Hasman Zhafiri Muhammad
Universitas Islam Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK KITAB – KITAB HADIS DAN MUHADIS NUSANTARA Hasman Zhafiri Muhammad; Dzulkifli Hadi Imawan
Holistic al-Hadis Vol 9 No 1 (2023): January - June 2023
Publisher : Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin, Dakwah dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/holistic.v9i1.6517

Abstract

The development of hadith books in the archipelago is full of the services of scholars in the archipelago who received education in the Middle East, such as Sheikh Nawawi al-Bantani and Sheikh Mahfudz al-Tarmasi. This study aims to examine the science related to the two ulama figures and their efforts in the civilization of the scientific treasures of hadith in the archipelago. This study uses a library study where the sources extracted are scientific literature in the form of journal articles and books. From the results of this study it was found that Sheikh Nawawai al-Bantani and Sheikh Mahfudz al-Tarmasi were Nusantara people who both studied in the Middle East and contributed to the civilization of the development of hadith books in the archipelago. And both of them are among other scholars who have laid the scientific foundations in Islamic boarding schools throughout Indonesia to this day, because their works are still being used and studied. Keywords: Books of Hadith, Nusantara Ulama, Islamic Boarding School ABSTRAK Perkembangan kitab – kitab hadis di Nusantara sarat dengan jasa para ulama – ulama di Nusantara yang mengenyam pendidikan di Negeri Timur Tengah, diantaranya seperti Syekh Nawawi al – Bantani dan Syekh Mahfudz al – Tarmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji terkait dengan keilmuwan dua tokoh ulama tersebut dan usaha – usahanya dalam peradaban khasanah keilmuwan hadis di Nusantara. Penelitian ini meggunakan studi Pustaka dimana sumber yang digali ialah literatur – literatur ilmiah berupa artikel jurnal dan buku. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa Syekh Nawawai al – Bantani dan Syekh Mahfudz al – Tarmasi ialah orang Nusantara yang sama – sama menimba ilmu di Timur Tengah dan memberikan kontribusi dalam peradaban pengembangan kitab – kitab hadis di Nusantara. Serta beliau berdua merupakan diantara para ulama – ulama lainnya yang meletakkan dasar keilmuwan di pesantren – pesantren seluruh Indonesia hingga saat ini, sebab karya – karyanya masih terus digunakan dan dikaji. Kata Kunci : Kitab – kitab Hadis, Ulama Nusantara, Pesantren
The The Legal Ruling on the Sale of Animal Manure in the Shāfiʿī and Ḥanafī Schools of Islamic Law Asyharul Muala; Muh. Syakur; Mashun Adib; Hasman Zhafiri Muhammad
Jurnal Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam Vol. 3 No. 2 December 2025: Jurnal Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jshei.v3i2.591

Abstract

Artikel ini mengkaji praktik perdagangan kotoran hewan (najāsah) sebagai pupuk organik dari perspektif mazhab fiqih Syafi'i dan Hanafi. Studi ini menemukan bahwa transaksi semacam itu banyak dipraktikkan di Kabupaten Temanggung, di mana kotoran hewan umum digunakan untuk memupuk berbagai tanaman pertanian. Terlepas dari prevalensinya, praktik ini telah menimbulkan perdebatan ilmiah. Imam al-Syafi'i berpendapat bahwa penjualan zat najis (al-najāsah) tidak sah, karena objek penjualan harus suci (ṭāhir). Namun, para ahli hukum Syafi'i kemudian (al-Syafi'iyyah) mengusulkan pendekatan alternatif dengan mengizinkan pengalihan kepemilikan zat najis melalui perjanjian berbasis pertukaran yang tidak merupakan kontrak jual beli formal (ʿaqd al-bayʿ). Sebaliknya, mazhab Hanafi memperbolehkan penjualan barang najis dengan alasan barang tersebut memiliki manfaat nyata dan berguna (manfa'ah). Berdasarkan perspektif hukum tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa perdagangan pupuk kandang di Kabupaten Temanggung sah secara hukum, sesuai dengan pendapat mazhab Hanafi dan pendapat para ahli hukum Syafi'i yang memperbolehkan transaksi yang melibatkan zat najis yang menghasilkan manfaat praktis.
The Child Maintenance Rights of Orphans from the Perspective of Islamic Law and Positive Law Hasman Zhafiri Muhammad; Lisa Purwatiningsih; Nashih Muhammad; Mahdee Maduerawae
Jurnal Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam Vol. 3 No. 2 December 2025: Jurnal Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jshei.v3i2.604

Abstract

Fulfilling a child’s right to maintenance constitutes both a legal and moral obligation of parents, as stipulated in Indonesian law and Islamic legal principles. Nevertheless, empirical realities reveal persistent neglect of children by biological fathers, particularly in terms of financial and emotional support. This study examines a case from Kebonagung Village, Tegalrejo District, Magelang Regency, in which a child was deprived of maintenance and legal recognition for more than two decades despite the absence of a legally dissolved marriage. This condition exposes a significant gap between normative legal provisions and their practical enforcement, underscoring structural weaknesses in the protection of children’s rights within the domestic sphere. As a consequence, such children occupy a vulnerable legal position and may be classified as “passive orphans,” referring to children whose parents are legally alive but fail to fulfill their maintenance obligations. This article argues for the urgency of strengthening legal protection mechanisms and enhancing the role of the state in ensuring the effective realization of children’s non-negotiable right