Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak jenjang Sekolah Dasar, namun implementasi pembelajaran di kelas masih belum sepenuhnya mengakomodasi perbedaan karakteristik siswa, sehingga penguatan literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran berdiferensiasi berorientasi literasi numerasi serta menguji kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memenuhi kriteria layak berdasarkan validasi ahli serta efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari 66,4 menjadi 82,1 dengan nilai N-Gain sebesar 0,47 (kategori sedang). Selain itu, terjadi peningkatan ketuntasan belajar dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Kesimpulannya, model pembelajaran berdiferensiasi berorientasi literasi numerasi layak dan efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Dasar.