Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini Heryanto, Eko
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.605 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i2.56

Abstract

 ABSTRAK: Kejadian infeksi saluran pencernaan dan pernafasan merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi di Indonesia yang disebabkan oleh pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) dini. Pemberian MPASI dini pada bayi dengan ASI parsial lebih beresiko terserang diare, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi dengan ASI predominan. Data yang diambil tahun 2016 di Desa Negeri Agung tercatat kasus bayi sudah di beri MPASI yaitu sebesar 42 bayi (45,65%) dari 92 bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian MPASI dini. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan populasi seluruh ibu yang mempunyai bayi berusia 7-12 bulan di Desa Negeri Agung pada periode Januari – Maret 2017 yang berjumlah 51 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Data penelitian menunjukkan sebanyak 5,1% responden memberikan MPASI dini kepada bayinya, 51% responden memiliki pengetahuan yang baik tentang MPASI, 62,7% responden dengan kecukupan ASI, 52,9% responden dengan kategori tidak bekerja dan sebanyak 54,9% responden mendapatkan dukungan dari keluarga. Hasil analisis menunjukkan korelasi antara pemberian MPASI dini dengan pengetahuan (p value 0,017), kecukupan ASI (p value 0,001), pekerjaan (p value 0,001) dan dukungan keluarga (p value 0,001). Petugas kesehatan dapat meningkatkan perhatian ibu menyusui terhadap pemberian ASI ekslusif dengan memberikan penyuluhan atau pendidikan kesehatan mengenai manfaat dan pentingnya ASI ekslusif. RELATED FACTORS WITH PROVIDING EARLY WEANING FOODABSTRACT: The occurrence of gastrointestinal and respiratory infections caused by early early weaning food (MPASI) is one factor of the high infant mortality rate in Indonesia. The administration of early MPASI in infants with partial breast milk is more at risk for diarrhea, influenza, and fever than infants with predominant breast milk. Data taken in 2016 in the village of Negeri Agung recorded cases of infants have been given MPASI that amounted to 42 babies (45.65%) of 92 babies. This study aims to determine the factors associated with the provision of early MPASI. This study is a cross sectional study with a population of all mothers who have babies aged 7-12 months in Desa Negeri Agung in period January - March 2017 which amounted to 51 people. Statistical analysis used was chi square test. The data showed that 5.1% of respondents gave early MPASI to their babies, 51% of respondents had good knowledge about MPASI, 62.7% of respondents were sufficiently breastfeed, 52.9% of respondents were not working and 54.9% get support from family. The result of analysis showed correlation between early MPASI with knowledge (p value 0,017), breastfeed sufficiency (p value 0,000), occupation (p value 0,001) and family support (p value 0,000). Healthcare officer may increase attention of breastfeeding mothers to exclusive breastfeeding by providing education or health education on the benefits and importance of exclusive breastfeeding.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini Heryanto, Eko
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): December
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.279 KB) | DOI: 10.30604/jika.v1i2.16

Abstract

Early neonatal death occurred on the first day. Breast-feeding (breast milk) and feeding the first hour of life, known as Early Initiation of Breast-feeding (IMD) and followed by 6 months of exclusive breastfeeding can prevent infant mortality. At the hospital Dr. H. Ibnu Sutowo, number birth January-March 2014 as many as 418 deliveries, and of that number only 13.39% (56 deliveries) that perform IMD while the rest do not. The purpose of this study was to determine the factors associated with the implementation of the IMD In Maternity Room Hospital Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja. Method this research was conducted with cross-sectional design, data collection research done by structured interviews using questionnaires. The population in this study were all mothers delivered with normal birth process in Maternity Space Room Hospital Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja in May 2014.The results ofthis study are known from as much as 25.3% of respondents 83 to implementthe IMD, 51.8% withgood knowledge, 59% with a positive attitude, 60.2% have nofamily support, and 61.4% received support from health workers. Results bivariate analysis showed a variable correlation of knowledge, attitude, family support and support of health workers with p value 0.005 respectively; 0.002; 0.008 and 0.017.Conclusion of all the variables in this study no significant association.Keywords: IMD, Infant Mortality
Analisis Kepemilikan Sarana Saluran Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga Eko Heryanto; Eka Jonyansyah
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 8 No. 2 (2023): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v8i2.292

