Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFFECTIVENESS OF BLENDED LEARNING BASIC LIFE SUPPORT (BLS) TRAINING ON KNOWLEDGE OF NURSING STUDENTS Mokhtar Jamil; Merisdawati Merisdawati
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36053/mesencephalon.v8i1.326

Abstract

Cardiac arrest is a sudden loss of heart function, the time of its occurrence is unpredictable and very quickly. Cardiac arrest events require a Chain Of Survival action, one of them is ability to do Basic Life Support (BLS) Skill. The number of nursing students were quite large, most of their time was spent in the community, giving them the opportunity to act as first responders in OHCA cases in the community. The purpose of this study was to determine the effect of BLS training on increasing knowledge first aid in cardiac arrest. The research design was pre-experimental with a sample consist of 229 students using a total sampling technique. The variables studied were knowledge before and after BLS training. Knowledge was assessed using a questionnaire. Statistical test using Wilcoxon Sign Rank Test. The results showed that the average pretest was 43.41 and the post-test average was 77.24. The value of p = 0.000 (<0.05) which means that there is an effect of Basic Life Support (BLS) training on knowledge of cardiac arrest first aid. Several factors behind the results were exposure to initial information, module provision and video and simulation methods. The research expected to be developed by providing a control group and cross sectional design.Keywords: Basic Life Support, Cardiac Arrest, Student
Parental Knowledge and Attitude as Associated Factors for Injury Prevention Practice in Preschool Children Mokhtar Jamil; Merisdawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 15 No 02 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science) 
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.529 KB) | DOI: 10.33086/jhs.v15i02.2444

Abstract

Children who like to explore the environment potentially cause injury, so injury prevention is essential. Parental knowledge and attitude influence the incidence of injury in children. This paper analyzes the correlation between parental knowledge and attitude toward injury prevention practice in preschool children. This research was a cross- sectional study. The population was parents who have children schooling in Al - Masithoh 04 Kindergarten. In addition, there were 40 samples with a total sampling method. The independent variables were parental knowledge and attitude, while the dependent variable was injury prevention practice. The instrument utilized questionnaires. A questionnaire for parental knowledge consisted of 24 multiple-choice questions. In addition, there were 14 questions for the parental attitude variable. Injury prevention practices were evaluated using the recall method with 14 questions. The statistical test used the Sommers correlation and the Lambda with a 95% confidence level. Respondents with less parental knowledge had less injury prevention practice (25%). The Sommers D test obtained p=0.001 r=0.447, indicating a positive and moderate correlation between parental knowledge and injury prevention practices. In addition, respondents with negative parental attitudes had poor injury prevention practices (47.5%). The Lambda test obtained p=0.000 r=0.650, meaning a positive and strong association between parental attitude and injury prevention practice. Parental knowledge and attitude correlate with injury prevention practice in preschool children. There should be an effort to improve parental knowledge, especially about the dangers of injury and its prevention.
STUDI FENOMENOLOGI : HAMBATAN DAN KEBUTUHAN PERAWAT DALAM MELIBATKAN KELUARGA PADA PERAWATAN KEGAWATDARURATAN ANAK DI UNIT GAWAT DARURAT DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK BANDA ACEH Merisdawati Merisdawati; Indah Winarni; Septi Dwi Rachmawati
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.825 KB) | DOI: 10.35842/mr.v10i4.101

