Sudarminto Setyo Yuwono
Unknown Affiliation

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PROPORSI SANTAN DAN LAMA PEMANASAN TERHADAP SIFAT FISIKO KIMIA DAN ORGANOLEPTIK BUMBU GADO-GADO INSTAN [IN PRESS JULI 2015] Mohammad Andi Cahyono; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gado-gado merupakan makanan tradisional Indonesia yang populer, dibuat dari sayuran rebus, irisan telur, tahu, tempe, dan bumbu kacang. Proses pembuatan Gado-gado membutuhkan waktu lama dalam mempersiapkan bumbunya. Informasi tentang konsentrasi yang ditambahkan dalam bumbu gado-gado sangat terbatas. Penambahan santan mempengaruhi total mikroba. Cara mengurangi jumlah mikroba diperlukan waktu pemanasan yang tepat. Penelitian menggunakan RAK dengan 2 faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan proporsi santan cair dan lama waktu pemanasan memberikan pengaruh nyata terhadap viskositas, tekstur, kecepatan mencampur, kecerahan, kemerahan, kekuningan, kadar air, Aw dan kadar lemak. Interaksi dua faktor terjadi pada parameter organoleptik rasa dan warna. Perlakuan terbaik adalah proporsi santan 5% dan lama pemanasan 5 menit. Produk memiliki kadar air 11.68%, Aw 0.67, lemak 25.34%, angka peroksida 7.62 meq/kg, tekstur 10.57 N, kecerahan 29.50, kemerahan 6.00, kekuningan 7.23, kecepatan mencampur 8.19 gram/menit, viskositas 395.00 cP, TPC 500 log CFU/ml, nilai kesukaan rasa 4.05, aroma 3.75 dan warna 3.75.   Kata kunci: Bumbu gado-gado, Pemanasan, Santan.
PENGARUH PROPORSI GULA MERAH DAN KACANG TANAH SERTA PENAMBAHAN TEPUNG SANTAN TERHADAP BUMBU GADO-GADO INSTAN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Julia Agustina; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gado-gado adalah campuran dari berbagai jenis sayuran rebus seperti kol, kacang panjang, selada, tauge, kentang, dan lain-lain yang disiram oleh saus kacang.. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui proporsi gula merah dan kacang tanah serta penambahan tepung santan yang tepat untuk mendapatkan cita rasa yang sesuai dengan selera masyarakat dan mengetahui perubahan sifat fisiko kimia dan organoleptik yang terjadi pada bumbu gado-gado instan. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang masing-masing terdiri dari 3 level. Faktor I adalah penambahan tepung santan (0%, 7% dan 14%) dan faktor II adalah proporsi gula merah dan kacang (60:240, 105:195 dan 150:150). Perlakuan terbaik bumbu gado-gado instan parameter organoleptik rasa pada perlakuan proporsi gula merah dan kacang tanah 150 : 150 dan penambahan tepung santan 5 %.   Kata Kunci: Bumbu instan, Gado-gado, Proporsi gula merah dan Kacang tanah, Tepung santan
PENGARUH LAMA PENGUKUSAN DAN KONSENTRASI ETIL ASETAT TERHADAP KARAKTERISTIK KOPI PADA PROSES DEKAFEINASI KOPI ROBUSTA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Dhira Ananta Wijaya; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi robusta memiliki kandungan kafein lebih tinggi dibanding varietas kopi lain (1.6 -2.4%). Jika terlampau banyak mengkonsumsi kafein akan menyebabkan sakit maag, insomnia, diuresis, pusing, dan gemetaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengukusan biji kopi dan konsentrasi etil asetat terhadap karakteristik kopi pada proses dekafeinasi kopi robusta. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor, yaitu lama waktu pengukusan terdiri dari 3 level (1, 2, dan 3 jam) dan konsentrasi etil asetat3 level (5%, 10%, dan 15%). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA denganuji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan selang kepercayaan 5%. Penentuan perlakuan terbaik digunakan metode Zeleny. Perlakuan terbaik diperoleh pada kopi robusta dengan perlakuan lama pengukusan 2 jam dengan konsentrasi etil asetat15%. . Kata kunci: Dekafeinasi, Kopi, Robusta
