Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

APAKAH ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR ORGANISASI BIDANG JASA DIPENGARUHI SERVANT-LEADERSHIP DAN TRUST-IN-LEADERSHIP? Denny Denny; Regi Sanjaya; Rusli Ginting Munthe; Rizka Nugraha Pratikna; Fernando Mulia
Management and Entrepreneurship Journal Vol 5 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Nurtanio Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56244/manners.v5i2.604

Abstract

Organization Citizenship Behaviour (OCB) merupakan salah satu faktor pendorong terciptanya organisasi yang efektif. OCB dipengaruhi oleh beberapa hal salah satunya adalah kepemimpinan. Servant leadership merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang dapat merangsang penerapan organizational citizenship behavior (Haider et al., 2015). Faktor lain yang dapat merangsang timbulnya OCB adalah Trust in leadership. Vondey (2010) menyatakan agar perilaku ekstra peran atau OCB para anggota organisasi dapat ditunjukkan dengan baik, maka keefektifan peran seorang pemimpin sangat diperlukan melalui Trust in leadership. Sekolah Klasikal Terang Nusantara (SETARA) merupakan sekolah yang berdiri atas keinginan dasar para pemimpinnya untuk melayani dan menjadi berkat (Kristanti, 2018). Didirikan pada tahun 2014, Sekolah Klasikal Terang Nusantara terus mengalami perkembangan pesat dalam jumlah murid yang mendaftar dalam rentang waktu 4 tahun. Di sisi lain, jumlah karyawan juga meningkat signifikan dan 98% orang tua murid menilai kinerja guru sudah memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara Servant leadership dan Trust in leadership terhadap Organization Citizenship Behavior. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan di Sekolah Klasikal Terang Nusantara yang berjumlah 36 orang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah causal explanatory. Hasil pengujian menemukan bahwa servant leadership berpengaruh positif terhadap OCB, namun Trust in leadership tidak berpengaruh terhadap OCB.
Kausalitas Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Di Klinik Ladira Jakarta Aloysius Vito Christantyo; Rusli Ginting Munthe
Sanskara Manajemen Dan Bisnis Vol. 1 No. 03 (2023): Sanskara Manajemen dan Bisnis (SMB)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/smb.v1i03.141

Abstract

Setelah pandemi pelayanan homecare yang diberikan oleh klinik menjadi trend yang relevan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Klinik Ladira merupakan klinik yang berfokus pada layanan homecare, tentunya kinerja Klinik Ladira secara organisasi keseluruhan dipengaruhi oleh orang – orang yang bekerja di dalamnya, terlebih Klinik Ladira merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang jasa. Namun pada kenyataannya sering kali karyawan di Klinik Ladira tidak memberikan kinerja secara optimal dan tentunya hal ini menjadi sesuatu yang urgent dan perlu segera dibenahi. Berdasarkan penelitian sebelumnya diketahui bahwa kinerja dipengaruhi paling besar oleh motivasi. Sehingga dalam penelitian ini diasumsikan bahwa motivasi yang baik akan meningkatkan (mendongkrak) kinerja para karyawan. Penelitian ini adalah merupakan penelitian kuantitatif, pengambilan data primer dilakukan secara menyebar kuesioner kepada para karyawan Klinik Ladira dan sebanyak 55 kuesioner semuanya dinilai layak untuk diolah lebih lanjut dan hasilnya menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh terhadap kinerja sebesar 75,8%.
Bimbingan Karir sebagai Upaya Meningkatkan Kesiapan Kerja Generasi Z di Era Digital Nur; Allen Kristiawan; Anny Nurbasari; Rusli Ginting Munthe; Christin Septina Basani
Jurnal Atma Inovasia Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v6i3.12928

