Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Faktor Risiko Dermatitis Pada Petani Meliyanti, Fera; Heryanto, Eko
Lentera Perawat Vol. 1 No. 2 (2020): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v1i2.139

Abstract

Penyakit dermatitis terjadi pada pekerja informal yang umumnya kurang memperhatikan sanitasi dan perlindungan bagi kesehatan dirinya misalnya petani. Desa Muara Sindang merupakan salah satu desa yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Kisam Ilir memiliki kasus dermatitis yang cukup tinggi yaitu sebesar 28%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor resiko dermatitis pada petani di Desa Muara Sindang Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kisam Ilir Kabupaten OKU Selatan tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Populasi adalah seluruh petani  di Desa Muara Sindang Wilayah Kerja Puskesmas Kisam Ilir Kabupaten OKU Selatan yang berjumlah  146 orang. Besar sampel yaitu 107 sampel. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dengan derajat kepercayaan 95%, p value 0,05.Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil sebanyak  85 (79,4%) responden tidak menderita dermatitis, sebanyak 59 (56,1%) responden menggunakan alat pelindung diri tidak lengkap, sebanyak 63 (58,9%) responden dengan personal hygiene dan sebanyak 62 (57,9%) responden dengan waktu kerja beresiko. Hasil analisis bivariat menunjukkan  bahwa ada hubungan yang bermakna antara penggunaan alat pelindung diri dengan kejadian dermatitis pada petani dengan p value 0,013, ada hubungan yang bermakna antara personal hygiene dengan kejadian dermatitis pada petani dengan p value 0,000, dan ada hubungan yang bermakna antara waktu kerja dengan kejadian dermatitis pada petani. Terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan alat pelindung diri, personal hygiene dan waktu kerja dengan kejadian dermatitis.
Hubungan Pengetahuan, Pekerjaan, Dan Penyuluhan Dengan Tindakan Kepala Keluarga Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Heryanto, Eko; Meliyanti, Fera
Lentera Perawat Vol. 2 No. 1 (2021): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v2i1.156

Abstract

Penyakit infeksi oleh virus masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan perhatian internasional salah satunya ialah Demam Berdarah Dengue (DBD). Walaupun penderita DBD di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2016 ke tahun 2017, kasus ini masih menjadi pusat perhatian. Berdarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur, kasus DBD di Kabupaten OKU Timur pada tahun 2020 periode Januari-Juni tercatat sebanyak 12 kasus. Data dari UPTD Puskesmas Kota Baru kasus DBD tahun 2020 periode Januari-Juni terdapat 6 kasus. Dari seluruh kasus di Puskesmas Kota Baru, kasus tertinggi terdapat di Desa Kota Baru Barat yaitu pada bulan Februari tahun 2020 terdapat 1 kasus. Kesadaran masyarakat sampai saat ini untuk mencegah DBD belum berubah, masyarakat biasanya datang terlambat,ketika sudah jatuh korban baru akan sadar pentingnya budaya hidup sehat yang harus dimulai dari lingkungan sendiri. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah Populasi penelitian adalah seluruh kepala keluarga yang bertempat tinggal di Desa Kota Baru Barat berjumlah 205 KK. Besar sampel yaitu 136 sampel. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil sebanyak 58,1% responden tidak ada upaya pencegahan DBD, sebanyak 52,2% responden pengetahuan baik, sebanyak 65,4% responden bekerja, dan sebanyak 59,6% responden dengan kategori tidak mengikuti penyuluhan. Hasil analisis bivariat menunjukkan  bahwa ada hubungan antara pengetahuan, pekerjaan dan penyuluhan dengan upaya pencegahan DBD dengan p value 0,000; 0,001 dan 0,000. Pengetahuan, pekerjaan dan penyuluhan terbukti mempunyai hubungan yang bermakna dengan upaya pencegahan DBD.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Membuang Sampah Rumah Tangga Sarwoko, Sabtian; Heryanto, Eko; Meliyanti, Fera
Lentera Perawat Vol. 4 No. 1 (2023): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i1.188

