Eva Fitrianti
Prodi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, FKIP Universitas Ekasakti

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

MORFOFONEMIK VERBA DALAM BAHASA KERINCI M.Pd, Eva Fitrianti
journal of RESIDU Vol 1 No 2 (2018): Journal of RESIDU, January 2018
Publisher : RC-INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Research is about the morphophonemic  verbs process of Kerinci language which is done with the background of many linguistic problems that have not received attention in Kerinci language and only few of the documentation that has been done on the language of Kerinci. This research is done with awareness of the effort to conserve one of the elements of culture, namely language.This research is a qualitative research method with descriptive approach. Descriptive approach aims to describe Kerinci language empirically based on the situation or facts that exist in the field and presented with what it is. The informant is a native speaker of Kerinci. Data collection techniques used are recording techniques, elasticity techniques, and techniques of listening. Data analysis technique used in this research is transcribing data into writing language, translating data into Indonesian, and analyzing data. To facilitate the analysis, the data are already written and translated into Indonesian language, then classified by word category. The result of this research is four rules of morphophonemic process of verb forming affix, ie {maN-}, {N-}, {bar-}, and {ta-}. The four rules of verb-forming merbophonemic in Kerinci, can be more classified into two processes, namely the process of phoneme change and phoneme removal process.
INTERFERENCE OF MENTAWAI LANGUAGE PHONOLOGY INTO THE INDONESIAN STUDENTS CLASS X.I SMA NEGERI I SOUTHERN DISTRICT REGENCY OF MENTAWAI ISLANDS M.Pd, Eva Fitrianti
journal of RESIDU Vol 2 No 7, Juli (2018): JOURNAL of RESIDU (Research and Investigation Educati) By :ojs.rc-in
Publisher : RC-INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.346 KB)

Abstract

Phonological interference occurs because of students' negative attitudes toward the use of the Indonesian language. This attitude can be seen in the form of ignorance of the phonological rules of Indonesian language used in the taking of elements of the phonologist that he mastered. The purpose of this study is to describe the form of interference phonology in Mentawai language into the Indonesian class X.I students SMA Negeri I District of Pagai Selatan Mentawai Islands. This research uses qualitative method with descriptive description. The data were collected by using data reduction techniques, presenting the data, and summarizing the data that have been analyzed. The result of this research is that there are three forms of Mentawai phonological interference into the Indonesian language speech of the students of grade XI SMA Negeri 1 Pagai Selatan Kabupaten Mentawai Islands, namely (a) phonological interference reduction of letters at the beginning of word, middle, and end of word, (b) interference of adding letters at the beginning of word, middle and end of word , and (c) interference of letter changes at the beginning of word, middle, and end of word. Factors causing the phonological interference of Mentawai language into Indonesian language class X.I students of SMA Negeri 1 Pagai Selatan Regency of Mentawai Islands are the factors of individual ability, speaker's nobility, the thinness of the speaker's loyalty in using Indonesian language, and the limited mastery of Indonesian vocabulary. Keywords: Interference, phonology, Mentawai language, students.
THE EFFECT OF CONTEXT THROUGH APPLICATION OF COOPERATION PRINCIPLES IN CONVERSATION OF STUDENTS’ KINDERGARTEN OF EKASAKTI: PRAGMATIC ANALYSIS Eva Fitrianti Fitrianti; Lailatul Husna Husna
Jurnal Komunitas Bahasa Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak:Banyak siswa Taman Kanak-Kanak Ekasakti yang belum mampu menerapkan prinsip kerja sama dan konteks bahasa yang tepat dalam suatu komunikasi. Akibatnya, tujuan komunikasi tidak tercapai. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan pengaruh konteks yang diterapkan oleh siswa Taman Kanak-Kanak Ekasakti. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan dilanjutkan dengan teknik rekam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) siswa Taman Kanak-Kanak Ekasakti dapat menerapkan maksimal kualitas, kuantitas, relevansi, dan cara. Siswa juga melanggar beberapa maksim, yaitu maksim relevansi dan kualitas; dan (2) peran konteks yang membentuk penerapan prinsip kerja sama siswa adalah konteks langsung, termasuk setting, peserta, dan fungsi tindak tutur. Penerapan prinsip kerja sama dan peran konteks bahasa yang tepat, dapat membentuk komunikasi lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, komunikasi siswa dapat terjalin dengan baik sehingga tujuan komunikasi dapat tercapai.
Morphofonemical Verba In Kerinci Language Eva Fitrianti
Jurnal Ilmiah Langue and Parole Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Langue and Parole
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.946 KB) | DOI: 10.36057/jilp.v1i1.26

