Hamidah Sri Supriati
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Manado

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Herba Patikan Kebo (Euphorbia hirta Linn.) Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Muhammad Fathurrachman Mantali; Hamidah Sri Supriati; Febrianika A. Kusumaningtyas
FAJR: Jurnal Riset Kefarmasian Vol 1 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : UNIMMAN Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patikan kebo (Euphorbia hirta Linn.) merupakan salah satu tanaman gulma yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan, kajian toksisitas suatu bahan obat diperlukan untuk menjamin keamanan penggunaannya, untuk itu dilakukan penelitian toksisitas dengan menggunakan herba patikan kebo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ketoksikan akut ekstrak etanol herba patikan kebo dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian eksperimental ini menggunakan 300 ekor larva udang (Artemia salina Leach.) yang dibagi menjadi 6 kelompok dengan 5 kali replikasi, kelompok terdiri dari kontrol negatif dan 5 kelompok seri konsentrasi ekstrak (50, 100, 500 1000 dan 1500 bpj). Data kematian Artemia salina Leach dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear untuk mengetahui nilai Lethal Consentration 50 (LC50). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai LC50 dari ekstrak etanol herba patikan kebo adalah 388,69 bpj dengan grafik regresi linier. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba patikan kebo memiliki potensi toksisitas akut menurut metode BSLT yang ditunjukkan dengan nilai LC50 < 1000 bpj.
Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Biji Buah Bintaro (Cerbera manghas L) Terhadap Larva Artemia salina Leach. Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Hamidah Sri Supriati; Muhammad Hidayat; Sandra Lewa
FAJR: Jurnal Riset Kefarmasian Vol 1 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : UNIMMAN Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Bintaro (Cerbera manghas L) merupakan tanaman yang berasal dari family Apocynaceae yang memiliki khasiat antifungi, insektisida, antioksidan, dan antitumor. Cerberin yang terkandung dalam biji buah bintaro merupakan senyawa metabolit beracun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi Toksisitas akut ekstrak etanol biji buah bintaro terhadap larva Artemia sallna Leach, dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) yang ditunjukkan dengan nilai Lethal Consentration-50 (LC50). Penelitian ini menggunakan 300 ekor larva Artemia salina Leach yang dibagi menjadi 6 kelompok, terdiri dari 1 kelompok kontrol negatif dan 5 kelompok konsentrasi ekstrak yaitu 50 ppm, 100 ppm, 500 ppm, 1000 ppm, dan 1500 ppm. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor larva dengan replikasi 5 kali untuk tiap kelompok perlakuan. Hasil pengamatan didapat dari jumlah larva yang mati 24 jam setelah pemberian bahan uji. Berdasarkan data, LC50 Ekstrak etanol biji buah bintaro ditentukan dengan analisis grafik regresi linier. Hasil penelitian ini menunjukkan harga LC50 dari ekstrak etanol biji buah bintaro bersifat sangat toksik. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji buah bintaro memiliki potensi toksisitas akut terhadap larva Artemia salina Leach. menurut metode BSLT.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol 96% Biji Buah Bintaro (Cerbera manghas) Terhadap Kutu Rambut (Pediculus humanus capitis) Hamidah Sri Supriati; Abulkhair Abdullah
FAJR: Jurnal Riset Kefarmasian Vol 1 No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : UNIMMAN Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pediculus humanus capitis atau dikenali dengan kutu rambut adalah salah satu hewan parasit yang dikenali sebagai ektoparasit. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan ialah biji bintaro (Cerbera manghas) mempunyai banyak kandungan senyawa metabolit, salah satunya cerberin yang berpotensi sebagai bioinsektisida yang dapat digunakan sebagai pedikulosida (memberantas kutu kepala). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari ektrak etanol 96% biji buah bintaro sebagai antikutu rambut. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control design. Sebanyak 90 ekor kutu rambut dibagi menjadi 6 perlakuan dan 3 kali replikasi. Hasil pengujian yang didapat bahwa konsentrasi 40% paling mendekati baik dibandingkan konsentrasi 15%, 20% dan 25%. Hasil uji anova menunjukan hasil yang signifikan yang artinya menunjukan perbedaan waktu kematian kutu rambut. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% Biji Buah Bintaro mempunyai efek Antikutu pada konsentrasi 15%, 20%, 25% dan 40%.
