Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMANFAATAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK Mundari, Risa
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5678

Abstract

Background: One of the efforts developed by the Indonesian Ministry of Health in order to reduce morbidity, high risk, maternal and neonatal mortality is to seek empowerment of families and communities through the use of Maternal and Child Health (KIA) books. The Maternal and Child Health Book (KIA) is a notebook and information on maternal and child health consisting of several health cards and a collection of various KIA counseling materials. The KIA handbook is very useful for mothers and their families because they can provide complete information about maternal and child health, identify high risks of pregnancy and know when and what types of services can be obtained at health care facilities. In addition, the KIA Handbook is a tool for early detection of disorders or problems in maternal and child health, a communication and counseling tool with important information for mothers and the community regarding services, maternal and child health, including referrals and packages (standards) of KIA services, nutrition, immunization, and child development.Purpose:  The general purpose of this study was to describe the knowledge of pregnant women about Maternal and Child Health books at the Kampung Sawah Health CenterMethods:  In this study, the author uses a descriptive method, namely the research design aims to describe certain variables. The sample in this study were all pregnant women who visited the puskesmas during the study, totaling 50 pregnant women. This research was carried out for 1 month which was carried out in November 2021. The data analysis used in this study was univariate data analysis.Results knowledge of pregnant women about the content, purpose and benefits of the MCH handbook and is still in the sufficient category as many as 20 people (40%) of the 50 respondents.Conclusion: Almost half of the knowledge of pregnant women about the meaning, content, benefits and objectives of the MCH handbook is still in the sufficient category, namely (40.00%)Suggestions; Provide complete and clear explanations and information in understanding and implementing the MCH Handbook through illustrated brochures so that it is easy for mothers to understand and practice.Keywords: KIA Book, Pregnant Mother, Knowledge, Benefit      Abstrak Latar Belakang : Salah satu upaya yang dikembangkan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka menurunkan angka kesakitan, risiko tinggi, kematian ibu dan bayi baru lahir adalah mengupayakan pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan buku catatan dan informasi kesehatan ibu dan anak yang terdiri dari beberapa kartu sehat dan kumpulan berbagai materi penyuluhan KIA. Buku KIA sangat bermanfaat bagi ibu dan keluarganya karena dapat memberikan informasi yang lengkap tentang kesehatan ibu dan anak, mengidentifikasi risiko tinggi kehamilan dan mengetahui kapan dan jenis pelayanan apa yang dapat diperoleh di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, Buku KIA merupakan alat deteksi dini gangguan atau masalah kesehatan ibu dan anak, alat komunikasi dan konseling dengan informasi penting bagi ibu dan masyarakat mengenai pelayanan, kesehatan ibu dan anak, termasuk rujukan dan paket (standar) pelayanan KIA, gizi, imunisasi, dan tumbuh kembang anak.Purpose:  Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan ibu hamil tentang buku Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Kampung SawahMetode:  Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif, yaitu desain penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung ke puskesmas selama penelitian yang berjumlah 50 ibu hamil. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan yang dilaksanakan pada bulan November 2021. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data univariat.Hasil:  pengetahuan ibu hamil tentang isi, tujuan dan manfaat buku KIA masuk dalam kategori cukup sebanyak 20 orang (40%) dari 50 responden.Kesimpulan : : Hampir separuh dari ibu hamil masuk dalam katagori cukup  yaitu 40% dari 50 responden tentang pengetahuan ibu hamil tersebut tentang pengertian, isi, manfaat serta tujuan dari buku KIA  itu sendiri Saran ; Memberikan penjelasan dan informasi yang lengkap dan jelas dari nakes dalam memahami apa itu Buku KIA melalui brosur bergambar sehingga mudah dipahami dan dipraktekkan oleh ibu Keywords: Buku KIA, Pengetahuan, Ibu Hamil, Manfaat.
Complementary Back Massage Care (Oxytocin Massage) To Facilitate Breast Milk Extraction Mundari, Risa; Andesta, Nadia Fitri; Fitria, Rahmah
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.15082

