Ferdiansyah Ali
Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengembangan sentra penjualan dan desain kemasan untuk meningkatkan nilai tambah tanaman hias Ferdiansyah Ali; Yahya Dewanto; Budi Suyanto
Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/productum.v6i2.6130

Abstract

Ciwalen Village, Sukaresmi District, Cianjur Regency, has the potential to become a center of economic growth as a floricultural village, not just to supply ornamental plants to Jakarta. Conditions like this are very profitable for owners of large land areas and with large capital. Another case is for farmers with limited land and small capital. They are only scattered among small traders selling ornamental plants on the sides of the road, only with a small amount of paper or plastic packaging. In this study, the aim was to establish a sales center and develop packaging designs. With the existence of a sales center, it is hoped that the sales system will be more focused and effective, as well as a solution to concentrate sales information on ornamental plants. The development of packaging design can expand the market share of ornamental plants. With an attractive and very personal packaging design, it will provide added value to ornamental plant products. The method used in this research is a qualitative research method that is inductive analysis. The research method consists of collecting, compiling, and describing various actual data, documents, and information. The discussion results show that the existence of sales centers, besides becoming a tourist destination, can also increase the selling value of ornamental plants. Meanwhile, product packaging increases the emotional appeal and influences purchasing decisions for ornamental plants.
Analisis Warna dan Tekstur pada Menong Purwakarta sebagai Media Komunikasi Budaya Dewanto, Yahya; Ali, Ferdiansyah; Hasian, Irene
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 7 No. 02 (2023): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v7i02.170

Abstract

Abstract. Menong Purwakarta is one of the local craft products with high artistic and aesthetic value in Indonesia. Menong is not only a handicraft product but also a cultural communication medium that can convey messages about the cultural richness of the archipelago to the community. One of the important elements in Menong Purwakarta is color and texture, which play a crucial role in conveying cultural messages. This research aims to analyze the color and texture in Menong Purwakarta as a cultural communication medium. The method used is qualitative descriptive analysis of the color and texture in Menong Purwakarta, involving direct observation and interviews with Menong craftsmen and local cultural experts. The analysis results show that the use of smart and symbolic colors and textures can enhance the aesthetic appeal of Menong Purwakarta and strengthen the cultural messages conveyed to the community. The implications of these findings contribute significantly to the development of local culture and the preservation of Indonesian cultural heritage.
Upaya Pelestarian Kesenian Kuda Renggong Desa Cikurubuk Sumedang Jawa Barat Melalui Pengembangan Hand Drawing Ali, Ferdiansyah; Dewanto, Yahya; Darmawan, Aditya; Budiman
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 8 No. 2 (2024): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v8i2.185

Abstract

The art of Kuda Renggong is an art originating from the village of Cikurubuk Sumedang, West Java which features one to four horses following the rhythm of music, over time the art of renggong horses is lost to time because the people of Cikurubuk village prefer to imitate outside culture, only a handful of people who understand the art of performing renggong horses and even many are still wrong in interpreting it, especially from children and adolescents. The methodology used in this research is descriptive qualitative using the ADDIE model approach (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The purpose of this design is an effort to introduce the art of renggong horses suitable for reintroducing this almost forgotten art in order to re-educate the people of cikurubuk village and the public to continue to preserve the art of renggong horses with hand drawing animation media with the concept of drawing my life as an attractive and varied information media using audio visuals made storytelling. The results of this study indicate that the development of hand drawings has proven effective in efforts to preserve the art of Kuda Renggong in Cikurubuk Village, Sumedang Regency. The utilization of hand drawings can increase the understanding and appreciation of the community, especially the younger generation, of the cultural values contained in Kuda Renggong. Abstrak Kesenian Kuda Renggong adalah seni yang berasal dari Desa Cikurubuk Sumedang, Jawa Barat yang menampilkan satu sampai empat ekor kuda mengikuti irama musik, seiring berjalannya waktu kesenian kuda renggong hilang termakan zaman karena orang-orang desa cikurubuk lebih suka meniru budaya luar, hanya segelintir orang yang mengerti akan seni pertunjukan kuda renggong bahkan masih banyak yang salah dalam mengartikannya terlebih dari anak-anak dan remaja. Metodologi yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Tujuan perancangan ini adalah upaya pengenalan kesenian kuda renggong cocok untuk mengenalkan kembali kesenian yang hampir terlupakan ini guna mengedukasi kembali masyarakat desa cikurubuk dan umum untuk terus melestarikan kesenian kuda renggong dengan media animasi hand drawing berkonsep draw my life sebagai media informasi secara menarik dan variatif dengan menggunakan audio visual yang dibuat bercerita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan hand drawing terbukti efektif dalam upaya pelestarian kesenian Kuda Renggong di Desa Cikurubuk, Kabupaten Sumedang. Pemanfaatan hand drawing dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Kuda Renggong.
Eksplorasi Warisan Budaya melalui Desain Interaktif: Studi Kasus pada Pameran Digital Ali, Ferdiansyah; Duriat, Yayat; Eriska, Marta; Suyanto, Budi
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 9 No. 1 (2025): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v9i1.207

