Mokhamad Sandi Haryanto
Departemen Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Institut Kesehatan Rajawali, Bandung, Indonesia

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

NURSE COMPLIANCE IN IMPLEMENTING INTERVENTION PROCEDURES FOR HIGHRISK PATIENTS OF FALL IN INSTALATION AT CIMACAN HOSPITAL, CIANJUR REGENCY Ricko Dwi Haryanto; Mokhamad Sandi Haryanto
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 9 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v9i3.697

Abstract

The indicator of patient safety in hospitals is the reduction of the patient's risk of falling. The number of patients falling in Cimacan Hospital, Cianjur Regency, in 2015 was 7 patients and increased to 9 patients in 2016, nurses' compliance in implementing high-risk patient standards for falls is very important for patient safety. The purpose is to know the level of nurse compliance in the implementation of interventions for patients with a high risk of falling in Cimacan Hospital, Cianjur Regency. This study uses quantitative methods with an analytical descriptive design. Sampling with probability sampling using proportional stratified random sampling. The number of research samples is as many as 57 nurses. Results: most of the nurses (68.4%) were in the category of being obedient to the implementation of the intervention for patients with a high risk of falling. Based on each stage of the intervention procedure for high-risk patients, nurses were obedient in the pre-interaction stage (100%), orientation stage (89.5%), and documentation stage (100%) but at the implementation stage (63.2%) nurses did not comply. Suggestions to improve the standard implementation of high fall-risk patients so that the incidence of falls can be prevented or reduced.
Sosialisasi Pencegahan Bronkitis Pada Remaja SMK Mahardhika Batujajar Mokh.Sandi Haryanto; Theophylia Melisa Manumara; Abdurrasyid Zakhir Syiham Yogaswara; Nadia Fatma; Gina Revana; Indri Dwi Fitriani; Elsa Lestari; Rianti Aprilia; Nahla Fauziah Sukmana; Titin Hanipah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3hs2dy80

Abstract

Bronkitis merupakan suatu peradangan pada bronkus yang dapat bersifat akut maupun kronis dan banyak dialami oleh remaja akibat paparan asap rokok, polusi udara, serta kebiasaan hidup yang kurang sehat. Remaja berada pada masa transisi yang rentan terhadap berbagai penyakit sistem pernapasan karena adanya perubahan perilaku, lingkungan, dan gaya hidup. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan sistem pernapasan menyebabkan remaja tidak memahami risiko bronkitis serta cara mencegahnya, sehingga edukasi kesehatan menjadi sangat penting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bronkitis serta upaya pencegahannya melalui edukasi interaktif. Metode yang digunakan adalah metode edukatif berupa penyampaian materi menggunakan media Power Point, pembagian leaflet edukatif, pre-test, games interaktif, diskusi, serta post-test untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang terlihat dari kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan pada sesi post-test dan quiz. Antusiasme siswa dalam sesi tanya jawab serta partisipasi aktif dalam games menunjukkan bahwa metode edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan. Dari hasil kegiatan Pendidikan kesehatan ini dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa mengenai bahaya bronkitis, faktor risiko seperti rokok dan polusi, serta pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan guna mencegah penyakit bronkitis pada remaja.
Edukasi Pencegahan Asma untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan Siswa SMK Pusdikhubad Cimahi Mokh Sandi Haryanto; Theophylia Melisa Manumara; Siti Sofiah; Chalisa Putri Mayda; Wulan Nursifa; Maritha Aurin Alfarizki; Rifa Nurul Fajriani; Reva Oktavia Ramadhani; Dalfa Mutmainah; Mohamad Ihsan Pahlevi
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ds05w884

Abstract

Penyakit asma termasuk dalam kategori penyakit tidak menular yang sering dialami remaja dan dapat menghambat aktivitas belajar akibat gejala seperti sesak napas, batuk berulang, dan mengi. Kurangnya informasi tentang faktor pencetus seperti debu, asap rokok, polusi udara, dan cuaca dingin menyebabkan risiko kekambuhan asma yang lebih tinggi di sekolah. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMK Pusdikhubad Cimahi mengenai cara mencegah penyakit asma. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, penyusunan materi, pelaksanaan edukasi dengan media PowerPoint dan leaflet, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil ada peningkatkan pemahaman siswa mengenai definisi asma, gejala awal, faktor pencetus, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari asap rokok. Saran edukasi tidak hanya diakukan sekali tetapi harus rutin sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan dan mengurangi risiko kekambuhan asma pada remaja.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Dalam Pencegahan Tuberkulosis Paru di SMAN 1 Parongpong Mokhamad Sandi Haryanto; Theophylia Melisa Manumara; Rifan Abiyansah; Nazma Septia Wanty; Dita Apriliyanti; Bakhi Fadlah; Nabila Agustin; Repa Wulandari; Aiska Haniyya Muhtar; Cici Lestari
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1weqgy48