PEMANFAATAN BAHAN LOKAL DALAM PEMBUATAN FOODBARS (KAJIAN RASIO TAPIOKA : TEPUNG KACANG HIJAU DAN PROPORSI CMC) [IN PRESS JANUARI 2014] Nidha Arfa Ladamay; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam membawa dampak kekurangan bahan pangan. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan pangan darurat yang cukup energi dan nutrisi serta bersifat ready to eat. Makanan padat (foodbars) merupakan salah satu alternatif bentuk makanan yang dapat dikembangkan dengan kecukupan kalori, protein, lemak dan nutrisi lainnya. Saat ini foodbars yang berada dipasaran terbuat dari tepung terigu (gandum) dan tepung kedelai yang merupakan komoditas import Indonesia. Jenis produk foodbars dapat dibuat dengan bahan baku tepung tapioka dan diperkaya protein dari tepung kacang hijau dengan tujuan untuk memanfaatkan potensi lokal yang ketersediaannya melimpah serta mudah didapat. Kandungan karbohidrat tepung tapioka 84.00 gram / 100 gram dan kandungan protein kacang hijau 19.09% dengan daya cerna protein 81%. Selain itu, untuk memperbaiki tekstur ditambahkan CMC sebagai bahan pengikat.   Kata kunci: Makanan Padat, Proporsi CMC, Tapioka, Tepung Kacang Hijau
PENDUGAAN UMUR SIMPAN MINUMAN BERPERISA APEL MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING (ASLT) DENGAN PENDEKATAN ARRHENIUS [IN PRESS JULI 2014] Abisatya Widya Swadana; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman ringan merupakan minuman olahan dalam bentuk bubuk atau cair yang mengandung bahan makanan atau bahan tambahan lainnya baik alami maupun sintetis, yang pada umumnya dikemas dalam gelas plastik PP. Informasi umur simpan untuk produk tersebut belum banyak dilaporkan.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan laju perubahan mutu, menentukan parameter kritis, dan menduga umur simpan minuman berperisa apel dengan metode akselerasi (Arrhenius) yang disimulasikan pada tiga kondisi suhu penyimpanan pada inkubator (30⁰C, 35⁰C, dan 45⁰C). Parameter yang diamati selama proses penyimpanan adalah pH, warna, total asam, kadar vitamin C, total padatan terlarut, dan organoleptik.Penolakan panelis terjadi pada parameter aroma. Hasil penelitian menunjukkan nilai energi aktivasi terkecil digunakan untuk penentuan umur simpan produk yaitu parameter total asam (reaksi orde satu) dengan regresi linier y = -2127.944x – 0.244. Umur simpan minuman berperisa apel adalah 1 tahun 2 bulan pada suhu 25⁰C.   Kata kunci: ASLT, Minuman Berperisa Apel, Pendekatan Arrhenius, Umur Simpan
ANALISIS PREFERENSI, PERILAKU MAHASISWA DAN KEAMANAN PANGAN TERHADAP PRODUK BAKSO DI SEKITAR UNIVERSITAS BRAWIJAYA [IN PRESS OKTOBER 2014] Ha Mi Thah; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) Malang. Penelitian ini menggunakan metode survei konsumen. Data telah diisi akan dihitung frekwensinya menggunakan program SPSS. Kemudian, penelitian dilanjutkan dengan menguji borax dan formalin untuk 19 sampel bakso yang dijual disekitar UB. Hasil penelitian menunjukkan preferensi mahasiswa terhadap bakso adalah mereka peduli akan kualitasnya  (86%), suka rasa kenyal (97%), suka tekstur yang lembut (58%), elastisitas (98%), ukurannya yang kecil (66%) dan beraroma daging (74%). Untuk  perilaku mahasiswa cenderung mengambil keputusannya sendiri (80%); Mereka kurang loyal terhadap tempat makan (80%); alasan utamanya karena rasanya (51%); sumber informasi dari brosur, iklan, dan TV (72%); Bakso yang dirasa mahasiswa enak (78%) dan harga sedang (84%); selain itu, seringnya mahasiswa mengkonsumsi bakso adalah sekali dalam seminggu (51%); lokasi pembelian bakso yang paling disukai mahasiswa adalah warung (77%). Keamanan pangan bakso di sekitar UB dinyatakan bebas dari borax dan formalin.   Kata kunci: Boraks, Formalin, Keamanan bakso, Perilaku konsumen, Preferensi
PENGARUH FERMENTASI ALAMI PADA CHIPS UBI JALAR (Ipomoea batatas) TERHADAP SIFAT FISIK TEPUNG UBI JALAR [IN PRESS OKTOBER 2014] Tika Pusparani; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil ubi jalar nomor empat di dunia sejak tahun 1968. Sampai saat ini, jumlah produksi tanaman ubi jalar cukup tinggi dan belum termanfaatkan secara optimal. Untuk dapat meningkatkan citra ubi jalar sekaligus pemanfaatannya, maka perlu ada upaya untuk mengolah ubi jalar menjadi tepung. Tepung ubi jalar memiliki stabilitas yang rendah, mudah teretrogradasi dan viskositas yang rendah. Oleh karena itu, dibutuhkan modifikasi pada pati tepung ubi jalar. Fermentasi alami diharapkan dapat meningkatkan karakteristik dari tepung ubi jalar. Penelitian ini menggunakan rancangan tersarang (nested design). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode Zeleny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas dan ketebalan chips berpengaruh nyata terhadap nilai pH, kadar air, kadar pati, warna, viskositas dan kelarutan. Perlakuan terbaik pada varietas adalah varietas Kuningan Putih dan ketebalan chips terbaik adalah chips dengan ketebalan 1 mm.   Kata Kunci: Fermentasi, Tepung Ubi Jalar, Ubi Jalar
