Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Menarche Siswa SDN 02 Kota Prabumulih Suryanda Suryanda
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.097 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v3i2.110

Abstract

Abstract: Nutritional Status Associated With Menarche On Female Students Of Public Elementary School 02 Prabumulih. The most influential factor on secondary sexual development is a hormone in which its formation influenced by good nutritional status, so it accelerates the formation of hormones that affect the arrival of menarche.The purpose of research was to determine correlation of nutritional status with the incidence of menarche on female students of public elementary school 02 Prabumulih. It was descriptive analytic research with cross-sectional method. The population in this study were female students of 4 classes V grade and 4 classes of VI grade, with totally 211 female students who attended in Public Elementary School 02 Prabumulih. This research used random sampling technique and calculation of sample size obtained by 64 female students. Data were obtained through check list questionnaire and body mass index measurement. The result were 43 people (67,2%) had menarche and 21 other had not menarche yet (32,8%), while 38 (59,4%) had normal nutritional status and 26 people (31,6%) had abnormal status were 11 people (42,3%) obese, skinny 15 people (57,7%) under weight. Statistical test using chi square with 95% confidence level (a = 0.5) indicates there was correlation between nutritional status with the incidence of menarche.Abstrak: Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Menarche Siswi Sdn 02 Kota Prabumulih. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan seksual sekunder adalah hormon dimana pembentukannya dipengaruhi oleh status gizi yang baik, sehingga dapat mempercepat pembentukan hormon-hormon yang mempengaruhi datangnya menarche. Tujuan penilitian yaitu untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian menarche siswi SDN 02 Kota Prabumulih. Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode cross-sectional. Populasi adalah siswi kelas V terdiri dari 4 kelas dan VI terdiri dari 4 kelas berjumlah 211 siswi yang bersekolah di SDN 02 Kota Prabumulih tahun 2016. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dan perhitungan besar sampel didapatkan 64 siswi. Data diperoleh melalui kuesioner berbentuk check list dan pengukuran Indeks Massa Tubuh. Didapatkan hasil 43 orang (67,2%) telah mengalami menarche dan 21 orang belum mengalami menarche ( 32,8%), sedangkan 38 (59,4%) orang status gizi normal dan 26 orang (31,6%) status gizi tidak normal, yaitu obesitas 11 orang (42,3%) sedangkan kurus 15 orang (57,7%). Uji statistik menggunakan chi square dengan tingkat kepercayaan 95 % (a=0.5) menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian menarche di SDN 02 Kota Prabumulih. 
Pelatihan Penanganan Korban Kecelakaan Lalu Lintas Bagi Siswa di SMAN 3 Kota Prabumulih Suryanda, Suryanda; Rustati, Nelly
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.1958

Abstract

Kecelakaan lalu lintas dapat menyebabkan kerugian yang serius, baik dari segi korban jiwa maupun kerusakan. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama seringkali memperburuk kondisi korban. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas, mengingat tingginya angka kecelakaan di Indonesia. Metode pelatihan mencakup teori dasar pertolongan pertama, simulasi praktis, dan studi kasus. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan, dengan hasil pre-test yang menunjukkan hanya 23% siswa menjawab lebih dari 10 pertanyaan dengan benar, sedangkan hasil post-test menunjukkan 83% siswa menjawab lebih dari 10 pertanyaan dengan benar. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya. Artikel ini menyimpulkan bahwa pelatihan semacam ini sangat bermanfaat dan direkomendasikan untuk diadopsi oleh sekolah lain sebagai bagian dari program pendidikan keselamatan lalu lintas. Training In Handling Traffic Accident Victims for Students at SMAN 3 Prabumulih City Abstract Traffic accidents can cause severe losses, both in terms of casualties and damage. Lack of knowledge and skills in providing first aid often worsens the victim's condition. This training aims to improve students' knowledge and skills in providing first aid to traffic accident victims, considering the high number of accidents in Indonesia. The training methods include basic first aid theory, practical simulations, and case studies. Evaluation is conducted through pre-tests and post-tests to measure the increase in students' knowledge, attitudes, and skills. The training results show a significant increase, with pre-test results indicating only 23% of students answered more than 10 questions correctly, while post-test results showed 83% of students answered more than 10 questions correctly. Additionally, there was an increase in awareness of the importance of road safety. This article concludes that such training is very beneficial and is recommended for adoption by other schools as part of their traffic safety education program.
Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Pengetahuan dan Sikap Kader Posyandu tentang Kusta Suryanda, Suryanda; Iryani, Lepi; Rustati, Nelly
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i0.1960

