Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analysis of the Demographic Status of Diabetes Mellitus Patients in Participation in the Non-Communicable Disease Management Program Ricko Dwi Haryanto; Lilis Rohayani; Alfina Putri Zahra
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.4739

Abstract

NCD (Non-Communicable Diseases) activities support the proactive management of DM. This activity includes medical consultation, group education, home visits and health screenings for participants, and health education and counselling. Diabetes can be controlled using serious attention from all parties to improve the patient’s quality of life. So, NCDs (Non-communicable diseases) effectively improve the status of patient self-health maintenance. Objective to analyse the demographic status of diabetic Mellitus patients using the NCD (Non-Communicable Disease) Management program at the Nagrak Health Center, Cianjur Regency Correlative descriptive research method with a cross-sectional approach. A sample of 330 patients was taken using the random stratified sampling technique conducted in September 2023. The demographic status of the age group is related to the p-value (<0.001) on the level of utilisation of NCD (Non-Communicable Diseases) services in the Working Area of the Nagrak Health Center, Cianjur Regency by obtaining from 307 respondents with productive age to pre-elderly (37-59 years), there are 218 people (71%) whose utilisation rate of prolanis services is high, while from 23 respondents with elderly age up to high-risk elderly (60-80 years old), there are seven people (30.4%) whose utilisation rate of NCD (Non-Communicable Diseases) services. Factors affecting the coverage of participation of patients with diabetes mellitus in the NCD (Non-Communicable Disease) program are age and gender.
Penyuluhan Kesehatan Tentang PHBS Dalam Pencegahan DBD Pada Siswa SMP IT Najmul Quro Kabupaten Cianjur Ricko Dwi Haryanto; Nofah Maulani Ibrahim; Nurnadifah; Siti Sabina Anjani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i1.2086

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dan secara global. Dalam pelaksanaan penyuluhan di lingkungan Sekolah jenjang SMP di wilayah Cianjur cenderung telah mendorong percepatan perubahan lingkungan kesehatan, salah satunya dengan Kegiatan Penyuluhan oleh mahasiswa kesehatan khususnya mahasiswa perawat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan topik PHBS Dalam Pencegahan DBD Pada Siswa SMP IT Najmul Quro Kabupaten Cianjur merupakan salah satu upaya meningkatkan pengetahuan siswa SMP dalam mendukung percepatan kesehatan di Kabupaten Cianjur. Metode pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan diskusi interaktif yang dilakukan secara langsung terhadap para siswa SMP IT Najmul Quro di Kabupaten Cianjur dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuan bagi siswa SMP bahwa pelayanan penyuluhan dengan pendekatan langsung di lingkungan SMP IT Najmul Quro Kabupaten Cianjur dapat menjadi pilihan efektif sebagai upaya mencapai kemandirian kesehatan siswa SMP di Kabupaten Cianjur. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan dengan pendekatan upaya kesehatan di tingkat SMP wilayah Kabupaten Cianjur.
EDUKASI KELUARGA DALAM PEMANFAATAN DAUN KELOR UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Eva Martini; Sri Kurnia Dewi; Ricko Dwi Haryanto; Asep Suryadin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23831

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat dari kekurangan gizi yang kronis. Dampak stunting jangka panjang adalah anak akan mengalami kehilangan produktifitas ketika dewasa. Intervensi yang perlu dilakukan untuk mencegah stunting dimulai dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Memberikan makanan tambahan menggunakan bahan lokal yang mempunyai keterjangkauan harga serta ketersediaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dalam meningkatkan pengetahuan keluarga dalam pemanfaatan daun kelor sebagai upaya pencegahan stunting. Metode penyuluhan yang digunakan yaitu kegiatan ceramah menggunakan media poster, sesi tanya jawab, pretest dan posttest. Pengabdian dilakukan oleh tim di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tipar Kota Sukabumi. Peserta kegiatan sosialisasi adalah ibu yang memiliki balita yang datang ke posyandu berjumlah 35 orang. Evaluasi pada kegiatan ini dengan melakukan posttest berjumlah 15 soal. Evaluasi kegiatan ini menunjukan keberhasilan telah terpenuhi dengan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 22% berdasarkan hasil pre-test 43% dan posttest 65%.Abstract: Stunting is a problem of growth and development disorders in children as a result of chronic malnutrition. The long-term impact of stunting is that children will experience a loss of productivity when they grow up. Interventions that need to be carried out to prevent stunting start with meeting nutritional needs. Providing additional food using local ingredients that have affordable prices and availability. This community service activity aims to provide education in increasing family knowledge in the use of moringa leaves as an effort to prevent stunting. The counseling method used was lecture activities using poster media, question and answer sessions, pretest and posttest. The service was carried out by the team at the Posyandu Working Area of the Tipar Health Center, Sukabumi City. The participants of the socialization activity were mothers who had toddlers who came to the posyandu totaling 35 people. Evaluation in this activity by conducting a posttest totaling 15 questions. The evaluation of this activity showed that the success had been fulfilled with an increase in participants' knowledge by 22% based on the results of the pre-test 43% and the posttest 65%.