Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Deteksi Bahasa Isyarat Menggunakan Tensorflow Lite dan American Sign Language (ASL) Ida Bagus Adisimakrisna Peling; I Made Pasek Agus Ariawan; Gde Brahupadhya Subiksa
Jurnal Krisnadana Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Krisnadana – Januari 2024
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/krisnadana.v3i2.534

Abstract

Bahasa isyarat merupakan suatu bahasa yang menggunakan gerak tubuh seperti gerakan tangan dan wajah. Setiap negara memiliki Bahasa Isyarat yang berbeda di Indonesia sendiri ada 2 jenis bahasa isyarat yaitu Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) serta Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), sedangkan di Amerika memiliki bahasa isyarat yaitu American Sign Language (ASL). Saat ini masih banyak orang yang tidak mengerti dengan bahasa isyarat dari lawan bicaranya. Hal ini disebabkan karena bahasa isyarat tidak digunakan oleh masyarakat non-disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem penerjemah bahasa isyarat berbasis Computer Vision dengan menggunakan Tensorflow lite serta dataset bahasa isyarat ASL untuk mendeteksi gerakan dari kata dan huruf alfabet ASL dengan menggunakan kamera dari laptop atau komputer yang berguna untuk mempermudah masyarakat dalam mempelajari bahasa isyarat. Hasil pengujian pertama dengan 11 data uji memperoleh nilai akurasi sistem dalam pengujian ini adalah 81%. Hasil Pengujian kedua menggunakan 26 data uji memperoleh nilai akurasi sistem dalam pengujian ini adalah 73%. Dari hasil pengujian sistem ini dapat disimpulkan bahwa sistem ini memiliki tingkat akurasi yang cukup baik dalam mendeteksi kata dan huruf abjad.
MODEL INTEROPERABILITAS PERANGKAT LUNAK SISTEM RESERVASI HOTEL DAN SPA DENGAN IMPLEMENTASI RESTFUL API I Putu Astya Prayudha; Made Pasek Agus Ariawan; Ida Bagus Adisimakrisna Peling
Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jutik.v10i2.2969

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan model interoperabilitas untuk meningkatkan integrasiperangkat lunak dalam sistem reservasi hotel dan spa. Interoperabilitas menjadi faktor kritis dalammemastikan keterhubungan yang efektif antara komponen perangkat lunak yang berbeda dalamlingkungan yang kompleks. Dengan fokus pada industri perhotelan dan spa, penelitian inimengusulkan suatu model yang memungkinkan perangkat lunak berbagai sistem dapat salingberkomunikasi dan beroperasi secara sinergis. Metodologi penelitian melibatkan analisiskebutuhan, perancangan model interoperabilitas, dan implementasi prototipe. Hasil eksperimenmenunjukkan bahwa model yang diusulkan berhasil meningkatkan efisiensi dan keterhubunganantara aplikasi reservasi hotel dan spa, membawa dampak positif pada pengalaman pengguna danmanajemen operasional. Implikasi penelitian ini dapat membantu pengembangan sistem reservasiyang lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta tren industri.
Penerapan Metode Linear Regression pada Analisis Komentar Negatif Konser Coldplay di Indonesia Subiksa, Gde Brahupadhya; Ariawan, Made Pasek Agus; Peling, Ida Bagus Adisimakrisna
Jurnal Telematika Vol. 18 No. 1 (2023)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v18i1.591

Abstract

Negative comments on international concert events can have a significant impact on the future conduct of such concerts. Possible impacts of negative comments include decreased interest from the audience, difficulty in gaining sponsorship and partner support, influence on decisions made by the artist or musical group, and safety considerations for the organizers, audience, and the artist or group. An analysis of negative comments on an international concert is necessary for an appropriate strategy to manage and mitigate negative impacts that may arise in the future. The benefits of analyzing the impact of negative comments on an international concert are diverse. The analysis can influence various aspects related to the implementation of the event and public perception. 72 negative comments have been classified using the linear regression method. Based on the results of the value of these negative comments, it can be stated that some of the words that trigger a comment to be considered as negative in the context of Coldplay concerts in Indonesia are words such as "rejection," "hadang," "nope," and "tolak." From the analysis conducted in this study, these words appear with significant frequency in the comments classified as negative.
WATERFALL MODEL IMPLEMENTATION FOR DIGITAL HERITAGE: FINAL WEB QUALITY TESTING Subiksa, Gde Brahupadhya; Adisimakrisna Peling, Ida Bagus; Agus Ariawan, Made Pasek
Jurnal Teknoinfo Vol 18, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jti.v18i1.3222