Abstract

Posyandu cadres are also expected to have good knowledge about leprosy so that they can play an active role in reducing stigmatization. This study aims to determine the effect of health promotion through lectures, leaflets and movie show on the knowledge and attitudes of posyandu cadres about leprosy in Prabumulih City. The research design was non-randomized pretest-posttest with a control group. The research sample was 54 active posyandu cadres in Prabumulih city and divided into 2 groups. The first group was given health promotion using the lecture and leaflet method; while the second group was given lecture methods and movie show. In the phases before and after the intervention in both groups knowledge and attitudes were measured using a questionnaire. The test for differences in knowledge and attitudes between the two groups was carried out using the t test. The results of the analysis of the differences between the pre- and post-treatment phases showed a p-value of 0.000, both for the group with the lecture and moview show interventions; so it was interpreted that both methods can increase knowledge and attitudes significantly. Furthermore, it was concluded that the lecture method combined with leaflets and movie show was effective in increasing knowledge and building a positive attitude of health cadres about leprosy.Keywords: leprosy; posyandu cadres; knowledge; attitude; movie show ABSTRAK Kader posyandu juga diharapkan memiliki pengetahuan yang baik tentang kusta sehingga dapat berperan aktif dalam mengurangi stigmatisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan ceramah, leaflet dan pemutaran film terhadap pengetahuan dan sikap kader posyandu tentang kusta di Kota Prabumulih. Desain penelitian ini adalah non randomized pretest-posttest with control group. Sampel penelitian adalah 54 kader posyandu aktif di kota Prabumulih dan dibagi menjadi 2 kelompok. Pada fase sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok dilakukan pengukuran pengetahuan dan sikap menggunakan kuesioner. Uji perbedaan pengetahuan dan sikap di antara kedua kelompok dilakukan dengan uji t. Hasil analisis perbedaan antara fase sebelum dan sesudah perlakuan, menunjukkan nilai p = 0,000, baik untuk kelompok dengan intervensi ceramah maupun pemutaran film. Namun, perubahan pengetahuan dan sikap lebih menonjol pada kelompok dengan media film. Disimpulkan bahwa media pemutaran film lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap kader posyandu tentang kusta.Kata kunci: kusta; kader kesehatan; pengetahuan; sikap; pemutaran film
Efektivitas Hypnobreastfeeding terhadap Peningkatan Produksi ASI Rosa, Eni Folendra; Suryanda, Suryanda; Ruastiati, Nelly; Salsabillah, Dea
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 2 (2023): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i2.1200

Abstract

Ineffective breastfeeding is a condition where the mother and baby experience dissatisfaction or difficulty in breastfeeding. Milk production depends on physiological and psychosocial factors. Nursing interventions that can be given are breastfeeding education and hypnobreastfeeding. This study aims to find out the description of breastfeeding education and hypnobreastfeeding for mothers who experience inadequate milk production. This study uses a case study method with a nursing process approach to clients with inadequate milk production. The subjects in this case study were 2 breastfeeding mothers who were in the Tanjung Agung Health Center area. The research data was taken using interviews, observation and documentation studies. Analysis and presentation of data is a description of the research results with reference to the research focus. The results of this study indicate that the application of breastfeeding education and hypnobreastfeeding can be used as a way to help smooth the breastfeeding process. The researchers concluded that hypnobreastfeeding was effective in increasing milk production, as evidenced by the frequency of breastfeeding and increased frequency of urination. The research is expected to be an input for health workers, especially nurses, to improve health education for breastfeeding mothers to implement hypnobreastfeeding.
Penerapan Telenursing Kontrak Modifikasi Perilaku Manajemen Hiperglikemia pada Pasien Diabetes Mellitus Sujati, Ni Ketut; Lisdahayati, Lisdahayati; Suryanda, Suryanda
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4736

