Budi Suyanto
Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengembangan sentra penjualan dan desain kemasan untuk meningkatkan nilai tambah tanaman hias Ferdiansyah Ali; Yahya Dewanto; Budi Suyanto
Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v6i2.6130

Abstract

Ciwalen Village, Sukaresmi District, Cianjur Regency, has the potential to become a center of economic growth as a floricultural village, not just to supply ornamental plants to Jakarta. Conditions like this are very profitable for owners of large land areas and with large capital. Another case is for farmers with limited land and small capital. They are only scattered among small traders selling ornamental plants on the sides of the road, only with a small amount of paper or plastic packaging. In this study, the aim was to establish a sales center and develop packaging designs. With the existence of a sales center, it is hoped that the sales system will be more focused and effective, as well as a solution to concentrate sales information on ornamental plants. The development of packaging design can expand the market share of ornamental plants. With an attractive and very personal packaging design, it will provide added value to ornamental plant products. The method used in this research is a qualitative research method that is inductive analysis. The research method consists of collecting, compiling, and describing various actual data, documents, and information. The discussion results show that the existence of sales centers, besides becoming a tourist destination, can also increase the selling value of ornamental plants. Meanwhile, product packaging increases the emotional appeal and influences purchasing decisions for ornamental plants.
PEMETAAN PEMANGKU KEPENTINGAN: ANALISIS VISUAL BRANDING UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DI KOTA CIREBON: Stakeholder Mapping: Visual Analysis of Branding to Enhance Community Engagement in the City of Cirebon Budi Suyanto; Myrza Rahmanita; Suyanto, Budi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 20 No. 2 (2024): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v20i2.17483

Abstract

Tourism in Cirebon City, Indonesia, is an important focus in supporting economic growth. The foreign exchange contribution of the tourism sector reached 18.4 billion USD in 2019, showing great potential. The government has taken policy steps, utilizing regional autonomy. Analysis of branding strategies shows that the involvement of stakeholders, including local communities, is important in shaping the destination's image. This research explores the role of visual branding in Cirebon City, focusing on stakeholder collaboration as the key to success. Stakeholders' expectations and views were the subject of questions. The results are expected to provide insights to improve community engagement and sustainable tourism development.
PEMETAAN PEMANGKU KEPENTINGAN: ANALISIS VISUAL BRANDING UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN MASYARAKAT DI KOTA CIREBON: Stakeholder Mapping: Visual Analysis of Branding to Enhance Community Engagement in the City of Cirebon Budi Suyanto; Myrza Rahmanita; Suyanto, Budi
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 20 No. 2 (2024): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v20i2.17483

Abstract

Tourism in Cirebon City, Indonesia, is an important focus in supporting economic growth. The foreign exchange contribution of the tourism sector reached 18.4 billion USD in 2019, showing great potential. The government has taken policy steps, utilizing regional autonomy. Analysis of branding strategies shows that the involvement of stakeholders, including local communities, is important in shaping the destination's image. This research explores the role of visual branding in Cirebon City, focusing on stakeholder collaboration as the key to success. Stakeholders' expectations and views were the subject of questions. The results are expected to provide insights to improve community engagement and sustainable tourism development.
Perancangan Visual Brand Identity Desa Sungsang Suyanto, Budi; Candias, Mochammad Rizky
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 02 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i2.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visual yang autentik dan konsisten bagi Desa Sungsang, sebuah desa wisata di Sumatera Selatan yang memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata melalui keindahan alam, budaya, dan kuliner lokal. Identitas visual yang kuat diharapkan dapat meningkatkan brand awareness Desa Sungsang serta menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun internasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat lokal, serta studi pustaka mengenai teori desain komunikasi visual dan branding destinasi wisata. Hasil penelitian ini mencakup perancangan logo, tipografi, skema warna, dan elemen grafis lainnya yang dirangkum dalam Graphic Standard Manual (GSM) untuk memastikan konsistensi penerapan identitas visual pada berbagai media promosi. Desain logo terinspirasi oleh elemen lokal, seperti kapal Jung dan burung migran, yang merepresentasikan keunikan Desa Sungsang. Warna-warna dan tipografi yang dipilih mencerminkan perpaduan antara tradisi dan modernitas. Hasil ini menunjukkan bahwa identitas visual yang dirancang mampu membangun citra yang lebih kuat untuk Desa Sungsang, sejalan dengan teori brand identity yang menekankan pentingnya autentisitas dan konsistensi dalam branding. Penelitian ini juga mengungkapkan tantangan terkait aksesibilitas desa dan keterlibatan masyarakat lokal dalam proses branding. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih kolaboratif dengan masyarakat dan strategi promosi yang lebih luas diperlukan untuk memaksimalkan dampak identitas visual ini dalam mendukung pertumbuhan pariwisata Desa Sungsang.
Analisis Desain Visual dalam Packaging LEGO18+: Faktor Emotional Design dalam Target Segmen Dewasa Thalib, Raja Fajar; Suyanto, Budi
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 9 No. 02 (2025): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v9i2.212

