Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Developing Actor-Based Middleware as Collector System for Sensor Data in Internet of Things (IoT) Trisnawan, Primantara Hari; Bakhtiar, Fariz Andri; Pramukantoro, Eko Sakti
Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 5 No. 1: April 2020
Publisher : Faculty of Computer Science (FILKOM) Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3329.019 KB) | DOI: 10.25126/jitecs.202051101

Abstract

The use of Internet of Things (IoT) plays an important role in supporting wireless communication for middleware in collecting data sensors. An actor-based middleware is designed to bridge protocol differences between cloud and sensor nodes. This middleware also acts as an initiator in accessing data from several sensor nodes, and then sending data that has been collected to the cloud. Incorporating the differences of communication protocols and data formats between sensor nodes and cloud is the responsibility of middleware. This Middleware acts as an actor by acting proactively accessing data from each sensor node, so that it can facilitate the completion of sending data from the sensor node to the middleware by avoiding from "signal collisions” among sensor nodes. After the data is collected in the middleware, the data is sent to the cloud using the Websocket or HTTP protocol above the TCP / IP protocol. The performance of the system is evaluated based on the success of the middleware bridging communication between sensor nodes and the cloud, as well as the readability of IoT data sensors that have been adjusted by cloud. The test results show that built-in middleware can bridge protocols between cloud and sensor nodes. In addition, the Websocket usage protocol produces a lower delay value than the MQTT and CoAP protocols.
Cloud-based Middleware for Syntactical Interoperability in Internet of Things Pramukantoro, Eko Sakti; Bakhtiar, Fariz Andri
Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 5 No. 1: April 2020
Publisher : Faculty of Computer Science (FILKOM) Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1552.039 KB) | DOI: 10.25126/jitecs.202051148