Abstract

Pendahuluan : Perawatan pada pasien anak tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga. Melibatkan keluarga pada perawatan anak dengan kondisi gawat darurat di Unit Gawat Darurat (UGD) memiliki tantangan tersendiri bagi perawat. Walaupun beberapa organisasi mendukung keterlibatan keluarga dalam perawatan di UGD, namun beberapa hasil penelitian memaparkan keterbatasan dalam penerapannya. Hambatan dari berbagai aspek akan mempengaruhi keberhasilan perawat dalam melibatkan keluarga.  Mengetahui hambatan dan kebutuhan yang diperlukan perawat dapat dijadikan sebagai pedoman dalam peningkatan perawatan anak dengan melibatkan keluarga di UGDTujuan penelitian : Mengeksplorasi hambatan dan kebuthan perawat dalam melibatkan keluarga pada perawatan kegawatdaruratan anak di UGD Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda AcehDesain penelitian: Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif yang melibatkan 7 perawat UGD RSIA Banda Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan menggunakan analisa tematik Braun &Clarke.Hasil penelitian: Penelitian ini menghasilkan 8 tema dari hasil analisis data yang dilakukan. Tema yang ditemukan adalah kepercayaan keluarga, keterlibatan extended family, ketidaksetaraan pengetahuan, ketidakpercayaan diri perawat, kerumitan pelayanan administrasi,  peningkatan pemahaman budaya, upgrading kompetenasi dan pengetahuan, serta dukungan sistem pelayanan di UGD.Kesimpulan :Melibatkan keluarga di UGD pada kondisi pasien kritis memiliki hambatan yang tidak sedikit. Perawat membutuhkan  peningkatan pengetahuan, pemahaman akan budaya pasien dan keluarga untuk dapat melibatkan keluarga secara optimal.Perlu adanya dukungan dari sistem pelayanan di UGD untuk menunjang keberhasilan perawat dalam melibatkan keluarga pada perawatan anak. Kata kunci : hambatan dan kebutuhan, melibatkan keluarga, perawatan gawat darurat, anak
PROGRAM PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEJADIAN CIDERA DI TEMPAT WISATA AIR TERJUN COBAN JAHE MALANG Mokhtar Jamil; Bayu Budi Laksono; Merisdawati Merisdawati
Jurnal Pengabdian Soepraoen Vol 1 No 1 (2023): JPSOE Vol 1 No 1
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan wisatawan merupakan aspek penting saat ingin berwisata. Wisata alam mempunyai karakteristik berupa pemandangan yang alami yang sengaja dibiarkan karena memang merupakan daya tarik. Sisi lain dari pemandangan indah tersebut adalah tempat wisata yang masih alami juga menyimpan bahaya yang dapat menyebabkan cedera. Cedera yang terjadi pada wisatawan dapat berupa cedera berat maupun ringan. Kejadian cedera di Wana Wisata Coban Jahe banyak terjadi dan bervariasi. Petugas wisata juga belum pernah mendapat materi pertolongan pertama pada kasus cidera. Sistem penanganan dan pencatatan cedera belum terlalu baik karena wisata alam mayoritas dikelola oleh masyarakat sekitar yang non profesional. Upaya penanganan cedera atau pertolongan pertama yang terjadi di wisata air terjun memerlukan peran berbagai pihak seperti pihak pengelola, petugas wisata maupun wisatawan itu sendiri. Konsep solusi dan rencana program peningkatan kemampuan pertolongan pertama pada cedera bagi petugas wisata Coban Jahe. Program tersebut meliputi bidang SDM dan bidang sarana prasarana Metode yang dipakai melalui 1) Pendampingan dengan menfasilitasi/memberikan bimbingan, arahan dan terlibat langsung bersama mitra dalam menganalisis permasalahan dan merumuskan strategi (perencanaan sarana dan prasarana serta management). 2) Partisipasi yaitu mengikutsertakan mitra dalam memikirkan, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasikan strategi pelaksanaan, 3) Penyadaran/Bina Lingkungan dengan sosialisasi dan promosi untuk mempengaruhi para pemangku kepentingan agar memberikan dukungan 4) Pendidikan dan Pelatihan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat melibatkan SAR Samudra yang berkolaborasi memberikan materi. Materi pelatihan meliputi pertolongan pertama pada kegawatan, pembalutan, pembidaian serta pemberian sarana prasarana berupa kotak P3K dan papan peringatan bahaya
PROGRAM EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA ORANG TUA ANAK USIA DINI DI PAUD INSAN MULIA MALANG Merisdawati Merisdawati; Mokhtar Jamil
Jurnal Pengabdian Soepraoen Vol 1 No 1 (2023): JPSOE Vol 1 No 1
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia dini mempunyai karakteristik rasa ingin tahu yang besar, ingin mengeksplorasi lebih jauh terkait segala sesuatu mulai dari kegiatan bermain, aktivitas harian, maupun lainnya. Karakteristik ini berdampak terhadap kebutuhan gizi pada anak usia dini. Anak usia dini juga merupakan masa golden age pertumbuhan dan perkembangan mereka, jika terjadi kekurangan gizi dapat menyebabkan pertumbungan dan perkembangan terhambat atau bahkan mengalami stunting. Di PAUD insan Mulia, anak KB, TK A maupun TB mempunyai karakteristik hampir sama, yaitu menyukai permainan fisik, memilih-milih makanan yang disukai (picky eater). Orang tua harus mempunyai strategi khusus untuk mengatasi permasalahan tersebut. Program edukasi gizi pada orang tua anak usia dini di PAUD Insan Mulia Malang diikuti oleh orang tua dari siswa KB, TK A maupun TK B. Program ini terintegrasi dengan program FORSI (Forum Orang Tua Siswa) PAUD Insan Mulia. Bahan edukasi yang digunakan yaitu power point serta video. Kegiatan dilaksanakan tanggal 23 Januari 2022. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar tanpa halangan apapun. Respon positif dari peserta tampak dari angka kehadiran kegiatan yang mencapai 39 peserta, keaktifan peserta dalam bertanya, diskusi serta sharing pengalaman dalam menghadapi permasalahan gizi pada anak usia dini, serta hasil posttest terdapat peningkatan pengetahuan pada kategori pengetahuan Baik yang sebelumnya 14 responden meningkat menjadi 28 responden. Materi edukasi yang disampaikan meliputi (1) Gizi dan Anak Usia Dini, (2) 4 Sehat 5 Sempurna Vs Gizi Seimbang, (3) Kebutuhan Gizi AUD, (4) Permasalahan Gizi AUD, (5) Cara memantau Gizi anak dan tumbuh kembang, serta (6) Tips Pemberian Makan pada Anak. Materi disampaikan dengan bervariasi dan respon peserta antusias. peserta juga aktif bertanya serta berbagi pengalaman dari yang pernah mereka alami seperti pengalaman mengatasi anak picky eater serta cara meningkatkan nafsu makan anak dengan bekal yang bervariasi
PERBEDAAN WAKTU PULIH SADAR PENGGUNAAN PESFLURAN DAN SEVOFLURAN ANESTESI BEDAH MODIFIED RADICAL MASTECTOMY Rodli, Muhammad; MR, Merisdawati; Negoro, Widigdo Rekso; Permana, Annes Rindy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40826