Abstract

Sampah erat kaitanya dengan kesehatan masyarakat, karena dari sampah tersebut akan hidup berbagai mikroorganisme penyebab penyakit, dan juga binatang serangga sebagai pemindah/penyebar penyakit. Sampah yang tidak tertangani dengan baik akan mengakibatkan tingginya angka kepadatan, pencemaran terhadap udara, tanah dan juga air, serta rendahnya nilai-nilai estetika. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku membuang sampah rumah tangga di Kelurahan Sekar Jaya. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. Sampel adalah kepala keluarga yang berada di Kelurahan Sekar Jaya dengan besar sampel 331 sampel. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil sebanyak 186 (56,2%) responden mempunyai perilaku membuang sampah rumah tangga baik, sebanyak 189 (57,1%) responden berpengetahuan baik, sebanyak 182 (55%) responden dengan sikap positif, sebanyak 184 (55,6%) responden dengan pendapatan rendah dan sebanyak 173 (52,3%) responden mempunyai sarana pembuangan sampah. Analisis bivariat diperoleh hasil ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,002), pendapatan (p=0,001), dan ketersediaan sarana (p=0,001) dengan perilaku membuang sampah rumah tangga. Pendekatan dan pemberdayaan masyarakat dalam membiasakan hidup bersih dan sehat serta membiasakan sedini mungkin pada anak-anak agar membuang sampah pada tempatnya. Melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang berpengaruh dalam merubah perilaku membuang sampah sembarangan sehingga masyarakat termotivasi untuk hidup bersih dan ramah lingkungan.
Faktor yang Berhubungan dengan Hygiene Sanitasi Makanan Jajanan di Kantin Sekolah Yuniati; Novitry, Fera; Heryanto, Eko
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.286

Abstract

Anak-anak menjadi kelompok yang rentan terhadap penyakit akibat kontaminasi makanan. Makanan yang tidak higienis dapat menyebabkan penyakit seperti keracunan makanan, infeksi saluran pencernaan, dan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, kebersihan dan sanitasi makanan di kantin sekolah harus diperhatikan secara serius untuk melindungi kesehatan anak-anak. Penelitian ini akan menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, peran petugas kesehatan, dan keikutsertaan pelatihan dengan praktik higiene sanitasi  dalam penyediaan makanan jajanan di kantin sekolah.  Metode: Desain penelitian adalah Cross Sectional. Populasi adalah kantin di lingkungan Sekolah dalam Wilayah Kerja Puskesmas Muara Enim yang berjumlah 61 kantin. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling aksidental  dan menggunakan checklist . Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square.  Berdasarkan hasil analisis bivariat diperoleh hasil variabel pengetahuan dengan p value 0,005, sikap dengan p value 0,001, peran petugas Kesehatan dengan p value 0,001 dan keikutsertaan pelatihan dengan p value 0,013. Kesimpulan: Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, peran petugas kesehatan dan keikutsertaan pelatihan dengan higiene sanitasi makanan jajanan di kantin Sekolah. Temuan masalah tersebut hal yang dapat dilakukan  yaitu adakan pelatihan rutin, sosialisasi kesadaran kepada seluruh pihak di kantin sekolah, dan libatkan petugas kesehatan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap praktik higiene sanitasi makanan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi BCG Pada Bayi Di Desa Gumawang Kabupaten OKU Timur Heryanto, Eko; Yuarda
Miracle Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/mj.v4i1.738

Abstract

Pada tahun 2019 masih ada anak-anak di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap terutama BCG, bahkan ada anak yang tidak pernah mendapatkan imunisasi sejak lahir. Hasil cakupan imunisasi BCG di UPTD Puskesmas Gumawang tahun 2022 sebanyak 861 (99,19%) dari 868 bayi, sementara di desa Gumawang tahun 2022 sebanyak 116 (68,82%) dari 170 bayi. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian imunisasi BCG di Desa Gumawang pada tahun 2022 masih dibawah target yaitu 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi BCG pada bayi di Desa Gumawang Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gumawang Kabupaten OKU Timur tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. Populasi adalah seluruh bayi usia 2-12 bulan yang tinggal di Desa berjumlah 167 bayi dengan jumlah sampel sebesar 118 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil sebanyak 52 (44,1%) responden tidak diberikan imunisasi BCG, sebanyak 40 (33,9%) responden berpengetahuan kurang baik, sebanyak 53 (44,9%) responden dengan sikap negatif sebanyak 76 (64,4%) responden dengan status bekerja dan sebanyak 45 (38,1%) responden menyatakan keluarga tidak mendukung. Hasil analisis bivariat diperoleh hasil terdapat hubungan pengetahuan dengan p value 0,000, sikap dengan p value 0,000, pekerjaan dengan p value 0,000 dan dukungan keluarga dengan p value 0,001. Kesimpulan penelitin ini yaitu ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, sikap, pekerjaan dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi BCG pada bayi di Desa Gumawang.
EFFECTIVENESS OF VETIVER GRASS (VETIVERIA ZIZANIOIDES L) IN REDUCING THE TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) CONTENT OF TOFU INDUSTRIAL LIQUID WASTE IN TOFU "X" BUSINESS IN PRABUMULIH CITY Dara Veranika; Fera Meliyanti; Eko Heryanto
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 10 No. 1 (2025): Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v10i1.441