Abstract

Education serves as a fundamental foundation for both career success and character development. Generation Z faces considerable challenges in making career decisions due to an overwhelming number of available options, limited awareness of their own talents, parental expectations, and the negative influence of social media. To address these challenges, Maranatha Christian University in collaboration with GKI Kebon Jati Bandung organized a career management seminar for Generations Z and Alpha. The program employed several methods, including lectures, aptitude assessments (Johari Window and RIASEC), and triadic discussions involving experts, parents, and students. The triadic approach proved to be highly effective in fostering objective dialogue. The findings suggest a significant improvement in participants’ career decision-making (28.8%), ability to manage pressure (21.6%), and confidence in their personal interests and talents (17.6%). These results highlight the importance of integrative and collaborative approaches in preparing younger generations for their future careers.
Pengaruh Work Life Balance terhadap Kepuasan kerja di PT X Luiz Ocvano Khosasi; Rusli Ginting Munthe
AGILITY: Jurnal Lentera Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 3 No 03 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lmsdm.v3i03.916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Nusantara Inti Alam Optima, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pemrosesan sarang burung walet. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan populasi sebanyak 151 karyawan dan sampel sebanyak 61 responden, yang ditentukan menggunakan metode Isaac dan Michael. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas menggunakan korelasi Pearson dengan signifikansi <0,05, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha ≥0,6. Uji normalitas data dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov, dan analisis data menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan sebesar 46,8%, sisanya sebesar 53,2%, dipengaruhi oleh variabel lain. Profil responden menunjukkan mayoritas adalah perempuan (62%), berusia 25–28 tahun (42%), berpendidikan SMA (69%), bekerja selama 1–3 tahun (51%), menikah (68%), dan memiliki anak (60%). Penelitian ini memberikan implikasi manajerial untuk meningkatkan work life balance guna mendukung kepuasan kerja karyawan. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat literatur mengenai pentingnya keseimbangan kehidupan kerja dalam meningkatkan kepuasan kerja, khususnya di sektor industri pengolahan. Secara praktis, hasil ini dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan personal karyawan.
Peran Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja dalam Meningkatkan Produktivitas Karyawan pada PT Liana Swalayan Klea Vanesa Ayu; Rusli Ginting Munthe
AGILITY: Jurnal Lentera Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 3 No 03 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lmsdm.v3i03.926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap produktivitas karyawan PT Liana, sebuah perusahaan di sektor industri swalayan di Kota Bandung, Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 50 karyawan dan sampel sebanyak 46 karyawan, yang ditentukan berdasarkan tabel Isaac dan Michael. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diuji validitasnya dengan korelasi Pearson dan reliabilitasnya dengan Cronbach Alpha. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov, diikuti dengan analisis regresi berganda. Penelitian ini mengindikasikan bahwa lingkungan kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas karyawan, sementara motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan dengan kontribusi sebesar 24,6%. Mayoritas responden adalah perempuan (54,3%) dengan rentang usia 21–24 tahun (23,9%) dan mayoritas telah menikah (58,7%) serta memiliki pengalaman kerja lebih dari 5 tahun (52,2%). Data demografis menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan, berusia 21–24 tahun, sudah menikah, dan memiliki pengalaman kerja lebih dari 5 tahun, yang memberikan konteks terhadap interpretasi temuan. Indikator tertinggi pada motivasi kerja adalah pentingnya hubungan sosial den- gan rekan kerja (4,54 dari 5), sedangkan indikator tertinggi pada produktivitas karyawan adalah efektivitas pelaksanaan pekerjaan (4,67 dari 5). Implikasi manajerial menekankan pentingnya membangun hubungan sosial dan pengakuan untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan.
Pengaruh Komunikasi Interpersonal Terhadap Kinerja Karyawan pada Direktorat Sarana Prasarana di Universitas Kristen Maranatha Samuel Ega Octavianus; Rusli Ginting Munthe
TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026): TEKNOBIS : Jurnal Teknologi, Bisnis dan Pendidikan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pada saat ini di tengah persaingan ketat antar-institusi pendidikan tinggi di Indonesia pada tahun 2025, perguruan tinggi swasta (PTS) menghadapi krisis perekrutan mahasiswa baru yang semakin akut, dipicu oleh preferensi masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri (PTN) bersubsidi. Fenomena ini menyebabkan ketidakstabilan finansial PTS, yang selanjutnya mempersulit persiapan infrastruktur pembelajaran onsite, seperti ruang kelas, laboratorium, dan fasilitas pendukung. Direktorat Sarana dan Prasarana (Sarpras) memainkan peran vital dalam mengelola aset, pemeliharaan gedung ramah lingkungan, serta kebersihan untuk memastikan kelancaran proses akademik. Namun, indikasi ketidakpuasan sivitas akademika terhadap layanan Sarpras, termasuk keterlambatan perbaikan dan kebersihan, menyoroti masalah komunikasi interpersonal yang mendasar. Sistem pengaduan seperti aplikasi Cella yang bersifat satu arah menghambat pertukaran informasi konstruktif, sehingga mempengaruhi kinerja karyawan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan secara empiris pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kinerja karyawan di Direktorat Sarpras Universitas Kristen Maranatha. Komunikasi interpersonal didefinisikan sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan dengan dimensi keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan, sementara kinerja karyawan mencakup kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, dan kemandirian kerja. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan populasi 39 responden staf aktif, data dikumpul melalui kuesioner tertutup, dan dianalisis menggunakan perangkat lunak JASP. Pengujian instrumen menunjukkan validitas dan reliabilitas yang memadai. Hasil analisis regresi linear sederhana mengungkapkan tidak adanya pengaruh signifikan komunikasi interpersonal terhadap kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa faktor interpersonal bukan penentu utama produktivitas. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya di sektor korporat, yang menunjukkan pengaruh minimal komunikasi interpersonal pada kinerja operasional. Implikasinya, manajemen PTS perlu mengalihkan fokus ke variabel struktural seperti kompetensi teknis dan ketersediaan peralatan untuk meningkatkan efisiensi layanan. Penelitian ini mengisi kesenjangan empiris pada institusi pendidikan, meskipun terbatas pada sampel kecil dan konteks spesifik, sehingga generalisasi memerlukan kajian lanjutan.