Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tingkat Kecemasan sebagai Penghambat Kualitas Hidup Pasien dengan Hemodialisis di Rumah Sakit MR, Merisdawati; Jamil, Mokhtar; Umifa, Kaslinda Nur
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16104

Abstract

Chronic kidney failure is an irreversible chronic disease that requires long-term care and hemodialysis, which can cause anxiety and affect the quality of life of patients. The purpose of this study was to analyze the relationship between anxiety levels and the quality of life of patients undergoing hemodialysis. This study was an observational analytical study with a cross-sectional design. The subjects involved in the study were 36 patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis. The patients were selected using a purposive sampling technique. The independent variable studied was the level of patient anxiety measured using the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). The dependent variable was the quality of life of patients measured using the World Health Organization Quality of Life Assessment (WHOQOL-BREF). Hypothesis testing was carried out using the Spearman-Rank correlation test. Based on the results of the analysis, the majority of patients experienced anxiety at a mild level (36.1%), while the most common quality of life was poor (86.1%). The p-value from the correlation test results was 0.004, so it was interpreted that there was a correlation between anxiety levels and the quality of life of patients. Furthermore, it was concluded that patient anxiety is an obstacle to the quality of patients with kidney failure undergoing hemodialysis.Keywords: chronic renal failure; hemodialysis; anxiety; quality of lifeĀ ABSTRAKĀ Gagal ginjal kronik merupakan penyakit kronis yang bersifat irreversible, yang membutuhkan perawatan jangka panjang dan hemodialisis, sehingga dapat mengakibatkan kecemasan dan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional, dengan rancangan cross-sectional. Subyek yang terlibat dalam penelitian adalah sejumlah 36 pasien dengan gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Para pasien dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas yang diteliti adalah tingkat kecemasan pasien yang diukur menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A). Variabel terikat adalah kualitas hidup pasien yang diukur menggunakan World Health Organization Quality of Life Assessment (WHOQOL-BREF). Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman-Rank. Berdasarkan hasil analisis, mayoritas pasien mengalami kecemasan pada level ringan (36,1%), sedangkan kualitas hidup terbanyak adalah buruk (86,1%). Nilai p dari hasil uji korelasi adalah 0,004, sehingga diinterpretasikan bahwa ada korelasi antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien. Selanjutnya disimpulkan bahwa kecemasan pasien merupakan penghambat kualitas pasien dengan gagal ginjal yang menjalani hemodialisis.Kata kunci: gagal ginjal kronik; hemodialisis; kecemasan; kualitas hidup
The Effect of Warm Blankets on Body Temperature in Hypothermic Post-Caesarean Patients Umifa, Kaslinda Nur Umifa; Abdur Rahim; Merisdawati MR
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 9 No. 1 (2025): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v9i1.571

Abstract

Hypothermia is one of the disorders that often occurs in post-operative patients, hypothermia is a condition when body temperature drops to below 36.5oC. One type of surgery that often experiences hypothermia is a cesarean section (CS) which is caused by the use of anesthetic drugs that can suppress the rate of oxidative metabolism, thereby reducing metabolic heat production. One method that can be given to overcome hypothermia is by providing a regular blanket, but with the development of technology, non-pharmacological methods that can be developed are by providing a blanket warmers. The purpose of this study aims to determine the effect of giving blanket warmers on increasing body temperature in post caesarean section (CS) patients. This study was a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. The research subjects included hypothermic post caesarean section (CS) patients with SAB anesthesia at Hospital Dr. Mohamad Soewandhi Surabaya. Sample selection was carried out using the total sampling technique with a sample size of 33 respondents. The results demonstrate that a 30-minute application of a blanket warmer significantly increased body temperature in postoperative patients under spinal anesthesia (p = 0.000). This supports the effectiveness of external warming in managing hypothermia, a common complication of spinal anesthesia, and highlights its clinical relevance in improving postoperative thermal stability.
Edukasi Pencegahan Diabetes Mellitus Berbasis Self Management dengan Plate Methode di ILP RW 15 Mangliawan Permai, Malang Umifa, Kaslinda Nur; MR, Merisdawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.458

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di ILP RW 15 Mangliawan Permai yang diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari kriteria usia dewasa dan lansia. Beberapa masalah pokok yang menjadi kendala masyarakat manglliawan permai adalah belum mampu mengatur porsi makan yang baik dan beberapa masyarakat yang menderita diabetes mellitus mereka belum mengetahui dengan tepat porsi makannya. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan penyuluhan terkait cara pencegahan penyakit diabetes mellitus berbasis Self Management dengan Plate Methode. Proses pelaksanaan ini terdiri dari beberapa tahap yang pertama survey pendahuluan dan mengurus perizinan, penyampaian materi, diskusi, pemeriksaan gratis yang terdiri dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat, kemudian sesi terakhir yaitu evaluasi. Penyuluhan ini memberikan dampak yang baik terutama dalam meningkatkan penegtahuan masyarakat dan juga kader posyandu dalam memperbaiki metode makan dan pola makan sehari-hari.
Pelatihan Pertolongan Pertama Anak Tersedak Berbasis Komunitas di Posyandu ILP RW 15 Mangliawan Permai, Malang MR, Merisdawati; Jamil, Mokhtar; Ummifa, Kaslinda Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.678

Abstract

Tersedak (choking) merupakan keadaan gawat darurat yang sering dialami bayi dan balita, dan dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani. Pengetahuan serta keterampilan orang tua dan pengasuh dalam memberikan pertolongan pertama masih terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu atau pengasuh dalam menangani anak tersedak melalui pelatihan berbasis komunitas di posyandu. Kegiatan dilaksanakan pada 9 Agustus 2025 di Posyandu Graha 15 Mangliawan Permai, melibatkan 72 peserta yang terdiri dari ibu, ayah, pengasuh bayi dan balita, serta kader posyandu. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan diberikan melalui ceramah interaktif dan praktik langsung menggunakan alat peraga berupa manekin bayi dan anak. Peserta juga diberi kesempatan melakukan simulasi tindakan di bawah bimbingan tim pengabdian masyarakat. Evaluasi dilakukan secara lisan melalui tanya jawab dan refleksi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri peserta dalam memberikan pertolongan pertama pada anak tersedak.