Abstract

Cakupan kepemilikan SPAL masih jauh dari target standar pelayanan minimal. Hal ini menurunkan dapat tingkat kesehatan masyarakat, mengkontaminasi air tanah dan air permukaan, dan menurunkan kualitas dan tempat tinggal bagi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemilikan sarana saluran pembuangan air limbah rumah tangga. Desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi adalah seluruh rumah yang berada di Desa Kota Baru berjumlah 524 rumah dengan besar sampel 222 sampel. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil dari 222 responden yang menjadi sampel penelitian sebanyak  128 (57,7%) responden mempunyai SPAL, sebanyak 124 (55,9%) responden berpengetahuan baik, sebanyak 127 (57,2%) responden dengan pendapatan tinggi, sebanyak 134 (60,4%) responden dengan kategori bekerja, sebanyak 120 (222,1%) responden dengan kategori tidak ada lahan dan sebanyak 124 (55,9%) responden mengaku tidak pernah mendapat penyuluhan. Berdasarkan analisis bivariate diketahui ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p value 0,003), pekerjaan (p value 0,002), pendapatan (p value 0,001) ketersediaan lahan p value (0,001), dan peran petugas kesehatan (p value 0,001) dengan kepemilikan SPAL. Hendaknya petugas kesehatan dapat melakukan upaya penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat supaya dapat menyediakan SPAL dilingkungan rumahnya
Hubungan Pengetahuan, Peran Kader Jumantik dan Penyuluhan dengan Upaya Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Yulyanti, Revi; Heryanto, Eko; Lilia, Deli
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v2i4.2131

Abstract

The study addresses the escalating global health concern of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), particularly in Indonesia, where mortality rates decreased significantly from 41.3% in 1968 to 0.87% in 2010. Despite this achievement, morbidity rates remain high, emphasizing the need for effective prevention strategies. The study, conducted in Air Paoh Village, OKU Regency, aims to explore the relationship between knowledge, the role of jumantik cadres, counseling, and family head actions in DHF prevention. Utilizing a Cross-Sectional research design, the study included 93 heads of families from a total population of 2,553. Univariate analysis revealed that 72% of respondents demonstrated good efforts in dengue prevention, with 60.2% possessing adequate knowledge. Additionally, 47.3% acknowledged the role of jumantik cadres, while 53.8% attended counseling sessions. Bivariate analysis using the chi-square test indicated significant associations. Knowledge had a p-value of 0.000, the role of jumantik cadres showed a p-value of 0.026, and counseling exhibited a p-value of 0.001. These results suggest a meaningful correlation between knowledge, the involvement of jumantik cadres, counseling attendance, and the actions taken by family heads in preventing DHF in Air Paoh Village.The study's implications highlight the importance of targeted education, active involvement of community cadres, and enhanced counseling programs to reinforce preventive actions. The findings contribute valuable insights for public health strategies, emphasizing the significance of a multifaceted approach to combat the growing prevalence of DHF in the community.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIGIENE SANITASI RUMAH MAKAN Mayasari, Dwiyanti; Heryanto, Eko; Lilia, Deli
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 15, No 2 (2023): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v15i2.1147

Abstract

Latar Belakang: Higiene Sanitasi adalah usaha pengawasan yang ditujukan terhadap factor lingkungan yang dapat merupakan mata rantai penularan penyakit. salah satunya terlihat dari sejumlah kasus keracunan pangan terjadi di beberapa daerah, terdapat kejadian luar biasa keracunan pangan sebanyak 50 kasus. Tujuan: Diketahuinya hubungan pengetahuan, sikap, personal hygiene penjamah makanan, sertifikat laik hygiene dan keikutsertaan pelatihan dengan hygiene sanitasi rumah makan di kecamatan Muara Enim Tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional. Sampel diambil total populasi yaitu 43 Rumah Makan yang ada di kecamatan Muara Enim dari bulan April sampai dengan Juni 2023 yang berjumlah 43 Rumah Makan. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistic Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan hygiene sanitasi rumah makan dengan p value 0,000< 0,05, ada hubungan bermakna antara sikap dengan hygiene sanitasi rumah makan dengan nilai p value 0,003< 0,05, ada hubungan bermakna antara personal hygiene  dengan hygiene sanitasi rumah makan dengan nilai p value 0,000<0,05, ada hubungan bermakna antara sertifikat laik higiene dengan hygiene sanitasi rumah makan nilai p value 0,000<0,05 dan ada hubungan bermakna antara keikutsertaan pelatihan dengan hygiene sanitasi rumah makan nilai p value 0,000<0,05. Saran : Agar dinas terkait dapat memonitoring rumah makan dalam memperhatikan personal hygiene penjamah makanan sesuai dengan prosedur sanitasi yang memadai untuk mencegah kontaminasi pada makanan serta berkoordinasi dengan Puskesmas untuk mengawasi rumah makan. Kata Kunci : Hygiene Sanitasi, Pengetahuan, Sikap, Personal Hygiene
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN GANGGUAN JIWA Kastini, Meri; Novitry, Fera; Heryanto, Eko
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p03