Abstract

Cultural heritage is an important element in maintaining the identity of a nation. With the development of digital technology, the exploration and preservation of cultural heritage can be done through interactive design that allows a participatory experience for users. This research aims to analyze the application of interactive design in digital exhibitions and its impact on cultural understanding and appreciation. The research method used is a case study on several digital exhibitions that adopt interactive technologies such as augmented reality (AR), virtual reality (VR), and sensor-based installations. The results show that interactive design can increase visitor engagement and deepen their understanding of cultural heritage. This study contributes to the development of more effective digital exhibition design strategies in supporting cultural education and preservation. Abstrak Warisan budaya merupakan elemen penting dalam mempertahankan identitas suatu bangsa. Dengan perkembangan teknologi digital, eksplorasi dan pelestarian warisan budaya dapat dilakukan melalui desain interaktif yang memungkinkan pengalaman partisipatif bagi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan desain interaktif dalam pameran digital serta dampaknya terhadap pemahaman dan apresiasi budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada beberapa pameran digital yang mengadopsi teknologi interaktif seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan instalasi berbasis sensor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain interaktif dapat meningkatkan keterlibatan pengunjung dan memperdalam pemahaman mereka terhadap warisan budaya. Studi ini berkontribusi dalam pengembangan strategi desain pameran digital yang lebih efektif dalam mendukung edukasi dan pelestarian budaya.
Perancangan Motion Graphic Karakter Tokoh Pewayangan dalam Lakon Wayang Orang Bharata sebagai Media Edukasi Azandika Erdiantama, Rizki; Eriska, Marta; Ali, Ferdiansyah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 9 No. 2 (2025): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v9i2.219

Abstract

Abstrak: Wayang Orang Bharata merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia yang kini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan eksistensinya, khususnya di masyarakat. Minimnya minat masyarakat terhadap kesenian ini disebabkan oleh kurangnya edukasi visual yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang media edukasi berupa motion graphic sebagai sarana alternatif dalam mengenalkan karakter tokoh pewayangan dari lakon Wayang Orang Bharata. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis visual, dilakukan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur terhadap Paguyuban Wayang Orang Bharata di Jakarta. motion graphic dipilih karena mampu menyampaikan informasi secara dinamis, menarik, dan mudah dipahami oleh target audiens. Hasil perancangan berupa karya utama dan media pendukung menampilkan karakter pewayangan dengan visual modern yang tetap mempertahankan nilai-nilai budaya. Perancangan bertujuan sebagai media edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi contoh penerapan desain komunikasi visual dalam pelestarian budaya lokal secara kreatif dan relevan di era digital.
Optimalisasi Web Design STMK Trisakti Berdasarkan Layout and Composition Ali, Ferdiansyah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 2 No. 01 (2018): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v2i01.25

