Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERBANDINGAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI PARU TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI PARAQUAT DAN DIBERI EKSTRAK LABU SIAM (Sechium edule) yulianti, maria
JURNAL KEDOKTERAN RAFLESIA Vol 11 No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/juke.v11i1.42822

Abstract

Latar belakang : Labu siam (Sechium edule) memiliki kaya akan kandungan antioksidan seperti alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, flavonoid, dan golongan vitamin (C,E,A). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan gambaran histopatologi paru tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Sprague dawley yang diinduksi paraquat dan diberi ekstrak labu siam (Sechium edule). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental post test only control group design. Subjek penelitian menggunakan bahan biologis tersimpan berupa 20 sampel organ paru tikus putih (Rattus norvegicus) yang sudah diberi pelakuan pada penelitian sebelumnya yang terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (P1; diberikan akuades), kelompok kontrol positif (P2; diberikan paraquat 10 mg/kgBB [single dose intraperitoneal]), kelompok perlakuan I (P3; diberikan paraquat 10 mg/kgBB [single dose intraperitoneal] dan vitamin C dosis 0,075 g/kgBB), dan kelompok perlakuan II (P4; diberikan paraquat 10 mg/kgBB [single dose intraperitoneal] dan ekstrak buah labu siam [Sechium edule] dosis 0,75 g/kgBB). Semua sampel bahan biologis tersimpan dilakukan pembuatan preparat paru. Penilaian keadaan paru dilakukan menggunakan kriteria American Thoracic Society dengan bantuan aplikasi ImageJ. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian : Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukan terdapat perbedaan skor kerusakan paru yang bermakna antar kelompok dengan nilai p yaitu 0,03 (p<0,005). Pada penilaian skor kerusakan kelompok P4 memiliki skor kerusakan lebih rendah dibanding P2 dan P3. Hasil uji Mann Whitney juga menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna kelompok P4 dan P1 dengan nilai p = 0,052 (p<0,005). Kesimpulan : Pemberian ekstrak buah labu siam dosis 0,75 g/kgBB mampu memperbaiki kerusakan paru tikus putih yang diinduksi paraquat dengan dinilai menggunakan kriteria American Thoracic Society dengan bantuan aplikasi ImageJ. Pemberian ekstrak labu siam mampu memperbaiki kerusakan paru tikus putih lebih baik daripada vitamin C berdasarkan nilai rata-rata skor kerusakan paru.
The Effect of Five-Finger Relaxation Technique on Anxiety and Stress in Non-Hemorrhagic Stroke Patients at the Inpatient Installation of RSUD Cimacan Cianjur District Dewi, Rosliana; Fatmala, Syiva Dwi; Yulianti, Maria; Arsyi, Dila Nurul
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i2.682

Abstract

Aims: The purpose of this study was to examine the effect of five-finger relaxation technique on anxiety and stress in hemorrhagic stroke patients at Cimacan Hospital. Methods: This study used quasi-experiment with nonequivalent control group design. Sample collection using purposive sampling. The sample was 40 people and divided into two groups with 20 people each for the intervention group and control group. Data analysis using Paired Sample T-Test and Independent Sample T-Test. Results: The results showed that after the five-finger relaxation technique was performed on the intervention group, there was a decrease in anxiety levels (p = 0.000) and stress (p = 0.000) in stroke patients, while in the control group there was a decrease in anxiety (p = 0.000) and stress (p = 0.000), and there was a difference between anxiety levels (p = 0.000) and stress (p = 0.000) in the intervention and control groups. Conclusion: There is an effect of five-finger relaxation technique on anxiety and stress in non-hemorrhagic stroke patients, and there are differences in anxiety and stress in the control and intervention groups. It is hoped that this five-finger relaxation technique can be used as an evidence base nursing on non-pharmacological treatment as a form of independent nursing intervention by a nurse in providing nursing care to help in the process of reducing anxiety and stress in stroke patients.
Factors Affecting the Quality of Life of Patients with Chronic Renal Failure Undergoing Hemodialysis at RSUD Sekarwangi Sukabumi District Budhiana, Johan; Melinda, Fera; Dewi, Rosliana; Yulianti, Maria; Arsyi, Dila Nurul
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 5 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i5.751