Abstract

Digital heritage is a concept or approach that uses digital technology to manage, preserve, and promote cultural heritage or historical objects in digital form. This allows for easier and wider access for the public to access information and explore cultural heritage without physically being present at the relevant location. For example, is the cultural heritage wayang in the regional treasures and Indonesia in general, wayang is an Indonesian identity that is recognized worldwide. Currently, knowledge and education about wayang and its character figures are very minimal, causing many future generations to not know the characters and epic stories of wayang. The solutions that can be taken from this problem is by utilizing the concept of digital heritage, which is a cultural heritage presented in digital form and can be accessed anytime through online media, so that information dissemination and education can reach more and wider audience. Information Technology Authentic Indonesian Ragawi Heritage Cultural Legacy with the Implementation of Digital Heritage Concept is a step to introduce the original Indonesian culture. The implementation of the digital heritage concept can be carried out through the Indonesian Wayang Kulit Heritage Information System. There are several menus and features in the system, namely: the homepage that shows the menu and original Indonesian wayang kulit, the information page that provides education to visitors, the wayang collection page that shows a number of popular puppet characters in Indonesia, the wayang character page that provides education and values held by each wayang character, and finally the purchasing page that aims to help wayang craftsmen. Overall, the testing shows that the system runs according to the expected features and functions. The final level of testing is also carried out with the aim of determining the quality of the system that has been built.
Rekayasa dan Uji Sistem Informasi Irigasi Tradisional Bali (Subak) dengan Metode Kualitas Persepsi Pengguna Akhir Subiksa, Gde Brahupadhya; Ariawan, Made Pasek Agus; Adisimakrisna, Ida Bagus
Reputasi: Jurnal Rekayasa Perangkat Lunak Vol. 4 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/reputasi.v4i2.2320

Abstract

Salah satu warisan budaya tradisional yang terkenal dan terjaga di Bali, Indonesia, adalah sistem irigasi Subak. Subak adalah sebuah organisasi sosial dan budaya yang mengatur pengelolaan air untuk pertanian di Bali. Sistem Subak ini yang masih lestari dan diakui sebagai warisan budaya tak benda terletak di Jatiluwih. Namun, banyak warisan budaya yang sering terlupakan seiring perkembangan teknologi informasi yang menciptakan berbagai aplikasi, situs web, dan sistem informasi online. Dalam era saat ini, sistem informasi memainkan peran penting sebagai sarana pengenalan dan dokumentasi yang efektif untuk warisan budaya. Pentingnya sistem informasi dalam konteks ini dapat dilihat dari beberapa alasan, seperti mempertahankan dan mendokumentasikan warisan budaya, pengarsipan dan aksesibilitas informasi, edukasi dan kesadaran publik, serta pelestarian dan perlindungan. Dalam penelitian ini, fokusnya adalah masalah terkait keterbatasan informasi tentang Subak Jatiluwih, ketidakvalidan sumber informasi, dan minat masyarakat yang lebih cenderung mencari informasi melalui gadget. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas warisan budaya Subak Jatiluwih yang terkenal namun belum memiliki sistem informasi khusus. Dengan demikian, diperlukan sistem digital yang dapat membantu calon pengunjung dalam mengakses informasi mengenai Subak Jatiluwih dan juga meningkatkan pengetahuan mereka. Penelitian ini membahas "Rekayasa dan Uji Sistem Informasi Subak Jatiluwih dengan Metode Persepsi Pengguna Akhir." Pemanfaatan sistem informasi berperan penting dalam mengenalkan warisan budaya secara inklusif, terjangkau, dan menarik bagi berbagai lapisan masyarakat. Sistem informasi mendukung pelestarian, promosi, dan pemahaman luas mengenai warisan budaya, menjaga agar warisan budaya tetap relevan di era digital. Dalam penelitian ini, Metode WebQual 4.0 digunakan untuk menguji kualitas sistem informasi Subak Jatiluwih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, nilai usability mencapai 86,13, nilai information quality sebesar 84,00, dan user satisfaction sebesar 82,00. Berdasarkan hasil ini, disimpulkan bahwa responden perempuan cenderung lebih setuju terhadap kualitas website daripada responden laki-laki. Penggunaan laptop atau komputer lebih memuaskan dibandingkan smartphone atau tablet dalam mengakses website ini. User satisfaction menjadi dimensi dengan nilai paling rendah dalam semua perbandingan. Meskipun demikian, website "Warisan Budaya Subak Jatiluwih" dinilai baik dan berhasil mencapai tujuan perancangan, meskipun memiliki kelebihan pada instrumen usability dan kekurangan pada instrumen user satisfaction.
Evaluasi Kualitas Proyek Sistem Informasi Pelayanan Pemerintah Daerah Menggunakan Project Management Body of Knowledge Subiksa, Gde Brahupadhya; Ariawan, Made Pasek Agus; Peling, , Ida Bagus Adisimakrisna
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 11 No 3: Juni 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.937657

