Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN PEMBERSIH LANTAI BAGI MASYARAKAT KOTA DI PEKANBARU Ratna Dewi; Sehani Sehani; Desvi Emty; Ainun Mardiah; Fatmawati Fatmawati; Alchudri Alchudri
Azam Insan Cendikia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurmas Azam Insan Cendikia
Publisher : Yayasan Azam Insan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62833/pkm.v2i1.56

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh dosen UIN Sultan Syarif Kasim Riau bagi masyarakat di Kota Pekanbaru, yang diikuti oleh para ibu rumah tangga di Kota Pekanbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang cara bahan pembuatan pembersih lantai serta cara pengemasan produk pembersih lantai yang dibuat oleh peserta pengabdian masyarakat. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode caramah, tanya jawab, dan praktek. Kegiatan dilaksanakan untuk masyarakat Kota Pekanbaru yaitu para ibu rumah tangga. Kegiatan pengabdian dengan tema pelatihan tentang cara bahan pembuatan pembersih lantai berjalan dengan lancar. Peserta pengabdian sangat antusias mengikuti kegiatan ini sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sudah mengetahui cara pembuatan cairan pembersih lantai, peserta pengabdian mengetahui alat-alat yang digunakan serta bahan-bahan yang diperlukan dalam membuat produk pembersih lantai, peserta pelatihan telah dapat mengembangkan sendiri pembuatan cairan pembersih lantai, peserta mengetahui cara pengemasan produk pembersih lantai agar memiliki nilai jual yang tinggi, setelah berakhirnya kegiatan pengabdian masyarakat.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN MELALUI BUDIDAYA IKAN NILA BAGI GENERASI MUDA DI KOTA PEKANBARU Sehani Sehani; Desvi Emty; Yantos Yantos; Fatmawati Fatmawati
Azam Insan Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024): Jurmas Azam Insan Cendikia
Publisher : Yayasan Azam Insan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62833/pkm.v3i2.112

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang cara budidaya ikan nila bagi generasi muda di Kota Pekanbaru. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode caramah dan praktek. Kegiatan dilaksanakan untuk para generasi muda yang memiliki minat untuk berwirausaha dalam bidang budidaya ikan nila. Kegiatan pengabdian dengan tema pelatihan kewirausahaan budidaya ikan nila bagi generasi muda di Kota Pekanbaru berjalan dengan lancar. Peserta pengabdian sangat antusias mengikuti kegiatan ini sehingga hasil pengabdian masyarakat sangat bermanfaat terutama bagi para peserta. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat memberikan pengalaman yang sangat berharga, memperkaya pengetahuan para generasi muda di Kota Pekanbaru mengenai budidaya ikan nila. Dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, generasi muda tidak hanya siap untuk memulai usaha sendiri, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif dalam berbagai karier profesional.
PELATIHAN BUDIDAYA BUAH NENAS SEBAGAI PELUANG USAHA BAGI GENERASI MUDA DI KECAMATAN TAPUNG, KABUPATEN KAMPAR Sehani Sehani; Desvi Emty; Yantos Yantos; Mainar Fitri
Azam Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2024): Jurmas Azam Insan Cendikia
Publisher : Yayasan Azam Insan Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62833/pkm.v3i3.140

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai teknik budidaya dan pengelolaan buah nenas menjadi produk yang inovatif sebagai peluang usaha bagi generasi muda di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab dan praktek. Kegiatan dilaksanakan untuk generasi muda di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Kegiatan pengabdian dengan tema pelatihan budidaya buah nenas sebagai peluang usaha bagi generasi muda di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar berjalan dengan lancar. Peserta pengabdian sangat antusias mengikuti kegiatan ini sehingga hasil pengabdian masyarakat sangat bermanfaat terutama bagi generasi muda, yang tadinya belum memahami mengenai budidaya buah nenas serta pengolahan berbagai produk turunan dari buah nenas sekarang sudah memahami dan mengetahui mengenai budidaya buah nenas dan pengolahan buah nenas menjadi produk yang inovatif. Kegiatan ini bermanfaat bagi para generasi muda dalam rangka menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kemampuan berwirausaha.
Organizational Sabotage: Antecedents, Independent Factors, and Their Implications for Performance Effectiveness Desvi Emty
Journal of Emerging Economics and Business Vol. 1 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67467/jeeb.v1i2.151

Abstract

This study aims to explore the meaning of organizational sabotage within public service bureaucracy, focusing on its antecedent factors, cultural mediators, and implications for performance effectiveness in Kampar Regency, Riau, Indonesia. Employing a qualitative intrinsic case study design oriented toward Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data were collected through in-depth semi-structured interviews with 22 employees from three organizational units: the Investment and One-Stop Integrated Service Agency (DPMPTSP) of Kampar Regency, a telecommunications company, and a private hospital operating within Kampar Regency. Data collection was complemented by 12 weeks of participant observation and organizational document analysis. Reflexive thematic analysis identified four major themes: sabotage as a “silent language” manifested through administrative exclusion and knowledge concealment; relational justice wounds and supervisor ostracism as primary triggers; ewuh-pakewuh norms and the quality of Leader–Member Exchange (LMX) as cultural mediating and moderating mechanisms; and the erosion of service timeliness, team trust, and investment reputation as cumulative yet largely hidden consequences. The findings extend the understanding of sabotage from an individual deviation to a culturally structured meaning-making practice, leading to the development of the concept of “polite sabotage” as a localized form of counterproductive work behavior. This concept integrates Social Exchange Theory, Affective Events Theory, and the Job Demands–Resources Model within a hierarchical collectivist context. The study highlights the importance of interactional justice, strengthening leader–member exchange quality, and culturally grounded emotional regulation training. Future research is recommended to employ longitudinal designs and cross-cultural comparisons to psychometrically validate the construct of polite sabotage.