Abstract

Heterogeneity of protocol communications, data formats, data structure, and hardware specifications on the Internet of things can lead to an Interoperability problem. The solution provides middleware that capable to work in heterogeneity communications, data formats, etc. This paper proposed. A cloud-based middleware that provides a communication interface to receive data from sensor nodes based on Restful and CoAP. Received data then stored in heterogenous IoT data storage based on the NoSQL database. From experiment and testing, interoperability testing methodology was used. The result shows proposed middleware can receive data from both protocols. The received data could store based on structure data or unstructured data on IoT data storage.
Pengembangan Sistem Aplikasi Pengelolaan Event Berbasis Web (Studi Kasus: Yayasan Ardhanari Dharma Chitta) Rizky, Audhinata Bebytama; Priyambadha, Bayu; Pramukantoro, Eko Sakti
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 7 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yayasan Ardhanari Dharma Chitta adalah lembaga seni budaya yang secara rutin menyelenggarakan festival pertunjukan bertaraf nasional hingga internasional. Namun, proses pendaftaran peserta masih dilakukan secara manual melalui pesan pribadi dan spreadsheet, yang menimbulkan berbagai kendala seperti kesalahan pencatatan, kesulitan dalam pelacakan status pendaftaran, dan kurang efisiennya koordinasi antar panitia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem aplikasi berbasis web yang mendukung proses pendaftaran event secara digital serta mempermudah pengelolaan event oleh pihak yayasan. Sistem dikembangkan untuk tiga jenis pengguna, yaitu guest, performer, dan admin, dengan metode pengembangan prototyping yang dilakukan secara iteratif berdasarkan masukan dari stakeholder. Pengujian sistem dilakukan melalui empat pendekatan yaitu unit testing dengan metode white-box menggunakan flowgraph dan cyclomatic complexity yang diimplementasikan melalui PHPUnit, functional testing untuk memastikan fitur berjalan sesuai kebutuhan, user acceptance testing (UAT) untuk menilai kesesuaian sistem dengan kebutuhan pengguna, serta usability testing untuk mengukur kenyamanan dan kemudahan penggunaan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem aplikasi yang dikembangkan mampu memfasilitasi pendaftaran, unggah bukti pembayaran, serta penerbitan e-ticket secara terintegrasi. Di sisi admin, sistem mempermudah proses verifikasi dan pengelolaan data event, sehingga meningkatkan efisiensi, transparansi, dan profesionalisme dalam penyelenggaraan festival Yayasan Ardhanari Dharma Chitta.
Perbandingan Kinerja Algoritma Support Vector Machine dan K-Nearest Neighbor dalam Mendeteksi Pesan Berisi Tautan Phishing Pada Platform Media Sosial X Wicaksono, Bagoes Sandy; Pramukantoro, Eko Sakti; Kartikasari, Dany Primanita
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 7 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya serangan phishing di platform media sosial seperti X memerlukan sistem deteksi otomatis yang efektif, mengingat deteksi manual tidak lagi memadai. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja algoritma Support Vector Machine (SVM) dan K-Nearest Neighbor (KNN) dalam mendeteksi tautan phishing berbasis fitur leksikal. Metodologi penelitian melibatkan pelatihan model pada dataset seimbang berisi 10.000 URL yang diekstraksi menjadi delapan fitur, kemudian diuji pada 2.000 data dan divalidasi menggunakan 150 URL baru hasil scraping. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua algoritma memiliki efektivitas tinggi, dengan F1-Score model terbaik mencapai di atas 92%. SVM dengan kernel RBF unggul dalam hal keamanan dengan mencapai nilai recall tertinggi sebesar 97,1%, yang esensial untuk meminimalkan ancaman yang terlewat. Di sisi lain, KNN menunjukkan keunggulan signifikan dalam efisiensi komputasi, dengan waktu pelatihan dan pengujian yang jauh lebih cepat. Kesimpulannya, pemilihan algoritma yang optimal menyajikan sebuah trade-off antara keamanan deteksi superior dari SVM dan efisiensi operasional dari KNN, memberikan panduan praktis bagi pengembang.
Penerapan Federated Learning untuk Deteksi Penipuan Kartu Kredit: Studi Kinerja Model Terdistribusi Mahfudzi, Nabillah Azzam Luthfi; Yahya, Widhi; Pramukantoro, Eko Sakti
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 8 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi penipuan kartu kredit merupakan tantangan penting dalam dunia keuangan yang membutuhkan akurasi tinggi sekaligus menjaga privasi data pengguna. Pendekatan tradisional seperti centralized learning mengharuskan pengumpulan data ke satu server pusat, yang meningkatkan risiko pelanggaran privasi. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini menerapkan Federated Learning (FL), yaitu metode pelatihan model secara terdistribusi di masing-masing site atau klien tanpa memindahkan data mentah. Model yang digunakan adalah LightGBM karena efektif dalam mendeteksi transaksi mencurigakan, dan proses agregasi global dilakukan dengan teknik Knowledge Distillation yang dijalankan pada akhir setiap ronde pelatihan lokal. Dataset yang digunakan berasal dari dua sumber berbeda dengan total 10 dataset, untuk mensimulasikan skenario multi-klien dengan domain data yang bervariasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model FL mencapai akurasi hingga 96%, sebanding dengan centralized learning, serta menunjukkan distribusi metrik yang seimbang antar kelas. Pengujian lintas domain menunjukkan peningkatan F1-score hingga 94%, menandakan kemampuan generalisasi model terhadap data baru. Dari sisi efisiensi, meskipun agregasi membutuhkan waktu lebih lama seiring bertambahnya klien, proses tetap dalam batas wajar. Secara keseluruhan, kombinasi FL dan Knowledge Distillation terbukti menjaga privasi tanpa mengorbankan performa deteksi, menjadikannya solusi potensial untuk sistem deteksi penipuan di lingkungan nyata.
Pengembangan Front-End Aplikasi Mobile Penyewaan Busana pada Seasha Wardrobe dengan Metode Design Thinking Azzahra, Daniswari Yurin; Kharisma, Agi Putra; Pramukantoro, Eko Sakti
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 9 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi mobile di Indonesia membuka peluang digitalisasi layanan penyewaan busana, termasuk pada Seasha Wardrobe yang sebelumnya masih berjalan secara manual. Permasalahan seperti kurangnya transparansi informasi, ketidakefisienan pemesanan, dan minimnya dokumentasi transaksi berdampak negatif terhadap interaksi pengguna dan layanan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan antarmuka (front-end) aplikasi mobile penyewaan barang di Seasha Wardrobe dengan pendekatan Design Thinking, yang berfokus pada pemahaman kebutuhan pengguna untuk menghasilkan solusi yang berpusat pada manusia. Proses dilakukan melalui penggalian kebutuhan, perumusan masalah, pencarian ide, pembuatan prototipe, dan pengujian. Aplikasi penyewa mencakup fitur daftar, masuk, memilih busana, melakukan pemesanan, riwayat penyewaan, dan notifikasi. Aplikasi karyawan mencakup halaman masuk, melihat detail busana, menambah busana, konfirmasi pesanan siap, konfirmasi penyerahan, konfirmasi pengembalian, melihat penghasilan, dan melihat notifikasi. Evaluasi dilakukan berdasarkan efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna. Efektivitas diukur dengan success rate, efisiensi melalui time on task. Hasil pengujian menunjukkan lima dari enam tugas pada aplikasi penyewa berhasil 100%, satu tugas 80%. Aplikasi karyawan mencapai 100% pada seluruh tugas. Total waktu penyelesaian pada aplikasi penyewa adalah 160,569 detik ± 48,087, sedangkan aplikasi karyawan 306,02 detik. Skor SUS masing-masing adalah 81,5 (“Excellent”) dan 72,5 (“Good”).
Rancang Bangun Aplikasi Pengukur Kesehatan Fungsi Paru Manusia Memanfaatkan Microphone Pada Smartphone Kusuma, Wahyu Teja; Pramukantoro, Eko Sakti; Djajalaksana, Susanthy
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 2: Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.126 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201632175