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan waktu pulih sadar antara penggunaan anestesi inhalasi desfluran dan sevofluran pada pasien general anestesi dengan bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 100 populasi yang merupakan pasien Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey yang menjalani tindakan anestesi desfluran dan sevofluran. Dari 100 populasi tersebut, kemudian ditentukan sampel penelitian dengan menggunakan rumus slovin dan diperoleh sampel sebanyak 76. Dari total sampel yang diperoleh, sampel tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok, sebanyak 38 responden sebagai sampel desfluran dan 38 sisanya sebagai sampel sevofluran. Dari 76 responden diperoleh sebanyak 38 responden menjalani tindakan anestesi desfluran, dimana sebanyak 97,4% responden memiliki waktu pulih sadar cepat dan sisanya hanya 2,6% responden memiliki waktu pulih sadar lambat. Sebanyak 38 responden menjalani tindakan anestesi sevofluran, dimana terdapat 78,9% responden memiliki waktu pulih sadar cepat dan sisanya sebanyak 21,1% responden memiliki waktu pulih sadar lambat. Hasil pengujian statistic dengan Teknik Chi-Square diperoleh nilai =0,014 yang berarti bahwa terdapat perbedaan waktu pulih sadar antara penggunaan anestesi desfluran dengan sevofluran pada pasien general anestesi dengan bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey. Berdasarkan hasil perbedaan waktu pulih sadar pasien dan hasil pengujian statistic pada data penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan waktu pulih sadar pasien yang menjalani tindakan anestesi desfluran dan sevofluran dengan Teknik bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey.Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan waktu pulih sadar antara penggunaan anestesi inhalasi desfluran dan sevofluran pada pasien general anestesi dengan bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 100 populasi yang merupakan pasien Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey yang menjalani tindakan anestesi desfluran dan sevofluran. Dari 100 populasi tersebut, kemudian ditentukan sampel penelitian dengan menggunakan rumus slovin dan diperoleh sampel sebanyak 76. Dari total sampel yang diperoleh, sampel tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok, sebanyak 38 responden sebagai sampel desfluran dan 38 sisanya sebagai sampel sevofluran. Dari 76 responden diperoleh sebanyak 38 responden menjalani tindakan anestesi desfluran, dimana sebanyak 97,4% responden memiliki waktu pulih sadar cepat dan sisanya hanya 2,6% responden memiliki waktu pulih sadar lambat. Sebanyak 38 responden menjalani tindakan anestesi sevofluran, dimana terdapat 78,9% responden memiliki waktu pulih sadar cepat dan sisanya sebanyak 21,1% responden memiliki waktu pulih sadar lambat. Hasil pengujian statistic dengan Teknik Chi-Square diperoleh nilai =0,014 yang berarti bahwa terdapat perbedaan waktu pulih sadar antara penggunaan anestesi desfluran dengan sevofluran pada pasien general anestesi dengan bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey. Berdasarkan hasil perbedaan waktu pulih sadar pasien dan hasil pengujian statistic pada data penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan waktu pulih sadar pasien yang menjalani tindakan anestesi desfluran dan sevofluran dengan Teknik bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN PREOPERASI DENGAN KEJADIAN MUAL MUNTAH PASIEN POST OPERASI DENGAN GENERAL ANESTESI (RS BHAYANGKARA TK III TEBING TINGGI SUMATERA UTARA) Negoro, Widigdo Rekso; Batuara, Tobok Sihar Hamonangan; Rodli, Muhammad; MR, Merisdawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41408