Abstract

Aims: Chronic renal failure is an increasingly prevalent global health issue, with hemodialysis as the most common treatment method. Factors affecting patients' quality of life include age, gender, education, occupation, and treatment duration. This study aimed to identify and examine these factors. Methods: This cross-sectional study involved 80 hemodialysis patients at RSUD Sekarwangi Kabupaten Sukabumi, using total sampling and questionnaires for data collection. Logistic regression was used for data analysis, and the study received ethical approval. Results: The Chi-square test results indicate that age, gender, education, occupation, duration of chronic kidney failure, and length of hemodialysis significantly influence the quality of life in chronic kidney failure patients (p < 0.005). Logistic regression analysis identified education as the dominant factor impacting quality of life (OR = 39.316). Conclusion: The study reveals that age, gender, education, occupation, duration of chronic renal failure, and length of hemodialysis treatment significantly impact the quality of life of patients with chronic renal failure.
PENTINGNYA PENGETAHUAN DAN KESADARAN PAJAK BAGI UMKM DALAM RANGKA MENCIPTAKAN PEMBANGUNAN EKONOMI YANG BERKELANJUTAN DI DESA BANGKOOR, KECAMATAN TALIBURA Dekrita, Yosefina Andia; Afrianti, Maria; Della, Mario Febrian Cresantos; Devance, Mathilda Rasian; Seka, Genta Febrian; Nunuhitu, Paulin Claudian; Plewang, Yuliance Apriliance; Raja, Mario Yosepha; Yulianti, Maria; Bunga, Maria Agustina V.N.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36066

Abstract

Pajak merupakan sumber pendapatan terbesar bagi sebuah negara dalam mendanai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Jumlah UMKM yang sangat besar di Indonesia memiliki potensi pendapatan pungutan yang sangat besar, sehingga otoritas publik harus menggenjot pendapatan pungutan dari UMKM. Namun, persoalan signifikan yang harus dibenahi adalah mayoritas pelaku usaha tidak terdaftar sebagai wajib pajak dan tidak membayar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya-upaya agar pelaku usaha lebih mengetahui bagaimana cara membayar pajaknya. Penyusunan artikel konseptual ini menggunakan pendekatan literature review. Pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari dan mengumpulkan literature yang bersumber dari artikel jurnal yang kemudian disajikan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya dalam meningkatkan kesadaran pelaku UMKM dalam membayar pajak dapat menggunaka strategi berupa sosialisasi tentang perpajakan memperbarui sistem pelayanan pajak, transparansi pengelolaan dan pemanfaatan dana pajak, dan membuat kebijakan atau sanksi bagi pelaku UMKM yang tidak mentaati pembayaran pajak.
Pengaruh Modal Sosial Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir Restu Meyda, Nandita; Budhiana, Johan; Permana, Iwan; Yulianti, Maria
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jka.v10i1.390

Abstract

Indonesia adalah negara rawan bencana, salah satunya yaitu bencana banjir yangdisebabkan oleh kondisi geografis. Diperlukan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengatasibencana tersebut. Modal sosial menjadi salah satu faktor penting dalam manajemenbencana terutama dalam kesiapsiagaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruhmodal sosial terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir diRW 06 Desa Pasawahan Wilayah Kerja Puskesmas Cicurug Kabupaten Sukabumi. Desainpenelitian menggunakan korelasional dengan cross-sectional. Populasi dalam penelitianini adalah seluruh masyarakat RW 06 Desa Pasawahan Wilayah Kerja PuskesmasCicurug Kabupaten Sukabumi dengan sampel 317 responden melalui proposionalrandom sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis datayang digunakan adalah regresi linier sederhana. Sebagian besar responden memilikimodal sosial kategori sedang dan kesiapsiagaan kategori siap dengan p-value 0,000 yangberarti <0,05 bahwa terdapat pengaruh modal sosial terhadap kesiapsiagaan. Kesimpulanterdapat pengaruh modal sosial terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapibencana banjir di RW 06 Desa Pasawahan Wilayah Kerja Puskesmas Cicurug KabupatenSukabumi. Disarankan kepada Desa Pasawahan untuk melakukan penyuluhan danpelatihan tentang kesiapsiagaan agar masyarakat siap untuk menghadapi bencana
Pengaruh karakteristik responden terhadap kecemasan pada pasien penyakit jantung Arsyi, Dila Nurul; Dewi, Rosliana; Melinda, Fera; Yulianti, Maria
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/bmt2cf75

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian global yang tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga memicu kecemasan yang dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pendidikan, dan status pekerjaan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik responden terhadap kecemasan.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional, yang berlokasi di RS Sayang Cianjur. Sampel dalam penelitian ini adalah 45 pasien jantung dengan teknik purposive sampling, penelitian ini menggunakan instrumen Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS), dengan analisis data meliputi chi-square dan logistic regression.Hasil: Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa variabel usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan ($p < 0,05$). Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa usia, pendidikan, dan pekerjaan secara bersamaan berpengaruh pada kecemasan, dengan pendidikan sebagai faktor yang paling dominan ($OR = 10,61$).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa usia, pendidikan, dan pekerjaan memiliki efek yang signifikan pada tingkat kecemasan pada pasien penyakit jantung. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut adalah untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi Terapi Perilaku Kognitif (CBT) sebagai upaya mengurangi kecemasan pada pasien jantung