Claim Missing Document
Check
Articles

Effectiveness of the Superitem Learning Model on Students Learning Achievements Ikawati, Hastuti Diah; Majid, Ilham Abdul; Anwar, Zul
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 1, No 3 (2019): July 2019
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v1i3.1591

Abstract

Student activeness in class is one of the important factors that influence student learning outcomes. This activity can be influenced by several factors one of the learning models used by lecturers. The lack of variations in the learning model has an impact on the monotonous learning process so that students are easily bored and bored with the learning process. Therefore, lecturers are always required to create an interesting learning condition process, including by applying a varied learning model. There are several learning models that can be used by lecturers to improve student learning outcomes, one of which is to implement super-learning learning models. The purpose of this study was to determine the effect of super-learning models on student learning outcomes in the course of the Diffusion of Educational Innovation. The population of this study is all Education Technology students who have programmed the Education Innovation Diffusion course in the even semester of the 2018/2019 academic year. Data collection techniques used tests to determine the differences in student learning outcomes before and after the super-learning learning model was used — data analysis using t-test formula. Based on the results of the study it is known that the results of the t-test show the value of t-count greater than t-table at a significance level of 5% with db = 30-1 = 29 (12,963> 2,045). Based on the results of the calculation it can be concluded that it can be concluded, there is the influence of the Superitem learning model on student learning outcomes in the educational innovation diffusion course in Education Technology Study Program Mataram IKIP academic year 2018/2019.
MODEL-MODEL PENGEMBANGAN Hastuti Diah Ikawati dan Zul Anwar
JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Vol. 1 No. 5 (2020): Desember
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ jsm.v1i5.252

Abstract

Pengembangan model pada dasarnya dilakukan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan yang terjadi akibat adanya perbedaan karakteristik, situasi, dan kondisi lingkungan. Demikian pula model-model sebelumnya dikembangkan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan dan sekaligus memberi solusi pada penyelesaian permasalahan-permasalahan yang ada, sebagai akibat dari perubahan yang terjadi dalam kehidupan yang sangat cepat melahirkan berbagai permasalahan baru. Kedaan tersebut membuat manusia selalu berhadapan dengan berbagai kebutuhan dan permasalahan. Tuntutan untuk memenuhi dan menyelesaikan masalah tersebut yang mengharuskan pentingnya model dikembangkan secara berkelanjutan.
PELATIHAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI AUTOPLAY DI MA DARUL QUR’AN Hastuti Diah Ikawati; Zinnurain, Hadi Gunawan Sakti, dan Nurul Iman
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 1 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v1i1.66

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan hasil penelitian yang telah dilakukan di lokasi yang sama yakni MA darul Qur’an Bengkel Kecamatan Labuapi. Target khusus yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatkan daya manfaat dari penyebaran (Diseminasi) multimedia yang telah dikembangkan yang selanjutnya menjadi bahan ajar yang efektif dalam proses pembelajaran. Adanya pembinaan dan peningkatan penggunaan media melalui program ini diharapkan guru dan siswa dapat lebih terampil dan kreatif menggunakan multimedia yang dikembangkan. Adapun sekolah juga mampu memberikan alternatif bahan ajar dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam program ini yaitu persiapan meliputi survey tempat pelaksanaan kegiatan, wawancara dengan kepala sekolah dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam program, jumlah guru dan siswa yang dilibatkan. Dengan demikian akan diketahui kondisi sebenarnya dari sekolah tersebut. Tahapan evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan yang sudah dilakukan kaitannya dengan kemampuan guru dan siswa MA Darul Qur’an dalam mengoperasikan dan memanfatkan multimedia yang telah dikembangkan secara berkelanjutan (Sustainable). Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah produk multimedia dan laporan akhir kegiatan program pengembangan hasil pengembangan Multimedia Ekonomi Berbasis Autoplay.
CRITICAL REVIEW ARTIKEL :“INTERACTIVE DOCUMENTARY ON PERSPECTIVE OF NEW MEDIA” Zul Anwar dan Hastuti Diah Ikawati
TEACHING AND LEARNING JOURNAL OF MANDALIKA (TEACHER) e- ISSN 2721-9666 Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : INSTITUT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MANDALIKA INDONESIA (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan utama dari film dokumenter linear adalah gambar bergerak dan begitu juga untuk film dokumenter interaktif. Dokumenter dibuat dari gambar dan penggabungan media lain. Pembuat film dokumenter interaktif telah menggunakan gambar diam serta gambar bergerak. Layar, dokumenter interaktif harus selalu mengejar pendekatan layar penuh demi interaktifitas atau keterlibatan penggunanya. Audio juga termasuk elemen kunci dari dokumenter interaktif karena akan mendukung fleksibilitas dan meberikan sifat menarik. Fitur dari dokumenter interaktif terletak pada interface yang bergerak dan navigasinya. Sampai saat ini, empat mode utama interaktivitas telah digunakan dalam dokumenter interaktif yaitu : hypertext, percakapan, pengalaman dan partisipatif. Mode ini diadopsi dari bagaimana interaksi antara manusia dengan komputer.
PEMANFAATAN TIK SEBAGAI STRATEGI MENGATASI TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Hastuti Diah Ikawati
JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Vol. 2 No. 3 (2021): Maret
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ jsm.v2i3.325