Abstract

General anesthesia merupakan suatu tindakan untuk menghilangkan nyeri, menghilangkan kesadaran dan menyebabkan amnesia pasien preoperasif. Pasien yang akan menjalani operasi sering merasa cemas yang disebabkan oleh banyak faktor. Kecemasan preoperasi dapat menjadi pemicu timbulnya mual hingga muntah (Post Operative Nausea and Vomiting). Penelitian ini menerapkan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan pasien preoperasif dengan kejadian Post Operative Nausea and Vomiting (PONV) pasien general anestesi. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Tebing Tinggi dengan populasi penelitian sebanyak 100 pasien general anestesi dengan sampel sebanyak 50 orang. Teknik consecutive sampling digunakan untuk memilih sampel yang sesuai dengan kriteria penelitian dan analisis data dilakukan dengan 2 cara yakni secara univariat dalam tabel distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan teknik uji Rank Spearman Rho. Dari hasil penelitian ini, diperoleh hasil kesehatan pasien preoperasif di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Tebing Tinggi mengalami cemas berat (32,0%) dan mayoritas pasien mengalami retching atau muntah (60,0%). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan preoperatif dengan kejadian Post-Operative Nausea Vomiting (PONV) pada pasien general anestesi di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.III Tebing Tinggi dengan p-value=0,001, dengan koefisien korelasi tingkat sedang (r=0,463). Berdasarkan hal tersebut, dapat diketahui bahwa kecemasan preoperatif berhubungan dengan kejadian PONV pada pasien general anestesi.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Operasi di RS Dr. Soepraoen Malang Kaslinda Nur Umifa; Merisdawati Mr
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober: Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v7i2.741

Abstract

Surgery is an invasive procedure that involves opening a part of the body until it is closed again, the planned operation can cause physiological and psychological responses, The psychological response in preoperative patients is anxiety in the patient. This research method is correlation analysis with a cross-sectional design, namely analyzing independent and dependent variables. The population in the study were pre-operative patients at dr. Soepraoen Hospital Malang numbered 20 respondents. The results of the analysis of family support and the level of anxiety in preoperative patients using the Spearman test show a p value of 0.00, indicating that high family support can cause a decrease in preoperative patient anxiety. One of the roles and functions of the family is to provide an affective function to fulfill the psychosocial needs of family members in providing love, the family is the closest support system for the patient. The family is expected to always be involved in planning, care and treatment, preparation for the patient's discharge, and follow-up care plans at home. There is a relationship between family support and anxiety levels in pre-operative patients at dr. Soepraoen Hospital
Tingkat Kecemasan sebagai Penghambat Kualitas Hidup Pasien dengan Hemodialisis di Rumah Sakit MR, Merisdawati; Jamil, Mokhtar; Umifa, Kaslinda Nur
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16104