Abstract

ABSTRAKPenyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah penyakit yang ditandai dengan hambatan aliran udara di saluran nafas yang tidak sepenuhnya reversibel. Hambatan aliran udara ini bersifat progresif dan berhubungan degan respon inflamasi paru terhadap partikel gas beracun atau berbahaya [2][16]. Hasil penelitian pada bulan Januari-Desember 2010 menyebutkan bahwa PPOK menduduki urutan ke-3 dari penyakit paru terbanyak yang ada di RS Paru Batu Malang. Sedangkan di  RSU Dr. Saiful Anwar Malang  menduduki urutan ke-5. The Burden Of Disease Study dibawah naungan WHO menyatakan bahwa pada tahun 2030 PPOK akan menempati peringkat ke-3 penyebab kematian di dunia [5][15][16]. Sebagai solusi terhadap masalah tersebut yaitu dengan membangun sebuah aplikasi pengukur kesehatan  fungsi paru manusia memanfaatkan microphone pada smartphone”. Guna mengetahui gangguan ventilasi paru, monitoring pengobatan, dan menilai perkembangan fungsi paru. Media smartphone dipilih karena memiliki teknologi Microphone API yang digunakan untuk menangkap input berupa rekaman suara hembusan napas pengguna. Dan mayoritas masyarakat telah melilikinya. Dari hasil pengujian validasi dapat disimpulkan bahwa aplikasi pengukur kesehatan paru manusia pada media smartphone berhasil diimplementasikan dengan memanfaatkan teknologi microphone. Dari hasil pengujian akurasi yang dilaksanakan di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang dapat disimpulkan bahwa ditemukan selisih akurasi Prediksi Nilai Acuan Normal sebesar FEV1 = 0,11 liter; FVC = 0,152432432 liter; FEV1/FVC = 4,742432432 %. Dan selisih akurasi Hasil Pengukuran sebesar FEV1 = -1,545945946 liter; FVC = -2,892432432 liter; FEV1/FVC = 11,52243243 %.Kata Kunci: Penyakit Paru Obstruktif Kronik, Microphone, Smartphone. ABSTRACTChronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a disease characterized by air flow resistance in the airway that is not fully reversible. This air flow resistance is progressive and, relating to pulmonary inflammatory response to toxic gases or dangerous particles [2] [16]. The results of the study in January-December 2010 states that COPD ranks 3rd from most existing lung disease Pulmonary Hospital Batu Malang. Meanwhile, in Hospital Dr Saiful Anwar-5 ranks. The Burden Of Disease Study under the auspices of the WHO stated that by 2030 COPD will be ranked as the third leading cause of death in the world [5] [15] [16]. As a solution to these problems is to build an application measuring the health of human lung function utilizing a microphone on a smartphone ". In order to determine pulmonary ventilation disorders, treatment monitoring, and assessing the development of lung function. Media Smartphone Microphone technology chosen because it has an API that is used to capture the input of the user breath sound recordings. And the majority of people have melilikinya. From the results of the validation testing can be concluded that the application of measuring the health of the human lung on a smartphone media successfully implemented by utilizing the microphone. Accuracy of test results conducted at Saiful Anwar Hospital Malang can be concluded that the prediction accuracy differences were found Normal Reference Values for FEV 1 = 0.11 liters; FVC = 0.152432432 liters; FEV 1 / FVC = 4.742432432%. And the difference in the accuracy of measurement results for FEV1 = -1.545945946 liter; FVC = -2.892432432 liter; FEV 1 / FVC = 11.52243243%.Keyword: Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Microphone, Smartphone.
Pemodelan dan Analisis Wireless Mesh Network dengan Arsitektur Publish-Subscribe dan Protokol MQTT Amron, Kasyful; Pramukantoro, Eko Sakti; Data, Mahendra
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 2: Juni 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.194 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201632184

