Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres Dengan Hasil Belajar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2017 Melinda Ayu Helmahani; Anastasia Ratnawati Biromo
Ebers Papyrus Vol. 28 No. 2 (2022): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v28i2.20653

Abstract

Stres merupakan hal yang tidak asing lagi di pendidikan kedokteran. Stres yang tidak mampu dikendalikan oleh mahasiswa dapat memberikan dampak negatif yang dapat menyebabkan penurunan hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan hasil belajar pada mahasiswa fakultas kedokteran. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen PSS (Perceived Stress Scale) untuk menilai tingkat stres dan data IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) untuk melihat hasil belajar.Hasil: Pada penelitian ini didapatkan sebagian besar responden (52,5%) mengalami stress berat dan memiliki hasil belajar yang baik (55%). Hasil uji statistik mendapatkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan hasil belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2017 dengan nilai p=0,024 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan hasil belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2017.
Edukasi Dan Deteksi Dini Hipertrigliseridemia Dalam Rangka Pencegahan Dan Pengelolaan Gangguan kognitif Pada Kelompok Lanjut Usia Anastasia Ratnawati Biromo; Fladys Jashina Mashadi; Yovian Timothy Satyo; Farell Christian; Edwin Destra
Bumi : Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Bumi: Jurnal Hasil Kegiatan Sosialisasi Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/bumi.v2i3.195

Abstract

Cognitive impairment is a neuropsychological condition characterized by a decline in cognitive functions that interferes with daily activities. Cognitive impairment in elderly can lead to the decrease in quality of life. One of the factors causing cognitive impairment is high triglyceride level. Therefore, this community service activity is carried out to increase awareness and knowledge about hypertriglyceridemia and cognitive disorders through education and health screening. The activity method with PDCA is implemented to ensure a systematic and effective approach. Preventive efforts are needed through education on healthy eating pattern, physical activity, and routine screening to control triglyceride levels and prevent cognitive impairment in the elderly.
Penapisan Kesehatan Mental melalui Edukasi dan Skrining Depresi, Stress dan Kecemasan (DASS-42) pada Masyarakat di Kelurahan Grogol Anastasia Ratnawati Biromo; Alexander Halim Santoso; Farell Christian Gunaidi; Juan Edbert; Louis Anthony
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v3i2.193

Abstract

Mental health disorders such as depression, stress, and anxiety are commonly found among individuals in productive age and can have a substantial impact on their quality of life, both personally and socially. Early symptoms like fatigue, mild anxiety, or sleep disturbances, often go unrecognized as they frequently perceived as minor issues, leading to many cases remained undiagnosed during the early stages. The Community Service Program (PKM) conducted in Grogol Subdistrict aimed to raise the public awareness of the importance of early detection of mental health issues through screening using the Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42). This activity adopted the Plan-Do-Check-Act (PDCA) approach, encompassing mental health education, standardized screening, and follow-up in the form of referrals to mental health professionals for participants with abnormal scores. Among 67 participants, 6 individuals (8.96%) were found to have mild to severe depressive symptoms, 19 individuals (28.36%) exhibited mild to severe anxiety symptoms, and 2 individuals (2.99%) experienced mild stress symptoms. These findings emphasized the vital role of early education and screening in preventing mental health disorders, also serves as a foundation for fostering sustained public awareness regarding the importance of maintaining psychosocial well-being.
Edukasi Kesehatan Mental dan Pemeriksaan DASS-42 untuk Pencegahan Burnout dan Gangguan Afektif pada Usia Produktif Anastasia Ratnawati Biromo; Alexander Halim Santoso; Edwin Destra; Kresna Bambang Fajarivaldi; Disya Gwyneth` Aziel
JPMNT JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT NIAN TANA Vol. 3 No. 3 (2025): Juli: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nian Tana
Publisher : Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59603/jpmnt.v3i3.992