Abstract

Tulisan ini merupakan edisi khusus sebagai hasil karya ilmiah yang muncul dari EDUsummIT 2013. Edisi ini menyajikan secara khusus hasil konsesus ketiga dari International Summit Teknologi informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan ( EDUsummIT 2013 ). Kegiatan ini diukuti oleh 100 orang peneliti dibidang TIK, praktisi, pembuat kebijakan yang diukuti oleh lebih dari 30 negara yang diadakan di Washington DC pada tanggal 30 September sampai 2 Oktober 2013. Tujuan utama dari EDUsummIT 2013 adalah untuk menentukan strategi penelitian-informasi bersama di tingkat nasional, regional dan internasional untuk mengatasi tantangan system pendidikan digital dan global. EDUsummIT adalah sebuah organisasi komunitas yang berkembang dan aktif dalam bidang peneliti, pembuat kebijakan dan praktisi yang berkomitmen untuk mempromosikan strategi penelitian-informasi untuk mengintegrasikan Teknologi Informasi kedalam kebijakan dan praktik pendidikan . latar belakang dan tujuan EDUsummIT diadakan, adalah untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan dunia pendidikan khususnya pada bidang digital.
Pengembangan Sumber Belajar Video untuk Pelestarian Bahasa Sasak Halus Anwar, Zul; Ikawati, Hastuti Diah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.156 KB)

Abstract

Ketersediaan sumber belajar merupakan salah satu faktor utama penentu mencapai tujuan pembelajaran. Berbagai jenis sumber belajar dapat dikembangkan dan dimanfaatkan seperti video pembelajaran (video based learning). Sumber belajar yang dikembangkan ditujukan untuk mata pelajaran muatan lokal sekolah dasar di Kabupaten Lombok Tengah. Untuk menghasilkan prototype sumber belajar, ditempuh pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) dengan mengaplikasi metode penelitian kualitatif deskriptif, pengembangan, eksperimen dan evaluasi. Artikel ini secara khusus ditujukan mendeskripsikan hasil penelitian awal dari sepuluh langkah penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall yaitu melakukan penelitian pendahuluan dan pengumpulan informasi. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan dengan paradigma penelitian kepustakaan (library research) yang dioperasionalkan dengan metode pengembangan. Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa bahasa sasak halus perlu dilestarikan.
PEMODELAN (USER MODEL) DALAM PEMBELAJARAN Hastuti Diah Ikawati
JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Vol. 3 No. 2 (2022): Februari
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ jsm.v3i2.559

Abstract

Teori psikologi tradisional beranggapan bahwa belajar hanya dapat terjadi dengan melakukan tanggapan dan mengalami dampaknya. Pada kenyataannya, hampir semua fenomena belajar yang dihasilkan dari pengalaman langsung terjadi secara tidak langsung dengan mengamati perilaku orang lain. Teori belajar sosial merupakan perluasan dari teori belajar perilaku yang tradisional. teori belajar sosial, memuat penjelasan-penjelasan penguatan eksternal dan kognitif internal untuk memahami bagaimana seseorang belajar dari orang lain, simulator, atau kecerdasan buatan yang menjadi tren di dunia pemodelan. Melalui observasi, banyak sekali informasi dan penampilan-penampilan keahlian yang kompleks dapat dipelajari.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profesionalisme Guru H.M. Syarafudin dan Hastuti Diah Ikawati
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v1i2.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru. Guru adalah seseorang tenaga pendidik professional yang mendidik, mengajarkan suatu ilmu, mengarahkan, melatih, memberikan penilaian, serta melakukan evaluasi kepada peserta didik. Sementara itu, standard kompetensi yang tertuang dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional mengenai standar kualifikasi akademik serta kompetensi guru dimana peraturan tersebut menyebutkan bahwa guru profesional harus memiliki 4 kompetensi profesional yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi intelektual serta profesional. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi profesionalismenya seorang guru diantaranya yaitu kualifikasi standar guru dan relevansi antara bidang keahlian guru dengan tugas mengajar, abilitas dan motivasi, tingkat pendidikan guru, pengalaman kerja, penguasaan kompetensi social, pedagogic dan keterampilan.
PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR MUATAN LOKAL BAHASA SASAK HALUS Hastuti Diah Ikawati dan Zul Anwar
JOURNAL SCIENTIFIC OF MANDALIKA (JSM) Vol. 2 No. 11 (2021): November
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ jsm.v2i11.488