Abstract

AbstrakAkses terhadap informasi menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi manusia. Namun, tidak semua daerah memiliki akses yang layak terhadap informasi terutama daerah terpencil dikarenakan keterbatasan infrastruktur komunikasi. Teknologi wireless mesh network (WMN) dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah keterbatasan infrastruktur tersebut. Untuk meningkatkan performa WMN, maka perlu adanya rancangan mekanisme pengiriman informasi yang efisien. Ide penelitian ini pada dasarnya adalah memberikan solusi pengiriman informasi menggunakan arsitektur publish subscribe. Protokol publish subscribe yang digunakan adalah protokol MQTT (Message Queuing Telemetry Transport). Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap Quality of Service seperti throughput, delay, jitter, dan packet loss untuk keseluruhan node. Pada pengujian QoS arsitektur WMN maupun MTQQ menunjukan bahwa kualitas layanan dipengaruhi oleh jarak,jumlah node yang dilewati dan material yang menghalangi. Seperti yang ditunjukan pada hasil pengujian antara node yang dihalangi tiga tembok beton, packet lossnya mencapai 88.8% dan delaynya sebesar 2.493,79 ms.Kata kunci: wireless, mesh network, publish and subscribeAbstractHas an access to the information becomes a very important requirement for humans. However, not all areas are have adequate access to information, especially in rural areas due to limited communication infrastructures. Wireless mesh network (WMN) technology may be can act as one alternative solution to overcome the problems. To improve the performance of WMN, it is necessary to design efficient information delivery mechanism. The idea of this research is basically giving information delivery solutions using the publish subscribe architecture. Publish-subscribe protocol used here is the MQTT protocol (Message Queuing Telemetry Transport). In this research, the Quality of Service testing such as throughput, delay, jitter, and packet loss for the entire node. On testing and MTQQ WMN QoS architecture shows that quality of service is affected by distance, number of nodes that pass and blocking material. As shown in the test results between nodes that hindered three concrete walls, packet lossnya reached 88.8% and the delay amounted to 2493.79 ms.Keywords: wireless, mesh network, publish and subscribe
Sistem Penilaian Otomatis Jawaban Esai Pada Elearning belajardisini.com Pramukantoro, Eko Sakti
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 3 No 4: Desember 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.533 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201634187