PENGARUH PENGECILAN UKURAN JAHE DAN RASIO AIR TERHADAP SIFAT FISIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK PADA PEMBUATAN SARI JAHE (Zingiber officinale) [IN PRESS OKTOBER 2014] Lisna Mayani; Sudarminto Setyo Yuwono; Dian Widya Ningtyas
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alternatif lain mengoptimalkan pemanfaatan jahe adalah diolah menjadi sari jahe. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pengecilan ukuran jahe dan rasio air terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik sari jahe. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok 2 faktor, yaitu : (1) rasio jahe dan air  (1:10 dan1:15); (2) pengecilan ukuran jahe (diiris 3-5 mm, diparut dan digeprek). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan uji lanjut BNT selang kepercayaan 95%. Perlakuan terbaik adalah rasio jahe : air (1:10) dengan digeprek. Perlakuan tersebut memiliki total fenol 387.93 ppm; antioksidan 62.19%; TPT 11.63%; TPTT 4.77%; waktu pengendapan 10.74 menit; pH  6.87 dan nilai L 34.23. Karakteristik organoleptik memiliki tingkat kesukaan rasa 3.10 (agak suka); warna 3.35 (agak suka); aroma 3.10 (suka) dan kenampakan 1.95 (tidak suka). Kata kunci: Sari Jahe, Pengecilan Ukuran, Rasio Jahe dan Air
PENDUGAAN UMUR SIMPAN TEPUNG PISANG GORENG MENGGUNAKAN METODE ACCELERATED SHELF LIFE TESTING DENGAN PENDEKATAN ARRHENIUS [IN PRESS OKTOBER 2014] M Subhan Edi Wasono; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung bumbu adalah bahan makanan berupa campuran tepung dan bumbu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan makanan yang diijinkan yang dikemas dengan alluminium foil. Informasi umur simpan untuk produk tersebut belum banyak dilaporkan.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan laju perubahan mutu, menentukan parameter kritis, dan menduga umur simpan tepung pisang goreng dengan metode akselerasi (Arrhenius) yang disimulasikan pada empat kondisi suhu penyimpanan pada inkubator (30⁰C, 35⁰C, 40⁰C dan 55⁰C). Parameter yang diamati selama proses penyimpanan adalah warna, kadar air, viskositas, aroma vanilla, dan rasa vanila. Penolakan panelis terjadi pada parameter aroma vanilla. Hasil penelitian menunjukkan nilai energi aktivasi terkecil digunakan untuk penentuan umur simpan produk yaitu parameter aroma vanilla  (reaksi orde nol) dengan regresi linier y = -3703.1x + 7.50. Umur simpan tepung pisang goreng adalah 1 tahun 2 bulan 17 hari pada suhu 25⁰C.   Kata kunci: ASLT, Pendekatan Arrhenius, Tepung Pisang Goreng, Umur Simpan
PENENTUAN ATRIBUT MUTU TEKSTUR BAKSO SEBAGAI SYARAT TAMBAHAN DALAM SNI DAN PENGARUH LAMA PEMANASAN TERHADAP TEKSTUR BAKSO [IN PRESS OKTOBER 2014] Galih Pramuditya; Sudarminto Setyo Yuwono
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakso merupakan produk yang disukai masyarakat. Dalam SNI, salah satu syarat mutu bakso adalah teksturnya kenyal, namun dalam syarat tersebut tidak terdapat nilai teksturnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi tekstur bakso adalah lama pemanasannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kekerasan bakso yang disukai masyarakat untuk direkomendasikan sebagai syarat dalam SNI dan untuk mengetahui pengaruh lama pemanasan terhadap nilai kekerasan serta korelasi antara parameter kimia dan tekstur bakso. Penelitian tahap pertama menggunakan metode survei yang mana uji kesukaan dilakukan untuk menentukan bakso dengan tekstur terbaik menurut panelis. Tahap kedua menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok dengan faktor lama pemanasan dengan enam perlakuan, yaitu 0, 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Nilai kekerasan bakso yang disukai panelis dan direkomendasikan kepada SNI adalah 11.50 - 15.97 N. Lama pemanasan berpengaruh nyata (α = 0.05) terhadap kadar air, kadar protein, nilai kekerasan, dan kesukaan terhadap tekstur bakso. Kadar air berkorelasi terhadap nilai kekerasan sebesar 99.90%.   Kata kunci: Bakso, Lama Pemanasan, SNI, Tekstur