Abstract

Pelestarian budaya lokal yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia dilakukan melalui pembelajaran muatan lokal. Pelajaran muatan lokal memiliki peran strategis dalam pengembangan dan pelestarian budaya. Peran strategis tersebut sebagai fokus yang menjadi pertimbangan dalam mengembangkan mata pelajaran muatan lokal dan potensi daerah yang dapat dijadikan sebagai daya dukung bagi pengembangan wisata, budaya dan ekonomi pada daerah setempat. Selain itu mata pelajaran muatan lokal ditujukan sebagai sarana untuk mewariskan budaya yang ada melalui pendidikan kepada generasi berikutnya supaya budaya tersebut tetap terjaga. Bangsa Indonesia merupakan negera kepuluan yang memiliki keanekaragaman bahasa daerah, adat istiadat dan budaya. Keragaman tersebut merupakan ciri khas dari indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain. Keanekaragaman budaya tersebut disatukan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetap satu tujuan). Melalui pendidikan muatan lokal keanekaragaman tersebut diwariskan kepada generasi berikutnya. Bahasa sasak halus merupakan satu dari tiga tingkatan bahasa dalam bahasa sasak. Sebagaimana diketahui bahwa bahasa sasak memiliki tiga tingkatan bahasa yaitu bahasa sasak Jamaq (biasa) atau bahasa aok-ape (ya-apa) dan bahasa sasak Alus (halus) atau bahasa tiang-inggih (saya-ya) dan bahasa sasak Utami (utama) atau bahasa kaji-meran (saya-ya). Penggunaan Bahasa sasak utama dalam kehidupan keseharian masyarakat sasak sudah jarang dijumpai sehingga hampir punah. Supaya tidak punah, maka bahasa sasak halus tersebut harus diajarkan. Pembelajaran tersebut akan berjalan baik bila didukung dengan ketersediaan sumber belajar yang memadai. Sebab itu maka perlu dikembangkan sumber belajar untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran bahasa sasak.
PELATIHAN STRATEGI FEEDBACK EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN KEPADA GURU SMK Muhtar Ahmad; Muzakkir Muzakkir; Zinnurain Zinnurain; Farida Fitriani; Hastuti Diah Ikawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.2880

Abstract

Abstrak: Memberi feedback dalam setiap pembelajaran diyakini efektif untuk menjawab masalah belajar, asalkan guru bisa memahami langkah dan strategi yang sesuai karakter siswa, untuk itu pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh karena itu guru-guru SMK Islam Darussalam sangat membutuhkan pelatihan-pelatihan seperti ini. Target program ini agar guru bisa menguasai, memahami, dan menerapkan strategi umpan balik (feedback) dalam setiap pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini yaitu pembinaan secara partisipatif. Adapun teknik pelaksanaan program ini akan dilakukan secara tim yang terdiri dari dosen, ditugaskan untuk mendampingi guru-guru agar pelaksanaan pelatihan berjalan secara optimal. Pelatihan ini dikhususkan guna memantapkan dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan kreativitas mengajar guru di kelas serta memahami metode memberi feedbcak afektif. Program pelatihan ini dilaksanakan di SMK Islam Darussalam dengan melibatkan guru sebagai peserta. Berdasarkan hasil pelaksanaan pelatihan bahwa kemajuan kegiatan hingga laporan ini dibuat telah mencapai 90% mengacu pada proposal yang telah disusun sebelumnya dan serta berdasarkan target awal bahwa: (1) Guru sangat antusias mengikuti proses pelatihan, (2) Guru sudah bisa memahami strategi umpan balik (feedback), (3) Ada inovasi baru bagi guru untuk memecahkan masalah kesulitan belajar siswa, (4) adanya respon baik guru bahwa 85% guru sangat puas, (5) dari mitra yaitu kepala sekolah berharap kegiatan seperti sangat bermanfaat sehingga dapat dilanjutkan kembali untuk program pengabdian berikutnya.Abstract: Providing feedback in each learning is believed to be effective to answer learning problems, provided that teachers can understand the appropriate steps and strategies of the student's character, therefore this training is urgently needed therefore the teachers of SMK Islam Darussalam are in desperate need of training like this. The target of this program is for teachers to master, understand, and implement feedback strategies in each learning. The method used in this training is participatory coaching. The technique of implementing this program will be carried out in a team consisting of lecturers, assigned to accompany the teachers so that the implementation of the training runs optimally. This training is devoted to strengthening and improving teachers' ability to develop the creativity of teaching teachers in the classroom and understand the methods of providing effective feedback. This training program was conducted in SMK Islam Darussalam by engaging teachers as participants. Based on the results of the implementation of the training that the progress of the activities until this report was made has reached 90% refers to the proposals that have been drawn up earlier and based on the initial target that: (1) Teachers are very enthusiastic to follow the training process, (2) Teachers can already understand feedback strategies, (3) There are new innovations for teachers to solve students' learning difficulties, (4) there is a good response of teachers that 85% of teachers are very satisfied, (5) from the partner that is the principal hopes such activities are very useful so that it can be resumed for the next devotional program.