Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Robusta Coffee Decreased Malondialdehyde Levels in Wistar Mice Experiencing Oxidative Stress Abidah, Rahmi Syarifatun; Wirjatmadi, Bambang; Purwanto, Bambang; Adriani, Merryana
Health Notions Vol 1 No 4 (2017): October-December 2017
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (Address: Cemara street 25, Ds/Kec Sukorejo, Ponorogo, East Java, Indonesia 63453)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.78 KB)

Abstract

Coffee drinking is a habit that still doubtful for it’s benefits. Many active ingredients in robusta coffee (Coffea canephora) are very useful for health, especially the antioxidant content that can ward off free radicals that absorbed in the body. Free radicals can be caused by psychological stress exposure. Excessive amounts of radicals in the body cause oxidative stress. This study aimed to see the robusta coffee effect on decreasing levels of Malondialdehyde (MDA) with “randomized post test only control group” design with 25 samples of white male rat strain wistar (Rattus norvegicus). Samples were divided into 5 groups: control groups and randomized treatment groups. Treatment given in psychological stress and giving robusta coffee drink with single dose. This study used “one way anova” test and followed by “pos hoc tukey HSD” test for statistics. Robusta coffee had an effect in MDA levels changing. There was a MDA levels decreasing in 1 hour after robusta coffee drinking in experimental rats with oxidative stress conditions that were exposed by psychological stress.   
Edukasi kesehatan berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja Mawaddah, Nurul; Nurwidji, Nurwidji; Abidah, Rahmi Syarifatun; Puspitasari, Nia
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 02 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i2.1375

Abstract

Latar Belakang: Usia remaja sangat penting mengkonsumsi tablet tambah darah untuk mencegah anemia terutama saat menstruasi. Namun, banyak remaja yang tidak mau minum dan menghabiskan tablet tambah darah yang diberikan nakes karena berbagai alasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di SMPN 1 Mojosari Mojokerto.Metode: Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan one-group pre-test post-test design, dengan tehnik Purposive Sampling didapatkan sejumlah 107 responden. Instrumen menggunakan lembar observasi kepatuhan berdasarkan standar luaran keperawatan Indonesia.Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed Rank diperoleh p value 0.000 (p<0,5) yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh intervensi terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.Kesimpulan: Edukasi kesehatan berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia efektif meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja yang ditandai dengan kriteria meningkatnya verbalisasi kemauan mengikuti program, verbalisasi mengikuti anjuran, perilaku mengikuti program pengobatan, dan perilaku menjalankan anjuran.
Implementasi Upaya Promotif Kesehatan Jiwa untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Menurunkan Stigma di Wilayah Kabupaten Mojokerto Mawaddah, Nurul; Suhartanti, Ika; Ariyanti, Fitria Wahyu; Abidah, Rahmi Syarifatun; Nurwidji
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i3.442

Abstract

Prevalensi gangguan jiwa psikosis/skizofrenia, depresi dan masalah kesehatan jiwa di Indonesia mengalami peningkatan berdasarkan data survey kesehatan indonesia tahun 2023. Tingginya stigma, kurangnya kesadaran dan peran serta masyarakat tentang kesehatan jiwa menjadi salah satu faktor presipitasi kasus ini. Oleh karena itu upaya promotif kesehatan jiwa menjadi sangat penting sebagai upaya mengenali faktor resiko masalah kejiwaan, pencegahan, serta meningkatkan kemampuan adaptasi dan ketahanan kesehatan jiwa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat dan menurunkan stigma gangguan jiwa di wilayah kabupaten mojokerto melalui implementasi upaya promotif kesehatan jiwa. Sasaran pada kegiatan ini adalah kelompok masyarakat, keluarga, dan institusi pendidikan sekolah menengah atas yang ada diwilayah Kabupaten Mojokerto. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari: perijinan dan advokasi dengan pimpinan kelompok sasaran, skrining kesehatan jiwa dengan instrumen Self Reporting Questionnaire (SRQ), pemberian informasi hasil skrining, upaya promotif kesehatan jiwa dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, penerimaan dan partisipasi masyarakat dalam upaya kesehatan jiwa, sehingga berdampak pada penurunan stigma gangguan jiwa dimasyarakat.
Implementasi Upaya Promotif Kesehatan Jiwa untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Menurunkan Stigma di Wilayah Kabupaten Mojokerto Mawaddah, Nurul; Suhartanti, Ika; Ariyanti, Fitria Wahyu; Abidah, Rahmi Syarifatun; Nurwidji
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v3i3.442