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada manajemen hiperglikemia pada pasien diabetes mellitus (DM) melalui pendekatan telenursing. Tujuan program ini adalah meningkatkan pengetahuan, kepatuhan, dan motivasi pasien dengan menerapkan kontrak modifikasi perilaku dalam layanan keperawatan jarak jauh. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif, dengan kegiatan berupa edukasi digital, pemantauan berbasis WhatsApp, dan sesi tindak lanjut berkala. Selama empat bulan pelaksanaan, tercatat peningkatan pengetahuan pasien sebesar 85%, kepatuhan terhadap modifikasi perilaku mencapai 75%, dan penurunan komplikasi terkait hiperglikemia sebesar 20%. Pasien juga melaporkan motivasi yang lebih tinggi karena dukungan berkelanjutan dari tenaga kesehatan. Beberapa kendala muncul, seperti kekhawatiran pasien terkait privasi data, namun hal ini diatasi dengan komunikasi fleksibel melalui WhatsApp. Program ini menunjukkan potensi telenursing dalam memperluas akses layanan kesehatan dan menjadi model berkelanjutan untuk manajemen penyakit kronis di komunitas terpencil.
Analysis of Factors Affecting the Incidence of Dermatitis Suryanda, Suryanda; Nelly Rustiati; Ni Ketut Sujati
Lentera Perawat Vol. 6 No. 1 (2025): January - March
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i1.404

Abstract

Dermatitis is inflammation of the skin (epidermis and dermis) as a response to the influence of exogenous or endogenous factors, causing clinical abnormalities in the form of polymorphic efflorescence (erythema, edema, papules, vesicles, scale, lichenification) and complaints of itching. This research is to analyze the factors that influence the incidence of dermatitis in residents of Lubuk Batang village, Ogan Komering Ulu Regency. The sample size of this study was 68 people, it was a cross-sectional study. The research variables were history of allergies, type of food, occupation, use of contact materials with the incidence of dermatitis. There is a significant relationship between history of allergies and the incidence of dermatitis p-value=0.001, there is a significant relationship between type of food and the incidence of dermatitis p. value = 0.001, there is a significant relationship between the use of chemical products and the incidence of dermatitis p. value = 0.003. Meanwhile, there was no significant relationship between type of work and the incidence of dermatitis because p. value = 0.762. The majority of Lubuk Batang village residents who experience dermatitis are due to a history of allergies to certain foods or chemicals or contact materials. Meanwhile, the work of the majority of village residents as rubber tappers also carries a high risk of developing dermatitis
Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Pada Upaya Pencegahan Rabies Dari Kucing Peliharaan Di Kota Prabumulih Suryanda, Suryanda; Nelly Rustati
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 9 No. 1 (2024): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v9i1.264

Abstract

Penyakit Rabies adalah masalah utama para pecinta hewan diseluruh dunia. Kasus gigitan hewan yang dapat  menularkan rabies, yaitu anjing, kera dan kucing relative masih banyak, meskipun korban meninggal tidak ada, namun potensi penularan dan penyebaran rabies cukup tinggi. Indikatornya adalah meningkatnya jumlah masyarakat yang memelihara kucing. Selain itu perkembang biakan nya relatif tinggi bahkan menjadi liar. Faktor kedekatan inilah menjadikan resiko penularan sangat besar terhadap pemilik hewan yang terkena rabies. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dan sikap masyarakat pada bahaya rabies terhadap upaya pencegahan rabies terutama hewan pada hewan peliharaan kucing. Metode crossectional dengan instrumen penelitian berupa angket dan ceklist wawancara. Penelitian dilakukan di Kecamatan Prabumulih Timur dengan random sampling didapatkan sample 100 kk. Dengan p value = 0,00, dengan r = 0,565 disimpulakan Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang rabies dangan upaya pencegahan rabies dengan tingkat korelasi sedang. Sedangkan nilai p value = 0,00 dengan r = 0,440 menunjukkan Ada hubungan antara pengetahuan tentang rabies dangan sikap tentang rabies dengan tingkat korelasi rendah. Pengetahuan, sikap masyarakat pada rabies dikota Prabumulih relative baik tetapi upaya pencegahan rabies masih kurang. Diharapkan pihak terkait dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam mencegah terjadinya rabies dengan sosialisasi, informasi maupun gerakaan masyarakat guna membatasi potensi penyebarannya ke manusia.
Edukasi mengenalkan pemantauan perkembangan anak dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) pada kader posyandu Suparno, Suparno; Estiani, Meilina; Suryanda, Suryanda
Indonesia Berdaya Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024396