Abstract

Seseorang berpotensi terkena gangguan jiwa cukup tinggi. Setiap saat 450 juta orang di seluruh dunia terkena masalah kesehatan jiwa, saraf, maupun perilaku. Kesembuhan pasien dipengaruhi kepatuhan terhadap program pengobatan dimana pasien yang patuh kontrol pada masa rawat jalan sangat dipengaruhi dukungan dari anggota keluarga karena dapat meminimalisir kecemasan oleh penyakit tertentu dan mencegah ketidakpatuhan. Untuk Puskesmas Pajar Bulan dari 62 pasien gangguan jiwa, hanya 32 pasien (51,6%) yang rutin melakukan kunjungan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel adalah seluruh pasien gangguan jiwa yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar Bulan Kabupaten Muara Enim pada bulan Januari-Maret 2023 berjumlah 62 pasien. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil terdapat 30 (48,4%) responden yang tidak patuh minum obat, bahwa terdapat 29 (46,8%) responden dengan pengetahuan tidak baik, terdapat 35 (56,5%) responden dengan kategori dukungan keluarga tidak mendukung, terdapat 26 (41,9%) responden menyatakan peran petugas kesehatan tidak baik, dan terdapat 28 (45,2%) responden dengan akses ke pelayanan kesehatan jauh. Analisis bivariat diperoleh hasil variabel pengetahuan dengan p-value 0,000; dukungan keluarga dengan p-value 0,004; peran petugas kesehatan dengan p-value 0,001; dan akses ke pelayanan kesehatan dengan p-value 0,000. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, dukungan keluarga, peran petugas kesehatan, dan akses ke pelayanan kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Puskesmas Oleh Masyarakat Desa Panang Jaya Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Megang Kabupaten Muara Enim Rismahevi Rismahevi; Eko Heryanto; Fera Meliyanti; Zanzibar Zanzibar; Febrianto Febrianto
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.1997

Abstract

Salah satu indikator untuk menilai bagaimana pemanfaatan Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan adalah dengan melihat banyak atau tidaknya jumlah kunjungan masyarakat ke Puskesmas tersebut. Rendahnya jumlah kunjungan masyarakat ke Puskesmas menunjukkan bahwa masyarakat kurangnya memanfaatkan Pelayanan kesehatan. Dalam tiga tahun terakhir pemanfaatan Puskesmas Gunung Megang dari tahun 2019 hingga tahun 2022 mengalami penurunan jumlah kunjungan dari 45,8%ditahun 2019,33,2%ditahun 2020, 38,5% di tahun 2021 dan 40,8% ditahun 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan puskesmas oleh masyarakat Desa Panang Jaya di wilayah kerja Puskesmas Gunung Megang Kabupaten Muara Enim. Desain penelitian yang digunakan adalah metode survey analitic dengan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh total populasi sebanyak 54 orang yang ada di Desa Panang Jaya. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil kategori pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh masyarakat tercapai sebanyak 46 (85,2%), kategori pengetahuan ibu baik sebanyak 44 (81,5%), kategori persepsi positif sebanyak 44 (81,5%),kategori sikap positif sebanyak 44 (81,5%),kategori dukungan keluarga mendukung sebanyak 44 (81,5%) dan kategori jarak dekat sebanyak 43 (79,6%). Hasil Analisis Bivariat diperoleh hasil variabel pengetahuan denganvalue = 0,003 < 0,05, persepsidenganvalue = 0,003< 0,05, sikapdenganvalue = 0,000< 0,05, dukungan keluarga dengan  value = 0,003< 0,05, jarak dengan  value = 0,000< 0,05. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, persepsi, sikap, dukungan keluarga dan jarak secara simultan dengan pemanfaatan pelayanan puskesmas oleh masyarakat Desa Panang Jaya di wilayah kerja Puskesmas Gunung Megang Kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim Tahun 2023.
LEGALITAS PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOTIKA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA Heryanto, Eko
Lex LATA Vol 6, No 3 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/lexl.v6i3.3298