Uji Kandungan Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Daging Buah Sagu (Metroxylon sagu) dengan Berbagai Pelarut Muhammad Fathurrachman Mantali; Hamidah Sri Supriati; Agust Arthur Laya
FAJR: Jurnal Riset Kefarmasian Vol 1 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIMMAN Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuhan merupakan zat bioaktif yang berperan sebagai bahan obat untuk berbagai macam penyakit. Dalam prakteknya, bahan obat sering diekstraksi untuk menarik senyawa metabolit sekunder didalamnya. Kandungan metabolit sekunder dapat dipengaruhi oleh jenis pelarut dan teknik ekstraksi. Penilitian ini bertujuan untuk mencari pelarut terbaik dalam mengekstraksi senyawa metabolit sekunder daging buah sagu (Metroxylon sagu). Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut Etanol 96%, Aseton dan n-Heksan hingga didapatkan ekstrak kental. Masing masing ekstrak kemudian dilakukan identifikasi secara kualitatif metabolit sekunder meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, dan tannin. Hasil pengujian menunjukkan pelarut terbaik dalam megekstraksi daging buah sagu adalah menggunakan aseton dengan ditemukan metabolit sekunder terbanyak yaitu tanin, saponin, terpenoid dan flavonoid. Sedangkan pada ekstrak etanol hanya terkandung metabolit sekunder flavonoid, tanin dan saponin, serta pada ekstrak n-heksan tidak terdeteksi senyawa metabolit sekunder selama pengujian.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Granul Instan Dari Daging Buah Pala (Myristica fragrans L.): Jurnal Julia Megawati Djamal; Hamidah Sri Supriati; Mutmainnah
FAJR: Jurnal Riset Kefarmasian Vol 1 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIMMAN Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan pala (Myristica fragrans L) dipercayai memiliki khasiat untuk pengobatan pala (Myristica fragrans L,) daging buah pala dapat dikatakan sebagai buah yang mengandung vitamin C sebanyak 22 mg dalam tiap 100 g. Vitamin C sangat diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan daging buah pala dalam bentuk sediaan granul instan dan untuk mengetahui formula yang memenuhi persyaratan karakteristik, granul instan dibuat dalam tiga formulasi dengan variasi konsentrasi bahan pengikat dan konsentrasi bahan penghancur F1 konsentrasi pengikat 6% penghancur 2%, F2 konsentrasi pengikat 7% penghancur 3% dan F3 konsentrasi pengikat 8% penghancur 4%. Hasil penelitian menunjukkan sediaan yang dibuat sudah memenuhi kriteria fisik sediaan granul instan menghasilkan tekstur padat, bearoma khas pala dengan warna coklat, pada F1 didapatkan hasil pengujian waktu alir 5,6 detik, sudut diam 33,0o, uji kadar lembab 2,4% bulk density 0,6 g/mL, uji waktu larut suhu 100oC 4,6 menit, suhu 25oC 4,9 menit. pada F2 uji waktu alir 6,6 detik, sudut diam 33,4o, uji kadar lembab 2,45 % bulk density 0,6 g/mL, uji waktu larut suhu 100oC 5,5 menit, suhu 25oC 6,3 menit. Pada F3 uji waktu alir 7,6 detik, sudut diam 32,0o, uji kadar lembab 4,1% bulk density 0,6 g/mL, uji waktu larut suhu 100oC 6,4 menit, suhu 25oC 8,4 menit. Daging buah pala dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan granul instan dan memenuhi syarat uji organoleptik, uji waktu alir, uji sudut diam, uji kadar lembab namun untuk uji larut F2 dan F3 tidak memenuhi syarat uji larut.
Evaluasi Tingkat Penggunaan Pengobatan Tradisional (BATTRA) Pada Masyarakat Di Kelurahan Bengkol Hamidah Sri Supriati; Julia Megawati Djamal
FAJR: Jurnal Riset Kefarmasian Vol 1 No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIMMAN Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan tradisional (battra) merupakan sebuah usaha berobat atau perawatan tanpa campur tangan dokter atau tenaga medis dan hanya mengandalkan pengetahuan, keterampilan secara turun temurun dan beberapa pengalaman yang diterapkan masyarakat sesuai dengan adat istiadat atau norma yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penggunaan pengobatan tradisional pada masyarakat di kelurahan Bengkol. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kuisioner sebagai instrumen. Hasil penelitian yang didapatkan berupa tingkat penggunaan pengobatan tradisional pada masyarakat di kelurahan Bengkol dari 96 responden memiliki tingkat penggunaan baik sebanyak 89 responden dengan persentase 93%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa tingkat penggunaan pengobatan tradisional pada masyarakat di kelurahan Bengkol termasuk baik.