Abstract

Penelitian ini menganalisis desain visual pada kemasan LEGO18+ dan bagaimana elemen Emotional Design berperan dalam menarik serta membangun keterikatan emosional dengan segmen dewasa. Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana aspek estetika dan fungsionalitas dalam kemasan dapat meningkatkan pengalaman pengguna. Penelitian ini penting karena desain kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga sebagai elemen strategis yang memengaruhi persepsi nilai, kepuasan, dan loyalitas konsumen. LEGO18+ menargetkan pasar dewasa yang memiliki ekspektasi tinggi terhadap desain yang premium, eksklusif, dan mampu membangkitkan nostalgia. Studi ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui analisis visual dari kemasan LEGO18+ di Indonesia. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi penerapan visceral, behavioral, dan reflective design dalam kemasan serta dampaknya terhadap kepuasan emosional dan keputusan pembelian konsumen. Hasil yang diharapkan adalah pemahaman lebih dalam tentang peran desain visual dalam meningkatkan daya tarik dan nilai produk, serta rekomendasi desain bagi industri untuk mengoptimalkan kemasan bagi segmen pasar dewasa.
Repositioning dalam Meningkatkan Kesadaran Merek (Brand Awareness): Studi Kasus Repositioning Merek Batik Semar Suyanto, Budi
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 2 No. 01 (2018): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v2i01.34

Abstract

Indonesia is a country rich in diversity batik spread across the country ranging from batik Cirebon, Pekalongan, Solo, Yogyakarta to Ubud in eastern of Indonesia. The entire batik has high economic potential not only domestically but also abroad. One of the main perpetrators of batik industry in Indonesia Batik Semar was founded by Somadi and Niniek Elia Kasigit 1947 as the brand's first batik in Indonesia. With the growth of the batik industry is very high, as well as the situation of intense competition resulted in Batik Semar keeps getting overlooked for the Batik Semar should have the right strategy and interesting to be able to continue to be people awareness. Batik Semar pursuing a strategy of repositioning from a old brand be able to build a brand that is traditional and cotemporary potential of batik as the nation's cultural heritage and develop it in the global fashion industry.
Perancangan Identitas Visual Another Creative Studio Suyanto, Budi; Daniel Kurniawan, Antonius
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 5 No. 02 (2021): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v5i02.81