Abstract

Narcotics are basically good for development needs in the fields of health, science and technology. As a public prosecutor, the prosecutor not only makes charges against the defendant but also against the items that are evidence, where the demands require that the evidence be destroyed, confiscated for the benefit of the state or returned to its rightful owner. This research is a type of normative research. The results of this research show that the Legality of Law Number 16 of 2004 concerning the Prosecutor's Office of the Republic of Indonesia regarding the Destruction of Narcotics Evidence does not regulate the destruction of Narcotics Evidence. The destruction of Narcotics Evidence is regulated in Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, Government Regulation Number 40 of 2013 concerning Implementation of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, as well as Regulation of the Head of the National Narcotics Agency Number 7 of 2010 concerning Technical Guidelines for Handling and Safe destruction of confiscated narcotics, narcotics precursors and other chemicals.
DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI IMUNISASI PENTAVALEN LANJUTAN Meliyanti, Fera; Heryanto, Eko
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v15i1.357

Abstract

To maintain an optimal level of immunity, follow-up immunization is required. Follow-up immunization is a repeat of basic immunization to extend the protection period of children who have received basic immunization. The use of pentavalent immunization (DPT-HB-HIB) for infant and toddler immunization was launched in 2014 by the Indonesian Ministry of Health. Indonesian children will be better protected from the threat of immunization-preventable diseases (PD3I), with the addition of Haemophilus influenzae type b (Hib) vaccine given together with DPT and Hepatitis B vaccines. This Indonesian-made combination tetravalent (DPT-HB) vaccine development vaccine is called Pentavalent, because it is a combination of 5 antigens, namely DPT (Diphtheria, Pertussis and Tetanus), Hepatitis B, and HiB. This study aims to determine the determinants that affect the completeness of continued pentavalent immunization. This study is a quantitative study using a cross sectional approach. The population in this study were children aged 18-24 months in the work area of UPTD Puskesmas Tanjung Baru from January to March 2022 totaling 405 with a sample of 80 children aged 18-24 months. The results showed that there was a significant relationship between maternal education and the completeness of advanced pentavalent immunization with a p-value of 0.004, there was a significant relationship between maternal knowledge and the completeness of advanced pentavalent immunization with a p-value of 0.021, there was a significant relationship between maternal attitudes and the completeness of advanced pentavalent immunization with a p-value of 0.009 and there was a significant relationship between family support and the completeness of advanced pentavalent immunization with a p-value of 0.012. From the results of this study, it is hoped that health workers, especially mother and child health (KIA) program holders, can pay special attention to mothers in providing counseling on advanced pentavalent immunization
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI 6-12 BULAN DI DESA KOTA BARU WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KOTA BARU KABUPATEN OKU TIMUR TAHUN 2024 Heryanto, Eko
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Abdurahman
Publisher : STIKES Abdurahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55045/jkab.v14i1.224

Abstract

Penyakit diare merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dengan angka kesakitan dan kematian yang masih tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur pada tahun 2023 diketahui kasus diare sebesar 3.841 kasus (39%). Di UPTD Puskesmas Kota Baru pada tahun 2023 ditemukan proporsi kasus Diare sebesar 477 kasus (39,89%). Di Desa Kota Baru dengan kasus diare tertinggi. Tercatat pada tahun 2023 ditemukan kasus diare pada bayi sebanyak 46 kasus (37,09%) dari 124 jumlah bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian diare pada bayi 6-12 bulan di Desa Kota Baru.Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian Cross Sectional. Sampel diambil total populasi yaitu seluruh bayi usia 6-12 bulan di Desa Kota Baru Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kota Baru Kabupaten OKU Timur yang berjumlah 54 bayi. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square.Berdasarkan analisis univariat diperoleh hasil 40 responden (74,1%) dengan bayi yang tidak menderita diare, terdapat 38 responden (70,4%) dengan hygiene sanitasi MP-ASI yang memenuhi syarat, terdapat 36 responden (66,7%) dengan personal hygiene baik, terdapat 39 responden (72,2%) dengan sumber air bersih kategori baik dan terdapat 42 responden (77,8%) tersedia jamban. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa, ada hubungan yang bermakna antara hygiene sanitasi MP-ASI dengan kejadian diare pada bayi 6-12 bulan dengan p value 0,000, ada hubungan yang bermakna antara Personal Hygiene dengan kejadian diare pada bayi 6-12 bulan dengan p value 0,000, ada hubungan yang bermakna antara sumber air bersih dengan kejadian diare pada bayi 6-12 bulan dengan p value 0,001 dan ada hubungan yang bermakna antara ketersediaan jamban dengan kejadian diare pada bayi 6-12 bulan dengan p value 0,001Ada hubungan yang bermakna antara hygiene sanitasi MP-ASI, Personal Hygiene, sumber air bersih dan ketersediaan jamban dengan kejadian diare pada bayi 6-12 bulan.Kata Kunci: diare, MP-ASI, cuci tangan, air bersih, jamban