Abstract

ABSTRAK : PENERAPAN ASUHAN KOMPLEMENTER BACK MASSAGE (PIJAT OKSITOSIN) UNTUK MELANCARKAN PENGELUARAN ASI Latar Belakang: Produksi ASI yang teratur adalah faktor kunci dalam proses terwujudnya pemberian ASI Eksklusif di Indonesia. Tetapi, beberapa ibu menghadapi masalah produksi ASI. Penyebab aliran ASI tidak teratur adalah karena kurangnya rangsangan. Oleh karena itu, hormon prolaktin dan oksitosin memiliki peran untuk prpduksi ASI yang baik dan diperlukan upaya alternatif berupa pijat oksitosin.Tujuan: Studi kasus ini memiliki tujuan guna memberi asuhan kebidanan komplementer pada ibu Nifas dengan melakukan  pijat oksitosin untuk mempelancar pengeluaran ASI  di PMB “RA” Bandar Lampung.Metode: Desain penelitian mempergunakan desain deskriptif memakai pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan tanggal 17- 24 Maret 2023. Subjek penelitian merupakan Ny. L berumur 27 tahun. Alat ukur yang dipakai adalah format pengkajian. Subyek dilakukan pemijatan 1-2 kali dalam sehari selama 1 minggu. Penelitian mempergunakan data primer. Subjek kasus sudah dimintai informed consent guna mengikuti penelitian.Hasil: Hasil studi kasus ini pada hari 0-3 ASI belum banyak keluar sehingga dilakukan pijat oksitosin, kelancaran ASI terjadi setelah hari ke 3 pijat oksitosin yaitu hari ke-7 dan hari ke-10 ASI sudah banyak keluar, payudara terasa penuh dan terkadang merembes jika tidak disusui secara bergantian.Kesimpulan: Kesimpulan penelitian bahwa penerapan asuhan komplementer back massage (pijat oksitosin) dapat meningkatkan kelancaran pengeluaran ASI.Saran: Saran penelitian adalah perlu diterapkan asuhan komplementer yang salah satunya adalah back massage untuk mengatasi permasalahan pada masa nifas seperti kelancaran pengeluaran ASI. Hasil ini juga dapat dijadikan dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya dengan metode yang berbeda. Kata Kunci : ASI, masa nifas, pijat oksitosin ABSTRACT Background: Regular breast milk production is a key factor in the process of achieving exclusive breastfeeding in Indonesia. However, some mothers face breast milk production problems. The cause of irregular milk flow is due to lack of stimulation. Therefore, the hormones oxytocin and prolactin play a role in good breast milk production and alternative efforts are needed in the form of oxytocin massage.Purpose: This case study aims to provide midwifery care to postpartum women to perform oxytocin massage at PMB "RA" Bandar Lampung.Methods: The research design uses a descriptive design with a case study approach. This research was conducted from 17-24 March 2023. The research subject was Mrs. L is 27 years old. The instrument used is the assessment format. Subjects received massage 1-2 times a day for 1 week. This research uses primary data. Case subjects have been asked for informed consent to take part in the research.Results: The results of this case study were that on days 0-3, not much breast milk had come out, so an oxytocin massage was carried out. The flow of breast milk occurred after the 3rd day of oxytocin massage, namely day 7 and day 10. A lot of breast milk had come out, the breasts felt full and sometimes leaked if not alternately breastfed.Conclusion: In conclusion that implementing complementary back massage (oxytocin massage) can increase the smooth flow of breast milk.Suggestion: The research suggestion is that it is necessary to apply complementary care, one of which is back massage to overcome problems during the postpartum period such as the smooth release of breast milk. These results can also be used as a basis for conducting further research with different methods. Keywords : Back Massage, Breastmilk, Postpartum
The Effectiveness of Breastfeeding Education on Improving Knowledge and Breastfeeding Self-Efficacy among Postpartum Mothers in the Practice of Exclusive Breastfeeding Hidayati, Rizka Dita; Listiana, Akma; Mundari, Risa
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.23429

Abstract

Background:Exclusive breastfeeding is an essential strategy to reduce infant morbidity and mortality rates. However, the exclusive breastfeeding coverage in Indonesia has not yet reached the national target. Low maternal knowledge and breastfeeding self-efficacy are factors that influence breastfeeding success. This study aimed to determine the effect of education on knowledge and breastfeeding self-efficacy among postpartum mothers in Karang Maritim Village, Panjang District, Bandar Lampung City.Methods:This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 25 postpartum mothers selected through consecutive sampling. The intervention involved promotive and preventive education on exclusive breastfeeding conducted in four sessions over eight weeks through group-based learning and individual mentoring. Research instruments included a breastfeeding knowledge questionnaire and the Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF). The data were analyzed using the paired sample t-test with a significance level of p 0.05.Results:The mean knowledge score increased from 4.65 to 7.58 (Δ = 2.93; p = 0.000), while the mean breastfeeding self-efficacy score increased from 43.80 to 63.88 (Δ = 20.08; p = 0.000). These findings indicate a significant effect of education on improving mothers' knowledge and confidence in breastfeeding.Conclusion:Structured, interactive, and family-based promotive–preventive education effectively enhances knowledge and breastfeeding self-efficacy among postpartum mothers. This intervention can be implemented in community-level breastfeeding education programs as a strategy to increase exclusive breastfeeding coverage.Suggestion: Future research should include additional variables such as workplace support and maternal psychological factors, and use a longitudinal design to examine the sustainability of exclusive breastfeeding practices
Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak Usia 4-6 Tahun melalui Edukasi Interaktif Penyuluhan dan Skrining Fitria, Rahmah; Mundari, Risa; Adriati, Febri; Herliana, Herliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 4 No 2 (2025): JPMJ Vol 4 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v4i2.445

Abstract

Periode prasekolah merupakan masa kritis yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan. Upaya stimulasi dan deteksi dini sangat penting dilakukan untuk mencegah keterlambatan maupun gangguan perkembangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di TK Al-Fatih Bandar Lampung dengan tujuan meningkatkan pengetahuan orang tua serta guru, sekaligus melakukan skrining pertumbuhan dan perkembangan anak usia 4-6 tahun. Metode kegiatan mencakup penyuluhan interaktif menggunakan media audiovisual, leaflet, dan diskusi, dilanjutkan dengan pemeriksaan antropometri serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Peserta terdiri dari 28 anak, 24 orang tua, dan 4 guru. Hasil menunjukkan sebagian besar anak memiliki status gizi baik (96,4%) dan perkembangan normal (89%), meskipun terdapat 1 anak dengan penyimpangan dan 2 anak kategori meragukan. Pengetahuan orang tua/guru meningkat dari skor pretest 50% menjadi 75% pada posttest. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta memungkinkan deteksi dini permasalahan tumbuh kembang. Disarankan kegiatan serupa diintegrasikan secara rutin dengan Posyandu maupun program SDIDTK di sekolah lain, khususnya di Provinsi Lampung.