Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERHITUNGAN LAJU ALIRAN CAIRAN PADA SUMUR PANAS BUMI DENGAN METODE ORIFICE PLATE PADA SUMUR “HCE-XY” LAPANGAN “Z” Rahmat Tri Andika; Rial Dwi Martasari; Dwi Arifiyanto
Jurnal Migasian Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v1i1.5

Abstract

Perhitungan laju aliran cairan sumur panas bumi merupakan perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui banyaknya uap yang dapat diproduksikan dalam satu hari dan berapa besar potensi energi listrik yang dihasilkan. Perhitungan laju aliran dapat dihitung menggunakan metode yang sama dengan uji produksi dengan metode orifice plate menggunakan orifice meter yang melakukan perhitungan laju alir massa uap dan laju alir massa air dari produksi uap panas bumi. Pengukuran laju alir massa uap dan laju alir massa air dilakukan pada orifice meter dimana uap akan masuk melalui lubang kecil di dalam pipa produksi dan penempatannya sebelum uap panas bumi masuk menuju separator. Berdasarkan metode orifice plate, perhitungan laju alir massa uap dan air menggunakan orifice meter pada Sumur “HCE-XY” Lapangan “Z” dari tanggal 6 Januari 2017 sampai dengan 19 Januari 2017 didapat nilai rata rata laju alir massa uap (MVapour) sebesar 9,316 ton/jam, laju alir massa air (MBrine) sebesar 15,447 ton/jam, laju alir massa total (MTotal) sebesar 24,763 ton/jam, fraksi vapour sebesar 37,6%, fraksi brine sebesar 62,4%, flowing enthalpy sebesar 1548 kj/kg, Potensi Sumur total/gross (QTotal) didapat sebesar 10,648 MW, Potensi vapour/neto pada sumur (QVapour) sebesar 4,0057 MW dan harga power generated sebesar 1,203 MWe.
Evaluasi Gradien Tekanan Sumur RDM Lapangan Geothermal Rial Dwi Martasari; Faizal Firdaus
Jurnal Migasian Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v3i1.64

Abstract

Scaling adalah terbentuknya endapan padat. Masalah yang umum terjadi pada sumur panas bumi khususnya sumur dominasi air atau water dominated sebagaimana terjadi pada sumur panas bumi di Dieng yang dikaji dalam penelitian ini. Scale yang terbentuk pada instalasi produksi sumur panas bumi dapat menyebabkan penurunan produksi sumur, bahkan dapat menyebabkan berhentinya produksi. Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan masalah scaling menjadi hal penting yang diperhatikan. Endapan dapat terbentuk karena adanya reaksi kimia oleh pencampuran satu fluida panas bumi dengan fluida panas bumi lain yang berbeda komposisinya atau juga dapat disebabkan oleh perubahan sifat fisik fluida dikarenakan perubahan tekanan dan temperatur yang menyebabkan perubahan kejenuhan zat-zat penyusun fluida panas bumi. Titik kondisi tekanan dan temperatur tertentu dimana fluida panas bumi mulai terjadi penguapan atau mulai terjadi perubahan fasa dari satu fasa menjadi dua fasa, biasa disebut sebagai flash point. Pada inilah zat -zat yang melebihi titik jenuhnya akan mengalami pengendapan. Dengan mengetahui letak kedalaman titik uap atau flash point fluida panas bumi maka dapat diestimasi dimana letak scaling pertama kali terjadi. Letak kedalaman flash point dapat diketahui dengan melakukan penghitungan penurunan tekanan dari well head ke dasar sumur hingga diperoleh kondisi temperatur saturasi fluida, yaitu temperatur dimana mulai terjadi aliran dua fasa. Diantaranya adalah metode Beggs and Brill, metode Horrison-Freeston dan metode Lockhart-Martinelli. Pada studi kali ini korelasi yang digunakan adalah dengan korelasi penurunan tekanan Beggs and Brill yang pada studi-studi sebelumnya dianggap paling valid. Besarnya Gradien tekanan yang terjadi pada sepanjang pipa bawah permukaan sekitar 32.2578 Bar/m.s2, dengan asumsi kondisi sumur vertikal. Sehingga semakin besar tekanan wellhead menunjukkan semakin besar letak flash point. Hal ini disebabkan semakin besar tekanan maka semakin panjang penurunan tekanan hingga sampai pada tekanan saturasinya.
Penentuan Injeksi Udara Optimum Dalam Operasi Aerated Drilling Pada Sumur Panas Bumi PT Air Drilling Associates Rial Dwi Martasari; Dany Wiratama; Dwi Arifiyanto
Jurnal Migasian Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jurnal-migasian.v5i2.166

