M. Agus Suriadi
Faculty Of Adab And Humanities, English Literature Department, Syarif Hidayatullah State Islamic University (UIN) Jakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Buletin Al-Turas

Strategies of Cultural Gap Translation in World Herritage – Sites and Living Culture of Indonesia M. Agus Suriadi
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3828

Abstract

AbstractTranslating certain texts from one language to another language might become one of the most challenging tasks for a translator, especially for a text containing a lot of cultural words. A translator is frequently faced with the problem of how to treat the implicit aspects of culture and how to find appropriate strategies in translating a text from a Source Text (ST) into Target Text (TT). It is probably right to say that a translator has to deal with a lot of thigs to do which have not, perhaps, been aware for cultural gaps and their significance in translation. Many translation theorists have concerned with the problems of cultural knowledge and cultural differences for many decades, might be, since translation as sciences had been recognized. Cultural knowledge and cultural differences begin to draw attention from many experts to focus on translation theories and to conduct translation training for academic studies. Therefore, the present paper aims at presenting strategies of translating the cultural concepts by different theorists. In addition to this, it is also expected to reinforce a translator to choose the appropriate procedures and strategies in translating process.---AbstrakMenerjemahkan teks-teks tertentu dari suatu Bahasa ke Bahasa yang lain, seringkali, menjadi salah satu tugas berat sekaligus merepotkan bagi seorang penerjemah, khusunya dalam menerjemahkan teks-teks yang mengandung banyak kata-kata budaya. Seorang penerjemah sering kali dihadapkan pada masalah-masalah bagaimana mengaplikasikan aspek-aspek budaya dan bagaimana menemukan strategi dalam menerjemahkan sebuah teks dari Bahasa Sumber (BSu) ke dalam Bahasa Sasaran (BSa). Hal ini, mungkin saja, dikarenakan seorang penerjemah harus direpotkan dengan hal-hal, yang bisa jadi, seringkali tidak disadari oleh seorang penerjemah dalam menghadapi perbedaan budaya yang memiliki peran penting dalam penerjemahan.Banyak pakar teori penerjemahan merasa prihatin dengan masalah-masalah yang berkenaan dengan perbedaan dan pemahaman budaya dalam kurun waktu yang cukup lama, yang kemungkinan besar, telah ada sejak penerjemahan dijadikan sebagai disiplin ilmu pengetahuan. Perbedaan dan pengetahuan budaya ini kemudian menyita perhatian dari para pemerhati penerjemahan untuk menyoroti masalah teori penerjemahan dalam kajian akademis. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk membahas masalah strategi dalam menerjemahkan konsep-konsep budaya dengan mengacu pada pendapat pakar penerjemahan tertentu, seperti Peter Newmark. Di samping itu, tulisan ini juga diharapkan dapat membantu penerjemah untuk memilih strategi yang cocok dalam melakukan proses penerjemahan.
Translation Strategies to Deal With Indonesia Censorship Regulation on Movie M. Agus Suriadi
Buletin Al-Turas Vol 24, No 1 (2018): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v24i1.7132

Abstract

This study aims to begin an examination into how the censor regulation effect to movie subtitle which were being showed in Indonesia. To reach that, it using qualitative method in particular translations strategy has been existed. It found that various data hardly to deal with the regulation mostly classified into slang expression that effect to the vulgarity and offensive. It happened because the translator hard to find out the equivalence effect by facing the constrain of the time, space, and also scene. The strategies were used to deal with the regulation done by soften strategy the TL by doing paraphrase, modulation, and emphasize related to pragmatic context. The regulation has been ruling in order protect the audiences have been giving them the comfortless to enjoy the movie without worry about reflecting a state of moral or cultural decline to Indonesian people who have multicultural and ethnic. So, the bad word that relating to offensive language must not be found in the outsider movies with Indonesia subtitle.---Penelitian ini bertujuan untuk memulai pemeriksaan terhadap bagaimana efek regulasi sensor terhadap subtitle film yang sedang ditampilkan di Indonesia. Untuk mencapai itu, menggunakan metode kualitatif dalam strategi penerjemahan tertentu telah ada. Ditemukan bahwa berbagai data sulit untuk berurusan dengan peraturan yang sebagian besar diklasifikasikan ke dalam bahasa gaul yang berpengaruh pada vulgar dan ofensif. Itu terjadi karena penerjemah sulit untuk mengetahui efek kesetaraan dengan menghadapi batasan waktu, ruang, dan juga pemandangan. Strategi tersebut digunakan untuk menangani regulasi yang dilakukan dengan melunakkan strategi TL dengan melakukan parafrasa, modulasi, dan menekankan terkait dengan konteks pragmatis. Peraturan tersebut telah berkuasa untuk melindungi penonton yang telah memberi mereka kenyamanan untuk menikmati film tanpa khawatir mencerminkan keadaan penolakan moral atau budaya terhadap orang Indonesia yang memiliki multikultural dan etnis. Jadi, kata-kata buruk yang berhubungan dengan bahasa kasar tidak boleh ditemukan di film-film luar dengan subtitle Indonesia.DOI : 10.15408/bat.v24i1.7132
Translation Strategies to Deal With Indonesia Censorship Regulation on Movie Suriadi, M. Agus
Buletin Al-Turas Vol. 24 No. 1 (2018): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab and Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v24i1.7132

Abstract

This study aims to begin an examination into how the censor regulation effect to movie subtitle which were being showed in Indonesia. To reach that, it using qualitative method in particular translations strategy has been existed. It found that various data hardly to deal with the regulation mostly classified into slang expression that effect to the vulgarity and offensive. It happened because the translator hard to find out the equivalence effect by facing the constrain of the time, space, and also scene. The strategies were used to deal with the regulation done by soften strategy the TL by doing paraphrase, modulation, and emphasize related to pragmatic context. The regulation has been ruling in order protect the audiences have been giving them the comfortless to enjoy the movie without worry about reflecting a state of moral or cultural decline to Indonesian people who have multicultural and ethnic. So, the bad word that relating to offensive language must not be found in the outsider movies with Indonesia subtitle.---Penelitian ini bertujuan untuk memulai pemeriksaan terhadap bagaimana efek regulasi sensor terhadap subtitle film yang sedang ditampilkan di Indonesia. Untuk mencapai itu, menggunakan metode kualitatif dalam strategi penerjemahan tertentu telah ada. Ditemukan bahwa berbagai data sulit untuk berurusan dengan peraturan yang sebagian besar diklasifikasikan ke dalam bahasa gaul yang berpengaruh pada vulgar dan ofensif. Itu terjadi karena penerjemah sulit untuk mengetahui efek kesetaraan dengan menghadapi batasan waktu, ruang, dan juga pemandangan. Strategi tersebut digunakan untuk menangani regulasi yang dilakukan dengan melunakkan strategi TL dengan melakukan parafrasa, modulasi, dan menekankan terkait dengan konteks pragmatis. Peraturan tersebut telah berkuasa untuk melindungi penonton yang telah memberi mereka kenyamanan untuk menikmati film tanpa khawatir mencerminkan keadaan penolakan moral atau budaya terhadap orang Indonesia yang memiliki multikultural dan etnis. Jadi, kata-kata buruk yang berhubungan dengan bahasa kasar tidak boleh ditemukan di film-film luar dengan subtitle Indonesia.DOI : 10.15408/bat.v24i1.7132