Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Beyond Financial Literacy CP 020 2026 : Perencanaan & Evaluasi PAI Ekonomi Syariah Menuju Sustainable Islamic Education & SDGs 2030 Dwi Meutia Hasni; Dina Marni; Rafika Nisa; Erni Suyani; Andri Rivai
IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/ihsanika.v4i2.3848

Abstract

The implementation of the Decree of the Head of the Basic and Secondary Education Policy Agency (BKPDM) Number 020 of 2026 concerning the revision of the Learning Outcomes (CP) for Islamic Religious Education and Character Education encourages a pedagogical shift from a memorization-based approach to contextual, meaningful, and character-oriented learning through the five dimensions of love. In the field of Islamic economics, learning has primarily focused on Islamic financial literacy, particularly the distinction between halal and haram transactions, without adequately integrating ecological sustainability, social justice, and intergenerational responsibility. This study aims to formulate the transformation of instructional planning and assessment in Islamic Religious Education, particularly in Islamic economics, toward the paradigm of Sustainable Islamic Education aligned with the 2030 Sustainable Development Goals (SDGs). This research employed a qualitative approach using a library research method through content analysis of the 2026 Learning Outcomes document, Islamic economics literature, and SDGs documents. The findings indicate that instructional planning can be transformed through the formulation of learning objectives based on maqasid al-shariah, the implementation of project-based deep learning, and the integration of SDG indicators into the learning process. Meanwhile, learning assessment should shift toward authentic assessment that evaluates cognitive, affective, and psychomotor domains through fair and sustainable Islamic economic practices. This study proposes a Sustainable Islamic Education framework that integrates literacy, socio-ecological ethics, and sustainable action as a contribution to achieving the 2030 SDGs.
Pemberdayaan Mahasiswi melalui Budidaya Cabai (Capsicum Annuum) di Polibag sebagai Bekal Kewirausahaan dan Pemanfaatan Lahan Pekarangan Dina Marni; Dwi Meutia Hasni; Delti Hidayati; Nur Halimah As Sa'diah
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 1 (2026): April: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i1.1154

Abstract

Cabai (Capsicum annuum) merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia yang fluktuasi harganya kerap membebani pengeluaran rumah tangga, sementara sebagian besar lahan pekarangan domestik justru dibiarkan tidak produktif meski berpotensi menopang ketahanan pangan keluarga. Di sisi lain, lulusan perempuan perguruan tinggi menghadapi tantangan ganda berupa persaingan kerja formal dan minimnya bekal kewirausahaan terstruktur sebelum kelulusan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana praktik pembibitan cabai dalam polibag selama dua bulan mampu memberdayakan mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) As-Sunnah melalui penumbuhan karakter wirausaha dan efektivitas kerja sama kelompok triadik, sekaligus mengaitkan capaiannya dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan action learning yang dipadukan dengan prinsip Participatory Action Research (PAR), terbagi dalam tiga tahap pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan pasca-pelaksanaan yang diikuti oleh 23 kelompok mahasiswi beranggotakan tiga orang dengan rotasi tugas berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok berhasil mempertahankan kelangsungan hidup tanaman hingga minggu kedelapan, dengan 61% tanaman mencapai standar pertumbuhan ideal meski sempat mengalami transplanting shock pada fase pemindahan ke polibag individu, serta bibit berusia dua bulan telah memiliki nilai jual menjanjikan di pasar lokal dengan modal yang minim. Praktik ini berhasil menumbuhkan enam karakter wirausaha dan lima elemen kerja sama kelompok, sekaligus memperkuat self-efficacy mahasiswi menuju kemandirian ekonomi pasca-kelulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembibitan cabai skala rumahan merupakan model pemberdayaan yang efektif, berbiaya rendah, dan dapat direplikasi, selaras dengan SDGs 1, 2, dan 8; disarankan kelanjutan program hingga tahap panen serta replikasi dalam skala produksi yang lebih besar.