Abstract

Research on the morphophonemic process of Kerinci language verb is done with the background of many linguistic problems that have not received attention in Kerinci language and very little documentation has been done to the language of Kerinci. This research is done with awareness of the effort to conserve one of the elements of culture, namely language. This research is a qualitative research with descriptive method, which aims to describe Kerinci language empirically based on the situation or facts that exist in the field and presented with what it is. The informant is a native speaker of Kerinci. Data collection techniques used are recording techniques, elasticity techniques, and techniques refer. Data analysis technique used in this research is transcribing data into writing language, translating data into Indonesian, and analyzing data. To facilitate the analysis, the data already written and translated into Indonesian language is then classified by word category. The result of this research is that there are four rules of morphophonemic process of verb forming affix, ie {maN-}, {N-}, {bar-}, and {ta-}. The four rules of verb-forming merbophonemic in Kerinci, can be classified again into two processes: phoneme change and phoneme removal processes.
Peribahasa Mentawai: Kajian Bentuk Dan Makna Eva Fitrianti; Zuraida Khairani; Berdanetta Satepu
Jurnal Ilmiah Langue and Parole Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Langue and Parole
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jilp.v6i1.548

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan makna peribahasa Mentawai Dusun Pariok, Desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, agar anggota masyarakat mengetahui bentuk peribahasa Mentawai dan memahami maknanya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data adalah anggota masyarakat yang menetap di Desa Muntei. Teknik pengumpulan data adalah teknik wawancara, teknik rekam, teknik simak dan catat, serta teknik transkripsi, kemudian data divalidasi melalui triangulasi sumber dan teori. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Bentuk peribahasa Mentawai, meliputi peribahasa bersumber dari tumbuhan, hewan, anggota tubuh manusia, dan sifat manusia. Makna peribahasa Mentawai adalah makna yang diterima oleh masyarakat pemakainya didasari adanya hubungan ujaran dan situasi, kata dengan bendanya, hubungan peristiwa dengan kenyataannya.
PERFORMA GAYA BAHASA KOMUNIKASI LISAN TOKOH POLITIK NASIONAL SURYA PALOH Novi Fitriani; Eva Fitrianti
Jurnal Komunitas Bahasa Vol 10, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jkb.v10i2.2158

Abstract

Tokoh politik merupakan publik figur yang dikenal oleh masyarakat, dalam  berkomunikasi seorang tokoh politik memanfaatkan bahasa sebagai sarana mencapai tujuan. Pemanfaatan bahasa dalam komunikasi politik  salah satunya  adalah gaya bahasa yang digunakan untuk mendapatkan simpati, menunjukkan empati, mencuri perhatian, serta untuk mendapatkan dukungan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa tokoh politik nasional Surya Paloh. Data dalam penelitian ini berupa tuturan tiga pidato tokoh politik nasional Surya Paloh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif  kualitatif. Teknis analisis data penelitian adalah  identifikasi data, klasifikasi data, inteprestasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian  ini ditinjau dari teori gaya bahasa gorys Keraf  berdasarkan langsung tidaknya makna yang digunakan tokoh politik nasional Surya Paloh dalam penelitian ini didominasi oleh gaya bahasa retoris sedangkan gaya bahasa kiasan jarang digunakan. Dari 119 data, ditemukan gaya bahasa retoris 77 data (64,7%) dan gaya bahasa kiasan 42 data (35,3%). Gaya bahasa retoris banyak digunakan Surya Paloh untuk menegaskan isi pidato melalui pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dijawab karena maksud dari Surya Paloh sudah terkandung dalam pertanyaan tersebut dengan demikian pidato yang disampaikan lebih menarik dan tidak monoton.
Makna dan interpretasi pragmatis sapaan kayo dalam bahasa Kerinci Eva Fitrianti; Novi Fitriani
Jurnal Komunitas Bahasa Vol 11, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jkb.v11i1.3365