Abstract

Pendidikan kesehatan mengenai Tuberkulosis Paru (TB Paru) di SMAN 1 PARONGPONG bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa-siswi dalam pencegahan penularan TB melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini dilatar belakangi oleh tingginya angka kejadian TB dikalangan remaja akibat kurang pemahaman tentang mekanisme penularan, faktor risiko, upaya pencegahannnya. Metode yang di gunakan yaitu pendekatan melalui pretest dan posttest, penyampaikan materi diskusi interaktif, dan demonstrasi etika batuk dan mencuci tangan yang benar. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatann pengetahuan siswa-siswi dengan hasil kenaikan posttest secara signifikan dibanding dengan pretest. Pembahasan mengindikasikan bahwa dengan edukasi kesehatan di sekolah mampu memperkuat upaya pencegahan  TB Paru, sekaligus meningkatkan kesadaran remaja dalam penerpan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari hari di sekolah maupun di rumah. Dapat disimpulkan dari kegiatan Pendidikan kesehatan ini memperbaiki pemahaman siswa-siswi dan dapat di jadikan model kegiatan yang edukatif berkelanjutan untuk mendorong pencegahan TB Paru di disekolah ataupun dirumah.
Jejaring Mata Katarak POSBINDU NoW CARE di Desa Cihanjuang Rahayu M Iqbal Sutisna; Rahayu Mujiharti; Arie J Pitono; Arieni Ramadhan; Ahmad Arifin; Tentry Fuji Purwanti; Egie Komara Yudha; Mira Harini; Amulia Irlianti; Rizky Gumilang Pahlawan; Metilda Metilda; Theophylia Melisa Manumara; Istianah Istianah; Budi Rustiadi; Meilirianta Meilirianta; M. Sandi Haryanto; Yulinar Indriati
Bakti Nusantara Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): May - August
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/bnpmi.v2i2.104

Abstract

Katarak adalah suatu kondisi di mana lensa mata mengalami keruh, yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan dan, jika tidak ditangani, berpotensi menyebabkan kebutaan. Secara global, katarak adalah penyebab utama kebutaan, dengan lebih dari 100 juta orang menderita katarak, dan 17 juta di antaranya mengalami kebutaan. (WHO, 2022) Katarak merupakan 81% kasus penyebab utama kebutaan di Indonesia. Populasi yang terus bertambah dan penuaan yang meningkat, jumlah kasus katarak diperkirakan akan meningkat seiring waktu. Ini menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan, terutama di negara berkembang banyak individu, terutama di daerah terpencil dan kurang terlayani, tidak memiliki akses yang memadai untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan katarak. Metode pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui Pos Pembinaan Terpadu Nursing Rajawali of Care (POSBINDU NoW Care) yang bertujuan untuk meningkakan pemahaman dan pencegahan komplikasi penyakit tidak menular dalam hal ini kebutaan pada mata akibat Katarak. Lima Tahapan Kegiatan yang dilakukan pada POSBINDU NoW Care: Tahapan I    melakukan pendaftaran dan administrasi peserta, tahapan II melakukan wawancara kepada peserta, tahapan III, melakukan pemeriksaan kesehatan dan screening mata katarak, tahapan IV, edukasi dan rencana tindak lanjut, tahapan V pendokumentasian. Hasil Berdasarkan hasil kegiatan yang melibatkan 48 peserta, ditemukan bahwa 7 peserta (atau sebesar 15%) terdeteksi mengalami katarak. Rentang usia peserta yang teridentifikasi positif katarak adalah antara 37 hingga 69 tahun. Dari total 48 peserta yang hadir dalam kegiatan ini, sebanyak 42 orang (88%) adalah perempuan. Dominasi peserta berjenis kelamin wanita dapat ditinjau dari beberapa sudut pandang, baik secara sosial, kultural, maupun epidemiologis
Sosialisasi Pencegahan Anemia dan Pentingnya Nutrisi Pada Remaja Putri SMK 45 Lembang Mokh.Sandi Haryanto; Tentry Fuji Purwanti; Lisbet Octovia Manalu; Abdurrasyid Zakhir Syiham Yogaswara; Nahla Fauziah Sukmana; Nadia Fatma; Indri Dwi Fitriani; Gina Revana; Elsa Lestari; Kartini Kartini; Titin Hanipah; Ayu Niasy; Sefya Fica Wulandari
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zk2neh06

