social identity, the higher the prejudice against the Papuan Ethnic, and vice versa.Keywords: social identity, prejudice, mayority, minority
Hubungan Antara Identitas Sosial Masyarakat Mayoritas Sunda dan Prasangka Terhadap Masyarakat Minoritas Papua Indah Khoerunisa; Sarita Candra Merida; Rospita Novianti
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v5i2.1632

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara identitas sosial masyarakat mayoritas Sunda dan prasangka terhadap masyarakat minoritas Papua. Penelitian ini dilakukan di lingkungan sekitar Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) atau Pasantren Papua yang berada di kelurahan Taman sari Kecamatan taman sari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan cara mengumpulkan data melalui skala, yaitu skala identitas sosial dan prasangka terhadap Etnis Papua. Teknik pengambilan data yang digunakan teknik purposive sampling dengan responden 74 orang dengan etnis sunda. Hasil perhitungan menggunakan analisis Product Moment Pearson menunjukkan koefisiensi korelasi sebesar 0,579** dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti adanya hubungan antara Identitas Sosial dan Prasangka pada masyarakat etnis sunda yang tinggal di lingkungan pondok pasantren Nuu Waar Afkn atau Pasantren Papua. Semakin tinggi identitas sosial Etnis sunda maka semakin tinggi prasangka terhadap Etnis Papua,begitu pula sebaliknya.Kata kunci: identitas sosial, prasangka, etnis mayoritas, etnis minoritas Abstract.This research aims to determine empirically the relationship between the social identity of the majority Sundanese community and prejudice against minority Papuans. This research was conducted in the environment around the Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) or Pasantren Papua in the Taman Sari village, Taman Sari subdistrict, Bekasi regency, West Java. This research uses a quantitative method using a scale method of data collection tools, namely the scale of social identity and the scale of prejudice against ethnic Papuans. The data collection technique used in this study is the purposive sampling technique with 74 respondents with Sundanese ethnicity. Calculation of data analysis using Pearson Product Moment analysis techniques showed a correlation coefficient of 0.579 ** with a significance of 0,000 (p <0.05), which means there is a relationship between Social Identity and Prejudice on Sundanese ethnic community who live in the environment of the Nuu Waar Afkn or Pasantren Papua boarding school. The higher the Sundanese ethnic social identity, the higher the prejudice against the Papuan Ethnic, and vice versa.Keywords: social identity, prejudice, mayority, minority
Hardiness dan Stres Akademik Mahasiswa selama Pembelajaran Jarak Jauh Andhika Lukman Prasetya; Sarita Candra Merida; Rospita Novianti
Journal of Psychology Students Vol 1, No 1 (2022): JoPS: Journal of Psychology Student
Publisher : Faculty of Psychology Sunan Gunung Djati Islamic University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jops.v1i1.16792

Abstract

Stres akademik dirasakan mahasiswa selama mengikuti pembelajaran jarak jauh dengan waktu pembelajaran relatif singkat dan tugas yang menumpuk mengakibatkan mahasiswa mengalami stres akademik. Tekanan yang muncul disebabkan mahasiswa tidak dapat menghadapi rintangan akademik dan mempersepsikan tuntuan yang diterima sebagai gangguan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan hardiness dengan stres akademik mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional. Subjek merupakan mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya sebanyak 100 mahasiswa dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan korelasi Spearman’s. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif antara hardiness dengan stres akademik pada mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya selama pembelajaran jarak jauh. Hal tersebut menunjukkan semakin tinggi hardiness, maka stres akademik akan semakin rendah.
Student Wellbeing In Indonesian Context Merida, Sarita Candra; Febrieta, Ditta
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 6 No 4 (2023): International Journal of Education, information technology   and others (IJEIT)
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10444223