Abstract

Prevalensi gangguan jiwa psikosis/skizofrenia, depresi dan masalah kesehatan jiwa di Indonesia mengalami peningkatan berdasarkan data survey kesehatan indonesia tahun 2023. Tingginya stigma, kurangnya kesadaran dan peran serta masyarakat tentang kesehatan jiwa menjadi salah satu faktor presipitasi kasus ini. Oleh karena itu upaya promotif kesehatan jiwa menjadi sangat penting sebagai upaya mengenali faktor resiko masalah kejiwaan, pencegahan, serta meningkatkan kemampuan adaptasi dan ketahanan kesehatan jiwa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan jiwa masyarakat dan menurunkan stigma gangguan jiwa di wilayah kabupaten mojokerto melalui implementasi upaya promotif kesehatan jiwa. Sasaran pada kegiatan ini adalah kelompok masyarakat, keluarga, dan institusi pendidikan sekolah menengah atas yang ada diwilayah Kabupaten Mojokerto. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari: perijinan dan advokasi dengan pimpinan kelompok sasaran, skrining kesehatan jiwa dengan instrumen Self Reporting Questionnaire (SRQ), pemberian informasi hasil skrining, upaya promotif kesehatan jiwa dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, penerimaan dan partisipasi masyarakat dalam upaya kesehatan jiwa, sehingga berdampak pada penurunan stigma gangguan jiwa dimasyarakat.
Penerapan Workplace Stretching Exercise untuk Menurunkan Kelelahan Kerja pada Karyawan PT Intidragon Suryatama Kota Mojokerto Puspitaningsih, Dwiharini; Suhartanti, Ika; Ariyanti, Fitria Wahyu; Abidah, Rahmi Syarifatun
MAYARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : Yayasan Miftahul Ulum Sangatta Kutai Timur (KEP. MENKUMHAM RI No. AHU-0014779.AH.01.04.Tahun 2018) bekerjasama dengan Jurusan Tarbiyah STAI Sangatta Kab. Kutai Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71382/mayara.jurn.peng.masy..v4i1.335

Abstract

This community service program aims to reduce employee work fatigue through the implementation of a structured Workplace Stretching Exercise program in collaboration with PT Intidragon Suryatama, Mojokerto City. Employees and company management were actively involved as program partners (mitra kegiatan) in the planning, implementation, and evaluation stages to ensure program relevance and sustainability. The program was consisted of four stages: preparation, coordination with company management, implementation of educational and practical sessions, and evaluation of outcomes. A total of 44 employees participated in this activity. The intervention included health education regarding work fatigue, demonstration of 24 stretching movements, and guided practice sessions lasting 8–10 minutes performed routinely during work hours. Fatigue levels were measured using the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) subjective fatigue scale before and after the intervention. The results indicated a notable decrease in fatigue scores from 52.05 to 43.39, demonstrating an improvement in physical comfort, reduced muscle tension, and enhanced alertness during work. Accompanied by qualitative feedback indicating improved physical comfort, increased alertness, and higher awareness of occupational health and safety practices. Beyond physiological benefits, the program contributed to the development of a healthier work culture by integrating active breaks into daily routines. This program demonstrates that Workplace Stretching Exercises are practical, low-cost, easy to integrate into daily routines, and beneficial for employee health and well-being model of community-based occupational health promotion. The activity is recommended for continuous implementation as part of occupational health promotion efforts within the company.