Abstract

Mental health in productive-age individuals is an important aspect to consider, given that this age group has a high potential for experiencing emotional stress due to work, social, and personal demands. Unfortunately, psychological disorders such as depression, anxiety, and stress are often not recognized early because their symptoms are subclinical or hidden. Based on this background, mental health screening and education activities were conducted to support promotive and preventive efforts in maintaining the psychological well-being of productive-age individuals. Screening was conducted using the 42-item version of the Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) instrument on 49 participants within the productive age range. After completing the questionnaire, participants received a collective education session delivered through posters. The educational material was tailored to the measurement results and distribution of DASS-42 scores obtained from the participants. The aim of this approach was to raise awareness of each individual's psychological condition and equip participants with knowledge about the early symptoms of common mental disorders. The screening results showed that a proportion of participants experienced mild to severe psychological symptoms, particularly in the anxiety domain. This finding indicates a hidden emotional burden that is not yet recognized by the individuals concerned. Through the delivery of visual education based on population measurement results, participants gained a better understanding of the urgency of early recognition of psychological problems and the importance of maintaining ongoing mental health. This activity demonstrated that visual education, such as posters, can be an effective tool in increasing mental health literacy among those of working age. Furthermore, the data-driven approach provided a more relevant and personalized impact, thus encouraging participant engagement in mental health prevention efforts.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN DEPRESI PADA POPULASI LANSIA DI 3 PANTI WERDHA Chandra, Jennifer Isadora; Anastasia Ratnawati Biromo
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pc2zq555

Abstract

Depresi merupakan salah satu masalah kesehatan jiwa yang umum terjadi pada lansia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensi depresi pada lansia di Indonesia mencapai 6,1%. Lansia rentan mengalami depresi karena berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu faktor yang telah terbukti berperan dalam pencegahan depresi pada lansia adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik lansia, namun juga berperan sebagai faktor protektif terhadap gangguan psikologis pada lansia, termasuk depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan tingkat depresi pada lansia yang tinggal di Panti Sasana Tresna Werdha Cibubur, Panti Berea Kedoya, dan Panti Tresna Werdha Budi Mulia 1 pada bulan Mei 2025. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang dan teknik simple random sampling serta melibatkan sebanyak 102 responden. Data aktivitas fisik dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) dan data tingkat depresi diukur dengan menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS). Hasil analisis menunjukkan bahwa lansia dengan aktivitas fisik yang cukup cenderung tidak mengalami depresi (86,7%) dibandingkan lansia dengan aktivitas fisik yang kurang (54,4%). Analisis statistic dengan Chi-Square mendapatkan nilai P-value = 0,002 (p-value < 0,005) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat depresi pada lansia yang tinggal di panti. Kata Kunci : aktivitas fisik, depresi, lansia
PENGARUH STRES TERHADAP FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA: STUDI PADA DUA PANTI WREDA DI JABODETABEK Rosadi, Santi Amelia; Anastasia Ratnawati Biromo
Ebers Papyrus Vol. 31 No. 2 (2025): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/yzz9m926

Abstract

ABSTRAK Peningkatan angka harapan hidup di Indonesia menyebabkan bertambahnya jumlah lansia. Hal ini disertai dengan berbagai tantangan kesehatan, termasuk gangguan psikis dan gangguan kognitif. Stres merupakan salah satu gangguan psikis yang ditemukan pada lansia dan memiliki dampak pada struktur otak, khususnya hipokampus, yang berperan dalam proses memori dan atensi.¹ Gangguan kognitif seperti penurunan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir juga menjadi masalah yang kerap ditemui pada lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup lansia secara signifikan.² Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara tingkat stres dengan gangguan kognitif pada lansia yang tinggal di dua panti wreda di wilayah Jabodetabek. Desain penelitian ini adalah potong lintang dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 78 responden berusia di atas 60 tahun diwawancarai menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres dan Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk gangguan kognitif. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian memperoleh sebanyak 2,6% responden tidak mengalami stres, 43,6% mengalami stres ringan, dan 53,8% mengalami stres sedang berat. Sebanyak 71,8% responden mengalami gangguan kognitif dan 28,2% responden tidak mengalami gangguan kognitif. Hasil uji analitik tidak menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan gangguan kognitif (p-value=0,741) sehingga disimpulkan bahwa tingkat stres tidak secara signifikan mempengaruhi terjadinya gangguan kognitif pada lansia di panti wreda. Diperlukan penelitian lanjutan dengan melibatkan variabel faktor risiko lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.