Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DESKILLING MEDIA INDUSTRY WORKERS A CRITICAL STUDY Tarigan, Rose
Jurnal Lectura Vol. 1 No. 2 (2025): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/lectura.v1i2.9307

Abstract

Fenomena deskilling, yaitu penurunan keterampilan karyawan karena otomatisasi, telah muncul sebagai akibat dari kemajuan teknologi digital yang telah mengubah industri media. Transformasi ini, yang dipengaruhi oleh digitalisasi dan konvergensi media, menimbulkan tantangan struktural dan etis bagi mereka yang bekerja di media. Beberapa perbedaan utama antara media cetak dan digital termasuk kecepatan produksi, distribusi konten, dan interaksi audiens. Teknologi mempercepat proses tetapi mengurangi kedalaman dan kualitas jurnalistik. Studi literatur ini menyelidiki bagaimana kapitalisme mempercepat deskilling, yang ditandai dengan pengurangan otonomi pekerja dan dominasi teknologi otomatisasi. Pandangan Mosco, Smythe, dan Braverman mengungkap cara kapitalisme menggunakan teknologi untuk mengoptimalkan keuntungan sambil mengorbankan kreativitas karyawan. Tidak hanya fenomena ini menyebabkan pekerja kehilangan kontrol atas proses kreatif, tetapi juga meningkatkan ketidaksetaraan dalam dinamika tenaga kerja media. Termasuk dalam rekomendasi penelitian adalah kolaborasi manusia-teknologi untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, pengajaran keterampilan digital, dan adopsi model bisnis yang berfokus pada kualitas daripada kuantitas. Industri media dapat mengatasi tantangan deskilling dan membangun ekosistem kerja yang berkelanjutan di era digital dengan mempertahankan profesionalisme dan etika jurnalistik.  
ANALISIS SEMIOTIKA HIMNE PROTESTAN: AMAZING GRACE MENGUNGKAP MAKNA MELALUI SIMBOL DAN TANDA Tarigan, Rose Emmaria; Putri, Kezia; Sumampow, Carly Scheffer
Jurnal Lectura Vol. 2 No. 1 (2025): August
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/lectura.v2i1.10151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tersembunyi dalam himne Protestan Amazing Grace melalui pendekatan semiotika Roland Barthes dan Daniel Chandler. Himne ini bukan hanya pujian liturgis, melainkan juga teks budaya yang menyampaikan nilai-nilai teologis, moral, dan ideologis secara simbolik. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik dua tingkat: denotatif (makna literal) dan konotatif (makna simbolik/ideologis). Penelitian menemukan bahwa struktur musik dan lirik lagu memuat narasi pertobatan, anugerah ilahi, dan keselamatan, yang disampaikan melalui tanda-tanda seperti “I once was lost, but now am found”. Dalam kerangka mitologisasi Barthes, lirik dan melodi lagu ini mentransformasi ajaran teologis menjadi mitos religius yang dinaturalisasi sebagai kebenaran universal. Amazing Grace menjadi teks terbuka yang memungkinkan interpretasi emosional dan spiritual yang luas, serta memperkuat ideologi Protestan melalui bentuk musikal yang menyentuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa himne dapat berfungsi sebagai alat reproduksi ideologi keagamaan secara halus, sekaligus menjadi sarana pembentukan identitas spiritual dan kolektif umat.
TERAPI MUSIK UNTUK MENINGKATKAN KOMUNIKASI DAN KUALITAS HIDUP LANSIA DEMENSIA TANGERANG BANTEN Tarigan, Rose Emmaria; Putri, Kezia; Scheffer Sumampow, Carly Stiana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2687

Abstract

Lansia dengan demensia sering mengalami penurunan kualitas hidup yang ditandai dengan melemahnya fungsi kognitif, menurunnya kemampuan berkomunikasi, serta berkurangnya interaksi sosial. Kondisi ini membuat sebagian besar lansia cenderung pasif, hanya duduk atau berbaring, dan tidak memiliki ruang untuk mengekspresikan diri. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui penerapan terapi musik di Panti Werda Hana, Tangerang. Terapi diberikan kepada 30 orang lansia dengan demensia yang dibagi ke dalam tiga kelompok, masing-masing menjalani 10 sesi pertemuan dengan durasi 45 menit setiap sesi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, melibatkan kegiatan mendengarkan musik, bernyanyi, berdiskusi, serta bernostalgia melalui lagu-lagu yang familiar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan mood lansia, di mana mereka menjadi lebih aktif, tersenyum, dan berinteraksi dengan lingkungan. Selain itu, kemampuan kognitif terasah melalui proses mengenang pengalaman masa lalu, sekaligus memberikan wadah bagi lansia untuk mencurahkan perasaan dan pemikiran. Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 3 (Good Health and Well-being) karena berkontribusi pada kesehatan mental dan kesejahteraan lansia, serta poin 10 (Reduced Inequalities) dengan memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan.
DETERMINATION OF ADOLESCENT WORLDVIEW - COMBATING NEGATIVE INFLUENCE OF SOCIAL MEDIA Tarigan, Rose Emmaria
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 2 No. 1: June 2017 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v2i1.91

Abstract

Use of social media creates positive or negative impacts on adolescents. There are a number of factors enabling adolescents to make use of social media positively. One of the factors studied in this research is the adolescent worldview. The adolescent worldview greatly determines the way she behaves and her attitude towards social media. The result of this research shows that adolescent worldview may release and enables her to reject negative impacts of social media, particularly from modern culturalisms as relativism, individualism, emotionalism, presentism (present-time ism), materialism, autonomy, victimism, and turn it into a positive impact on herself. Worldviews may be differentiated based on three categories namely religion, spirituality and secularity. This research is conducted by explorative-qualitative approach, using case study research method. Data collection process was conducted by in-depth interview with late adolescents. Â