Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FORMULASI DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL PEWARNA RAMBUT ALAMI EKSTRAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus L.) Muhammad Andy Irfan; Irwandi Irwandi; A.M. Muslihin
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 3 No. 01 (2025): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v3i01.1960

Abstract

Synthetic dyes are a type of dye that contains chemical substances as their main component, and to date, they remain a primary choice in hair coloring processes due to their excellent color results and long-lasting durability. However, the discovery of several cases of contact dermatitis resulting from the use of synthetic hair dyes has highlighted the potential side effects of these dyes. One common effect is irritation to the scalp and hair. Red fruit (Pandanus conoideus L.) is a Papua-specific plant rich in carotenoids. To facilitate its use, red fruit can be formulated into a hair dye gel preparation. Gel is chosen for its practicality, ease of absorption, formation of a film layer that is easy to clean, and provision of a cooling effect on the skin. The stages of this research include sample preparation, formulation of hair dye gel at concentrations of 6%, 8%, and 10%, physical characteristic testing, and effectiveness testing of the red fruit ethanol extract hair dye gel preparation. The results showed that 141.9 grams of thick extract were obtained from 750 grams of dry simplicia, resulting in a yield of 70.45%. The physical characteristic and effectiveness testing of the hair dye gel preparation at concentrations of 6%, 8%, and 10% were satisfactory. The ethanol extract of red fruit can be formulated into a hair dye gel preparation at concentrations of 6%, 8%, and 10%, with comparable coloring results.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN APOTEK TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS MAYAMUK KABUPATEN SORONG Vivid Wantari; Irwandi Irwandi
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 3 No. 02 (2025): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v3i02.4439

Abstract

Service quality is an important factor that can shape patient satisfaction with the health center so that their loyalty as consumers of health services is created. Based on initial observations made by researchers, service problems found at the Mayamuk Community Health Center pharmacy in Sorong Regency were found during the drug service process, namely patients had to wait a long time because of the long preparation time for drugs caused by the large number of prescriptions, and long queues often cause discomfort for patients, it will be a serious problem for the health center because it can affect the satisfaction of outpatients in obtaining health services. This study aims to determine how influential the quality of pharmacy services is on patient satisfaction at the Mayamuk Community Health Center with a sample of 95 people with the calculation of the Slovin formula. The method used is quantitative research. The results of the study showed that the variable of pharmacy service quality (X1) has a significant influence on patient satisfaction (X2) with a significance value of 0.00 which is smaller than 0.05.
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SIRIH HUTAN (Piper aduncum L.) TERHADAP Staphylococcus epidermidis Arum Pramitha Sari; Irwandi Irwandi; Marzella Dea Rossardy
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.9425

Abstract

Meningkatnya kejadian resistensi terhadap antibiotik mendorong pengembangan agen antibakteri alternatif yang berasal dari bahan alam, salah satunya daun sirih hutan (Piper aduncum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder, mengukur diameter zona hambat, serta menganalisis pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan tahap ekstraksi menggunakan metode maserasi memakai pelarut etanol 96%, dilanjutkan skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak diuji pada tiga variasi konsentrasi, yaitu 25%, 50%, dan 75%, dengan doxycycline sebagai kontrol positif serta aquadest pro injection sebagai kontrol negatif. Data hasil pengujian dianalisis secara statistik menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Bonferroni untuk melihat perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 18,1% dengan kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Hasil uji antibakteri memperlihatkan adanya aktivitas penghambatan terhadap Staphylococcus epidermidis dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 1,03 mm pada konsentrasi 25%, 1,6 mm pada 50%, dan 2,6 mm pada 75%. Seluruh hasil tersebut termasuk dalam kategori daya hambat lemah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hutan memiliki potensi sebagai antibakteri, namun efektivitasnya masih rendah sehingga diperlukan penelitian lanjutan melalui peningkatan konsentrasi atau fraksinasi senyawa aktif untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Tangkai Pinang (Areca catechu L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Fadhillah Eka Rahmadani; Irwandi Irwandi; Marzella Dea Rossardy
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.9426