Abstract

The tofu industry has the potential to contribute liquid waste that can reduce water quality and cause water pollution, if the liquid waste is disposed of directly without prior treatment because it contains high organic pollutants. The purpose of this study was to determine the effectiveness of vetiver grass (Vetiveria Zizanioides L) in reducing Total Suspended Solid (TSS) levels in tofu industry liquid waste at the “X” tofu business in Prabumulih City in 2024. This type of research is experimental research on tofu factory liquid waste with the research design used is control group pre test -post test design. The population in this study was 30 liters of tofu industry wastewater. The sample in this study used the Grab Sampling technique. The results of the initial measurement of the tofu industry wastewater sample at the “X” tofu business, the TSS level was 259 mg/L. After the Phytoremediation process using Vetiver Grass (Vetiveria Zizanioides L) for 3 (three), 6 (six) and 9 (nine) days there was a decrease in TSS levels in the tofu industry wastewater. TSS levels decreased on day 3 with a TSS level value of 172.5 mg/L (33.4%), decreased on day 6 with a TSS level value of 101.7 mg/L (60.8%) and a very maximum decrease occurred on day 9 with a TSS level value of 66.3 mg/L. From the statistical test results of simple linear regression analysis, the sig probability value is 0.016. This proves that the length of time in the experiment using Vetiver Grass (Vetiveria Zizanioides L) has a sig probability value <0.05, . In conclusion, Vetiver Grass (Vetiveria Zizanioides L) is effective in reducing Total Suspended Solid (TSS) levels in tofu industry wastewater.  
Factors associated with Open Defecation Free (ODF) status among rural communities: A cross-sectional study Marita, Yulis; Heryanto, Eko
Lentera Perawat Vol. 6 No. 4 (2025): October - Desember
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i4.635

Abstract

Background: Open defecation remains a persistent public health challenge in many rural communities, particularly where behavioral, socioeconomic, and environmental barriers limit the adoption of safe sanitation practices. Despite national efforts to promote Community-Led Total Sanitation (CLTS), several villages in Indonesia—including Bangun Harjo—continue to experience gaps in Open Defecation Free (ODF) achievement. Objective: This study aimed to examine the factors associated with ODF status among households in a rural Indonesian community, focusing on knowledge, income, environmental proximity to rivers, and family support. Methods: A cross-sectional study was conducted among 232 household heads selected through proportional random sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using univariate and chi-square bivariate tests to determine associations between independent variables and ODF status. Results: The findings showed that 63.8% of households had achieved ODF status, while 36.2% continued practicing open defecation. Knowledge demonstrated a significant association with ODF status, where households with good knowledge were more likely to adopt safe sanitation practices (p < 0.001). Income was also significantly associated with ODF status, with higher-income households more capable of constructing and maintaining latrines (p < 0.001). Environmental distance showed strong influence, as households near rivers were more likely to practice open defecation (p < 0.001). Family support similarly contributed to increased ODF achievement, indicating the importance of household dynamics in sustaining sanitation behavior (p < 0.001). Conclusion: ODF achievement in rural settings is shaped by interconnected factors, including knowledge levels, economic capacity, environmental accessibility, and family support. These determinants highlight the need for integrated and context-specific sanitation strategies.
Determinants of medication adherence among patients with tuberculosis in Ogan Komering Ulu, Indonesia: A cross-sectional study Heryanto, Eko
Lentera Perawat Vol. 7 No. 1 (2026): January - March
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i1.718

Abstract

Background: Medication adherence among tuberculosis patients is influenced by multiple behavioral, social, and healthcare-related factors. In many developing regions, challenges related to patient knowledge, family involvement, treatment perceptions, and healthcare education continue to affect the success of tuberculosis treatment programs. Understanding the determinants of medication adherence is therefore essential for improving treatment outcomes and strengthening tuberculosis control strategies at the community level. Objective: This study aimed to identify the determinants of medication adherence among patients with tuberculosis in Ogan Komering Ulu, Indonesia. Methods: This study employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach conducted at the UPTD Puskesmas Tanjung Agung, Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra, Indonesia. The study population consisted of all tuberculosis patients registered in the TB treatment program between January and August 2025. A total sampling technique was used, resulting in 44 respondents participating in the study. Data were collected using structured interviews with a questionnaire measuring patient knowledge, family support, perceptions of anti-tuberculosis drug side effects, quality of health education provided by healthcare workers, and medication adherence. Data analysis included univariate analysis to describe variable distributions and bivariate analysis using the Chi-square test. Results: The results showed that 72.7% of respondents were adherent to anti-tuberculosis medication, while 27.3% were non-adherent. Bivariate analysis revealed that patient knowledge (p = 0.003), family support (p < 0.001), perception of drug side effects (p = 0.001), and quality of health education provided by healthcare workers (p < 0.001) were significantly associated with medication adherence. Patients with good knowledge, supportive family environments, positive perceptions of medication side effects, and high-quality educational support from healthcare providers demonstrated higher adherence rates during tuberculosis treatment. Conclusion: Medication adherence among tuberculosis patients is significantly influenced by knowledge, family support, perceptions of medication side effects, and the quality of healthcare education. Strengthening patient education, promoting family involvement in treatment supervision, and improving communication between healthcare providers and patients may enhance adherence behavior and improve tuberculosis treatment outcomes.