Abstract

AbstrakPada penelitian sebelumnya dihasilkan sebuah media pembelajaran berbasis gamification, yaitu memadukan konsep game dalam sebuah elearning. Pada sistem tersebut untuk koreksi jawaban uraian pendek(esai) masih dilakukan secara manual. Bertambahnya jumlah pelajar dan banyaknya ujian mengakibatkan pengajar harus meluangkan waktu untuk menilai jawaban soal ujian, sehingga penggunaan e-learning dan tanpa e-learning dari sisi efisiensi waktu tidak ada perbedaan. Oleh karena itu diperlukan sistem penilaian otomatis untuk jawaban esai. Penelitian sebelumnya didapat algoritma cosine similarity yang sesuai dengan kebutuhan sistem elearning tersebut. Dari hasil penelitian tersebut dikembangkan sistem (automated essay scooring )AES dengan algorima cosine similarity dan dilakukan uji perfoma sistem berdasarkan penggunaan CPU, Memori dan  page load time. Proses uji performa server dari dua jenis soal yang diujikan disimpulkan bahwa semakin besar pengguna yang mengakses sistem maka semakin besar juga CPU Usage yang dibutuhkan yaitu paling besar adalah 0,2556 %. Untuk pengujian page load time dan memory usage tidak ditemukan perbedaan yang cukup signifikan ketika sistem digunakan oleh satu pengguna maupun banyak pengguna yaitu antara 0,208392 detik sampai 0,406842 detik untuk page load time dan antara 1,49 % sampai 1,56 % untuk memory usage.Kata kunci: automated essay scooring, cosine similarity, elearningAbstractIn a previous research developed a elearning system based on gamification concept, which combines the concept of games in an elearning system. In that system for correction the answer of essay exam) is still done manually. Increasing the number of students and the number of exam makes teachers having to take time to assess the answers to the exam, so using  elearning and without elearning in asessment there is no different esspisially in term time efficiency. Therefore we need an automatic scoring system for the essay. Previous research, said cosine similarity algorithm that fits the needs of the e-learning system. From the results of these studies was developed automated essay scooring system using cosine similarity and examine the performance of the system based on the use of CPU, memory and page load time. The test result shown server performance of the two types of questions that tested concluded that the users accessing the system, the greater the required CPU Usage is at most 0.2556%. For the test page load time and memory usage found no significant difference when the system is used by a single user or multiple users is between 0.208392 seconds to 0.406842 seconds to page load time and between 1.49% to 1.56% for memory usage.Kata kunci: automated essay scooring, cosine similarity, elearning
Pengembangan Infrastruktur Komunikasi Multigroup Pada Wi-Fi Direct Setiyono, Bagus Aji Pamungkas; Pramukantoro, Eko Sakti; Amron, Kasyful
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 1: Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.636 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201741295

Abstract

AbstrakWi-Fi Direct merupakan alternatif lain dari penerapan opportunistic network selain ad- hoc. Wi-Fi Direct dapat mudah ditemukan pada perangkat android keluaran terbaru. Hal ini dapat mengatasi permasalahan ad – hoc yang tidak bisa digunakan oleh perangkat android keluaran terbaru. Namun Wi-Fi Direct memilki keterbatasan dikarenakan arsitektur dari Wi-Fi Direct yang terpusat sehingga jangkauan jaringannya tidak sama dengan ad - hoc. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pengembangan arsitektur komunikasi multigroup pada Wi-Fi Direct khususnya perangkat bergerak android dengan melibatkan jembatan antar group menggunakan Legacy Client serta menguji kinerja dari infratruktur yang dibangun. Hasil dari pengujian kinerja arsitektur multigroup Wi-Fi Direct adalah berupa waktu delay penemuan perangkat, pembentukan group, pengiriman pesan group dan pengiriman pesan multigroup. Berdasarkan hasil penelitian berdasarkan skenario yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemindaian perangkat mencatat waktu tercepat yaitu 4.041 detik dan waktu terlama 17.184 detik, pembentukan group mencatat waktu tercepat 1.524 detik dan waktu terlama 2.511 detik, pengiriman pesan group mencatat waktu tercepat 2.637 detik dan waktu terlama 6.126, dan untuk pengiriman pesan multigroup tidak dapat dilakukan. Komunikasi antar Group Owner tidak dapat dilakukan secara langsung karena terjadi konflik alamat IP.Kata kunci: Wi-Fi Direct, Group Wi-Fi Direct, Multigroup Wi-Fi Direct, Opportunistic Network, Android. AbstractWi-Fi Direct is an alternative for the application of opportunistic network in addition to ad-hoc. Wi-Fi Direct can be easily found on the latest android device. It can overcome the problems of ad - hoc that can not be used by the latest android device. However Wi-Fi Direct have the limitations due to the architecture of Wi-Fi Direct centralized so that network coverage is not the same as the ad - hoc. Therefore, in this research, the development of communications architecture Multigroup on Wi-Fi Direct, especially mobile android involving bridges between groups using the Legacy Client and test the performance of the infrastructure. The results of the performance testing architecture Multigroup Wi-Fi Direct is a form of time delay device discovery, group formation, group messaging and message delivery Multigroup. Based on the results of research based on scenarios that can be concluded that the scanning device is recording the fastest time is 4.041 seconds and the longest time 17.184 seconds, the formation of the group recorded the fastest time of 1.524 seconds and the longest time 2.511 seconds, sending the message group recorded the fastest time of 2.637 seconds and the longest time 6.126, and for message delivery Multigroup can not be done. Communication between Group Owner can not be done directly because of an IP address conflict.Keywords: Wi-Fi Direct, Group Wi-Fi Direct, Multigroup Wi-Fi Direct, Opportunistic Network, Android.