Abstract

The purpose of this study is to explain the meaning and pragmatic interpretation of the use of the greeting word kayo in the Kerinci language in Koto Baru Village, Tanah Kampung District in order to provide understanding and insight into the meaning of greeting kayo. This research is a descriptive qualitative research. The informants of this study were members of the Desa Koto Baru, Tanah Kampung District, as native speakers of the Kerinci language. Data collection techniques are simak libat cakap techniques, recording techniques, note-taking techniques, and library techniques. The data validation technique uses source and theory triangulation techniques. Data analysis uses data reduction techniques, data presentation, and draws conclusions. The pragmatics meaning in the use of greeting kayo includes literal and nonliteral meanings. The literal meaning shows the intention of the greeter to respect someone who is older than the addressee, while the non-literal meaning intends to respect the addressee for certain purposes. For example, appreciating for having broad insights, as a form of entertaining or joking material, and appreciating for feeling familiar and close. Based on the research results, it is expected that the users of the greeting word kayo can understand its meaning pragmatically and place it according to the context of communication.
Tindak Tutur Asertif dalam Acara Debat Perdana Calon Presiden Republik Indonesia 2024 Novi Fitriani; Eva Fitrianti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jips.v7i3.644

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tindak tutur asertif yaitu menyatakan, memberitahhukan, menyarankan, membanggakan, mengeluh, menuntut, melaporkan. Penelitian ini juga akan melihat manakah tindak tutur arsetif yang dominan digunakan oleh calon Presiden Republik Indonesia dalam Acara Debat Perdana Calon Presiden Republik Indonesia 2024, Anies Rasyid Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah tuturan Anies Rasyid Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, pada debat perdana calon presiden 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: tindak tutur asertif dalam acara debat calon Presiden Republik Indonesia 2024 ditemukan 89 data tindak tutur Asertif, tuturan yang dominan digunakan adalah (1) memberitahukan 40 data, (2) menyatakan 28 data, (3) menyarankan 10 data, (4) menuntut 5 data , (4) mengeluh 2 data, (5) membanggakan 2 data dan (6) melaporkan 2 data. Tindak tutur arsetif “memberitahukan” banyak digunakan oleh calon presiden karena apa yang diungkapkan oleh penutur dan mitra tutur mengandung makna kebenaran dan fakta yang benar-benar terjadi dalam ruang lingkup sosial yang terjadi di masayarakat, khususnya masyarakat di Indonesia. Selain itu, tuturan yang disampaikan oleh calon presiden memiliki pengaruh dalam meyakinkan pilihan masyarakat Indonesia untuk memilih calon presiden tersebut.
Strategi kesantunan berbahasa dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata Eva Fitrianti; Novi Fitriani
Jurnal Komunitas Bahasa Vol 12, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/jkb.v12i1.4177

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi kesantunan berbahasa dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber datanya berupa novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Teknik pengumpulan data adalah teknik analisis dokumen dan isi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teori. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Strategi kesantunan dalam novel Guru Aini karya Andrea merupakan strategi kesantunan berbahasa langsung dan tidak langsung. Realisasi kesantunan berbahasa diwujudkan dalam bentuk maksim kebijaksanaan, maksim kemurahan hati, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim simpati, dan maksim persetujuan. Strategi dan bentuk kesantunan berbahasa diharapkan dapat diwujudkan dalam suatu komunikasi sehingga komunikasi dapat tercapai dan saling menguntungkan, tanpa menimbulkan konflik antarpeserta tutur, meningkatkan citra diri, dan menumbuhkan kepekaan sosial yang tinggi.
Penerapan Base Case Method Dalam Pembelajaran Pragmatik Pada Materi Konteks Fitrianti, Eva; Khairani, Zuraida
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 9 No. 4 (2024): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v9i4.641

Abstract

The exploration of pragmatics learning on speech context material using Case Base Method (CBM) is the topic of this research. Explorative qualitative method as a framework to analyze meaningful information about the application of CBM in speech context learning. CBM has advantages and disadvantages that cannot be avoided in the learning process. The advantages are to train students to learn contextually, think critically; solve problems, be able to integrate prior knowledge into cases, develop concepts/ideas; and develop the values of tolerance, respect for other people's opinions, and democracy. Research subjects in the form of students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program, Unes registered in the 2024/2025 academic year participated in this study. Data collection used observation, interview, recording, and questionnaire techniques, then analyzed narratively. This study showed that students mastered the concept of context significantly, discussion activation increased, motivation and collaboration developed well, and critical thinking occurred in some students. The challenge for lecturers is to assist students who are passive and must be able to formulate topics and cases that are interesting to students.