Abstract

Proyek Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Perijinan merupakan proyek Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Denpasar sebagai pelaksana pelayanan bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Udayana. Proyek tersebut diawasi dan dikontrol langsung oleh Bidang Pengendalian Data Dan Informasi yang menangani pula sistem teknologi informasi pada dinas tersebut. Sebelum sistem tersebut dirilis dan dipergunakan oleh pemohon ijin dan pejabat terkait, perlu dilaksanakan evaluasi mengenai kualitas manajemen proyek tersebut. Untuk mengukur sejauh mana kualitas manajemen proyek tersebut mempergunakan salah satu knowledge pada Framework Project Management Body of Knowledge (PMBOK) yaitu Management Kualitas Proyek. Peneliti juga menggunakan Capability Maturity Model (CMM) guna membantu mendefinisikan maturity level dari manajemen proyek sistem pelayanan perijinan tersebut. Pada sub process group Plan Quality mengenai belum terbitnya regulasi kerjasama dengan dinas terkait pelaksanaan sistem pelayanan perijinan, sedangkan pada Quality Assurance terdapat temuan bahwa saat ini Sistem Informasi Pelayanan Perijinan masih belum dijalankan, ujicoba hanya dilaksanakan sebatas tim pengawas dan tim IT pada DPMPTSP Kota Denpasar saja. Kedepannya akan dilaksanakan ujicoba dalam skala yang lebih besar. Sedangkan pada Quality Control terdapat temuan bahwa belum diketahuinya bug atau masalah yang terdapat pada sistem, rencananya akan diujicoba dengan data uji sebelum resmi dirilis secara publik. 
Clustering Data Remunerasi PNS Menggunakan Metode K-Means Clustering Dan Local Outlier Factor Pasek Agus Ariawan; Nyoman Putra Sastra; I Made Sudarma
Jurnal Teknologi Elektro Vol 19 No 1 (2020): (Januari - Juni ) Majalah Ilmiah Teknologi Elektro
Publisher : Program Studi Magister Teknik Elektro Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MITE.2020.v19i01.P05

Abstract

Remuneration is a work benefit in the form of salary, honorarium, fixed allowances, incentives, bonuses for achievement, severance pay, and / pension funds. Remuneration will eliminate the assumption that there is no positive correlation between performance and income. This means that employees / employees who are performing well will have unequal income. The government has tried to change the payroll system to be better through the remuneration system. Remuneration consists of basic salary plus benefits derived from pure rupiah and other benefits originating from Non-Tax State Revenues. Problem with remuneration is that the validation carried out by the direct supervisor of the employee concerned is still doubtful. Based on this, we need a system that can detect outlier data from civil servant remuneration data and classify the data using data mining techniques. This research aims to classify data on civil servant remuneration using the k-means clustering method with improvisation at the pre-processing stage and determining the optimum number of clusters. Local Outlier Factor method with a MinPts value of 150 can detect the most outlier data with 162 data outliers detected or 22,98%. Number of optimum clusters by the elbow method is 4 clusters with a Silhoutte value of 0,542 and Dunn of 0,040. Keywords — Clustering, K-Means, LOF, Outlier
Optimalisasi Operasional dan Manajemen Restoran Melalui Aplikasi Berbasis Java Desktop Subiksa, Gde Brahupadhya; Agus Ariawan, Made Pasek; Adisimakrisna Peling, Ida Bagus; Astya Prayudha, I Putu; Alfariza, Muhammad Jaka
Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI) Vol 6, No 01 (2025): Jurnal Riset dan Aplikasi Mahasiswa Informatika (JRAMI)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jrami.v6i01.11004