Abstract

Infeksi bakteri masih menjadi masalah kesehatan yang serius, salah satunya disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menimbulkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Tangkai pinang (Areca catechu Lam.) memiliki potensi sebagai antibakteri karena kandungan senyawa metabolit sekundernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak tangkai pinang terhadap bakteri S. aureus serta pengaruh variasi konsentrasi terhadap zona hambat yang dihasilkan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dilakukan pengujian antibakteri metode difusi cakram pada konsentrasi 3%, 4%, dan 5%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas, uji One Way ANOVA, serta uji lanjut Games-Howell. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya zona hambat pada semua konsentrasi yaitu 1,3 mm; 1,6 mm; dan 5,41 mm, yang meningkat seiring kenaikan konsentrasi. Analisis One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak tangkai pinang (A. catechu Lam.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dalam kategori lemah pada konsentrasi 3% dan 4%, kategori sedang pada konsentrasi 5%.
Skrining Fitokimia Dan Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kawista Kawista (Limonia Acidissima L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes. Meliani Meliani; Irwandi Irwandi; Marzella Dea Rossardy
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.9427

Abstract

Jerawat vulgaris adalah kondisi kulit yang dapat dipicu oleh infeksi bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotik yang berlebihan membawa risiko resistensi antibiotik, oleh karena itu dibutuhkan terapi alternatif berbasis bahan alami. Salah satu terapi tersebut berasal dari daun Kawista (Limonia acidissima L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan senyawa sekunder tumbuhan, mengevaluasi kemanjuran antibakteri ekstrak daun Kawista, dan menganalisis pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak terhadap P. acnes. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 70%, diikuti dengan analisis fitokimia dan pengujian kemanjuran antibakteri menggunakan uji difusi cakram pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75%. Analisis menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Zona inhibisi masing-masing adalah 0,91 mm, 1,21 mm, dan 1,31 mm. Analisis varians satu arah (ANOVA) menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p < 0,05), sedangkan uji Games-Howell tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar konsentrasi ekstrak. Singkatnya, ekstrak daun Kawista menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap P. acnes, tetapi efikasinya lebih rendah daripada kontrol positif.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Pinang (Areca catechu L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Fitriani Faidatul Hikmah; Irwandi Irwandi; Marzella Dea Rossardy
Tinctura Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Farmasi Tinctura
Publisher : Program Studi S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/tinctura.v7i2.9428

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri yang menyebabkan berbagai infeksi kulit. Meningkatnya resistensi antibiotik telah mendorong eksplorasi agen antibakteri dari sumber alami, termasuk kulit pinang (Areca catechu L.) yang telah terbukti mengandung senyawa bioaktif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder serta mengevaluasi efektivitas antibakteri ekstrak kulit buah pinang yang berasal dari Kabupaten Sorong terhadap S. aureus. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dilanjutkan dengan uji fitokimia dan pengujian efektivitas antibakteri metode difusi cakram pada konsentrasi 4%, 8%, dan 16%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah. Hasil memperoleh rendemen ekstrak sebesar 6,2%  mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin. Diameter rata-rata zona hambat tercatat pada konsentrasi 4% (1,97 mm), 8% (2,3 mm), dan 16% (4,5 mm) termasuk kategori lemah. Analisis One Way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), sedangkan uji Post Hoc Games-Howell mengkonfirmasi bahwa konsentrasi 16% berbeda secara signifikan dibandingkan dengan 4% dan 8%. Simpulan menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah pinang (A. catechu L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus yang ditunjukkan oleh terbentuknya zona hambat. Namun, efektivitas daya hambatnya masih lebih rendah dibandingkan kontrol positif, konsentrasi 16% memberikan perbedaan paling signifikan dibandingkan 4% dan 8%.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN APOTEK TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS MAYAMUK KABUPATEN SORONG Vivid Wantari; Irwandi Irwandi
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 3 No. 02 (2025): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v3i02.4439