Abstract

Anemia merupakan kondisi tubuh yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah berada di bawah nilai normal. Hemoglobin berperan penting dalam mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Apabila kadar hemoglobin menurun, suplai oksigen ke jaringan tubuh menjadi tidak optimal sehingga dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh, seperti berkurangnya produktivitas, mudah lelah, serta menurunnya daya tahan tubuh. Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami anemia akibat masa pertumbuhan yang cepat, perubahan pola makan, serta kurangnya asupan zat besi. Kurangnya pengetahuan mengenai anemia menyebabkan remaja sering tidak menyadari tanda dan gejala anemia serta cara pencegahannya, sehingga edukasi kesehatan menjadi sangat penting. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswi mengenai anemia serta upaya pencegahannya melalui edukasi yang bersifat interaktif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi menggunakan media PowerPoint, pembagian leaflet edukatif, pelaksanaan pre-test, games interaktif, diskusi, serta post-test untuk menilai tingkat pemahaman siswi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam menjawab pertanyaan pada sesi post-test dan quiz. Antusiasme siswi dalam sesi tanya jawab serta partisipasi aktif dalam games menunjukkan bahwa metode edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya pencegahan anemia. Dari hasil kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan mampu meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswi mengenai anemia, faktor risiko yang memengaruhinya, serta pentingnya menjaga pola makan bergizi seimbang untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja.
PENGARUH TERAPI KOGNITIF TERHADAP INSIDEN POST INTENSIVE CARE SYNDROME (PICS) DOMAIN KOGNITIF PADA PASIEN DI RUANG ICU RSUD WELAS ASIH Rustandi B; Nurhayati N; Haryanto MS; Istianah Istianah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56735

Abstract

Kemajuan pelayanan di Intensive Care Unit (ICU) telah meningkatkan angka kelangsungan hidup pasien kritis, namun menimbulkan masalah jangka panjang berupa Post Intensive Care Syndrome (PICS), terutama gangguan kognitif yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Prevalensi PICS pada pasien pasca ICU masih cukup tinggi dan meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien kritis. Di RSUD Welas Asih, skrining PICS serta intervensi stimulasi kognitif belum dilakukan secara rutin sehingga risiko gangguan kognitif belum tertangani secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai terapi kognitif sebagai upaya untuk mengurangi insiden PICS pada pasien ICU. Untuk mengetahui Pengaruh Terapi Kognitif Terhadap Insiden Post Intensive Care Syndrome (PICS) Domain Kognitif Di Ruang ICU RSUD Welas Asih. menggunakan metode kuasi eksperimen dengan menggunakan kelompok kontrol. Pemberian terapi kognitif pada pasien ICU terbukti berpengaruh terhadap insiden Post Intensive Care Syndrome (PICS) domain kognitif dan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah perlakuan diberikan. Terapi kognitif berpengaruh meningkatkan fungsi kognitif dan menurunkan insiden Post Intensive Care Syndrome (PICS) pada pasien ICU, serta menunjukkan perbedaan bermakna dibandingkan perawatan standar.
HUBUNGAN TRANSPERSONAL CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT HARAPAN DAN RESILIENCE PASIEN PASCA STROKE DI RSAU DR. M SALAMUN BANDUNG TAHUN 2026 Salma Nurr Sajidah Oktaliani; Eny Kusmiran; Mokh. Sandi Haryanto; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56836