Abstract

Kesuksesan pengeboran adalah faktor penting dalam mengembangkan bidang panas bumi, pengeboran dilakukan setelah survei geologi, geofisika, hidrologi dan geokimia serta perencanaan sumur telah selesai. Dalam proyek pengeboran, sistem sirkulasi membutuhkan biaya yang cukup besar mengingat tantangan mengebor di panas bumi yang akan menghadapi temperature yang sangat tinggi dengan tekanan yang rendah karena terdapat banyak rekahan pada formasi batuan. Penting untuk memilih fluida pemboran yang akan memberikan pertimbangan terbaik dalam hal biaya, keselamatan, mencapai kedalaman yang diinginkan dan output dari sumur. Pengeboran dengan aerated fluid adalah teknik pengeboran balance mendekati underbalance dan aerated drilling telah terkenal baik dipakai untuk menembus zona potensi sumur panas bumi. Teknik pengeboran aerated dilakukan dengan menambahkan kompresi udara ke fluida pemboran (lumpur atau air). Fluida pemboran aerated memiliki densitas lebih rendah dari fluida pemboran konvensional, sehingga tekanan hidrostatik dalam sumur dapat lebih rendah daripada tekanan formasi. Fluida pemboran aerasi ini memiliki densitas efektif antara 5-7 ppg. Penentuan rentang volume injeksi udara ke dalam sirkulasi lumpur dibuat untuk mengetahui Equivalent Circulating Density yang efektif untuk operasi aerated drilling pada pemboran panas bumi. Pengujian dilakukan dalam simulasi pemboran aerasi pada sumur geothermal dengan trayek 12 “ di kedalaman 2000 meter, trayek 9 ” di kedalaman 2400 meter dan trayek 7 “ di kedalaman 3000 meter diprediksi terdapat zona rekahan pada setiap kedalaman tersebut.
Analisis Uji Permeabilitas Total Sumur Berdasarkan Well Completion Test Pada Sumur RL-25 Lapangan Panas Bumi Area CLX Rial Dwi Martasari; Sayu Mulhasyim; Dwi Arifiyanto
Jurnal Migasian Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v7i1.234

Abstract

Well completion test (Well Completion test) in general is a test to determine the characteristics and potential production wells as well as provide information about the truth of targeting achieved in drilling include permeable zone data. Activities include exploratory well completion test the depth, temperature and pressure measurement wells, water loss test (test of water lost), gross permeability test (total permeability test). From the analysis of pressure and temperature ramp then gained the feed zone wells MKU RL-25 1660-2000. Water loss test aims to determine the permeable area by injecting cold water into the well. Based on data from the test water loss KTE position is placed on the well depth of 2000 MKU to RL-25 with such tools will be submerged in the water column. Injectivity is a relationship between the flow rate of water injected into the well with the measured pressure in the permeable area. Injectivity (i) an average of 802.681 lpm/Ksc and specific capacity (Ks) averaging 5.029 lpm/meter for wells RL-25. The well RL-25 has a slope (m) of 12 Ksc with pressure at 1 hour (P1 hour) amounted to 45.55 Ksc and initial pressure (Pi) of 32 Ksc with the assumption that the viscosity (μ) of 2.13x10-4 Pa.s and transmissivity ( kh) of 1.753179 darcy meter with skin factor (s) of -0.176.Maka of the data injectivity test get 35 Kg/s that can be estimated at 126 tons/hour and by Spesific Steam Comsumsion to generate electric power of 1 MW at 8 ton/h/MW it can result amounted to 15.75 MW.
DETERMINATION OF RESERVOIR CHARACTERISTIC BASED ON THE WELL COMPLETION TEST IN THE RL WELL Rial Dwi Martasari; Fama Agri Lactuca
Journal of Green Science and Technology Vol 4 No 3 (2020): JOURNAL OF GREENSCIENCE AND TECHNOLOGY, VOL.4 NO.3 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v4i3.4033