Abstract

5 Juni 2022 10 Juni 2022 13 Juni 2022 Well-being is one of the constructs in positive psychology which is developing. There are happiness, psychological well-being, subjective well-being. For student’s context there are student well-being and school well being. Most student well being measurement in Indonesia use student wellbeing and school well being, but in college students rarely use this concept. Measurement of well-being in college students usually using wellbeing measurement, psychological well-being, and subjective well-being. The purpose of this research to provide an overview of the definitions, dimensions and measurements of student wellbeing in Indonesia. The method used is a literature review using an integrative approach. This integrative technique uses the SALSA (Search, Appraisal, Synthesis, Analysis) from e-resource. For example, Google Schoolar, Dimensions, Elicit.org, E-book and other electronic resources. The results of this research are measurement wellbeing with student wellbeing concept is appropriate for describing the well-being of both students and college students. The dimensions for measuring student wellbeing in Indonesia are physiological, psychological, cognitive, emotional, social, personal, Intrapersonal and spiritual dimensions.
Self-Control and the Phenomenon of Toxic Online Disinhibition in Teenagers Who Have Twitter Ramadhani, Annisa Zahra; Merida, Sarita Candra
Nusantara Journal of Behavioral and Social Science Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/202454

Abstract

This study explores the significant negative correlation between self-control and toxic online disinhibition behaviors among adolescents on Twitter, utilizing a quantitative correlational methodology. The research focused on a purposively sampled group of 165 teenagers, aged 12-21, in Bekasi City who actively use Twitter. This selection was driven by the desire to understand social media behaviors among urban youth, with non-probability sampling allowing for targeted data collection from this specific demographic. The research instruments included a Likert scale to measure both self-control and the levels of toxic online disinhibition. Spearman correlation analysis revealed that higher self-control is associated with lower levels of toxic online disinhibition, indicating a moderate negative relationship. These findings underscore the importance of interventions aimed at enhancing self-regulatory skills among teenagers to mitigate negative online behaviors. Further research could incorporate mediating factors such as emotional intelligence and socio-environmental influences to enrich understanding of these dynamics. The results contribute to the existing literature by highlighting the potential of targeted educational policies in fostering more positive online interactions among youth.
Intervensi Perilaku untuk Mengurangi Gejala Kecemasan pada Lansia di Desa Mekarsari RW 12 Tambun Selatan Sephia Chaerunisa; Sarita Candra Merida; Rospita Novianti
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol 1 No 01 (2022): Mei
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general, Anxiety is characterized by worry, anxiety, fear, anxiety, restlessness, panic, and other uncomfortable feelings. If the elderly who experience anxiety, it will be declining health which influences financial, social and emotional. Behavior Intervention for this activity uses psychoeducation and relaxation exercise. Psychoeducation to explain anxiety disorder experienced by the elderly by using short lectures and discussion between participants. After that, participants begin relaxation exercises, to release muscle tension in each body. Participants in this activity were the elderly aged 60-65 years totaling five people. After being given psychoeducation, it was able to increase the knowledge of all participants about the symptoms and the factors causing anxiety. Through relaxation exercises, helping to practice when the symptoms of anxiety appear so that they become relaxed, more comfortable, less nervous, focused and confident. It can be concluded that the subjects who participated in this intervention had an increased understanding of the symptoms and factors causing anxiety. Skills for coping anxiety were also increased through the relaxation exercises provided.
Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental sebagai Upaya Deteksi Dini Gangguan Psikologis di Desa Setia Mekar, Bekasi Sarita Candra Merida; Faizal Ramadhani; Maria Delciello; Muhammad Nur Zikri; Naufal Labib Athallah; Nur Setawati; Oskanita Salsabila; Putri Zaliha; Sinta Meliani; Wahyu Ariantono
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol 3 No 01 (2024): Mei
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on geographic location, the village of Setia Mekar borders Bekasi City, which means that access to new information is easy to obtain. In fact, based on the result of the assessment carried out, there are still limitations to literacy within the community, especially in literacy that related to mental health. Therefore, the aim of this activity is to increase mental health literacy in the community of Setia Mekar Village. Individuals with good mental health literacy, can carry out early detection of psychological disorders. The method that used to increase mental health literacy is by providing psychoeducation in the village of Setia Mekar. Before the intervention is given, an assessment is first conducted to determine the appropriate psychoeducation method. The results obtained through this psychoeducation activity show that residents become more aware about psychological disorders, the characteristics or symptoms, casual factors, and treatment of psychological disorders themselves.