Abstract

Transpersonal caring dalam teori Human Caring Jean Watson menekankan hubungan empatik, kehadiran tulus, dan dukungan spiritual dalam praktik keperawatan. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien. Pada pasien pasca-stroke, harapan dan resiliensi berperan penting dalam proses pemulihan dan penyesuaian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas transpersonal caring (Caritas Processes) perawat dengan tingkat harapan dan resiliensi pasien pasca-stroke di RSAU dr. M. Salamun Bandung. Jenis penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 57 responden dengan teknik Accidental sampling. Menggunakan kuesioner Transpersonal Caring (CPC), tingkat harapan (HHI), resilience (CD-RISC), dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan transpersonal caring perawat berada pada sedang (33,3 %), dan rendah (43,9 %). Tingkat harapan pasien berada pada kategori tinggi (45,6 %), dan rendah (54,4%). Resilience berada pada kategori tinggi (49,1%), dan rendah (54,4%). Terdapat hubungan signifikan antara transpersonal caring  perawat dengan tingkat harapan (p = 0,000) dan resilience (p = 0,000). Peningkatan kualitas transpersonal caring berkontribusi terhadap meningkatnya harapan dan resiliensi pasien dalam menghadapi kondisi penyakitnya.
Perbandingan Edukasi Kesehatan dengan Metode Gamifikasi dan Metode Ceramah Terhadap Pengetahuan Pencegahan Miopia Pada Siswa Ririn Putri Ahudyanti; Lisbet Octovia Manalu; Ahmad Arifin; M. Sandi Haryanto
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.298

Abstract

Miopia merupakan salah satu gangguan penglihatan yang banyak terjadi pada anak usia sekolah dan berdampak pada proses belajar serta kualitas hidup, namun edukasi kesehatan yang selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah masih kurang melibatkan partisipasi aktif siswa, sementara penggunaan gamifikasi yang dinilai lebih interaktif belum banyak diteliti efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan miopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas edukasi kesehatan dengan metode gamifikasi dan metode ceramah terhadap pengetahuan pencegahan miopia pada siswa. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest–posttest two group design. Penelitian dilakukan pada 78 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok gamifikasi dan kelompok ceramah dengan masing-masing 39 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan pencegahan miopia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok gamifikasi terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 53.33 menjadi 88.33 (p < 0.001). Pada kelompok ceramah terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 58.97 menjadi 7.46 (p < 0.001). Hasil uji independent t-test menunjukkan adanya perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p < 0.001, dimana rata-rata peningkatan skor pengetahuan pada kelompok gamifikasi sebesar 35.00 sedangkan pada kelompok ceramah sebesar 19.49. Kesimpulan penelitian ini adalah metode gamifikasi lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan miopia.
Hubungan Self-Care Dan Tingkat Kecemasan Dengan Kontrol Rutin Pada Pasien Hipertensi di Puskemas Sindangkerta Tahun 2026 Anis Nurhalisa; Lisbet Octovia Manalu; M. Iqbal Sutisna; M. Sandi Haryanto
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 9.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Menurut WHO, hipertensi menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan kematian di dunia. Pengendalian hipertensi memerlukan self-care yang baik serta kontrol rutin ke fasilitas kesehatan. Namun, kecemasan yang dialami pasien dapat memengaruhi perilaku tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan self-care dan tingkat kecemasan dengan kontrol rutin pada pasien hipertensi di Puskesmas Sindangkerta. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan self-care dengan tingkat kecemasan terhadap kontrol rutin pada pasien hipertensi di Puskesmas Sindangkerta Tahun 2026. Metode : Penelitian ini menggunakan kuantitaif analitik dengan metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional. Bentuk pendekatan ini melalui cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 responden diambil menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Hill-Bone High Blood Pressure Compliance Scale untuk mengukur self-care dan Generalized Anxiety Disorder-7 untuk mengukur tingkat kecemasan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-care baik sebanyak 33 responden (60,0%). Tingkat kecemasan responden sebagian besar berada pada kategori kecemasan berat 12 responden (21,8%), dan sebagian besar responden melakukan kontrol rutin sebanyak 30 responden (54,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara self-care dengan kontrol rutin dengan nilai p = 0,000, serta terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan kontrol rutin dengan nilai p = 0,000. Simpulan : Terdapat hubungan self-care dengan tingkat kecemasan terhadap kontrol rutin pasien hipertensi di Puskesmas Sindangkerta Tahun 2026.