Abstract

Well Completion Test is a testing activity undertaken to determine the depth of production zone and feed center depth as well as to calculate the estimated production capacity of a well. Well completion tests are performed on wells that have just been drilled by exploring the depth of the well, measuring pressure and temperature, water loss test and gross permeability test. As a result of exploring the RL well, the tool was placed at a depth of 2000 meters. Injectivity is done at different pump rates, pressure and liquid faces. The gross permeability test results obtained an injection of 202.22 lpm/ksc, an average specific capacity of 5.028 lpm/meter, transmissivity of 0.1208955 darcymeter and skin factor 3.33381. Next calculate the production estimation using the injection that has been converted and plot to the graph then obtained the result of the estimated potential production of a well that is 6,3 MW. After a well has completed a well completion test, the next step is to test the production for more accurate results, because of the well completion test itself the accuracy is only about 50% only, therefore the production test needs to be done for the results which in getting more accurate.
MONITORING PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN KABUPATEN KLATEN TAHUN 2019 DAN 2023 SELAMA PEMBANGUNAN JALAN TOL YOGYAKARTA – SOLO MENGGUNAKAN GOOGLE EARTH ENGINE (GEE) Apriyanti, Dessy; Layali, Ilfa; Gomareuzzaman, Muhammar; Pratiwi, Nova Wahyu; Martasari, Rial Dwi
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 8, No 1 (2025): Volume 08 Issue 01 Year 2025
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Metode konvensional seperti klasifikasi berbasis piksel yang biasa digunakan dalam melakukan klasifikasi tutupan lahan membutuhkan waktu yang cukup lama, selain itu dibutuhkan komputer yang memiliki performa yang tinggi agar proses pengolahan citra dapat berjalan dengan lancar. Google Earth Engine (GEE) memungkinkan pengguna untuk melakukan pengolahan citra satelit ter-georeferensi yang tersimpan pada arsip (cloud) GEE dengan membangun suatu algoritma untuk menjalankannya. GEE juga mempunyai beberapa metode machine learning untuk analisis citra. Salah  satu  metode machine  learning yang popular digunakan adalah Random Forest. Random Forest (RF) telah banyak digunakan mengklasifikasikan citra satelit seperti yang dilakukan. Keunggulan dari metode RF, di antaranya non-parametrik,  mampu  menggunakan  set  data kontinyu  dan  tidak  sensitif  terhadap over-fitting. RF  adalah  metode  potensial  untuk memetakan  tutupan  lahan  dibandingkan  dengan  metode konvensional. Dilakukan penelitian tentang perubahan tutupan lahan menggunakan Algoritma Random Forest pada platform GEE di Kabupaten Klaten Jawa Tengah pada tahun 2019 – 2023 selama Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta – Solo. Analisis perubahan tutupan lahan dilakukan menggunakan data citra satelit Sentinel 2A. Selain analisis tutupan lahan dari hasil algoritma RF, dilakukan uji akurasi menggunakan matriks konfusi. Hasil model Random Forest yang sudah dijalankan menunjukan hasil perubahan lahan masing – masing kelas tutupan lahan, dengan kelas paling banyak berubah pada bangunan bertambah sebanyak 4.972 ha serta paling berkurang pada kelas badan air 0.341 ha. hasil klasifikasi model Random Forest juga menunjukan uji akurasi dengan Kappa Accuracy 77% pada tahun 2019, serta Kappa Accuracy 84% pada tahun 2023.
PERHITUNGAN LAJU PENGENDAPAN SILIKA DAN WAKTU PENGURASAN DENGAN METODE OPEN CANAL DAN POND PADA LAPANGAN PANAS BUMI RL Martasari, Rial Dwi; Nugroho, Fahmi; Sukamto, Haris
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v4i1.2446

Abstract

ABSTRAK Sumber panas bumi di lapangan RL adalah sistem dua fasa dominasi air (water dominated system) dengan perbandingan uap dan air sebesar 40% dibanding 60%. Silika merupakan sebuah mineral yang terlarut dalam brine saat produksi panas bumi yang memiliki dominasi air dan sering menimbulkan masalah yaitu scaling. Masalah scaling ini biasa terjadi di sekitar pipa produksi maupun injeksi sehingga perlu dilakukan perawatan untuk mempertahankan jumlah produksi. Perawatan yang digunakan yaitu metode open canal dan pond yang berfungsi untuk mengurangi dampak scaling pada jalur pipa injeksi. Urutan proses perhitungan untuk mendapatkan data scaling antara lain kelarutan silika, laju alir masa silika, kecepatan mengendapnya silika, kecepatan penuhnya open canal dan pond. Hasil perhitungan kecepatan pengendapan silika dalam open canal dan pond  pada tanggal 19 Oktober 2015 sebesar 73738,35 cc/jam, kecepatan mengendapnya silika dalam pond sebesar 20626.60 cc/jam. Waktu pembersihan open canal dan pond dapat ditentukan dengan mengetahui kapan open canal dan pond penuh. Pada tanggal 19 Oktober 2015 kecepatan penuhnya silika dalam open canal 8,15 bulan, kecepatan penuhnya silika dalam pond 121.2 bulan. Kadar SSI (silica saturation index) pada open canal pada tanggal 19 Oktober 2015 sebesar 2,119 dan pond pada tanggal 19 Oktober 2015 sebesar 0,524. Kata kunci : Geothermal, scaling dan metode open canal dan pond ABSTRACT Calculation Of Deposition Silica Rate And Draining Time By Open Canal And Pond Method In RL Geothermal Field. The geothermal source in RL field is a two-phase water dominated system with a vapor and water ratio of 40% compared to 60%. Silica is a mineral that is dissolved in the brine during geothermal production which has water dominance and often causes problems, namely scaling. This scaling problem is common around the production and injection pipes, so maintenance needs to be taken to maintain the amount of production. The treatments used are the open canal and pond method which serves to reduce the impact of scaling on the injection pipeline. The order of calculation process to get silica data is silica solubility, silica flow rate, silica settling speed, full velocity of open canal and pond. The calculation result of silica deposition rate in open canal and pond on October 19, 2015 is 73738,35 cc / hour, the speed of settling silica in pond is 20626.60 cc / hour. Cleaning time of open canal and pond can be determined by knowing when open canal and pond are full. On October 19, 2015 the full speed of silica in the open canal was 8.15 months, the full speed of silica in the 121.2-month pond. The level of SSI (silica saturation index) on the open canal on October 19, 2015 was 2.119 and the pond on October 19, 2015 was 0,524. Keywords : Geothermal, scaling and open canal and pond method