Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi latihan interval dalam mempengaruhi peningkatan kecepatan lari 5000 meter Hasna Hasna; Addriana Bulu Baan
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 4 (2023): Special Issue National Conference: Inovasi Pembelajaran & Kepelatihan Olahraga
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v22i4.16583

Abstract

Makalah ini membahas tentang inovasi latihan interval dalam mempengaruhi peningkatan kecepatan lari 5000 meter bagi atlet lari jarak menengah. Penulis menggunakan berbagai sumber tertulis seperti artikel, jurnal, dan dokumen yang relevan. Tujuan dalam makalah ini adalah untuk mengetahui inovasi latihan interval seperti apa yang bisa berpengaruh dalam meningkatkan kecepatan lari 5000 meter. Penulis menggambarkan beberapa jenis latihan interval, seperti latihan endurance interval dan sprint interval, serta menjelaskan manfaat latihan interval dalam meningkatkan kecepatan lari. Penulis juga membahas penelitian terbaru tentang efektivitas latihan interval dalam meningkatkan kinerja lari, termasuk penelitian yang dilakukan pada atlet profesional dan pemula. Makalah ini menyimpulkan bahwa latihan interval adalah metode yang efektif untuk meningkatkan kecepatan lari dan dapat digunakan oleh atlet dan pelari untuk mencapai tujuan mereka dalam olahraga.
Pengaruh latihan interval dan latihan sirkuit terhadap kecepatan lari 1.500 meter atlet Kabupaten Sigi Gunawan Gunawan; Hasna Hasna; Addriana Bulubaan; Didik Purwanto; Hendriana Sri Rejeki
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 23, No 3 (2024): October
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v23i3.20216

Abstract

Atlet di cabang olahraga Atletik yang berasal dari Kabupaten Sigi selalu mengalami kegagalan dalam ajang Nasional terkhusus pada lari 1.500 meter. Berdasarkan kondisi tersebut, maka penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan interval dan sirkuit terhadap kecepatan lari 1.500-meter atlet Kabupaten Sigi serta perbandingan pengaruh latihan interval dan latihan sirkuit tersebut. Penelitian ini menggunakan metode quantitative dengan desain eksperimen semu. Populasi 20 orang atlet laki-laki Kabupaten Sigi sekaligus menjadi sampel pada penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok eksperimen yaitu Latihan interval dan sirkuit. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Derajat kebebasan (df) 9 Thitung = 10,885 > Ttabel = 1,83311 yang berarti tolak , artinya latihan interval memberikan pengaruh terhadap kecepatan lari 1.500 meter. (2) Derajat kebebasan (df) 9 menunjukkan Thitung = 3,836 > Ttabel = 1,83311 yang berarti tolak , maka latihan sirkuit memberikan pengaruh terhadap kecepatan lari 1.500 meter. (3) Derat kebebasan (df) 19 menunjukkan Thitung = 26,077 > Ttabel = 1,72913, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode latihan interval memberikan pengaruh terhadap kecepatan lari 1.500 meter, begitu juga latihan sirkuit memberikan pengaruh terhadap kecepatan lari 1.500 meter, namun latihan interval memberikan pengaruh lebih signifikan dibanding latihan sirkuit pada kecepatan lari 1.500 meter atlet Kabupaten Sigi. Penelitian lebih lanjut dengan menggabungkan metode latihan interval dan sirkuit untuk melihat apakah kombinasi keduanya dapat memberikan hasil yang lebih optimal pada peningkatan kecepatan lari 1.500 meter.
Students’ Difficulties in Translating English Text at Tadulako University: A Qualitative Study Miftahul Jannah; Jamiluddin Jamiluddin; Afrillia Anggreni; Hasna Hasna
Journal of English Language and Education Vol 11, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i3.2492

Abstract

This study explores the difficulties experienced by students in translating English texts at Tadulako University and identifies the factors influencing these difficulties. The research employed a descriptive qualitative method involving fifth-semester students of the English Education Study Program who had completed a translation course. Data were collected through semi-structured interviews, questionnaires, and analysis of students’ translation assignments. The findings show that students encounter several major problems in translation, including limited vocabulary mastery, grammatical errors, and difficulty interpreting homonyms. Vocabulary limitation was identified as the most dominant challenge because students often struggled to understand word meanings and determine appropriate equivalents in the target language. In addition, differences in grammatical structures, especially the use of the simple past tense, frequently caused inaccurate sentence construction. Students also faced difficulties in identifying the correct meaning of homonyms based on context. Furthermore, the study reveals that affective factors, such as boredom and low motivation, significantly contribute to students’ translation problems. These findings suggest that translation difficulties are influenced not only by linguistic competence but also by students’ attitudes toward learning. Therefore, translation teaching should emphasize vocabulary development, contextual understanding, and more engaging instructional strategies to improve students’ translation abilities effectively.