Abstract

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung yang membanjiri restoran yang sedang beroperasi, restoran yang masih mengandalkan pencatatan manual menggunakan kertas sering mengalami kesalahan yang dapat mengakibatkan berbagai masalah, seperti layanan yang lambat, kehilangan kertas pesanan, dan kesalahan penulisan. Untuk mengatasi tantangan ini, peneliti bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem manajemen restoran berbasis aplikasi desktop. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode waterfall, yang membantu mengorganisasi proses pengembangan secara terstruktur, mulai dari analisis kebutuhan pengguna hingga implementasi dan pengujian. Dengan demikian, sistem yang dihasilkan memiliki tahapan yang terdefinisi dengan baik, memudahkan manajemen restoran dan mengurangi risiko kesalahan. Penggunaan Integrated Development Environment (IDE) Java NetBeans dalam pengembangan sistem memberikan berbagai keuntungan, termasuk kemudahan penggunaan aplikasi dan fitur-fitur pendukung yang banyak. Ini membantu mengurangi waktu pengembangan dan meningkatkan kualitas sistem secara keseluruhan. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode blackbox testing untuk memastikan bahwa semua fitur dan fungsi berjalan sesuai dengan harapan. Hasil pengujian usabilitas menunjukkan nilai kualitas sebesar 91%, menegaskan bahwa sistem "RestorApps" memiliki kualitas yang tinggi dalam hal kegunaan dan memberikan pengalaman yang positif bagi pengguna.
Meningkatkan Efisiensi Operasional Hotel dan Spa melalui Integrasi Sistem Reservasi dengan Interoperabilitas Database Ariawan, Made Pasek Agus; Peling, Ida Bagus Adisimakrisna; Subiksa, Gde Brahupadhya; Bhaskara, I Made Adi
Jurnal Bangkit Indonesia Vol 13 No 1 (2024): Bulan Maret 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia Tanjung Pinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52771/bangkitindonesia.v13i1.274

Abstract

This research focuses on the crucial role of databases in information management within the Hotel Reservation System and Spa Reservation System. The lack of database integration between these two systems has significant implications for data management, leading to operational errors. The study highlights the challenges of synchronizing reservation information between hotel rooms and spa services as a tangible example of the negative impacts. To address these issues, the implementation of interoperability is proposed for both databases, aiming to facilitate data exchange and integration. These steps are anticipated to mitigate irregularities in information management, enhance coordination between systems, and offer benefits to both operational efficiency and customer satisfaction. The proposed solution reflects efforts to improve the efficiency and data integrity within both information systems. The integration of hotel and spa reservation systems through the merging of ERD diagrams results in an efficient and structured centralized database. The relationships between entities are designed to support data interaction and improve the overall functionality of the system. This integration provides benefits for businesses in terms of efficiency, customer relations, sales, and data analysis.
Pendeteksi Keberadaan Orang Asing Menggunakan Face Recognition dan Motion Detection Peling, Ida Bagus Adisimakrisna; Ariawan, Made Pasek Agus; Subiksa, Gde Brahupadhya; Wiguna, I Komang Arya Ganda
Jurnal Bangkit Indonesia Vol 13 No 1 (2024): Bulan Maret 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia Tanjung Pinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52771/bangkitindonesia.v13i1.275

Abstract

In this modern era, security activities such as siskamling are rarely seen. Something new is needed to replace this old security activity. Technology such as CCTV is one tool that can be used. CCTV can be used, but has some drawbacks. The deficiencies in question include the inability to detect suspicious activity in real time, as well as a 24-hour recording output in the form of video which can lead to wasted storage. Based on these problems, researchers took the initiative to develop a system for detecting the presence of strangers using face recognition and motion detection. The developed system will detect the presence of strangers by detecting the person's movements and matching them with the registered face database. If the face is not registered, the system will start recording and send notifocation to telegram.