Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Populika

Penguatan Kelembagaan Pokdarwis Sumber Edi Dalam Pengelolaan Hutan Adat Wonosadi, Beji, Desa Wonosadi, Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Rosalia, Widhiastuti
POPULIKA Vol 10, No 1 (2022): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v10i1.479

Abstract

Hutan adat Wonosadi merupakan salah satu hutan adat di Indonesia yang berada di desa Beji, kecamatan Ngawen, kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hutan adat Wonosadi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi hutan wisata. Potensi itulah yang memunculkan lembaga Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Sumber Edi dan lainnya dengan melibatkan elemen-eleman masyarakat desa Beji. Namun demikian dalam pengelolaannya pokdarwis mengalami banyak kendala yang berdampak pada kegagalan dalam mengembangkan hutan adat menjadi hutan wisata. Kondisi demikian dikarenakan model pengelolaan kelembagaan pokdarwis masih bersifat konvensional atau tradisional. Untuk itu diperlukan upaya penguatan kelembagaan pokdarwis yang lebih professional dengan melibatkan stakeholder dan para ahli (akademisi) serta lembaga pemerintahan untuk mendukung kinerja pokdarwis. Upaya penguatan lembaga pokdarwis diharapkan dapat mengembangkan hutan adat Wonosadi menjadi hutan wisata yang berkemajuan dan bermanfaat bagi kelestarian hutan dan lingkungannya, kesejahteraan masyarakat dan lembaga-lembaga terkait.
Penguatan Kelembagaan Pokdarwis Sumber Edi Dalam Pengelolaan Hutan Adat Wonosadi, Beji, Desa Wonosadi, Kecamatan Ngawen Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta Rosalia, Widhiastuti
POPULIKA Vol. 10 No. 1 (2022): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v10i1.479

Abstract

Hutan adat Wonosadi merupakan salah satu hutan adat di Indonesia yang berada di desa Beji, kecamatan Ngawen, kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hutan adat Wonosadi memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi hutan wisata. Potensi itulah yang memunculkan lembaga Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Sumber Edi dan lainnya dengan melibatkan elemen-eleman masyarakat desa Beji. Namun demikian dalam pengelolaannya pokdarwis mengalami banyak kendala yang berdampak pada kegagalan dalam mengembangkan hutan adat menjadi hutan wisata. Kondisi demikian dikarenakan model pengelolaan kelembagaan pokdarwis masih bersifat konvensional atau tradisional. Untuk itu diperlukan upaya penguatan kelembagaan pokdarwis yang lebih professional dengan melibatkan stakeholder dan para ahli (akademisi) serta lembaga pemerintahan untuk mendukung kinerja pokdarwis. Upaya penguatan lembaga pokdarwis diharapkan dapat mengembangkan hutan adat Wonosadi menjadi hutan wisata yang berkemajuan dan bermanfaat bagi kelestarian hutan dan lingkungannya, kesejahteraan masyarakat dan lembaga-lembaga terkait.
PENGEMBANGAN UMKM SEBAGAI DAYA TARIK WISATAWAN : (Studi Pada Desa Wisata Kampoeng Di Kalurahan Kampung Kapanewon Ngawen Kabupaten Gunungkidul) Purnamasari, Martina Indah; Amira, Gibrina Rizki; Nugroho, Ricardho Dhaniel; Rosalia Widhiastuti
POPULIKA Vol. 12 No. 1 (2024): Populika
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/populika.v12i1.1212

Abstract

Tourism development can bring many benefits and benefits to both a village and its community.  It is hoped that this construction and development will be able to increase tourism, so that it can become a main sector in the development of community-managed businesses.  Tourism development efforts can create jobs for people who have potential in micro, small and medium enterprises or other businesses. The method used is a qualitative approach by collecting interview data, observation and documentation. Interviews were conducted with several informants, including tourism village managers, tourism village actors, community service providers and visitors.  In data analysis, researchers followed the flow of activities suggested by Miles and Huberman.  The flow of activities consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions which are carried out simultaneously.  The aim is to examine the potential of Kampoeng Tourism Village as an attractive tourism destination.  And the role of the community and village institutions can contribute to the development and preservation of MSMEs and create structures that can increase village tourism potential. Keywords: Development; Management; Tourist Village Kampoeng.