Abstract

Chronic kidney failure is an irreversible chronic disease that requires long-term care and hemodialysis, which can cause anxiety and affect the quality of life of patients. The purpose of this study was to analyze the relationship between anxiety levels and the quality of life of patients undergoing hemodialysis. This study was an observational analytical study with a cross-sectional design. The subjects involved in the study were 36 patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis. The patients were selected using a purposive sampling technique. The independent variable studied was the level of patient anxiety measured using the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). The dependent variable was the quality of life of patients measured using the World Health Organization Quality of Life Assessment (WHOQOL-BREF). Hypothesis testing was carried out using the Spearman-Rank correlation test. Based on the results of the analysis, the majority of patients experienced anxiety at a mild level (36.1%), while the most common quality of life was poor (86.1%). The p-value from the correlation test results was 0.004, so it was interpreted that there was a correlation between anxiety levels and the quality of life of patients. Furthermore, it was concluded that patient anxiety is an obstacle to the quality of patients with kidney failure undergoing hemodialysis.Keywords: chronic renal failure; hemodialysis; anxiety; quality of life ABSTRAK Gagal ginjal kronik merupakan penyakit kronis yang bersifat irreversible, yang membutuhkan perawatan jangka panjang dan hemodialisis, sehingga dapat mengakibatkan kecemasan dan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional, dengan rancangan cross-sectional. Subyek yang terlibat dalam penelitian adalah sejumlah 36 pasien dengan gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Para pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas yang diteliti adalah tingkat kecemasan pasien yang diukur menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Variabel terikat adalah kualitas hidup pasien yang diukur menggunakan World Health Organization Quality of Life Assessment (WHOQOL-BREF). Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman-Rank. Berdasarkan hasil analisis, mayoritas pasien mengalami kecemasan pada level ringan (36,1%), sedangkan kualitas hidup terbanyak adalah buruk (86,1%). Nilai p dari hasil uji korelasi adalah 0,004, sehingga diinterpretasikan bahwa ada korelasi antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien. Selanjutnya disimpulkan bahwa kecemasan pasien merupakan penghambat kualitas pasien dengan gagal ginjal yang menjalani hemodialisis.Kata kunci: gagal ginjal kronik; hemodialisis; kecemasan; kualitas hidup
The Effect of Warm Blankets on Body Temperature in Hypothermic Post-Caesarean Patients Umifa, Kaslinda Nur Umifa; Abdur Rahim; Merisdawati MR
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 9 No. 1 (2025): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v9i1.571

Abstract

Hypothermia is one of the disorders that often occurs in post-operative patients, hypothermia is a condition when body temperature drops to below 36.5oC. One type of surgery that often experiences hypothermia is a cesarean section (CS) which is caused by the use of anesthetic drugs that can suppress the rate of oxidative metabolism, thereby reducing metabolic heat production. One method that can be given to overcome hypothermia is by providing a regular blanket, but with the development of technology, non-pharmacological methods that can be developed are by providing a blanket warmers. The purpose of this study aims to determine the effect of giving blanket warmers on increasing body temperature in post caesarean section (CS) patients. This study was a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. The research subjects included hypothermic post caesarean section (CS) patients with SAB anesthesia at Hospital Dr. Mohamad Soewandhi Surabaya. Sample selection was carried out using the total sampling technique with a sample size of 33 respondents. The results demonstrate that a 30-minute application of a blanket warmer significantly increased body temperature in postoperative patients under spinal anesthesia (p = 0.000). This supports the effectiveness of external warming in managing hypothermia, a common complication of spinal anesthesia, and highlights its clinical relevance in improving postoperative thermal stability.