Abstract

Service quality is an important factor that can shape patient satisfaction with the health center so that their loyalty as consumers of health services is created. Based on initial observations made by researchers, service problems found at the Mayamuk Community Health Center pharmacy in Sorong Regency were found during the drug service process, namely patients had to wait a long time because of the long preparation time for drugs caused by the large number of prescriptions, and long queues often cause discomfort for patients, it will be a serious problem for the health center because it can affect the satisfaction of outpatients in obtaining health services. This study aims to determine how influential the quality of pharmacy services is on patient satisfaction at the Mayamuk Community Health Center with a sample of 95 people with the calculation of the Slovin formula. The method used is quantitative research. The results of the study showed that the variable of pharmacy service quality (X1) has a significant influence on patient satisfaction (X2) with a significance value of 0.00 which is smaller than 0.05.
Antioxidant Testing of Solid Soap Preparations Containing Ethanol Extract from California Papaya Leaves (Carica Papaya L.) Gabriela Reyna Rumi; Ratih Arum Astuti; Irwandi Irwandi
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 04 (2025): Jurnal EduHealt, Edition October-December , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air pollution is a global environmental problem that is getting worse due to the mixing of natural atmospheric components with pollutants from human and natural activities. One of the main causes of air pollution in Southwest Papua is the increase in the number of motor vehicles, especially in cities such as Sorong, which also contributes to increased pollutant emissions. One plant that has antioxidant activity is papaya, which contains flavonoids, tannins, and alkaloids. Papaya (Carica papaya L) is a fruit from the Caricaceae family. This study aims to test and determine the antioxidant activity in solid soap preparations and preparation concentrations. This study uses two concentrations, namely 8% and 24%. Positive control used quercetin as a comparison. The results of the study conducted on 8% concentration solid soap preparations showed an IC50 value of 37.77, while 24% concentration preparations showed an IC50 value of 36.81. From the results obtained, it can be concluded that California papaya leaf ethanol extract solid soap preparations have high antioxidant activity When compared to the positive control quercetin, the IC₅₀ value of quercetin is 0.93 ppm, meaning that the positive control quercetin has stronger antioxidant activity.
Pengaruh Variasi Pelarut Ekstrak Daun Bungkus (Smilax rotundifolia) Sebagai Antibakteri Muh. Dahlan Wael; Irwandi Irwandi; Lukman Hardia
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2441

Abstract

Daun bungkus (Smilax rotundifolia) adalah tanaman jenis flora yang tumbuh di Indonesia, khususnya pada daerah timur papua. Daun bungkus (S. rotundifolia) sering dikenal dengan khasiatnya sebagai obat kejantanan. Daun bungkus (S. rotundifolia) mempunyai kemiripan dengan daun sirih, namun tidak memiliki bau. metode kuantitatif dengan desain True eksperimental. Penelitian ini menggunakan variasi pelarut yaitu pelarut etanol dan kloroform, masing-masing dengan konsentrasi 10% dan 15%. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA (Analisis Varians) Selanjutnya, untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata (mean) antar data, analisis dilanjutkan menggunakan uji LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kedua jenis ekstrak daun bungkus (S. rotundifolia) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus. Hal tersebut tampak pada ekstrak etanol maupun kloroform pada konsentrasi 10% dan 15% yang masing-masing menghasilkan zona hambat di sekitar kertas cakram sesuai konsentrasi ekstrak yang digunakan. Sebaliknya, pada uji terhadap E. coli tidak ditemukan adanya aktivitas penghambatan. Kondisi ini ditunjukkan oleh tidak terbentuknya zona bening di area sekitar cakram sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan E. coli tidak terpengaruh oleh perlakuan tersebut. Pada analisis data, ekstrak etanol dan kloroform terhadap bakteri S. aureus dengan nilai sig. >0,05, namun pada bakteri E. coli tidak menunjukkan efektivitas pada ekstrak etanol dan kloroform daun bungkus
Evaluasi Manajemen Penyimpanan Obat Berdasarkan Standar Pelayanan Farmasi: Studi Observasional Deskriptif di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Sorong Kris Theisalexander Taran; Angga Bayu Budiyanto; Irwandi Irwandi
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2610

Abstract

Penyimpanan obat yang memenuhi standar memiliki peranan penting dalam menjamin kualitas serta keselamatan pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Penyimpanan yang tidak tepat dapat menyebabkan kerusakan obat dan meningkatkan risiko kesalahan penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai sistem penyimpanan obat di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Sorong. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif observasional dengan teknik pengumpulan data berupa lembar observasi yang berisi indikator penyimpanan sediaan farmasi berdasarkan parameter indicator permenkes nomor 72 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan telah memenuhi standar yang berlaku, termasuk persyaratan penyimpanan obat di gudang 83%, sarana penyimpanan 100%, metode penyimpanan 83,3%, komponen penyimpanan 100% dan kesesuaian penyimpanan obat emergensi 100%.