Abstract

The purpose of this study is to determine the application of the principles of Layout and Composition based on The Principle of The Beautiful Website Design from Jason Beaird which is focused on the web page anatomy, grid theory, balance, unity, emphasis, bread and butter layout and fresh trend on STMK Trisakti website. The method used is methodology with qualitative approach. The results obtained that the website STMK Trisakti has not applied the principle of Layout and Composition with optimal.
Analisis Elemen Desain Grafis dari Visual Konten Instagram Indonesia Tanpa Pacaran Ditinjau dari Teori Retorika Hasian, Irene; Putri, Irsya; Ali, Ferdiansyah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 5 No. 01 (2021): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v5i01.63

Abstract

Indonesia Tanpa Pacaran is a popular da’wah account, the number of their followers is very large compared to other da’wah accounts. Nothing but a lot, the contents of their accounts are controversial and viral in various other media. The media chosen in this thesis is Instagram. In this study, the authors analyzed how the application of graphic design elements in Indonesian Instagram content without dating in terms of Rhetoric Theory. The author chooses rhetoric theory in this analysis because the purpose of rhetoric is persuasion, as the da’wah or da'wah account itself is used as a medium of persuasion to the people. ABSTRAK Indonesia Tanpa Pacaran adalah akun dakwah yang populer, jumlah pengikut mereka sangat banyak dibanding dengan akun dakwah lainnya. Tidak lain banyak, konten-konten dari akun mereka yang menuai kontroversi dan viral di berbagai media lainnya. Media yang dipilih dalam skripsi ini adalah Instagram. Pada kajian ini penulis menganalisis bagaimana penerapan elemen desain grafis dalam konten Instagram Indonesia Tanpa Pacaran yang ditinjau dari Teori Retorika. Penulis memilih teori retorika dalam Analisa ini karena tujuan retorika adalah persuasi, sebagaimana akun dakwah ataupun dakwah itu sendiri digunakan sebagai media persuasi kepada umat.
Peningkatan Eksistensi Sanggar Seni Gong Si Bolong Pusaka Jaya melalui Media Promosi Interaktif Ali, Ferdiansyah; Hanif, Irfan
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 4 No. 01 (2020): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v4i01.72

Abstract

Art becomes an inseparable element in people’s life. Its existence is a manifestation of the value of culture that has been passed down from generation to generation and is a matter of pride for the community. Along with its development, art is used as a means of entertainment and learning. However, currently, in the midst of the times, many new cultures have entered the arts, causing the arts to be marginalized. Gong Si Bolong Pusaka Jaya Art Studio is an art studio that is still trying to maintain its existence today. In order to remain able to survive and restore its glory, we need a promotional media that follows the times, namely through interactive media. Interactive media becomes a place to provide interesting information and new experiences for the audience in playing art music digitally. In the design process, Visual Communication Design science is needed in order to provide a solution in the form of the right innovation of existing problems. ABSTRAK Kesenian menjadi elemen yang tak terpisahkan dikehidupan masyarakat. Keberadaannya sebagai perwujudan nilai dari kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat. Seiring perkembangannya, kesenian digunakan sebagai sarana hiburan maupun pembelajaran. Namun saat ini ditengah perkembangan zaman, dengan banyaknya budaya baru yang masuk menyebabkan kesenian menjadi terpinggirkan. Sanggar Seni Gong Si Bolong Pusaka Jaya adalah sanggar kesenian yang masih berusaha mempertahankan eksistensinya hingga saat ini. Agar tetap mampu bertahan dan mengembalikan kejayaannya, diperlukan sebuah media promosi yang mengikuti perkembangan zaman, yaitu melalui media interaktif. Media interaktif menjadi wadah untuk memberikan informasi yang menarik dan pengalaman baru untuk audience dalam memainkan musik kesenian secara digital. Dalam proses perancangannya, dibutuhkan bidang keilmuan Desain Komunikasi Visual agar dapat memberikan sebuah solusi berupa inovasi yang tepat dari permasalahan yang ada.
Analisis Kualitas Cetak Raster pada Kemasan Karton Gelombang (Corrugated Box) dengan Teknologi Cetak Fleksografi Galingging, Rumbel; Ali, Ferdiansyah
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 4 No. 02 (2020): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v4i02.73