Abstract

Another Creative Studio as a creative studio based on Visual Communication Design which has a vision to consistently be a new color in the Indonesian creative industry by becoming a leading creative agency company accompanied by the best service and quality. In order to compete with competitors and have an image as a leading agency in the eyes of the public, it is necessary for the community to design a visual identity as a broad visual form. The method used in this study uses a qualitative method. Data collection techniques through interviews, observation, documentation, and literature study. In this design, the resulting Graphic Standard Manual (GSM) as a reference for the company’s visual identity, as well as supporting media such as posters, stationery equipment, tote bags, masks, lanyards, and name tags. Abstrak Another Creative Studio sebagai studio kreatif berbasis Desain Komunikasi Visual yang memiliki visi yaitu secara konsisten selalu menjadi warna baru di dalam industri kreatif Indonesia dengan menjadi perusahaan kreatif agensi terkemuka yang disertai dengan pelayanan serta kualitas jasa terbaik. Agar dapat bersaing dengan pesaing dan memiliki image sebagai agensi terkemuka dimata masyarakat maka diperlukan adanya perancangan identitas visual sebagai bentuk visual masyarakat luas. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Pada perancangan ini yang dihasilkan berupa Graphic Standar Manual (GSM) sebagai acuan identitas visual perusahaan, serta media pendukung seperti poster, peralatan ATK, tote bag, masker, lanyard, dan name tag.
“Tidak Ada Brand” sebagai Brand dalam Praktik Branding Informal Warung Madura di Ruang Urban Suyanto, Budi; ajar Thalib, Raja F
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 10 No. 01 (2026): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v10i01.222

Abstract

Artikel ini membahas fenomena Warung Madura sebagai bentuk branding informal di ruang urban. Penelitian ini berangkat dari kritik terhadap pemahaman brand yang cenderung direduksi pada sistem identitas visual formal seperti logo, slogan, dan strategi komunikasi terencana. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif, penelitian ini mengkaji bagaimana Warung Madura membentuk dan mempertahankan identitas brand tanpa sistem branding formal melalui praktik keseharian masyarakat di wilayah Jakarta. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan terhadap aspek visual, spasial, dan praktik layanan Warung Madura, serta analisis narasi sosial terkait penggunaan istilah “Warung Madura” dalam kehidupan sehari-hari masyarakat urban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warung Madura memiliki tingkat pengenalan publik yang tinggi meskipun tidak didukung oleh identitas visual formal. Identitas brand terbentuk melalui konsistensi praktik visual sederhana, fleksibilitas layanan, serta relasi sosial yang berulang antara pemilik warung dan pelanggan. Penamaan “Warung Madura” berfungsi sebagai label kolektif yang dilekatkan oleh masyarakat dan berperan penting dalam membangun kepercayaan dan pengenalan. Temuan ini menegaskan bahwa brand dapat tumbuh secara organik sebagai praktik sosial, bukan semata sebagai hasil perancangan komunikasi visual yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep “tidak ada brand” perlu dibaca secara kritis, karena ketiadaan sistem branding formal tidak berarti ketiadaan identitas atau makna. Warung Madura menunjukkan bahwa branding informal dapat berfungsi secara efektif dalam konteks ekonomi informal dan ruang urban. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian branding dan Desain Komunikasi Visual yang lebih kontekstual dan peka terhadap praktik keseharian masyarakat.
Strategi Visual Branding Produk Intangible pada Konten Feed Instagram @peruri.digital Hafidz, Mahesa Al; Suyanto, Budi; Hasian, Irene
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/fpqnk561

Abstract

Public trust in digital products cannot be established through physical experience, making visual representation the primary medium through which trust signals are constructed and communicated to audiences. This study examines the visual branding strategy of @peruri.digital Instagram feed content in constructing visual trust signals for Peruri Digital’s intangible products using a qualitative single-case study approach. Data were obtained through triangulation of three sources: visual content analysis of six feed posts published between March and July 2025, in-depth interviews with the design mentor, and analysis of the company’s official brand guidelines. The analysis integrates Wheeler’s (2017) visual identity framework, Lakoff & Johnson’s (2003) conceptual metaphor theory, and Harris and Goode’s (2010) e-servicescape theory as complementary analytical frameworks. The findings identify three integrated mechanisms: corporate color consistency as an identity anchor, familiarization metaphors that translate product abstraction through physical experiences familiar to audiences, and a flexible brand consistency strategy that preserves core brand identity while adapting communication to platform characteristics. All deviations from the official brand guidelines were found to reflect coordinated adaptation decisions in Peruri Digital’s visual branding implementation.