Abstract

The existence of a child development disorder is an important reason for monitoring child development as early as possible. In the preliminary survey, it was found that children with speech/language delays reached 0.02%. Early detection of developmental disorders in children has an important role in the welfare of children and families. And the fact states that early detection of developmental disorders must be available in primary child health services. Monitoring of children's development can be done using the Developmental Pre-screening Questionnaire. Kader posyandu as part of primary service personnel need to be given training in monitoring child development with this questionnaire so that it can be applied to Posyandu activities for toddlers. The problem in this activity is that the kader posyandu in Desa Talang Jawa wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung, Kecamatan Baturaja Barat, have never received information and have not had the ability to use this Pre-screening Development Questionnaire. This educational activity aims to increase knowledge and skills about monitoring children's development using the Developmental Pre-screening Questionnaire. From this activity, it was found that the level of knowledge of participants before education was 7.4% enough, 92.6% less, and after being given education was Good 63 %, 25.9% enough and 11.1% less. The ability of participants after being given education increased by 100%. It was concluded that after the education introduced the monitoring of children's development with the Developmental Pre-screening Questionnaire, there was an increase in the knowledge and ability of kader posyandu
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Bekerja terhadap Perkembangan Kepribadian Anak Usia PRA Sekolah Suryanda Suryanda
Journal of Ners and Midwifery Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v6i1.ART.p035-043

Abstract

Semakin  berkurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya karena keduanya sama-sama bekerja, mengakibatkan terbatasnya interaksi orang tua dengan anak. Perkembangan keperibadian anak menjadi menjadi terganggu, menjadi pribadi tidak mandiri dan asosial. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pola asuh orang tua bekerja terhadap perkembangan kepribadian pada Anak Usia Pra sekolah (umur 3 – 5 tahun). Merupakan penelitian deskriptif analitik melibatkan 60 responden ibu yang mempunyai anak pra sekolah (umur 3-5 tahun) di Kota Prabumulih. Instrumen penelitian berupa kuesioner, cek list dan lembar persetujuan kesediaan menjadi responden penelitian. Berdasarkan hasil uji statistik dengan fisher exact diperoleh nilai p sebesar 0.00 (< 0.05), sehingga disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan perilaku anak pra sekolah. Pada Anak Usia Pra sekolah harus mulai ditanamkan sikap dan norma kehidupan yang menunjang pembentukan kepribadiannya pada masa mendatang. Kedua orang tua yang bekerja diluar rumah menyebabkan pola pengasuhan juga terbatas bahkan terputus,  untuk itu orang tua yang sibuk bekerja harus menyediakan waktu bercengkrama untuk menstimulasi anak berkembang secara optimal. Orang tua harus berupaya  membentuk pola asuh demokratif dan tidak memberikan kasih sayang berlebihan sehingga anak tidak manja dan kurang matang secara sosial.
Pelatihan Penanganan Gawat Darurat di Lingkungan Sekolah Menengah di Kota Prabumulih Suryanda, Suryanda; Rustiati, Nelly
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3457

Abstract

Pengetahuan dan keterampilan dalam pertolongan pertama gawat darurat pada korban dapat mempengaruhi. tingkat keparahan bahkan akibat upaya pertolongan yang tidak tepat, hal ini justru membahayakan korban. Setiap siswa tanpa terkecuali wajib memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan kondisi gawat darurat karena kondisi seperti ini tidak memandang tempat, waktu bahkan sehebat apapun teknologi yang ada. Pelatihan bertujuan sebagai suatu upaya meningkatkan keterampilan siswa SMAN 3 Kota Prabumulih dalam melakukan pertolongan pertama gawat darurat dilingkungan terdekatnya. Pelatihan menggunakan metode penyuluhan dan diskusi serta demonstrasi. Para peserta diberikan pre test dan post test menggunakan kuestioner untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta. Peserta dibatasi 30 orang, Hasil kegiatan mengindikasikan pentingnya partisipasi berbagai elemen masyarakat khususnya siswa SMA dalam menekan angka korban jiwa. Hal ini tentu saja dapat dipublikasikan secara luas sebagai salah satu alternative intervensi yang dapat dikembangkan dan dinamis.