Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEMBONGKAR PEMIKIRAN MEGAWATI SUKARNO PUTRI: KAJIAN WACANA KRITIS Udu, Hamiruddin; Hidrawati, Hidrawati; Arafah, Nur; Udu, Sumiman
Jurnal Penelitian Budaya Vol 9, No 1 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v9i1.48445

Abstract

Megawati Soekarno Putri adalah Ketua Umum PDIP Periode 1999-2024, partai penguasa yang berhasil menjadikan Joko Widodo dua kali menjadi Presiden RI. Pikiran-pikirannya menjadi salah satu masukan yang dipertimbangkan Presiden Joko Widodo. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar pemikiran Megawati Sukarno Putri (MSP) yang disampaikan dalam pidato di acara puncak peringatan bulan Bung Karno pada tanggal 24 Juni 2023. Data dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik transkripsi online desgrabador tool, yakni aplikasi yang mengkonversi video youtube menjadi teks. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi kualitatif. Data dianalisis menggunakan teknik analisis wacana kritis. Hasil penelitian menunjukan bahwa: pertama, dari dimensi teks, MSP ingin menyampaikan: (a) bahwa Megawati adalah putri bapak proklamator, pendiri bangsa, dan pencetus gagasan dasar negara Pancasila; (b) Bung Karno adalah seorang yang berpaham marhaen, seorang yang menganut konsep hidup sederhana dan MSP ingin mengajak semua orang untuk hidup sederhana layaknya petani di pedesaan; (c) Bung Karno memiliki ide-ide yang diakui dunia, (d) Energi perjuangan partai ada di gubuk-gubuk rakyat miskin; (e) MSP mengingatkan adanya amanat konstitusi yang memberi penegasan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, kedua, dari dimensi kognisi sosial, terlihat kesadaran politik MSP pada beberapa hal, yaitu: (a) MSP memiliki trauma politik karena pernah diperlakukan tidak adil oleh penguasa, dan (b) MSP kuatir akan adanya pengurus partai yang tidak patuh dan loyal padanya dan terbukti Presiden Jokowi mendukung capres yang tidak didukung oleh PDIP; serta ketiga, dari dimensi konteks sosial, pokok-pokok pikiran pada pidoto MSP dipengaruhi oleh teks-teks yang berkembang dalam masyarakat, khususnya dinamika politik menghadapi Pemilu 2024. Kata kunci: Bulan Bung Karno, MSP, Marhaen, politik, rakyat miskin
Kangkilo Oral Tradition: Basic Multicultural Local Wisdom from Butonese to Create the Peace of The Nation Arafah, Nur; Udu, Hamiruddin; Hidrawati, Hidrawati
International Journal of Multidisciplinary Sciences Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ijms.v3i2.3909

Abstract

Some traditions have values to glue the community live together in peace. However, many people especially young generations forgot it. This study aims to describe the basic multicultural local wisdom of the Buton people. The design of the research is a descriptive study by using qualitative descriptive method analysis. The results of the study showed that some local wisdoms in oral tradition of kangkilo were the basis for the creation of multicultural attitudes and understanding in Butonese. The values teach the community to protect themselves from chastity, both religious holiness and social holiness. Thus, people who understand this tradition will be obedient in following the teachings of their religion, and socially they will avoid attitudes and words that hurt other people's hearts, prevent heinous and unjust, treacherous, destructive acts, otherwise the values in tradition invite people to do good.
Hate Speech Discourse in Rector Election Messages in Digital Space Suhartini, Lelly; Udu, Hamiruddin; Hidrawati
Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/lkw.v11i2.12500

Abstract

Despite the growing body of hate speech studies in Indonesia, existing research has predominantly concentrated on ethnic and religious domains, leaving its construction within institutional political arenas, such as university rector elections, largely underexplored. Addressing this gap, the present study examines how hate speech is discursively constructed in media coverage of the Rector Election at one University in Southeast Sulawesi, Indonesia, drawing on reports published by FramingNewsTV.com and other national news outlets. Grounded in an integrative theoretical framework that combines Sociolinguistics with Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis (CDA), this qualitative study analyzes hate speech across three analytical dimensions: textual features, discursive practices, and social practices. The findings demonstrate that hate speech in this context is predominantly constructed in covert forms. At the textual level, it operates through three main strategies: the use of sensational and negatively charged vocabulary, the deployment of war and theatrical metaphors, and the dramatization of legal registers to produce a “truth effect.” At the level of discursive practice, these strategies function to construct rigid in-group and out-group identities, intensifying polarization and constraining substantive public dialogue. At the level of social practice, hate speech emerges as an instrument of epistemic struggle, aimed at delegitimizing formal authorities and undermining symbolic power and individual agency. Theoretically, this study proposes the Critical Digital Sociolinguistics model as a contextualized framework for analyzing hate speech in digital political discourse in Indonesia. Practically, the findings highlight the need for enhanced media literacy and more nuanced regulatory guidelines capable of detecting covert and systemic forms of hate speech beyond explicit expressions
Literasi digital di SMP: Memanfaatkan extensive reading central untuk peningkatan minat baca bahasa inggris Udu, Hamiruddin; Hidrawati
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/alpatih.v3i2.324

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan memperkenalkan Extensive Reading Central (ER Central) sebagai platform literasi digital. Kegiatan ini dirancang sebagai intervensi partisipatif yang menggabungkan workshop blended learning (70% praktik, 30% teori), demonstrasi langsung, dan pendampingan individu. Sebanyak 24 siswa kelas VIII terlibat dalam sesi pelatihan penggunaan fitur-fitur ER Central, seperti graded readers dan vocabulary tracking. Efektivitas program dievaluasi menggunakan model Kirkpatrick, yang mencakup pre-test/post-test, kuesioner, dan FGD. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pemahaman peserta tentang extensive reading meningkat 29,8 poin (dari rerata pre-test 52,3 menjadi post-test 82,1). Sebanyak 92% peserta (22 dari 24 siswa) menyatakan komitmen untuk menggunakan platform secara mandiri. Analisis kualitatif mengungkap transformasi motivasi dari ekstrinsik ke intrinsik dan pergeseran identitas dari konsumen pasif menjadi pembelajar aktif. Program ini berhasil membuktikan bahwa ER Central, ketika diimplementasikan melalui pendekatan blended learning dan pendampingan yang tepat, dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan minat baca dan literasi digital siswa di daerah pinggiran. Tingkat adopsi yang tinggi dan peningkatan pemahaman yang signifikan menjadikan model ini layak untuk direplikasi di sekolah-sekolah dengan konteks serupa.