Abstract

Not many people have seen the flexography printing technique, even though this printing technology can fill the weaknesses of other technologies, especially for printing packaging. There are 4 printing technologies used, including flat printing (offset), deep printing (rotogravure), screen printing (screen printing) and high printing (flexography). Each of these printing techniques has advantages and disadvantages, so that their application is tailored to their needs. Flexography is lagging behind due to the problem of how to make a good flexo plate with a good raster (larger lpi and dpi). These constraints have made not many printers use them, except for those that specialize in printing corrugated boxes such as TV boxes, refrigerators, air conditioners, and others where print quality is not the main issue. In printing corrugated cardboard packaging, the quality of the raster produced is influenced by several factors, including the printing material used to print the corrugated cardboard packaging. ABSTRAK Teknik cetak fleksografi belum banyak dilirik orang, padahal teknologi cetak ini dapat mengisi kelemahan teknologi lain terutama untuk mencetak kemasan. Ada 4 teknologi cetak yang digunakan, diantaranya cetak datar (offset), cetak dalam (rotogravure), cetak saring (screen printing) dan cetak tinggi (flexography). Masing-masing teknik cetak ini mempunyai kelebihan dan kekurangan, sehingga penerapannya disesuaikan dengan kebutuhannya. Fleksografi mengalami ketertinggalan dikarenakan kendala bagaimana membuat pelat flekso yang baik dengan raster yang baik pula (lpi dan dpi yang lebih besar). Kendala itulah yang membuat tidak banyak percetakan yang menggunakannya kecuali percetakan dengan spesialisasi mencetak kemasan karton boks (corrugated box) seperti kotak TV, kulkas, AC, dan lainnya dimana kualitas cetaknya tidak terlalu menjadi perihal utama. Dalam mencetak kemasan karton gelombang, kualitas raster yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah bahan cetak yang digunakan untuk mencetak kemasan karton gelombang tersebut.
Analisa Perbandingan Tinta Menggunakan GCR (Gray Component Replacement) dan Tidak Menggunakan GCR (Gray Component Replacement) Galingging, Rumbel; Ali, Ferdiansyah; Prasetyo, Wahyu Aji
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 3 No. 01 (2019): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v3i01.74

Abstract

The quality of the prints produced by roll offset printing machines has many limitations in producing prints of good quality. Machine structure, roll offset machines are designed to meet quantity requirements. In order not to consume a lot of production costs these days, one way to reduce printing costs has been found, namely by reducing the use of color processing inks. This method is done using computers, sophisticated algorithm software combined with old technology known as “Gray Component Replacement”. This method turns out to be quite effective, because it can reduce the use of color processing ink between 20% to 50%. The method used by the author to obtain data, using qualitative methods which include: basic axioms (basic assumptions) in the form of questions related to the research being observed, the research process and differences in the characteristics (characteristics) of the study. ABSTRAK Kualitas hasil cetak yang dihasilkan oleh mesin-mesin cetak offset gulungan banyak sekali keterbatasan dalam menghasilkan cetakan untuk kualitas yang baik. Secara struktur mesin, mesin-mesin offset gulungan dirancang untuk memenuhi kebutuhan kuantitas. Agar tidak memakan banyak biaya produksi akhir-akhir ini, telah ditemukan salah satu cara untuk mengurangi biaya cetak, yaitu dengan mengurangi pemakaian tinta proses warna. Cara ini dilakukan dengan menggunakan komputer, software algoritma yang canggih dikombinasikan dengan teknologi lama yang dikenal dengan istilah “Penggantian komponen abu-abu” (Gray Component Replacement). Cara tersebut ternyata cukup efektif, karena dapat mengurangi pemakaian tinta proses warna antara 20% hingga 50%. Metode yang di lakukan penulis untuk mendapatkan data, dengan menggunakan metode kualitatif yang meliputi aksioma dasar (asumsi dasar) berupa pertanyaan yang berhubungan dengan penelitian yang sedang diamati, proses penelitian dan perbedaan ciri-ciri (karakteristik) penelitian.